NovelToon NovelToon
Kaisar Kematian Mo Xie

Kaisar Kematian Mo Xie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini adalah cerita tentang seorang Putra Suci dari aliran lurus yang dikhianati gurunya sendiri. Tubuhnya dihancurkan dan tulangnya dicabut satu per satu sebelum ia dibuang hidup-hidup ke dasar Kegelapan.

Namun, ia tidak memilih mati.

Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, ia mencabut tulang fananya yang rapuh dan menggantinya dengan tulang para musuh yang telah ia bunuh.

Setiap tulang menjadi sumber kekuatan baru. Setiap rasa sakit membawanya selangkah lebih dekat pada jalan kultivasi yang menentang kehendak langit.

Di sisinya berdiri seorang iblis wanita yang menguasai Seni Darah. Dengan sihir terlarang itu, ia menyatukan kembali tubuh sang Putra Suci yang telah hancur dari dalam.

Bersama, mereka menapaki jalan berdarah menuju Surga Sembilan Lapis.

Ia tidak kembali untuk menuntut keadilan.

Ia kembali untuk mencabut tulang punggung para dewa dan menjadikannya singgasana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Kurir Tanpa Lengan

Ngarai Tengkorak yang biasanya sunyi kini bergemuruh di bawah tekanan formasi.

Jaring cahaya keemasan menutup langit dan mengunci ruang di dasar ngarai. Tekanan berat turun seperti gunung, membuat setiap gerakan terasa semakin sulit.

Di atas langit, dua puluh kultivator Inti Emas Puncak dari Pasukan Penakluk Langit berdiri dalam formasi. Tatapan mereka penuh kesombongan, seolah mangsa yang terperangkap di bawah sana sudah tidak memiliki kesempatan untuk melawan.

Di tengah barisan, Komandan Gao Lei mengangkat palu petirnya.

"Formasi Jaring Penekan Bumi telah mengunci meridiannya!"

Suara Gao Lei menggema di seluruh ngarai.

"Jangan beri dia kesempatan bernapas. Hancurkan kaki dan tangannya. Biarkan dia merangkak sampai Leluhur tiba!"

Dua puluh kultivator serentak mengangkat senjata.

Pedang terbang, tombak Qi, dan segel jimat bersinar di udara. Namun sebelum serangan dilancarkan, tawa merdu tiba-tiba terdengar dari dasar ngarai.

Tawa itu menembus jaring formasi dan membuat ekspresi seluruh pasukan berubah.

Xue Ling'er melangkah keluar dan berdiri di hadapan Mo Xie.

Zirah Darah hitam kemerahannya berkilau seperti lahar. Iris teratai emasnya memancarkan niat membunuh yang dingin ketika menatap dua puluh kultivator di langit.

"Kalian mengunci ruang agar kami tidak bisa melarikan diri." Senyum tipis muncul di bibirnya. "Sayangnya, kalian juga telah mengurung diri sendiri."

Kedua tangannya terangkat.

Wusss!

Darah menyembur dari tubuh Ling'er dan dari genangan darah binatang buas yang memenuhi dasar ngarai.

Puluhan ribu benang darah melesat ke langit.

Dalam sekejap, seluruh Ngarai Tengkorak tertutup jaring raksasa. Benang-benang itu berwarna hitam pekat dengan aliran cahaya emas yang bergerak di dalamnya. Hawa Yin dan Yang berputar bersamaan, dua kekuatan yang bertolak belakang tetapi menyatu dalam keseimbangan sempurna.

"Pertahanan!" Gao Lei meraung. "Hancurkan jaring darah itu!"

Para kultivator menyerang bersamaan.

Pedang dan tombak Qi menghantam jaring darah, tetapi pemandangan berikutnya justru membuat mereka ketakutan.

Benang darah menembus senjata dan perisai Qi seperti sutra yang membelah kain.

Seorang kultivator di sisi kiri tiba-tiba menjerit. Benang darah telah menembus zirahnya dan menancap ke tubuh.

Api Yang langsung menyebar melalui darahnya.

Dagingnya terbakar dari dalam.

Dalam dua tarikan napas, tubuhnya berubah menjadi abu bercahaya.

Di sisi lain, seorang kultivator terjerat pada leher dan kedua lengannya. Hawa Yin Ling'er meresap ke dalam tubuhnya, membekukan darah dan mengubah kulitnya menjadi hitam.

Sesaat kemudian, tubuhnya berubah menjadi patung es sebelum pecah berkeping-keping.

"Ahhh!"

Jeritan memenuhi langit.

Benang darah terus menari di antara mereka.

Satu demi satu kultivator Inti Emas Puncak terpotong, terbakar, atau membeku. Dalam sekejap mata, sepuluh orang telah tewas.

Darah dan abu berjatuhan dari langit.

Sepuluh orang yang tersisa mulai kehilangan keberanian.

"Iblis macam apa dia?!" Salah seorang kultivator berteriak. "Jangan hanya melihat ke atas."

Suara berat tiba-tiba terdengar tepat di belakangnya.

Tubuh kultivator itu membeku.

Mo Xie telah tiba.

Kaki Jenderal Iblisnya menghentak tanah.

Boom!

Domain Penghancur Gunung meledak.

Tubuh Mo Xie melesat ke udara seperti anak panah yang baru dilepaskan dari busur. Dalam sekejap, ia telah berada di tengah pasukan.

Lengan Harimau Kegelapan berkelebat.

Sraaat!

Lima cakar obsidian menebas tubuh seorang kultivator hingga terbelah di pinggang.

Sebelum mayat itu jatuh, dua kultivator lain menyerang dari kedua sisi.

"Tangkap dia!"

Dua tombak Qi menusuk bersamaan.

Mo Xie tidak menghindar.

Kaki Jenderal Iblisnya menginjak salah satu tombak. Kekuatan Domain Penghancur Gunung langsung menekan senjata itu hingga kedua pemiliknya kehilangan keseimbangan.

Lengan Harimau Kegelapan kembali bergerak.

Krak...Krak...

Dua kepala terlepas dari tubuh.

Mo Xie menendang kedua mayat itu dan langsung melesat menuju kultivator berikutnya.

Tak ada satu pun gerakannya yang sia-sia.

Dengan memanfaatkan kekuatan Domain Penghancur Gunung, tubuhnya bergerak naik dan turun di antara para musuh. Sesekali ia menekan tubuh lawan dengan daya tarik yang berat, lalu menggunakan daya tolak untuk melesat ke arah lain.

Bayangan abu-abunya terus berkelebat. Setiap kali melintas, satu nyawa berakhir.

Satu jantung diremas. Satu tengkorak dihancurkan. Satu tubuh jatuh ke dasar ngarai.

Kurang dari dua puluh tarikan napas kemudian, sembilan dari sepuluh kultivator yang tersisa telah mati.

Kini hanya Gao Lei yang masih melayang di langit.

Tubuh raksasanya gemetar. Pasukan yang selama ini dibanggakannya telah berubah menjadi mayat dalam waktu singkat.

"Aku adalah Komandan Pasukan Penakluk Langit!" Gao Lei meraung dengan mata merah. "Aku tidak akan mati di tangan iblis sepertimu!"

Ia menggigit ujung lidahnya. Darah menyembur dari mulutnya.

Esensi darah dan kekuatan jiwanya mulai terbakar. Gao Lei rela merusak dasar kultivasinya demi melancarkan satu serangan terakhir.

Palu petir di tangannya membesar. Petir biru menari liar di sekelilingnya.

"Mati!"

Gao Lei mengayunkan palu dengan seluruh kekuatannya.

Mo Xie tidak mengangkat Lengan Harimau Kegelapan. Ia justru menarik Lengan Kera Iblis ke belakang.

Otot dan tulang hitam di lengannya bergetar hebat. Kekuatan mengerikan berkumpul di dalam tinjunya.

Kemudian ia meninju.

Boom!

Tinju Kera Iblis menghantam kepala palu. Petir surgawi pecah di udara.

Palu pusaka itu retak sebelum akhirnya hancur menjadi serpihan. Namun kekuatan pukulan Mo Xie tidak berhenti sampai di sana.

Benturan dahsyat menjalar langsung ke tubuh Gao Lei.

Kedua lengannya patah.

Tubuh raksasanya terlempar seperti batu yang ditembakkan dari gunung.

Bang!

Ia menghantam dasar ngarai dan menciptakan kawah sedalam beberapa meter.

Debu mengepul.

Mo Xie turun perlahan dan berdiri di tepi kawah, kemudian Ling'er menyusul dari belakang.

Di dasar kawah, Gao Lei terbatuk dan memuntahkan darah. Kedua lengannya telah hancur dan menggantung lemas di sisi tubuhnya.

Ia menatap Mo Xie dengan ketakutan.

"B-Bunuh aku..."

"Leluhur... tidak akan melepaskanmu..."

Mo Xie menginjak dadanya.

Tekanan Domain Penghancur Gunung langsung turun.

Krek!

Tulang rusuk Gao Lei mulai berderak.

"Aku tidak tertarik pada tulang kultivator sepertimu. Kau membawa dekrit Istana Dao Surgawi."

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan. "Kalau begitu, jadilah kurir."

Mata Gao Lei melebar.

"Apa yang ingin kau lakukan?"

Cakar obsidian Mo Xie perlahan memanjang.

"Menitipkan pesan."

Sraaat!

Dua lengan Gao Lei terpotong tepat dari pangkal bahu.

Darah menyembur deras.

Gao Lei menjerit hingga suaranya menggema di seluruh ngarai. Tubuhnya hampir pingsan karena kehilangan darah, tetapi Ling'er hanya menjentikkan jarinya.

Setetes darah Yang jatuh ke dahinya.

Rasa panas yang menusuk membuat kesadarannya kembali.

Mo Xie mencengkeram kerah zirahnya dan menariknya lebih dekat.

"Dengarkan baik-baik." Tatapan dinginnya menekan Gao Lei. "Katakan kepada Leluhur kalian bahwa Iblis Kematian tidak lagi bersembunyi."

Niat membunuh muncul di matanya.

"Aku akan datang mengambil tulang-tulang mereka satu per satu."

Ia kemudian melempar Gao Lei.

Tubuh tanpa lengan itu berguling di atas tanah berbatu.

Gao Lei tidak berani menoleh. Ia hanya menyeret tubuhnya menjauh dari ngarai dengan seluruh tenaga yang tersisa.

Ling'er memandangi kepergiannya.

"Dia mungkin mati sebelum sampai."

"Dia akan sampai." Mo Xie berbalik. "Aku sudah menahan pendarahan pada lukanya. Aku ingin mereka mendengar pesanku."

Tatapannya kembali tertuju pada gua. Sembilan tulang rusuk iblis masih menunggu di dalam.

Mo Xie berjalan kembali ke gua.

"Ling'er."

"Ya?"

"Waktunya memperkuat tubuhku."

Ia membuka jubahnya dan memperlihatkan Tulang Emas yang berdenyut di tengah dadanya.

"Sangkar ini harus cukup kuat untuk menahan kekuatan yang akan datang."

1
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit!
Celestial Quill: Jangan lupa baca PERJALANAN DEWA ALKEMIS DI ALAM PRIMORDIAL juga ya, cerita ini ada hubungan dengan mo Xie yang sudah masuk ke alam primordial. 👍
total 2 replies
Ihwan12
Bagus
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: mampir KA
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!