yuna adalah perempuan cantik mandiri, dan cantik dipaksa nikah dengan Marco hanya karena kesepakatan bisnis keluarga nya
Marco adalah laki-laki yang dinggin,cuek,dan dikenal sebagai raja mafia yang namanya disegani bahkan ditakuti diseluruh dunia baginya hidup hanyalah tentang kekuatan, kekuasaan,dan kekayaan semua orang memanggil nya "Qing"
Yuna memiliki 2 sahabat terbaik nya bernama Yona dan jisoo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubu1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
( season 3) benci jadi cinta ( bab 1 ) bayangan baru di balik cahaya yayasan?
Satu tahun telah berlalu sejak keadilan ditegakkan dan jaring kejahatan Tuan Bayu hancur. Yayasan Marco kini semakin luas, penuh tawa anak‑anak yang tumbuh sehat dan ceria di bawah bimbingan Yuna dan Arga. Banyak warga kota yang datang untuk membantu, menyumbangkan buku, pakaian, atau sekadar berbagi waktu bermain dengan anak‑anak di sana. Bagi semua orang, masa‑masa bahaya seolah sudah menjadi kenangan lama yang tak akan kembali lagi.
Namun ketenangan itu tidak sepenuhnya tanpa celah.
Beberapa minggu terakhir, hal‑hal aneh mulai terjadi. Kadang‑kadang barang‑barang kecil milik anak‑anak hilang lalu muncul kembali di tempat yang tidak terduga. Kadang terdengar suara langkah kaki di lorong yayasan saat malam, padahal semua pintu sudah dikunci rapat. Yuna awalnya berpikir itu hanya kelalaian pengasuh atau imajinasinya saja. Tapi perasaan was‑was itu semakin kuat setiap harinya.
Suatu sore, saat Yuna sedang merapikan arsip ruang administrasi, Arga datang dengan wajah serius. Dia membawa selembar kertas yang ditemukan tergeletak di depan gerbang utama — tidak ada tanda tangan, hanya gambar sederhana: bunga mawar hitam.
"Simbol ini... aku masih ingat," ucap Arga pelan, matanya tampak khawatir. "Dulu ini tanda kelompok lama yang bekerja bersama ayah Marco. Semua orang pikir kelompok itu sudah bubar setelah Tuan Bayu tertangkap. Ternyata masih ada sisa‑sisanya yang bersembunyi."
Jantung Yuna berdegup kencang. Dia pikir semua musuh sudah selesai, tapi ternyata masih ada orang‑orang dari dunia lama Marco yang belum tertangkap — orang‑orang yang menganggap perjuangan Marco dan keberhasilan yayasan ini sebagai penghalang bagi rencana mereka.
Saat matahari mulai terbenam dan cahaya senja mulai membasahi halaman yayasan, Yuna berdiri di teras depan memandang ke arah jalan raya yang sepi. Di kejauhan, di balik bayangan pohon besar, terlihat sosok pria berpakaian gelap yang diam‑diam memperhatikan yayasan itu. Dia tidak mendekat, hanya berdiri diam cukup lama untuk bertemu pandang dengan Yuna, lalu menghilang ke dalam kegelapan.
Malam itu, Yuna duduk sendirian di dekat jendela sambil memegang liontin perak peninggalan Marco. Dia tahu perjalanan baru akan dimulai. Kali ini dia tidak sendirian — ada Arga, ada teman‑teman yang mendukungnya, dan ada semangat Marco yang selalu ada di hatinya. Tapi dia juga tahu bahaya ini tidak boleh dianggap remeh.
"Marco... sepertinya badai lain akan datang," bisiknya pelan sambil memegang liontin itu erat‑erat. "Tapi aku sudah siap. Aku tidak akan membiarkan apa pun menghancurkan cahaya yang sudah kita bangun bersama."
Malam‑malam berikutnya, perasaan tenang yang selama ini menyelimuti Yayasan Marco perlahan‑lahan digantikan oleh ketegangan yang tak terlihat namun nyata terasa di udara. Awalnya hanya hal‑hal kecil yang membuat para pengasuh merasa aneh: lampu‑lampu lorong yang padam sendiri tanpa ada yang menyentuh sakelar, suara berbisik halus yang terdengar dari balik dinding saat jam sudah lewat tengah malam, atau jendela‑jendela yang terbuka sedikit meskipun sudah dikunci rapat sebelum semua orang beristirahat. Yuna masih berusaha meyakinkan diri bahwa itu hanyalah akibat angin kencang atau kerusakan kabel tua yang belum sempat diperbaiki,namun seiring berjalannya waktu, kejadian-kejadian itu menjadi semakin mengerikan dan tidak bisa lagi di anggap sebagai kebetulan biasa.
BERSAMBUNG...