Cerita sebelumnya wati yang terluka parah karena tertabrak mobil akhirnya terbangun tapi dia merasa asing saat mendapati dirinya berada di dunia yang bukan dunianya.
Dicerita kali ini wati menjalani takdirnya sebagai putri dari ki demang wira yang terpaksa meminum racun setelah kedua orang tuanya tewas karena dibunuh oleh Adipati angkoro karena menolak pinangannya.
Disini wati merasa dirinya yang menggantikan posisi putri kemuning yang sebenarnya mengemban tugas untuk membalaskan dendam kedua orang tuanya pada Adipati angkoro yang penuh kesewenang wenangan penuh angkara murka sesuai namanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nawangsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*"Memulai perjalanan"
Setelah keluar dari hutan, wati tidak langsung pulang ke markas nya.
Wati memilih langsung pergi menemui nilam di klinik pengobatan mereka.
Wati berniat untuk melakukan perjalanan untuk menuntaskan misi balas dendam sang putri Kemuning si pemilik tubuh sesungguhnya, dia merasa bosan jika hanya menghabiskan hari harinya menunggu.
"Nilam, aku akan pergi untuk waktu yang tidak tahu berapa lama, aku harus menyelesaikan balas dendamku kepada Adipati angkoro secepatnya"
"Tapi putri, apakah tidak berbahaya jika putri pergi tanpa ada pengawalan?"
kata nilam abdi setianya itu merasa khawatir.
"Kau tenang saja nilam, banyak orang kita yang tersebar dibanyak wilayah, jadi kau tidak perlu terlalu khawatir"
Nilam, gadis yang menjadi abdi setianya itu tidak dapat berkata-kata lagi, hanya diam tak dapat menahan apa yang sudah menjadi kehendak dari junjungannya itu.
"Sudah jangan khawatir, aku pasti akan baik baik saja, aku titipkan klinik pengobatan ini padamu"
Wati kemudian memeluk nilam, sebelum akhirnya wati pergi dengan menunggangi black jack kuda hitamnya.
Wati menyentakan kakinya dan memacu kuda hitamnya agar berlari dengan kencang.
Nilam memandang kepergian junjungannya itu dengan mata berkaca-kaca, dia tidak tahu kapan nonanya itu akan kembali, setelah menghembuskan nafasnya berat akhirnya nilam kembali masuk ke dalam klinik pengobatan mereka.
Wati pergi meninggalkan klinik dipinggiran desa itu tanpa arah yang pasti hanya mengikuti kata hatinya.
Setelah melakukan perjalanan cukup jauh, wati mulai memasuki sebuah desa yang dia sendiri tidak tahu apa nama desa itu.
Karena hari sudah mulai malam, wati berusaha mencari penginapan untuk sekedar menginap satu malam sebelum melanjutkan perjalanannya esok hari.
Akhirnya wati menemukan sebuah kedai yang juga menyiapkan kamar penginapan untuk para pendatang yang sedang melakukan perjalanan seperti wati.
Wati segera turun dari kudanya dan menitipkan kudanya pada pegawai kedai yang bertugas mengurus kuda para pelanggan yang datang.
Wati menuju ke meja disudut kedai itu, dan mulai memesan makanan.
"Pelayan..."
wati memanggil seorang pelayan dengan melambaikan tangannya.
Seorang pelayan segera datang menghampiri nya dan memberikan daftar menu.
"Silahkan nona, ini daftar menu makanan yang tersedia di kedai kami ini"
kata sang pelayan dengan memberikan daftar menu kepada wati.
"Pelayan apakah ada kamar kosong?"
tanya wati kepada pelayanan itu sambil menerima daftar menu dari pelayan itu.
"Masih ada nona, tapi hanya tersisa kamar yang murah tanpa fasilitas yang memadai"
jawab sang pelayan tak enak hati.
"Bagaimana dengan bilik mandi, yang aku butuhkan hanya mandi dan istirahat, itu sudah cukup"
"Untuk bilik mandi, nona bisa mandi dibilik yang akan disiapkan oleh pelayan, nona cukup menambahkan satu koin perak untuk biayanya"
jawab sang pelayan menawarkan pelayanan mereka pada wati.
"Baiklah aku akan menginap untuk satu malam ini saja, dan aku pesan menu makanan yang ini dengan minumnya cukup teh melati hangat, berapa biaya semuanya?"
"Untuk biaya menginap dan mandi tiga koin perak ditambah makana dan minum nya lima koin perunggu"
"Ini untuk biaya semuanya"
kata wati dengan mengeluarkan lima koin perak.
"Nona ini terlalu banyak untuk sebuah kamar yang kecil dan makanan ini"
kata sang pelayan tak enak hati.
"Tidak masalah, kau bisa menyimpan sisanya"
kata wati dengan tersenyum.
"Terima kasih nona, baiklah saya akan siapkan makanan anda sekarang"
kata pelayan itu dengan ramah lalu bergegas pergi untuk menyiapkan makanan pesanan wati.
Taklama kemudian pelayan tadi datang dengan bersama pelayan lainnya membawakan semua makanan pesanan wati.
"Silahkan dinikmati hidangannya nona"
"Terima kasih"
balas wati, kemudian mulai menyantap makanan nya.
Tanpa disadari oleh wati, ternyata ada sekelompok laki laki yang sebelumnya sudah memperhatikan wati dan mulai berbisik bisik yang akhirnya memutuskan agar beberapa dari mereka untuk mendekati wati setelah para pelayan menjauh dari wati.
*Alhamdulillah hari ini author bisa up, semoga bisa up banyak ya gaes, ok readers dukung terus author dengan vote dan like 😘👍 juga bonus rate nya gaes*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍