NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ke Dunia Naruto

Reinkarnasi Ke Dunia Naruto

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Petualangan / Reinkarnasi / Fanfic / Tamat
Popularitas:140.2k
Nilai: 5
Nama Author: Orpheus

Naoto Raiden, seorang tentara yang tewas dalam konspirasi militer, bereinkarnasi ke masa perang klan di dunia Naruto sebagai bagian dari keluarga Senju. Namun, identitas aslinya jauh lebih agung: ia membawa darah murni Otsutsuki beserta mata Tenseigan yang legendaris.

Memilih untuk hidup santai namun tetap melindungi keluarga angkatnya, Raiden tumbuh sebagai kakak dari Hashirama dan Tobirama. Setelah melewati hibernasi panjang demi berevolusi di planet asing dan mengalahkan Momoshiki, ia kembali ke era Naruto dengan kekuatan yang melampaui dewa. Kini, dengan identitas sebagai suami Tsunade dan mentor rahasia bagi Naruto, Raiden bergerak di balik bayang-bayang untuk membersihkan Konoha dari kegelapan dan menghadapi ancaman klan Otsutsuki yang mulai mengintai bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orpheus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ushishiki

Malam semakin larut di Konoha. Namun di dalam gedung Hokage, suasananya jauh lebih sunyi.

Tsunade melangkah masuk ke kantornya dengan napas yang sedikit terengah. Rambut pirangnya agak berantakan dan pakaian ninjanya terkena noda tanah setelah sesi latihan bersama Sakura. Ia sudah berniat untuk langsung bermanja-manja pada suaminya, menuntut perhatian setelah lelah bekerja. Namun, pemandangan di depannya membuat rahangnya hampir jatuh ke lantai.

Di atas meja kerja, di lantai, bahkan di sudut ruangan, tim Shikamaru tergeletak tak berdaya. Shikamaru mendengkur halus dengan kepala menindih laporan logistik, Kiba meringkuk di pojok dengan Akamaru sebagai bantal dan Shizune terkulai lemas di atas tumpukan dokumen anggaran dengan pulpen yang masih tergenggam erat.

Dan di tengah semua itu, di kursi kebesaran Hokage, Raiden tertidur pulas dengan kaki terangkat ke atas meja, mengeluarkan dengkuran kecil yang terdengar sangat santai seolah tidak berdosa.

"RAI-DEN!!!" teriak Tsunade sembari mengepalkan tinjunya yang sudah dialiri cakra. "Berani-beraninya kau memperbudak mereka dan malah tidur enak-enakan di sini!"

Tsunade melangkah maju, siap untuk memberikan "pukulan cinta". Namun, tepat sebelum tinjunya mendarat, mata Raiden terbuka perlahan. Tidak ada jejak kantuk di sana. Matanya dinginyang membuat Tsunade seketika membeku di tempat.

"Diamlah sejenak, Tsuna," ucap Raiden dengan suara yang sangat serius.

Tsunade mengerutkan kening, amarahnya sedikit mereda digantikan rasa bingung yang mendalam. "Apa-apaan kau? Jangan coba-cobanya beralasan agar bisa kabur dari omelanku!"

Raiden bangkit dari kursi, mengabaikan anak-anak yang bahkan tidak terbangun oleh teriakan Tsunade tadi. Ia berjalan perlahan menuju jendela besar di belakang meja Hokage, menatap langit malam yang kelam.

"Apa kau merasakannya?" tanya Raiden tanpa menoleh.

"Merasakan apa? Aku hanya merasakan kepalaku mau pecah melihat semua dokumen ini!" ketus Tsunade. "Jangan bilang kau cuma mau mengalihkan pembicaraan, Sayang."

Raiden tidak membalas ejekan itu. Ia menempelkan telapak tangannya pada kaca jendela. "Getaran ini... sangat kuat, sedang mendekat dengan kecepatan yang tidak masuk akal menuju ke sini."

Melihat ekspresi Raiden yang sangat serius tanpa ada sedikit pun seringai nakal atau tawa " yang biasanya. Tsunade mulai merasa waspada. Ia ikut menatap ke langit malam mencoba mencari sesuatu yang aneh.

"Apakah... Akatsuki menyerang secara besar-besaran?" tanya Tsunade dengan nada yang kini lebih serius.

Raiden melirik Tsunade sekilas. "Bukan, Ini bukan mereka. Akatsuki hanyalah sekumpulan kutu jika dibandingkan dengan apa yang sedang menuju ke arah kita saat ini."

Tanpa peringatan, Raiden menghilang dalam sekejap dan muncul di atap gedung Hokage. Tsunade segera menyusul dengan gerakan shunshin.

"Jika bukan Akatsuki, lalu siapa? Raiden, jelaskan padaku!" desak Tsunade dengan penuh rasa cemas.

Raiden menoleh, menatap Tsunade dengan tatapan yang sangat dalam. "Aku harus pergi sebentar. Tetaplah di desa dan jangan biarkan siapa pun keluar dari barisan pertahanan. Aktifkan segel pelindung jika keadaan memburuk."

"Apa?! Kau mau ke mana?!" teriak Tsunade.

Raiden tidak menjawab. Tubuhnya perlahan terangkat, melayang ke langit. Cakra mulai menyelimuti seluruh tubuhnya, menciptakan pilar cahaya tipis yang menembus gumpalan awan.

"Hati-hati, Raiden! Kau harus kembali!" teriak Tsunade dengan suara bergetar. Ia ingin menahan pria itu, namun ia tahu bahwa ada hal-hal yang hanya bisa dihadapi oleh suaminya sendiri.

Raiden hanya mengangguk kecil, memberikan senyum tipis yang tulus untuk menenangkan istrinya, lalu ia melesat ke angkasa, meninggalkan ledakan udara yang mengguncang atap gedung Hokage.

Semakin Raiden menjauh dari permukaan bumi, getaran cakra itu semakin terasa nyata. Tekanannya begitu besar hingga ruang di sekitarnya tampak bergejolak seperti air yang mendidih. Raiden melewati lapisan atmosfer, menembus kehampaan angkasa.

Ia terus melesat, melampaui bulan, menuju ke arah sebuah planet mati yang sudah lama tidak memiliki kehidupan yang hanya mengapung tak bertujuan di sistem tata surya. Raiden mendarat di permukaan planet yang tandus itu.

Ia berdiri diam sejenak, mencoba menunggu. Namun, naluri dan rasa ragunya membuatnya tidak bisa hanya diam. Ia kembali melesat, mencari sumber getaran itu di antara kegelapan ruang angkasa.

Tiba-tiba, dari kejauhan, sebuah titik cahaya putih meluncur ke arahnya. Raiden tidak menghindar. Ia mengepalkan tinjunya.

DUAAAAAARRRR!!!

Benturan dua kekuatan dahsyat itu menciptakan ledakan yang bisa terlihat hingga ke permukaan bumi sepertu bintang jatuh yang sangat menyilaukan. Planet mati di bawah mereka retak seketika, menciptakan kawah raksasa.

Saat debu mulai menipis, Raiden berdiri tegak. Jubah putihnya sedikit robek di bagian bawah, namun ia tidak terlihat terluka sedikit pun. Di depannya, berdiri sosok yang sangat angkuh.

Sosok itu berkulit pucat mengenakan pakaian putih bersih yang sangat akrab di mata Raiden—pakaian kebesaran klan Otsutsuki. Dua tanduk mencuat dari kepalanya, menjurus ke depan seperti mahkota yang mengancam. Matanya memancarkan keangkuhan yang amat dalam.

"Otsutsuki..." gumam Raiden sembari menyipitkan mata.

Sosok itu tidak langsung menyerang. Ia justru tertawa terbahak-bahak, suara tawanya menggema dengan keras.

"Hahahaha! Akhirnya... akhirnya aku menemukanmu di sudut alam semesta yang kotor ini!" teriak sosok itu sembari menunjuk ke arah Raiden dengan jari-jarinya.

Ia menyeringai lebar, menampakkan kegilaan yang murni di matanya. "Hahahaha, akhirnya aku menemukanmuuu, USHISHIKIIIIII!!!"

Raiden terdiam. Nama itu asing di telinganya.

Ushishiki?

Dahi Raiden berkerut. Sejauh yang ia ingat, sejak pertama kali ia membuka mata dan memiliki kesadaran, ia sudah berada dalam dekapan hangat seorang wanita bernama Ashina, istri dari Senju Butsuma. Sejak saat itu, ia dikenal sebagai Raiden Otsutsuki, saudara tiri dari Hashirama dan Tobirama yang memiliki kekuatan berbeda. Baginya, identitasnya adalah seorang Senju dengan darah Otsutsuki, pelindung Konoha, dan suami dari Tsunade.

"Ushishiki?" gumam Raiden pelan, suaranya mengandung kebingungan. "Aku tidak tahu siapa yang kau maksud, serangga. Namaku adalah Raiden, dan jika kau datang ke sini hanya untuk memanggilku dengan nama aneh, sebaiknya kau segera bersiap untuk mati."

Sosok itu berhenti tertawa sejenak, menatap Raiden dengan pandangan yang aneh, seolah-olah sedang melihat sesuatu. Namun kemudian, seringai gila itu kembali muncul.

"Oh? Jadi kau lupa? Kau melupakan asal-usulmu dan lebih memilih menjadi peliharaan manusia-manusia rendahan itu?" Sosok Otsutsuki itu meregangkan tangannya, membiarkan cakranya meledak di sekelilingnya. "Akan kubuat kau ingat siapa dirimu sebenarnya, Ushishiki!"

Raiden tidak membalas. Ia hanya membuka mata di dahinya yang kini bersinar merah pekat, siap menghadapi ancaman sosok didepannya.

1
???
Jadi bagaimana dengan Senioritas? Hashirama adalah adik angkat MC dan juga Kakek Tsunade 🗿
Muhammad Rizky: umur hanyalah angka 🗿
total 1 replies
???
uhh, Bung dia itu cucu adikmu 🗿
Muhammad Rizky: umur hanyalah angka 🗿
total 2 replies
herawan herawan
padahal memang salah si raiden
agustinus noya
semoga cepat kelar masalah ya Thor 🙏
andang permadi
up
andang permadi
uppp
agustinus noya
lanjut yang bayak soal seruh novel Thor
Ahmad anzan
masuk ngacak ngacak kelas pulang🤣
Carol
bagus
mafia Lucifer
crazy up master
agustinus noya
lanjut Thor
anonim: sehari paling 1500-2000 kata. lagi bikin animasi😁
total 1 replies
Kasma Wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
agustinus noya
lanjut lagi Thor
Putri Rayhannisa
gaskan
agustinus noya
lagi Thor dua bab doang
agustinus noya: semoga cepat sembuh Thor 🙏
total 2 replies
badakpunah
👍👍👍👍
Kasma Wati
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
agustinus noya
lagi dong Thor
agustinus noya
lagi yang bayak Thor biyar seruh baca Thor 🙏🙏🙏
agustinus noya
lanjut Thor yang banyak
anonim: nanti malem akan saya lanjut🙏 sekarang lagi mikir 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!