Apa jadinya ketika pernikahan keduanya adalah dengan seorang remaja yang tak pernah disangkanya?
Yudha Putra Baskoro,seorang pria berstatus duda yang menyimpan banyak luka dihatinya,pengkhianatan cinta pertamanya membuat yudha enggan memulai cintanya kembali,baginya sudah cukup orangtua yang masih lengkap dan seorang anak yang selalu membuatnya bertahan,tak pernah terlintas dalam benaknya untuk menjalin kasih kembali,namun siapa sangka takdir mempertemukannya dengan seorang remaja cantik yang ditakdirkan untuk mendampinginya,akankah mereka tetap bersama sebagai teman hidup?
bagaimana yudha menghadapi istri kecilnya?
dan bagaimanakah keduanya melalui awal kisah baru?
ikuti ceritanya di " My Little Wife " .
bantu like dan komen nya ya...biar semangat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuli dwi ekasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingin dengar Kisahku
Kulihat kepergiannya meninggalkanku yang masih duduk dimeja makan,mengingatkanku akan luka lama ketika setiap kali aku dan cahaterine duduk di meja makan seperti ini dan berakhir dengan pertengkaran,tidak jangan terulang lagi.
Luka akibat perceraian cukup membuatku melihat Cinta dari sudut yang berbeda,ucapanku mungkin menyakitkan baginya namun sepanjang perjalanan yudha sudah berfikir keras bagaimanapun kebahagiaan bukan hanya untuknya seorang melainkan pasangannya saat ini,dimana dirinya sudah tak menginginkan cinta bertepuk sebelah tangan dimasa depan,memberikan seluruh kepercayaanya dan seluruh hatinya namun dihempaskan begitu saja,dirinya benar benar takut terjatuh di kondisi yang sama,tidak.
Kulangkahkan kaki mengejar tiara yang kini sudah berada didalam kamar,sosoknya terbaring meringkuk diatas ranjang memunggungiku berikut isak tangisnya yang mampu menyayat hatiku seketika,sungguh pemandangan yang tak ingin kulihat,maaf.
kini aku duduk dikursi meja riasnya tepat dihadapan tiara yang menangis dan dia menatapku tajam kilatan amarah jelas bisa kurasakan saat ini,dia ikut beranjak dari tidurnya merasa tak ingin ada kehadiranku disini namun kucekal tangnnya kuat dan dia ikut berontak dengan cepat kutarik tangannya kuat membuatnya duduk diatas pangkuanku,kilatan amarah masih terlihat diwajahnya dia tetap berontak ingin lepas dariku,kucengkram tangannya dan kucekal pinggangnya dengan tangan kukuat membuatnya diam seketika dan tak bisa berkutik lagi.
" Ingin Dengar Kisahku? ". tanyaku namun dia menundukkan kepalanya enggan menatapku,ayolah jangan seperti ini.
" Aku pernah Menikah,masih muda sekitar umur 26tahun,aku sudah bekerja sebagai seorang Dokter kala itu.Aku memiliki obsesi dan target dalam karier,Mama dan ayah mendorongku untuk menikah meski aku belum siap,usia mama dan ayah yang sudah ingin memiliki cucu dan aku menyetujuinya hanya untuk membuat mama dan ayah bahagia ". ucapku mulai bercerita meski tiara masih tertunduk namun dirinya sudah lebih tenang tak lagi berontak ingin melepaskan diri.
" Aku sangat gila bekerja,workholic..dan ketika aku memutuskan untuk masuk didunia Bisnis melanjutkan Perusahaan Ayah kesibukanku menjadi berkali kali lipat bisa pulang malam bahkan tak pulang selama berhari hari,targetku saat itu adalah melanjutkan dan lebih mengembangkan apa yang ayah bina selama ini,aku memintanya bersabar dengan kesibukanku seharusnya sebagai istri dia bisa mengerti bahwa aku bekerja tidak hanya untuk menghidupinya melainkan Ribuan karyawan BKC namun kesibukanku ternyata membuat hubungan kami menjadi renggang ".
" Aku belum siap dengan sisi emosional sebagai seorang pendamping sebagai seorang suami kurasa,aku menganggap kemanjaannya selama ini sebagai gangguan ".
" Aku sadar aku tak boleh mengurungnya didalam pernikahan seperti ini hingga aku memberikan kepercayaan penuh untuknya aku bekerja siang malam hanya untuk memenuhi keinginanya sebagai seorang perancang.namun semua yang kulakukan menjatuhkanku dalam satu hal yaitu Kepercayaan ".
" Dia berselingkuh dibelakangku dan dia lakukan itu selama aku berjuang hanya untuk wanita yang kucintai,hingga mimpi itu berakhir dan kami pun bercerai ". ucapku kembali dan kini tiara berani menatapku dengan sendu.
" Pengalaman hubungan yang gagal selama bertahun tahun cukup membuatku yakin lebih baik berdiri diatas kakiku sendiri,aku telah menutup diri karena banyak kekecewaan yang aku alami.
" Tiara..Maaf jika ucapanku menyakiti hatimu,sungguh aku tak berniat begitu kepadamu...hanya saja pengalaman perceraian selama ini membuatku melihat cinta yang berbeda,aku tak ingin berjuang sendirian dalam hidup dan aku pahami dengan posisi kita saat ini,kau yang mengikuti keinginan ayah dan ibumu untuk menikah denganku mengingatkan akan kisahku yang pernah hancur,kau tahu rasanya ditinggalkan saat kita berjuang?itu sangat menyakitkan tiara.
" kau masih muda jalan ceritamu masih panjang aku hanya tak ingin kau menyesal mendampingi orangtua sepertiku ini ". ucapku sendu namun kini tiara kembali meneteskan air matanya,
" hei jangan menangis,,aku serius tiara jangan merasa terperangkap denganku kau masih bisa memilih dan aku tak akan memaksamu itu bukan gayaku mengerti? ".
tiara menggelangkan kepalanya lemah dengan diiringi isak tangis,aku menunggu hingga dia selesai dengan tangisnya dan kini dia sudah mulai tenang entah tiara tak terganggu atau memang sudah nyaman dengan posisi intim ini dimana dia masih duduk dipangkuanku dan tanganku menyelinap pinggang rampingnya sedangkan tangan kananku sibuk menghapus air mata tiara.
" aku...aa..aku hiks..aku hanya gak habis fikir ken..kenapa bisa kakak bilang seperti ituuu hiks ".
" kak..kakak tahu ini sudah pilihanku,,dan ak...aku sudah memilih ka..kakak,tapi kakak malah berbicara perceraian kepadaku hiks...hiks... bahkan ini belum genap dua hari per..pernikahan kita..hiks... "
" kakak kejam... " . kini tiara memukul dada bidang yudha kesal.
" Kau mungkin benar... Aku memang Kejam,Maaf ".
" Apa kakak berfikir ten...tentang perasaanku? Aku sudah mengorbankan semuanya termasuk..masa depanku aku sudah tak memiliki mimpi,dan mimoiku hanya membahagiakan kakak saat ini yang sudah menjadi suamiku,tapi apa? kakak minta bercerai? kakak tega membuatku menjadi seorang janda? janda muda? secantik dan sepintar apapun dia jika gelar janda sudah ada didirinya maka apa pandangan orang? usiaku muda tapi sudah janda apa kakak memikirkan sampai disitu? hiks...kakak jahat jahat "
kini tiara kembali terisak dengan memukuli kembali dada bidang yudha,sungguh yudha tak berfikir sampai disitu dirinya berfikir mungkin tiara akan bahagia jika dia lepas dari belenggu ikatan pernikahan ini,namun jawaban dari istri kecilnya ini mampu merampungkan semua keraguannya,yudha membawa tiara kedalam pelukannya,dan tiara membalas pelikan hangatnya,mengeratkan pelukan itu sebuah pelukan yang memang selama ini dia rindukan.
Tiara sudah mulai tenang kini,isak tangisnya sudah tak terdengar namun dirinya masih tertunduk malu karena yudha terus saja menatapnya intens.
" jadi kamu menerima aku sebagai suamimu hmm? ".
tiara mengadah menatap yudha dan mengagukkan kepalanya pelan terlihat polos dimata yudha.
" Kalau gitu panggilannya jangan Kakak lagi ya ".
" Terus apa? " tanyanya heran.
" hmm Sayang boleh,Cinta boleh Honney juga Oke ". ucapnya tersenyum menggoda dengan mengeratkan rangkulan dipinggangnya itu membuat tiara memepet tubuh yudha dekat,wajah tampan itu kini menatapnya lekat dengan senyuman yang menggoda,membuat jantung tiara kembali memompa cepat.
" jadi panggilan apa untuk suamimu ini,,ayolah aku menunggu jawabanmu..aku bukan type orang yang sabaran sayang ". ucapku mulai menggodanya kembali,entah posisi seperti ini dia semakin terlihat menggemaskan dimataku.
" hmm.. Abang ya,,aku panggil Abang aja". terdengar aneh untukku namun aku menyukainya kurasa memang berat untuknya memanggilku lebih intim saat ini,toh kami memang baru menikah kemarin.
" You're Blushing,so pretty....kau sangat menggemaskan Sayang,aku ingin menciumu ". dia berbisik ditelinga tiara membuatnya menyarangkan cubitan kecil diperutnya.
" sayang cubitan ini untuk apa? ". dia meringis kesakitan.
" apa sih Bang main cium cium " . dengusnya lucu meski kutahu dia sangat malu saat ini.
" kenapa? aku suamimu sekarang dan itu Hakku sayang ". ucapku yang makin gemas menggodanya meski kutahu dia kini sangat terpojok.
" hmm tapi...tapi aku kan deg deg an ". hahaha gelak tawa dari yudha saat ini,hiburan kecil yang mampu membuatnya tertawa lepas.
" Sini kupeluk,kenapa kau sangat menggemaskan sekali ". dan itu kuakhiri dengan membawanya kembali dipelukanku,kurasa ucapan mario ada benarnya lakukan dengan perlahan dan ini adalah awal yang baik untuk kami.
" udah ah lepasin Abang,aku gak bisa nafas ". dia berbicara dengan mengerucutkan bibirnya,ingin sekali kulahap saat ini juga namun waktu masih banyak,sabar smapai dia sendiri yang akan memintaku untuk menciumnya.
Hingga obrolan penuh tangisan dan keraguan kami pun berakhir dan kini kami tidur dengan berpelukan meski tiara sempat menolak pelukanku namun kini dia pasrah dengan berada direngkuhanku,menang banyak gue.