NovelToon NovelToon
Terperangkap Dalam Cinta Pria Beristri

Terperangkap Dalam Cinta Pria Beristri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Konflik etika / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:38.9k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Anindya, wanita muda yang tulus dan sederhana, tanpa sengaja terjebak dalam cinta kepada Reynand — pria berwibawa yang sudah memiliki istri bernama Gisella. Di mata publik, rumah tangga mereka tampak sempurna. Namun saat kebenaran mulai terkuak satu per satu, tidak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi di balik pintu tertutup. Akankah Anindya pergi sebelum terlambat, atau ia akan tetap bertahan — terperangkap dalam cinta yang ternyata jauh lebih rumit dari yang ia kira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

‎Reynand tak membiarkan kebingungannya melumpuhkannya. Ia menunggu sampai sosok wanita itu menghilang sepenuhnya di balik pintu lift, lalu segera berbalik dan bergegas menuju lift yang berbeda.

‎‎Pintu terbuka tak lama kemudian. Ia masuk sendirian, menekan tombol lantai dasar. Wajahnya tenang, namun di balik itu segala pikirannya berkecamuk. Hendra Wijaya... di kamar hotel... siang-siang begini... bersama wanita yang tak dikenalnya sama sekali.

‎‎Lift berdenting pelan, pintu terbuka ke lobi yang sepi. Reynand melangkah keluar dengan langkah cepat namun wajar, menuju parkiran di lantai bawah tanah. Dari balik pilar besar, ia menyaksikan wanita itu keluar dari lobi, melirik ke kiri dan kanan seakan takut diikuti, lalu masuk ke dalam sebuah mobil berwarna gelap yang terparkir agak tersembunyi di sudut halaman.

‎‎Reynand segera menyalakan mesin kendaraannya dan mengikuti dari jarak yang cukup aman agar tak terlalu dekat dan terlihat mencurigakan, namun tak terlalu jauh hingga kehilangan jejak. Mobil itu melaju membelah jalanan kota, berbelok di beberapa persimpangan, lalu masuk ke kawasan perumahan yang tenang, jauh dari keramaian pusat kota.

‎‎Sesaat kemudian, mobil hitam itu melambat dan berhenti tepat di depan gerbang sebuah rumah yang tidak terlalu besar, dikelilingi pagar rendah, dengan pepohonan yang memberi keteduhan di halamannya. Wanita itu turun dengan tergesa, menoleh sekali ke arah jalan sebelum bergegas membuka gerbang dan masuk ke dalam, lalu menutup rapat di belakangnya.

‎‎Reynand memarkirkan kendaraannya sedikit jauh, di tempat yang tak menarik perhatian. Matanya menatap lekat ke arah rumah itu, keningnya berkerut makin dalam. Siapakah wanita itu? Mengapa Hendra Wijaya bertemu diam-diam dengannya di siang hari bolong? Dan pertemuan semacam ini, apakah hanya terjadi sesekali, atau sudah berlangsung lama tanpa diketahui siapa pun?

‎‎Pikirannya melayang sejenak pada citra Hendra yang selama ini ia kenal sebagai pria yang selalu berbicara soal kehormatan keluarga, nama baik, dan bagaimana pasangan harus saling setia. Rasanya mustahil. Namun apa yang dilihatnya tadi, di lorong sepi hotel itu, tak bisa disalahartikan.

‎‎Ia menghela napas panjang, meraih ponsel di saku jasnya. Jemarinya bergerak menekan nomor Hansen. Panggilan tersambung tak lama kemudian.

‎‎"Hansen..." panggil Reynand, nadanya rendah namun tegas. "Aku butuh kamu. Malam ini juga, datanglah ke apartemenku untuk melapor hasil dari penyelidikanmu. Sekaligus ada sesuatu yang harus aku perintahkan untuk kamu selidiki lagi."

‎‎Hansen seketika memahami berat nada itu. "Baik, Tuan. Saya akan segera tiba setelah jam kerja selesai."

‎‎"Terima kasih," jawab Reynand pelan, lalu memutus sambungan.

‎‎Ia menatap sekali lagi ke arah rumah itu, di mana jendela ruang tamu kini tampak menyala samar. Banyak hal mulai tak masuk akal. Dan entah mengapa, hatinya tiba-tiba merasa cemas saat teringat Anindya.

‎‎Reynand memutar kunci kontak, melajukan mobilnya menjauh, namun keraguan di hatinya belum sedikit pun mereda. Ada benang kusut yang perlahan terurai, dan ia tak akan berhenti sampai menemukan ujungnya.

‎‎-

‎-

‎-

‎Sore berganti malam. Di kamar yang diterangi cahaya lampu tidur yang lembut, Anindya baru saja selesai membersihkan diri. Rambutnya masih sedikit basah, membiarkan uap air menetes pelan di bahu. Ia melangkah pelan mendekati sisi ranjang, menjangkau ponsel yang tergeletak di atas meja kecil di sana.

‎Jemarinya menggenggam benda itu, namun layarnya menampilkan kekosongan yang membuat dadanya sesak. Sejak siang tadi, Reynand tidak kembali ke kantor. Tidak ada pesan, tidak ada panggilan. Jam kerja sudah lama usai, dan ia menunggu sampai sepi, sampai Hansen akhirnya menawarkan mengantar pulang namun sosok yang dinanti tak kunjung tampak.

‎Kegelisahan mulai merayapi hatinya. Ada sesuatu yang terasa tak biasa. Tadi Pak Aditya berbicara panjang lebar, memperingatkan banyak hal... dan kini Reynand menghilang tanpa kabar.

‎‎Napasnya tertahan saat ia menekan nomor panggilan. Jantungnya berdegup kencang, berharap suara itu terdengar di seberang sana. Namun sebelum sambungan tersambung, terdengar ketukan di pintu depan.

‎‎Gerakan Anindya terhenti. Matanya membelalak sedikit. Apakah itu Reynand? Apakah dia datang tanpa kabar untuk memberinya kejutan?

‎‎Ia meletakkan ponselnya kembali ke meja, tak jadi menelepon. Langkahnya melesat cepat menuju pintu, menyisir rambutnya dengan tangan, berusaha tampak tenang meski jantungnya berpacu tak menentu.

‎‎Dengan napas tertahan, ia memutar gagang pintu dan membukanya lebar.

‎‎Senyum yang sempat terukir di bibirnya seketika membeku. Wajahnya pucat. Kakinya terasa lemas seketika.

‎‎"Maaf... si-siapa kalian?"

-

-

-

Bersambung...

1
🍓ADIRA🍓
Ah siap Thoorr... kusuka karya-karya mu Thor.. 🫰🫰🥰
🍓ADIRA🍓
Lunakkan hatimu sedikit Gis... 😝 dah tobat si Gavin.. tobat maksiat 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Mulut netizen memang sllau berkicau.. kicau... kicau mania 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
adem kan liat nya klo gini /Joyful/
🍓ADIRA🍓
kwkwkwk si bpk malah godain... mana tahan anakmu kalo udah ketemu pawangnya pak 😝😝😝😝😝
🍓ADIRA🍓
Bayi tua minta dimanja /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
🔥Violetta🔥: Astaga /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
🍓ADIRA🍓
Mo ambil kesempatan dalam kesempitan y Rey 😝😝😝 modismu Rey.. Rey.. 🤣🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Masih aja menyalahkan orang lain y si pak tua /Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
🍓ADIRA🍓
Mampooosss... 😝😝😝 berlapis-lapis kan hukumannya /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
🍓ADIRA🍓
Y y y... move on Gis.. move on y.. ada Gavin yg otw menuju kamu tuh 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Bahagianya sama siapa dulu Vin 🙄
🍓ADIRA🍓
Dah bobok bareng pasti ada lah 😝😝
🍓ADIRA🍓
Restunya full ini mah 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Masih nanya ada apa 😝😝😝🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Sokoorriinnn 😝😝😝
🍓ADIRA🍓
Oh y y ingat Thor 🤭
🍓ADIRA🍓
Alina.. Revan.. kok seperti gak asing y Thorrrr 🤔
🍓ADIRA🍓
SAH 🤣🤣🤣🤣
Lilies Nuer Hidri'yani
kenapa manggilnya tidak Mas aja, lebih sopan, lebih romantis juga🥰
🔥Violetta🔥: Nanti ada momennya kak 🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
aaa baru ingat.. Revan alina kendali asisten yak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!