Aku tidak menyangka jika pernikahanku ternyata membuatku harus memilih antara tetap hidup dengan seorang pembunuh Ayahku atau aku harus membalaskan dendam atas kepergian Ayahku.
Sebuah cerita perjuangan hidup seorang wanita yang besar dengan bertahan hidup di jalanan karena sejak usia sepuluh tahun kedua orangtuanya harus meninggal dengan keadaan tenggelam di laut bersama mobil yang mereka kendarai. Beruntung saat itu ia tidak ikut dengan kedua orangtuanya untuk makan malam dengan kliennya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 31. Mengajak Kembali
Kharisa yang sudah menginap satu malam di rumah sakit itu merasa khawatir dengan adiknya.
"Aku harus pulang, di mana pria itu yang menolongku?" tanya Kharisa mencari sosok pria namun tidak ada nampak di ruang rawatnya saat ini.
Mata Kharisa menatap jarum infus yang menempel di tangannya, perlahan tangannya meraih benda kecil itu lalu mencabutnya dengan keras.
"Aw..." Suara Kharisa merintih kesakitan.
Perlahan ia turun dari tempat tidurnya dan melangkah ke luar ruangan, pintu terbuka dan mata Kharisa tertuju pada dua orang pria yang berdiri di depan pintu.
"Maaf, apa yang anda lakukan? anda masih haru tetap di rawat, Nyonya."
"Nyonya?" tanya Kharisa heran dari mana pria itu tahu status Kharisa yang sudah menikah, apakah wajahnya sudah terlihat tua dan pantas di panggil Nyonya.
"M-maksudku Nona, anda silahkan istirahat lagi karena Dokter belum mengizinkan anda pergi." terang pria itu.
"Maaf, saya harus pulang. Adik saya kasihan dj rumah sejak kemarin. Anda bisa ikut ke rumah saya untuk saya ganti uangnya." tutur Kharisa.
Kedua pria saling melempar tatapan, mereka harus berusaha menahan Kharisa sampai Gara datang.
"Nona, maaf anda harus tetap di rawat saya mohon. Kasihan tubuh anda jika masih di paksa. Begini saja, anda berikan alamat rumah nanti biar dia yang menjaga adik anda. Jangan khawatir dengan kami, kami tulus untuk membantu anda."
Kharisa yang menatap kedua pria itu sangat bingung mengapa mereka sangat baik pada Kharisa.
Dari penampilan memang mereka tampak seperti orang biasa saja, namun jika di lihat dari postur tubuh, sangat terlihat atletis.
"Sebaiknya aku memberikan kabar pada Vino dan Vano saja agar tidak mengkhawatirkan aku." gumam Kharisa dan kembali masuk ke ruang rawat
Di dalam sana, ia kembali membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata. Tak lama kemudian, salah satu suster datang membawakan sarapan pagi untuk Kharisa.
"Silahkan di makan, Nyonya." ucap suster dengan ramahnya.
"Terimakasih, suster." jawab Kharisa.
Setelah perginya suster itu Kharisa masih enggan untuk menyentuh sarapan dan memilih menutup matanya.
Hingga akhirnya tanpa sadar ia kembali terlelap meninggalkan sarapan yang sudah dingin itu.
***
"Pak, pagi ini kami tidak les dulu yah karena di rumah sedang ada masalah." Vino menelpon guru private itu
"Baik, Vino. Nanti kabari saja kalau ada yang bisa saya bantu." jawab pria itu
Vino dan Vano begitu gelisah karena sejak kemarin Kakaknya masih juga belum pulang atau memberikan kabar pada mereka.
"Kemana kita harus mencari Kak Risa?" tanya Vino.
"Tuan Tedy." ucap Vano.
Vino menggelengkan kepalanya. "Itu tidak mungkin." ucapnya.
"Kita tunggu sampai sore duli, kalau Kakak masih belum memberikan kabar kita coba ke rumah Tuan Tedy." usul Vano.
"Baiklah." Vino pun menyetujuinya.
Hari sudah siang menjelang sore, Kharisa yang baru saja bangun dari tidurnya merasa lapar. Ia beranjak dari tempat tidur dan memakan makanan yang sudah dingin.
"Aku harus memiliki tenaga biar cepat pulang " tuturnya.
Betapa terkejutnya Kharisa saat pintu ruang rawatnya terbuka dan ia melihat sosok suami tampannya itu.
Sendok yang hendak mendarat di bibirnya yang sudah terbuka kini tidak jadi ia lanjutkan.
"Gara." ucapnya dengan pelan.
"Kharisa," tutur Gara dan melanjutkan langkahnya mendekat pada Kharisa.
"Mengapa kau bisa kemari?" tanya Kharisa.
"Mengapa kau pergi tanpa bicara padaku?" Gara kembali bertanya.
Mata Kharisa yang tadinya menatap kaget kini tak lagi ia tunjukkan. Kharisa memilih menundukkan wajahnya.
"Aku sudah memenuhi perjanjian kita." ucap Kharisa.
"Apa tidak ada cara lain selain harus pergi?" tanya Gara dengan menatap begitu dalam.
"Gara kau benar-benar merasa kasihan pada wanita ini. Setidaknya jangan membuat dirinya semakin malu." gumam Gara yang menyangkal jika dirinya sudah mulai menunjukkan rasa pedulinya pada Kharisa.
"Maafkan aku membuat Ayah dan Ibu kecewa." ucap Kharisa.
"Kita pulang." tutur Gara.
Kharisa begitu terkejut mendengarnya. "Pu-pulang ke mana?" tanya Kharisa penasaran.
"Menemui Ayah dan Ibu." terang Gara.
Kharisa menggelengkan kepalanya menolak ajakan suaminya.
"Aku tidak bisa menunjukkan diriku yang kotor ini."
Kharisa menghina dirinya sendiri tanpa meneteskan air mata. Meski Gara bisa merasakan jika Kharisa sedang berusaha keras menahan tangis di dalam sana.
"Kharisa, kau hamil." Suara Gara yang terdengar pelan seakan bagaikan petir yang menyambar indera pendengaran Kharisa.
Mata yang indah menunduk sejak tadi tiba-tiba menatap Gara dengan penuh ketidak percayaan.
"Iya kau hamil, karena itulah aku melarang mu pulang dan biarkan aku yang memberitahu mu."
"Terimakasih, tapi aku tidak bisa kembali ke rumah kalian. Aku sudah memutuskan untuk memulai hidupku sendiri dengan adik-adikku." tutur Kharisa.
"Ayah sakit setelah kepergian mu." ucap Gara lagi.
Kharisa kembali terkejut, berita yang suaminya bawa kali ini semua benar-benar menyakiti hati Kharisa.
Tubuh yang sejak tadi berusaha kuat kini sudah tidak mampu lagi, Kharisa kembali mengingat kejadian di hotel saat ia tersadar dari pengaruh obat itu.
Air matanya menetes dengan sangat deras meski Gara melihat sama sekali tidak ada suara tangis di mulut istrinya. Kharisa berusaha sekuat tenaganya menahan kesedihan itu.
Gara sungguh tidak tega melihat penderitaan wanita yang selalu ia benci itu. Perlahan Gara mendekatkan dirinya lalu ia memberikan Kharisa sebuah pelukan.
Di sanalah Kharisa menumpahkan seluruh kekacauan hidupnya selama ini. Kharisa menangis pecah, ia memukul-mukul tubuh Gara ia membenamkan mulutnya agar tidak mengeluarkan suara kehancuran itu.
"Aku kotor, aku bukan wanita baik-baik lagi. Aku sudah mengandung benih dari pria yang menodai ku. Aku sungguh layak menjadi sampah. Aku hancuuuuur." teriak Kharisa dalam batinnya tanpa mau mengeluarkan semua perkataan kekecewaan, kesedihan, dan kemurkaan itu.
Gara membalas pelukan Kharisa dengan penuh kasih sayang. "Harusnya aku yang melindungi mu Kharisa, aku sebagai suamimu sangat tidak berguna. Aku benar-benar tidak berguna. Untuk Ayah dan Ibu, mau pun untuk istriku sendiri aku sama sekali tidak berguna." tutur Gara yang mengutuk dirinya.
Kini Gara terus menempelkan bibirnya pada kepala Kharisa. Keduanya saling menumpahkan kesedihan mereka lewat pelukan yang terjadi begitu saja.
"Kharisa, aku akan tetap bertanggung jawab. Kau akan tetap menjadi istriku." ucap Gara yang menatap wajah sembab istrinya.
"Tidak, aku tidak mau. Aku ingin kita bercerai." ucap Kharisa yang menyadari betapa kotornya dirinya bagaimana ia bisa kembali memperbaiki rumah tangganya pada Gara sedangkan keperawanannya sudah di persembahkan untuk pria lain.
"Jangan mengatakan hal seperti itu. Aku masih suamimu, aku berhak untuk tetap menjaga dan melindungi mu. Aku mohon Kharisa, pulanglah."
"Gara, aku cukup tahu diri. Aku sudah sangat kotor. Tidak sepantasnya pernikahan yang berdasarkan permainan terus di lanjutkan. Aku tidak ingin semakin membuat diriku malu. Aku tengah mengandung anak dari hasil pemerkosaan. Bagaimana mungkin aku bisa kembali menyerahkan diriku yang kotor untuk mu?"
"Kita mulai pernikahan kita kali ini dengan serius, tanpa ada permainan atau perjanjian. Aku ingin menebus kesalahanku."
Kharisa menggeleng, ia masih berat untuk menerima Gara kembali. Sedangkan ia sangat tahu jika mereka berdua tidak saling mencintai.
khard pgen sutik mati ..
kalo bisa di ubah aja alurnya...
😁😁😁😁
pas detik2 kard mau menodai kharisa bara datang dan belum sempat melakukan tindakannya....
kasian kharisa, 🥺
sy suka bngat ceritanya..😍😍
adakah season ke2 nye😊
ga nyangka uda end
hhhe
tn tedy tepat waktu bgt sii dtg nya