NovelToon NovelToon
Salah Sambung, Don yang Tepat

Salah Sambung, Don yang Tepat

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Selingkuh / Dark Romance / Tamat
Popularitas:82
Nilai: 5
Nama Author: Lorrayna Viana

Tunangannya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri, di ranjang mereka berdua.

Melisa tidak menangis lama. Ia mengambil pesangon, mengemasi koper tanpa pikir panjang, lalu naik pesawat pertama ke luar negeri. Tujuannya: Roma, Italia, dan satu janji pada diri sendiri, belajar hidup tanpa bergantung pada laki-laki mana pun.

Tapi malam pertamanya di Roma berakhir dengan telepon mabuk ke nomor yang salah.

Di seberang sambungan, bukan mantan tunangan yang mengangkatnya, melainkan Don Matteo Cassano, pemimpin keluarga mafia paling ditakuti di kota itu. Pria dingin yang tak pernah membiarkan perempuan mana pun masuk ke ruang pribadinya itu datang sendiri ke gang gelap tempat Melisa terpojok. Setelahnya, ada ciuman nekat, muntah di sepatu mahal, dan sebuah vila berlapis baja yang pintunya terkunci dari luar.

Paspor hilang. Uang hilang. Satu-satunya orang yang bisa menjamin keselamatannya adalah pria yang sorot matanya sanggup membuat satu ruangan membeku, dan yang menyebutnya milikku.

Melisa menolak menjadi tawanan. Matteo menolak membiarkannya pergi. Di antara tatapan menantang, perintah yang tak boleh dibantah, dan hasrat yang makin sulit disangkal, siapa yang sebenarnya sedang terperangkap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorrayna Viana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 — Bayang-Bayang Masa Lalu

POV Melisa

Aku terbangun dengan ruang di sampingku di ranjang sudah dingin. Matteo tak ada di sana, tapi kehadirannya masih memenuhi kamar: di bau kayu bantal, di bekas-bekas samar di kulitku, dan dalam ingatan malam sebelumnya.

Kupakai jubah mandi dan berjalan ke jendela suite. Matahari Roma menyelimuti taman vila, tapi suasana di bawah terasa berbeda. Lebih banyak pria bersenjata berkeliaran di jalur kerikil, dan kulihat Marco berbicara dengan dua penjaga di pintu garasi. Suasana siaga terus-menerus telah kembali dengan kuat.

Kutarik tirai pelan, merasakan sesak yang mengganggu di dadaku. Aku tahu hidupku telah jungkir balik sejak tiba di kota ini. Aku lari dari Indonesia untuk lepas dari pengkhianatan Bagas, dari pertunangan lima tahun, dan malah berakhir di pusat kekaisaran seorang Don mafia.

Telepon rumah di meja samping ranjang berdering dua kali sebelum kuangkat.

"Halo?"

"Buongiorno, indonesiana."

Suara berat itu dari seberang saluran membuat tubuhku bereaksi dalam sentakan halus.

"Selamat pagi, Don Cassano. Kamu pergi pagi-pagi sekali."

"Ada rapat mendesak di pusat kota. Marco sudah menyiapkan sarapanmu. Hari ini kau tidak keluar vila sampai sore."

"Matteo... Sehari terkurung lagi?"

"Bukan hukuman, Melisa. Ini keamanan. Kota sedang gelisah gara-gara kejadian di La Piazza. Aku perlu kau berada di tempat yang bisa kujamin keselamatanmu. Malam ini aku sendiri yang akan menjemputmu."

Aku menghela napas, tahu berdebat lewat telepon dengannya tak mengubah apa-apa.

"Baiklah. Tapi kalau aku bosan, aku akan mulai mendekorasi ulang kamarmu dengan cara yang nggak kamu suka."

Terdengar tawa rendah dari seberang.

"Lakukan apa pun yang kau mau dengan kamar itu, asal kau ada di dalamnya saat aku kembali."

Kututup telepon dengan senyum tak sengaja di bibir. Luar biasa bagaimana pria yang sama, yang memberiku perintah tanpa kompromi, juga bisa membuatku merasa jadi perempuan paling diinginkan di dunia.

POV Matteo

Kantor pusat keluarga Cassano, di jantung kawasan keuangan Roma, tampak seperti pusat komando perang.

Duduk di balik meja kayu ek, kutatap layar monitor selagi Marco memaparkan data yang disadap dari Indonesia.

"Si Bagas itu menyewa detektif swasta di Jakarta. Ia mencoba melacak pembelian lama dengan kartu kredit Melisa dan penerbangan terakhir atas namanya. Karena kartu-kartu itu dibatalkan setelah perampokan di gang, pelacakannya buntu di daftar penumpang yang turun di Fiumicino."

"Dia tahu perempuan itu di Roma?"

"Hanya tahu bahwa tujuan penerbangannya Italia. Tapi semua pencarian di lembaga resmi sudah diblokir kontak kita di kedutaan. Bagi mantan tunangannya, Melisa lenyap dari peta."

Kuketuk pena di meja dengan irama.

"Pertahankan pengawasan. Kalau bajingan itu coba ke sini, aku mau jadi orang pertama yang tahu. Dia mengira bisa memakai dan mengkhianati perempuan itu, lalu mengejarnya. Kalau dia menginjak wilayahku, dia akan mendapat sambutan yang tak akan pernah dilupakannya."

"Dimengerti, Don. Dan rapat dengan keluarga-keluarga sektor selatan?"

"Santino Moretti mencoba menguji kita dengan memakai Melisa sebagai pancingan. Jawabannya harus terbuka dan bedah-presisi. Malam ini kita selaraskan syaratnya di La Piazza."

Aku bangkit sambil merapikan manset jas. Bayang-bayang masa lalu Melisa yang berusaha menjangkaunya adalah masalah yang akan kutuntaskan dalam diam. Tapi ancaman Moretti di Italia akan diselesaikan dengan kekuatan brutal yang dituntut nama keluargaku.

Dan di pusat badai itu, perempuan Indonesia itu akan tetap terlindungi di bawah atapku, tak menyadari bahwa paspor sejatinya menuju kebebasan masih terkunci di brankasku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!