Yun Luofeng dikenal sebagai sampah Klan Yun—tak bisa berkultivasi, tergila-gila pada Putra Mahkota, bahkan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.
Namun setelah sebuah percobaan bunuh diri, Yun Luofeng yang lama telah tiada.
Kini, di dalam tubuhnya hidup seorang genius medis dari dunia lain, membawa Kitab Dewa Medis dan rahasia yang mampu mengguncang Benua Longxiao.
Mereka bilang dia sampah? Dia akan menjadi kultivator yang membuat para genius menundukkan kepala.
Mereka menghina keluarganya? Dia akan membuat mereka membayar.
Dan Putra Mahkota yang membuangnya?
Maaf, bahkan untuk menjadi pelayannya pun belum tentu memenuhi syarat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 — Pengawal Misterius Bernama Yun Xiao
Yun Luofeng menatap pria di hadapannya cukup lama.
Merasa nyaman berada di dekatnya? Alasan macam apa itu?
Namun mengingat penjelasan Xiao Mo tentang Tubuh Spiritual pria tersebut, membiarkannya tinggal sebenarnya bukan keputusan buruk. Selama dia tidak menunjukkan niat jahat, keberadaannya bahkan bisa membantu kultivasi Yun Luofeng.
“Kalau begitu, katakan,” ujar Yun Luofeng sambil mengangkat alis. “Apa yang bisa kau lakukan?”
Pria itu terdiam sejenak.
“Apa saja.”
“Apa saja?”
Senyum jahil muncul di bibir Yun Luofeng.
“Kalau kusuruh menghangatkan tempat tidurku?”
Pria yang sejak tadi memasang wajah sedingin es mendadak terlihat kaku. Bahkan ujung telinganya perlahan memerah.
Yun Luofeng hampir tertawa.
Ternyata pria ini bisa malu juga.
“Aku tidak tahu caranya,” jawabnya jujur.
Lalu, setelah berpikir sebentar, dia menambahkan dengan sungguh-sungguh, “Tapi aku bisa belajar.”
Kali ini Yun Luofeng yang kehilangan kata-kata.
Dia hanya bermaksud menggodanya, tetapi pria ini malah menjawab seolah menghangatkan tempat tidur merupakan keterampilan yang benar-benar perlu dipelajari.
“Sudahlah.”
Yun Luofeng menahan senyum.
“Mulai sekarang, jadilah pengawal pribadiku. Ada keberatan?”
“Tidak.”
“Siapa namamu?”
“Xiao.”
“Hanya Xiao? Tidak punya nama keluarga?”
Pria itu menggeleng.
Yun Luofeng memperhatikannya beberapa saat sebelum mengambil keputusan.
“Kalau begitu, mulai sekarang namamu Yun Xiao.”
“Yun Xiao…”
Pria itu mengulang nama tersebut perlahan. Untuk pertama kalinya, cahaya samar muncul di mata hitamnya.
“Mulai sekarang, aku akan melindungimu.”
Menjelang malam, Yun Luofeng berniat menemui kakeknya untuk membicarakan rencana memindahkan Yun Qingya ke pegunungan belakang sekaligus memperkenalkan pengawal barunya.
Sayangnya, Yun Luo belum kembali.
Setelah menunggu cukup lama, Yun Luofeng akhirnya kembali ke kamarnya. Namun begitu membuka pintu, dia tidak menemukan Yun Xiao.
“Yun Xiao?”
Tidak ada jawaban.
Tatapannya kemudian jatuh pada tempat tidur.
Selimutnya menggembung.
Beberapa detik kemudian, Yun Xiao muncul dari balik selimut. Wajah tampannya masih sama datarnya seperti biasa.
Yun Luofeng menatapnya bingung.
“Apa yang kau lakukan di tempat tidurku?”
“Kau menyuruhku menghangatkannya.”
Yun Xiao menjawab dengan kesungguhan yang membuat Yun Luofeng terdiam.
“Sekarang sudah hangat. Kau bisa tidur.”
Barulah Yun Luofeng memahami sesuatu.
Pria ini benar-benar mengartikan perkataannya secara harfiah!
Jadi rasa malu yang terlihat sebelumnya bukan karena dia memahami godaannya. Yun Xiao bahkan tidak mengerti maksud sebenarnya.
Entah kenapa, pria sedingin es ini ternyata jauh lebih polos daripada yang dibayangkannya.
Keesokan paginya, ketenangan Kediaman Jenderal dihancurkan oleh raungan keras.
“GADIS SIALAN! KELUAR KAU!”
Para pelayan langsung menundukkan kepala ketakutan.
Yun Luofeng yang baru selesai membersihkan diri hanya menguap.
“Yun Xiao, ayo.”
Dia melirik pria yang kini selalu berdiri beberapa langkah di belakangnya.
“Aku ingin tahu kenapa orang tua itu sudah meraung seperti kesurupan sejak pagi.”
Sebenarnya, Yun Luofeng sudah bisa menebak penyebabnya.
Dugaannya terbukti ketika mereka sampai di ruang perbendaharaan.
Yun Luo berdiri di depan gudang yang nyaris kosong dengan tangan gemetar. Wajahnya terlihat seperti seseorang yang baru kehilangan seluruh kekayaan hidupnya.
Memang hampir begitu kenyataannya.
Tabungan Klan Yun selama beberapa generasi telah lenyap hanya dalam beberapa hari.
Begitu mendengar langkah kaki Yun Luofeng, Yun Luo berbalik.
“Kembalikan uangku!”
“Kakek sendiri yang mengatakan aku boleh memakai isi perbendaharaan sesuka hati.”
Yun Luofeng memasang wajah polos.
“Bahkan kalau kuhabiskan semuanya juga tidak masalah.”
Mulut Yun Luo terbuka, tetapi tidak ada suara keluar.
Dia memang pernah mengatakan itu.
Namun siapa yang menyangka cucunya benar-benar menganggap ucapan tersebut sebagai izin mengosongkan perbendaharaan?
“Kau… kau habiskan semuanya?”
“Benar.”
Yun Luo memegangi dadanya.
“Dua puluh lima juta tael! Itu tabungan Klan Yun selama bertahun-tahun! Kau gunakan untuk apa?”
“Tanaman obat.”
“Tanaman obat apa yang harganya dua puluh lima juta tael?”
Yun Luofeng tersenyum.
“Tanaman obat yang membuatku bisa berkultivasi. Menurut Kakek, apakah harganya terlalu mahal?”
Yun Luo membeku.
Beberapa detik berlalu sebelum dia perlahan mendekati cucunya.
“Apa katamu?”
“Aku sudah bisa berkultivasi.”
Yun Luo segera memusatkan perhatian pada tubuhnya.
Energi spiritual.
Benar-benar ada energi spiritual!
Walaupun masih lemah, tidak mungkin seorang kultivator sekuat Yun Luo salah mengenalinya.
“Kultivator tingkat awal lapisan rendah…”
Suaranya bergetar.
“Feng’er, kau benar-benar bisa berkultivasi?”
Yun Luofeng mengangguk.
Raungan tawa Yun Luo mendadak mengguncang seluruh kediaman.
Para pelayan yang sebelumnya mendengar sang Jenderal mengamuk kini semakin ketakutan. Beberapa bahkan mulai bertanya-tanya apakah kemarahan tadi telah membuat Yun Luo kehilangan kewarasan.
“Tidak mahal!”
Yun Luo tertawa sampai matanya memerah.
“Dua puluh lima juta tidak berarti apa-apa! Selama kau bisa berkultivasi, bahkan kalau harus menjual Kediaman Jenderal, Kakek akan melakukannya!”
Melihat kegembiraan tulus lelaki tua itu, sorot mata Yun Luofeng melembut.
“Berbicara soal itu, malam ini pindahkan Paman Kedua secara diam-diam ke kediaman di pegunungan belakang. Besok aku juga akan tinggal di sana agar lebih mudah mengobatinya.”
Yun Luo segera mengangguk.
Barulah perhatiannya beralih kepada pria berpakaian hitam yang sejak tadi berdiri diam di belakang cucunya.
“Dan siapa dia?”
“Yun Xiao. Mulai sekarang dia pengawal pribadiku.”
Yun Luo mengamati Yun Xiao dari kepala sampai kaki.
Wajah, postur, dan auranya sama sekali tidak menyerupai seorang pengawal biasa.
Yang lebih mengejutkan, Yun Luo tidak mampu melihat tingkat kultivasinya.
Hanya ada dua kemungkinan.
Pria ini sama sekali tidak bisa berkultivasi…
atau kekuatannya begitu tinggi hingga Yun Luo tidak mampu menembusnya.
Merasakan tekanan samar dari tubuh Yun Xiao, Yun Luo lebih percaya kemungkinan kedua.
Dia kemudian mendekati cucunya dan bertanya dengan nada penuh arti, “Feng’er, dari mana kau menculik pria sebagus ini?”
Alis Yun Xiao langsung berkerut.
Kalau orang lain berani berbicara seperti itu kepadanya, mungkin orang tersebut sudah menerima akibatnya.
Namun lelaki tua ini adalah kakek Yun Luofeng.
Yun Xiao hanya bisa menahannya.
Sementara Yun Luo masih mengamatinya, satu pikiran perlahan muncul di benaknya.
Pengawal yang bahkan kekuatannya tidak bisa dia ukur?
Pria bernama Yun Xiao ini jelas bukan orang biasa.
......................
Bersambung...