NovelToon NovelToon
Cuma Kamu

Cuma Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fazry Fazriyah

"Cinta tidak pernah tentang siapa yang datang paling awal, melainkan tentang siapa yang bertahan hingga akhir. Dan untuk semua rasa nyaman serta bahagia yang ia cari selama ini, jawabannya cuma kamu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fazry Fazriyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Ice Cream

Mobil SUV hitam milik Rezvan membelah jalanan kota yang mulai lengang ditelan malam. Di dalam kabin yang hangat, alunan musik ber-tempo lambat mengalir tipis, menciptakan atmosfer yang tenang sekaligus intim setelah keriuhan di restoran ramen tadi.

Zahira menyandarkan punggungnya, menatap pendar lampu jalan yang membias di kaca jendela. Sementara Rezvan, dengan satu tangan santai di kemudi, sesekali melirik gadis di sampingnya sebelum akhirnya membuka suara.

"Zira..." panggil Rezvan lembut.

"Iya, Kak?" Zahira menoleh, menyunggingkan senyum tipis.

Rezvan berdehem pelan, menimbang kata-kata agar tak terdengar terlalu mencampuri urusan pribadi.

"Sejak awal kenal, aku sempat heran. Di kampus atau tempat kerja, kamu cuma pakai nama 'Zahira Qotrunnada'. Kenapa kamu memilih hidup tanpa menyematkan nama belakang Papi kamu? Padahal nama 'Sumargo' punya pengaruh besar di luar sana."

Zahira terdiam sejenak. Pandangannya menerawang ke depan, lalu napas halus berembus dari bibirnya.

"Zira cuma mau berdiri di atas kaki sendiri, Kak," jawab Zahira jujur, suaranya terdengar sangat tulus hingga menyentuh relung hati Rezvan.

"Nama Papi memang besar, tapi Zira ingin orang mengenal Zira karena karya dan usaha Zira sendiri, bukan karena bayang-bayang kejayaan keluarga. Lagipula... Zira merasa lebih tenang jadi Zahira yang sederhana."

Rezvan menatap Zahira sepersekian detik dengan rasa kagum yang makin mendalam. Keberanian dan keteguhan hati gadis di sampingnya ini benar-benar langka.

Untuk mencairkan suasana yang mendadak emosional, Rezvan terkekeh pelan.

"Pantas aja. Oh iya, saya sempat lihat story media sosial kamu tadi. Luar biasa ya, adikmu si Vidi itu. Usianya masih SMP, tapi sudah terpilih ikut pertukaran pelajar ke Cina di bidang IT."

Zahira tersenyum lebar, matanya seketika berbinar cerah. "Iya, Kak! Zira bangga banget sama Vidi."

"Pasti kecerdasannya turun dari Kakaknya, nih," ledek Rezvan sembari menaikkan sebelah alisnya, mengundang kekeh renyah dari Zahira.

"Bisa aja Kak Rezvan," balas Zahira, lalu tatapannya perlahan melunak, menyisakan keharuan yang mendalam.

"Tapi beneran deh, Kak... mengingat Vidi mau pergi sepuluh hari ke negeri orang, rasanya campur aduk. Zira masih ingat betul waktu Vidi masih balita. Tiap malam dia nangis minta susu, Zira yang selalu bangun tengah malam buat nyeduhin susu dan nemenin dia tidur. Sekarang... anak kecil yang dulu suka ngempeng itu udah tumbuh jadi remaja pinter yang mau terbang jauh ke Cina."

Tanpa bisa ditahan, sudut mata Zahira menggenang. Setetes air mata kebahagiaan dan rasa bangga lolos membasahi pipinya.

Zahira buru-buruk menyapunya dengan ujung jari, namun Rezvan sudah menyadarinya lebih dulu.

Melihat hal itu, Rezvan langsung menyalakan lampu sein kiri dan melambatkan laju mobilnya. SUV hitam itu berhenti tepat di pelataran parkir sebuah minimarket di pinggir jalan yang cukup tenang.

"Tunggu sebentar ya, Zira," ucap Rezvan seraya melepas sabuk pengamannya dan melangkah keluar tanpa menjelaskan apa-apa.

Zahira termenung di dalam mobil, mengusap sisa air matanya yang masih menetes. Tak berapa lama, pintu mobil kembali terbuka. Rezvan masuk membawa sekantong tisu dan dua buah es krim cone di tangannya.

"Nih," ujar Rezvan menyodorkan sekotak tisu dan satu es krim cokelat-vanila ke arah Zahira. "Maaf ya, aku baru sadar di mobil ternyata nggak ada tisu."

Zahira menerima es krim dan tisu itu dengan pipi yang mendadak merona merah. Ia merasa sangat malu, merasa seperti anak kecil yang menangis lalu dibujuk es krim oleh ibunya.

"Makasih ya, Kak ... Jadi malu, Zira malah nangis begini," gumam Zahira pelan, menggigit bibir bawahnya.

"Nggak apa-apa. Menangis karena rasa bangga dan sayang itu indah, Zira," sahut Rezvan hangat. Ia membuka bungkus es krimnya sendiri lalu menikmati suapan pertama.

"Tahu nggak?" lanjut Rezvan sambil menatap lurus ke depan.

"Dulu waktu kecil, saya sama Gisel itu musuh bebuyutan kalau urusan es krim. Siapa yang makan paling lambat, es krimnya pasti direbut. Tapi pas saya harus kuliah dan tinggal di luar negeri sendirian... masa-masa rebutan es krim yang bikin kesal itu malah jadi hal yang paling saya kangenin."

Rezvan menoleh menatap Zahira yang sedang menyantap es krimnya dengan anggun.

"Rasanya sepi banget saat jauh dari keluarga. Makanya saya paham betul apa yang kamu rasain ke Vidi. Rasa kehilangan momen-momen kecil itu pasti ada, tapi rasa bangga kamu bakal jadi benteng paling kuat buat dia di sana."

Zahira menatap mata Rezvan yang teduh, merasakan kehangatan luar biasa yang merayap di dadanya. Pria di sampingnya ini tak hanya tampan, tetapi juga memiliki kedalaman empati yang luar biasa. Malam itu, nama Rezvan terukir makin dalam di relung hatinya.

.

.

Sementara itu, di sudut taman kota yang dihiasi pendar lampu hias temaram, Gisel dan Arkan masih menikmati angin malam. Mereka duduk berdua di bangku kayu, menikmati dua gelas minuman hangat di tangan masing-masing.

"Kak Arkan," panggil Gisel memecah keheningan sembari menyandarkan kepalanya di bahu Arkan.

"Kenapa, Sel?" sahut Arkan lembut, merengkuh jemari kekasihnya.

"Kakak perhatiin nggak sih Kak Rezvan malam ini? Dari cara dia melirik Zahira, terus pas nyamain pesanan makanan... Kakakku yang bikin Gisel jengkel itu beneran udah jatuh cinta setengah mati sama Zahira," celoteh Gisel penuh semangat.

Arkan terkekeh pelan, mengusap rambut Gisel. "Kelihatan banget kok, Sel. Tatapan Mas Rezvan ke Zahira tuh beda banget. Tenang, tapi dalam. Lagian Zahira emang sosok perempuan yang luar biasa, pantas kalau Mas Rezvan sampai segitunya."

"Iya kan!" seru Gisel bangga. "Aku tuh seneng banget kalau Zahira beneran bisa jadi kakak iparku. Zahira udah kaya saudara sendiri buat aku. Tapi ya gitu, Kak Rezvan sukanya pelan-pelan, takut Zahira kaget."

Arkan mengangguk-angguk kecil, lalu helaan napas pendek lolos dari bibirnya.

"Ngomong-ngomong soal Zahira... kamu tahu nggak, Sel? Dulu pas zaman SMA, ada salah satu teman kakak yang naksir berat sama Zahira."

Gisel langsung menegakkan tubuhnya, menatap Arkan dengan mata membulat ingin tahu. "Hah? Serius?! Siapa, Kak? Kok aku nggak pernah tahu?"

"Anak klub basket dulu," terang Arkan tersenyum tipis. "Dia sering banget merhatiin Zahira dari jauh pas kamu sama Zahira lewat di pinggir lapangan. Dia sampai nitip salam lewat kakak berkali-kali."

"Terus-terus? Kenapa dia nggak pernah nembak atau deketin Zahira langsung?" cecar Gisel penasaran.

"Ya itu masalahnya," jawab Arkan tertawa kecil.

"Dia minder duluan. Tiap kali mau nyamperin, dia bilang aura Zahira itu kelewat anggun dan berkelas, Zira itu kan selalu juara umumndi sekolah bikin dia gemeteran sebelum melangkah. Akhirnya sampai kita lulus, dia cuma bisa jadi pengagum rahasia yang tak pernah berani ungkapin isi hatinya."

Gisel tertawa geli mendengar cerita itu. "Duh, kasihan banget! Tapi ya bagus deh dia mundur, soalnya Zahira itu takdirnya emang buat Kak Rezvan! Kak Rezvan kan tipe pria yang berani dan nggak bakal nyerah begitu aja."

Arkan merangkul bahu Gisel lebih erat, membiarkan tawa mereka menyatu dengan semilir angin malam taman kota yang damai.

1
falea sezi
cpet putusin cowok kayak rezvan😒laki sampah
falea sezi
🤣🤣 cwek oon pantes di goblokin putusin sibagsat pasti kegoda dia ma jalang bapak lu aja kegoda ama jalang kan🤣
falea sezi
heleh ujungnya rezvan tergoda pergi jauh aja deh laki oon😒 bapaknya oon
sunaryati jarum
, Jika ujungnya Rezvan menikahi Biawak emak berhenti mengikuti kisah ini
sunaryati jarum
Semoga hanya kebahagiaan yang kamu terima ke depannya Zahira.Awas Thoor jangan sampai Biawak mengacaukan rencana Rezwan
sunaryati jarum
Semoga bundanya Rezvan tidak sakit parah.Untuk rencana Nak Rezvan melamar Zahira dimudahkan dan lancar.
sunaryati jarum
Mimpilah dapat menggoda dan memiliki Rezvan, Biawak.Memangnya Rezvan tidak tahu kehidupan bebasmu dan menjalin dengan berbagai pria
sunaryati jarum
Aduh Thoor bikin emak ikut nangis dengan pesan Gisel ke Kak Rezvan, beneran ya Thoor, jangan sampai Rezvan nyakitin apalagi menduakan.Setalah Zahira dilamar resmi emak langsung kasih 5 🌟 nanti.
sunaryati jarum
Tuh ayahmu juga sudah memberi lampu hijau , Zahira.Jika Rezvan jodohmu emak ikut senang
sunaryati jarum
Bianka terlalu dimanjakan dan menuruni sifat ibunya yang sombong dan hidup glamor apalagi model.Untung Widi sifatnya mengikuti ayahnya.Sayang ayahnya kalah sama istri keduanya setelah ibu Zahira tidak ada.
sunaryati jarum
Semoga omongan Gizel terwujud Zahira jodoh kakaknya
sunaryati jarum
Bahagia selalu bersama sahabat - sahabat setiamu Zahira.Di rumah Widi seorang yang menyayangi kamu,mau belajar di Cina, semoga kamu bisa melindungi diri dan hatimu dari Bianca dan ibunya.
sunaryati jarum
Tuh Kak Rezvan, sudah dapat restu 100 persen tinggal berjuang meraih hatinya
sunaryati jarum
Zahira semoga Rezvan jodohmu.Jadilah wanita tangguh,kuat dan berprestasi tinggi dalam pekerjaan .Lawan dengan halusa Bianca dan ibu tirimu,itu rumah ayahmu mereka hanya hanya menumpang,rumah itu hak kamu.
sunaryati jarum
Bianca makin iri jika Zahira yang disukai Rizwan
sunaryati jarum
Niat hati ingin menjatuhkan staf baru,eeh malah kebongkar kejahatannya.Imelda kamu sekarang tidak bebas lagi melakukan kecurangan, untuk memperkaya diri
sunaryati jarum
Jangan suka membanding-bandingkan anak, semua sudah punya porsi masing-masing .Untuk Karlina tadi baru melambungkan Bianka,pak Damian Zahira sebagai contoh menapak karir dari bawah.Sekali lagi kurang benar walau contoh jika sebagai perbandingan .Bianka yang merasa paling unggul dan benar pasti marah.Untuk Zahira sudah terbiasa dihina sebagai cambuk pembuktian kualitas diri.
sunaryati jarum
Borokmu ketahuan staf baru yang ingin kau jadikan tumbal ,Imelda
sunaryati jarum
Mantaaap , emak dukung
sunaryati jarum
Imelda kamu menunjukkan keburukan kamu sendiri di depan putri pemilik perusahaan.Damian kau akan selalu bangga pada kinerja dan pencapaian hasil pada putrimu, yang kau abaikan selama ini.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!