NovelToon NovelToon
Aku Menikah Muda, Suami Ku Di Rebut Janda Kaya Rumah Sebelah

Aku Menikah Muda, Suami Ku Di Rebut Janda Kaya Rumah Sebelah

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Penyesalan Suami / Duda / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Una Lam

Namaku sari, umur 19 tahun menikah dengan suami yang aku cintai. tapi baru 6 bulan menikah , tetangga janda kaya sebelah rumah terus menggoda suamiku dengan uang. apakah rumah tanggaku akan hancur? Kisah nyata dari mamuju yang bikin menangis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Una Lam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Aku Kehilangan Bayiku

Mobil Arya melaju sangat kencang menerobos lampu merah menuju rumah sakit ibu dan anak terbesar di kota. Sepanjang jalan Arya terus memanggil namaku sambil menangis.

"Una sayang, jangan tidur ya! Buka matanya! Ngobrol sama saya! Bayi kita kuat, kamu juga harus kuat! Kita sudah mau sampai rumah sakit! Bertahan sayang!" teriak Arya sambil menyetir dengan satu tangan memegang tanganku yang sudah lemas.

Aku sudah tidak kuat menjawab. Darah terus mengalir deras dari kakiku membasahi jok mobil mewah Arya. Pandanganku gelap, kepalaku pusing. Aku hanya bisa mengelus perutku yang sakit luar biasa.

"Nak, bertahan ya nak... mama sayang kamu... jangan tinggalkan mama nak..." bisikku pelan dengan air mata.

Rizal yang mengejar dengan ojek online juga sampai di rumah sakit beberapa menit kemudian dengan wajah panik dan penuh rasa bersalah.

"Una! Una dimana! Itu istri saya! Itu anak saya! Dokter tolong istri saya!" teriak Rizal di UGD.

Arya yang mendengar Rizal mengaku istri saya langsung marah walau sedang panik, "Dia istri saya! Bukan istri kamu lagi! Keluar kamu dari sini!"

Dokter dan perawat langsung membawa ku ke ruang operasi dengan tandu. Dokter Sinta yang sudah menunggu langsung memeriksa kondisiku.

"Bu Una pendarahan hebat karena plasenta previa dan stres berat! Kita harus operasi sekarang juga! Kalau tidak ibu dan bayi bisa tidak selamat! Siapkan ruang operasi!" perintah dokter Sinta.

Aku dibawa masuk ke ruang operasi yang dingin. Lampu besar menyorot wajahku. Aku takut sekali.

"Dok... selamatkan bayi saya dok... saya tidak apa-apa mati asal bayi saya selamat dok..." kataku sebelum dibius total.

Arya di luar ruang operasi sujud menangis di lantai rumah sakit. Untuk pertama kalinya pengacara hebat yang selalu terlihat kuat itu menangis seperti anak kecil.

"Ya Allah, selamatkan istri dan anak saya Ya Allah... saya belum sempat menjadi ayah yang baik... jangan ambil mereka Ya Allah... saya mohon..." doa Arya sambil menangis.

Rizal juga menangis di pojokan, "Ya Allah maafkan saya, ini semua salah saya. Kalau bukan karena saya datang dan bikin Una stres, mungkin Una tidak akan pendarahan. Maafkan saya Una, maafkan saya anakku..."

Dua jam operasi yang terasa seperti dua tahun bagi Arya dan Rizal yang menunggu di luar.

Akhirnya pintu ruang operasi terbuka. Dokter Sinta keluar dengan wajah sedih.

"Pak Arya, Pak Rizal, saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Ibu Una selamat, pendarahannya berhasil kami hentikan. Tapi... tapi kami tidak bisa selamatkan bayinya. Janinnya sudah tidak berdetak sejak di perjalanan tadi karena pendarahan terlalu banyak. Kami harus kuret untuk keluarkan janinnya agar ibu selamat. Saya minta maaf..." kata dokter Sinta dengan suara pelan.

Dunia Arya seketika runtuh. Kakinya lemas, dia jatuh terduduk di lantai.

"Anak saya... anak saya tidak selamat..." Arya menangis histeris.

Rizal juga jatuh terduduk dan memukul-mukul lantai, "Anakku... anakku mati... ini semua salahku... gara-gara aku anakku mati..."

Di dalam ruang operasi, aku yang baru sadar dari bius langsung memegang perutku yang sudah rata kembali. Perutku yang tadi buncit 4 bulan kini sudah kempes.

"Bayiku... mana bayiku dok... mana anak saya..." tanyaku lemah.

Perawat memelukku sambil menangis, "Ibu yang sabar ya Bu Una. Bayinya sudah di surga. Bayinya sudah tenang di sana. Ibu harus kuat ya."

Aku menjerit histeris sekencang-kencangnya di ruang operasi. Jeritanku terdengar sampai luar.

"TIDAK! ANAKKU! JANGAN AMBIL ANAKKU! KEMBALIKAN ANAKKU! ANAKKU JANGAN MATI! NAK KEMBALI KE MAMA NAK!" aku menjerit sambil menangis dan mencoba bangun dari kasur operasi tapi perawat menahanku.

Aku kehilangan bayiku. Calon bayi yang sudah aku jaga dengan taruhan nyawa, yang menjadi alasanku bertahan hidup setelah diusir Rizal, yang menjadi alasan Arya menikahiku, kini sudah tiada.

Jenazah bayi mungilku yang baru 4 bulan itu dit

1
Moon Rabbit
mampus lahhh kalian wkwk
Una Lam: mampuskaann! 🤣mampus emng mantan! mkasih udah setia baca kak , jngan lupa like biar mantan ny makin menyesal!!
total 1 replies
Moon Rabbit
kebetulan Una sangat kebetulan sekali
Una Lam: aaa makasih bnyak kak moon rabbit 😭❤ jadi makin semngat nulis nya denger ini! mksih udah setia baca karya aku ya kak , sehat-sehat terus! Bab 7 lagi aku siapin, Doain una Ama arya Happy ending ya! 🙏🏼
total 3 replies
Moon Rabbit
tiba-tiba banget jatuh cinta 😭
Una Lam: nah kan! arya Emang ngak bisa bohong kalau udah tatapan ny gtu 😭 makasih udah baper bareng una ya kak! jngan lupa like ny ya! biar una ama arya makin lengket!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!