Hukum tidak berpihak pada Anggita, jadi aku yang akan jadi hukumnya. Satu misi yang menjadi tujuanku hancurkan Arvin Teriaz. Aku Nabila Azzahra, topengku sekretaris, senjataku kode. Rencana sempurna begitu sempurna sampai Galen Teriaz, dokter yang membenci darahnya sendiri, mengulurkan tangan dalam misiku.
Apakah misi mereka berhasil dalam, menghancurkan seorang Arvin Teriaz ?
Baca selengkapnya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21 GARUDA HITAM MENYELAMATKAN IBLIS
"Jangan menunggu semuanya mudah untuk mulai bergerak; mulailah agar semuanya terasa mungkin"
\_ Galen Teriaz \_
"Hidup bukan tentang siapa yang paling beruntung, tapi siapa yang paling bersyukur"
\_ Nabila Azzahra \_
Jam 18.05 di Makodam hujan badai
"POS 1 JEBOL! MEREKA BAWA ROKET!"
Sirine, tembakan saling bersahutan, 10 mobil hitam nerobos pagar. Logo di dada bertuliskan ‘GARUDA HITAM’, Pasukan bayaran C-12. Di ruang tahanan, Bram duduk tenang sambil minum kopi.
Bayu yang di sebelahnya udah lepas borgol
"Kak, waktunya kita pulang" Ucap Bayu
Bram berdiri lalu merapikan jasnya
"Akhirnya, aku udah bosen main sandiwara" Ucap Bram
DUARRR …
Dinding belakang meledak, asap mengepul lalu 5 orang bertopeng masuk.
"Pak Bram! Perintah pusat. Evakuasi!" Lapor Salah satu dari mereka
Bram tersenyum sinis …
"Kerja bagus, tepat waktu" Jawab Bram sambil tersenyum smirk
*****
Jam 18.06 UGD RSPAD, Galen sedang nyuapin Anggita dengan tangan gemetar. Ponsel danrem berdering …
… [Mereka nyerang Makodam, kode Garuda Hitam. Mau bebaskan Bram]
Mendengar itu Galen langsung berdiri, kursi mental karena danrem melospeckerkan panggilan masuk itu.
"Jaga Anggita dan Nabila" Perintahnya ke perawat.
"Kamu mau kemana?!" Tanya Danrem
"Nyelametin negara dari iblis" Jawab Galen dingin
Mereka tancap gas, menuju Makodam. Jam 18.10, di Makodam Bram, Bayu, dan 4 anak buah lari ke helikopter. Di belakang, Danrem dan 20 prajurit ngejar.
"TEMBAK!" Teriak Danrem
2 anak buah Bram tumbang
BRUKK!
Galen masuk dari gerbang samping, Bram berhenti. Dia nengok dan senyumnya hilang saat berpapasang dengan Galen.
"Oh… keponakanku yang sok pahlawan" Sarkas Bram
Galen angkat senjata …
"BRAM!! HADAPIN AKU!!" Teriak Galen
DOR !
Bram melesatkan pelurunya, namun Galen mampu menghindarinya.
"Aku belum mau mati di tangan paman bejat seperti kamu" Katanya ke Galen
"Tapi jangan salah, setelah ini kita tetap musuh" Jawab Bram, Galen bingung dan marah
Bram melihat itu, wajahnya berubah
"PENGKHIANAT!!" Teriak Bram kepada Galen
"Naik!" Titah Bram kepada Bayu
Mereka naik helikopter, baling-baling muter. Galen lari dan elompat untuk menangkap pendaratan helikopter.
"LEPASIN!!" Teriak Bram
Galen nembak kearah tangki, membuatnya meledak di bawah namum helikopter udah naik.
BUK!
Galen jatuh 3 meter, bahu yang luka sobek lagi dan darahnya mengalir
"GALEN!!" Teriak Salah satu tantara di sana
Dia lari ingin membantu Galen, namun Bram dari atas helikopter melempar granat.
BOOOM…
Semua tiarap, saat asap hilang helikopter udah jadi titik. Gagal, Bram lepas dan Galen batuk darah.
"Lepas... lagi..." Ucap Galen
"Sialan!" Lanjut Galen kesal
*****
Jam 19.00 di ruang operasi, 2 lampu merah. Wijaya dan Nabila sudah menjalankan operasi untuk mengeluarkan peluru, lalu dokter keluar dan Galen sudah standby di depan ruang operasi.
"Kolonel Wijaya stabil, akan dimasukkan ke ruang ICU untuk memantau perkembangan pasien secara berkala" Ucap Dokter
Galen menghela napas…
"Terus Nabila?" Tanya Galen
"Jantungnya sempat berhenti 2 kali, luka bakarnya parah. Tapi... dia kuat, dia bisa bertahan karena tuhan masih melindunginya" Jawab Dokter
Galen langsung bersujud dan menangis
"Puji tuhan..." Ucap Galen
Jam 20.30 di ruang ICU, Wijaya dan Nabila sebelah-sebelahan. Mereka mengalami koma, Galen duduk di tengah sambil menggenggam tangan dua-duanya.
Galen mencium kening Nabila
"Tidur ya, aku yang balas mereka" Ucap Galen
Di luar, hujan reda namun perang antara Galen vs Bram resmi dimulai.