follow IG author. naura_shafa95
❌ JANGAN PROMO DI NOVEL ON-GOING SILAHKAN PROMO DI NOVEL YANG SUDAH TAMAT❌
Nara gadis cantik yang berasal dari kampung di tawari pekerjaan untuk menjadi pengasuh anak pengusaha kaya raya yang bernama Sean Aditama Prakasa.
Seiring berjalannya waktu, Aren Sang Putra meminta Nara untuk menjadi Mommy-nya. Akankah Sean menerima permintaan Putranya itu? Saksikan terus kisah mereka hanya di Noveltoon!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naura Shafa mahbubah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
"Kau awasi dia, setelah itu kau berikan lagi info padaku," ucap Sean meletakan photo yang mirip dengan Angel di meja kerjanya.
Max berdiri dari tempat duduknya dan segera menghampiri Nara dan juga Aren.
"Hai! Bolehkah berkenalan?" sapa Max pada Nara yang sedang memperhatikan Aren bermain.
"Hai! Boleh, aku Nara," sahut Nara tersenyum.
"Aku Max keponakan Sean," ujar Max mengulurkan tangannya.
Sean yang melihat interaksi mereka berdua mengepal geram. Ada sedikit kesal saat Max mendekati Nara dihadapannya.
Nara membalas uluran tangan Max, tanpa Sean sadari ada percikan api cemburu di dalam benak Sean.
"Aku pamit dulu, soalnya masih ada urusan," ujar Max melangkah keluar ruangan Sean.
"Silahkan Tuan," sahut Nara sambil tersenyum ramah.
"Centil sekali dia," gumam Sean mencengkram kertas yang ada di hadapannya sambil menatap kesal kepada mereka.
Setelah keduanya saling berkenalan Max senang mendengar suara lembut Nara. Sean hanya bisa mendengus kesal melihat Nara tersenyum ramah pada Max sedangkan pada dirinya dia cuek.
"Akhem ... Nara tolong buatkan aku kopi, kepalaku pusing setelah melihat dua pasangan yang saling kenalan satu sama lain dan itu membuatku mual," ujar Sean mendelik ke arah Nara.
"Tuan, mual itu pertanda masuk angin Taun, lihatlah AC nya terlalu dingin," seru Nara serius.
"Apa yang kau katakan, bodoh sekali, itu hanya AC selama aku bekerja di sini tidak pernah masuk angin hanya gara-gara AC. Sana cepat buatkan aku kopi pait," titahnya kesal.
Sean merasa kesal mengingat Max mengulurkan tangannya pada Nara ia merasa geram sendiri saat mengingatnya kembali.
"Baiklah Tuan, saya permisi," ucap Nara.
"Mau ke mana kamu?" tanya Sean saat Nara membalikan tubuhnya.
"Mau membuatkan kopi Tuan," sahut Nara.
"Ke mana?" tanya Sean.
"Gak tahu Tuan, mungkin ke warung," sahutnya polos membuat Sean menahan tawanya.
"Lihatlah wanita bodoh, di ujung sana ada tempat kopi instan kau tingal ambil gelas pijit tombol merah keluar tuh kopi hitamnya," saran Sean tanpa berdosa dia menyebut Nara bodoh.
"Apa Tuan, aku bodoh! dengar yah Tuan aku tidak bodoh," kesal Nara sambil melangkah maju untuk menyiapkan kopi pesanan Sean.
"Terserah saya dong mau memanggilmu dengan sebutan apa," sahut Sean tertawa menang.
"Lihat saja apa yang akan aku lakukan," batin Nara.
Setelah membuatkan kopi hitam, Nara menaruhnya di atas meja. Sean hanya bisa melihat Nara sekilas, ia gemas sekali melihat Nara memanyunkan bib*r-nya. Membuat Sean traveling jauh membayangkan.
"Kau akan aku beri dua pekerjaan," ucapnya saat Nara melangkah pergi dari hadapannya.
Nara segera membalikan kembali tubuhnya supaya berhadapan dengan Sean.
"Apa Tuan," tanya Nara senang.
"Kau bukan pengasuh untuk putraku saja, tapi kau juga harus jadi pengasuhku," jelasnya membuat Nara tercengang.
"Apa maksudmu Tuan, menjadi pengasuh orang dewasa," ucapnya nada lemah.
"Hmm, gajihmu akan aku berikan tiga kali lipat, pokoknya mulai hari ini kau sah menjadi pengasuhku," seru Sean senyum licik.
Ia tidak mau Nara lebih dengan Max, pasti anak itu akan terus mendekati Nara. Jadi dengan cara ini Nara tidak bisa berdekatan dengan Max.
"Ta-pi Tuan, kau sudah dewasa dan besar," ujarnya merasa aneh.
"Tidak masalah, kau tidak boleh menolakku, aku tidak suka di tolak," sahutnya ketus dan kembali mengerjakan pekerjaannya.
Sean melihat wajah Nara kebingungan atas apa yang di pintanya. Sean tersenyum kecil, ia sangat gemas saat Nara cemas, raut wajahnya terlihat cantik dan mempesona. Padahal baru saja pagi tadi dia memaki Nara tapi setelah beberapa jam dia malah tidak mau melihat Nara bersanding dengan pria lain.
"Wanita bodoh," batinnya sambil tersenyum memperhatikan Nara dari kursi kebesarannya.
BERSAMBUNG.
Dukung Authornya dong biar semangat up.
Like
Komen
Vote
Hadiah
Ranting 5.
suka dech!
Keren...Keren...aq suka!!...
Thanks Author udah bikin novel dengan cerita dan idea" yg Brilient 👍👏...
Bakalan kangen Sean❣️Nara....
semoga Aren tetap setia hahaha
#sukses selalu author ✨🌹