NovelToon NovelToon
Pembalasan Gadis Mafia

Pembalasan Gadis Mafia

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Mafia / Fantasi / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rahmawati18

Alexa Lily, gadis yang di Adopsi oleh salah satu ketua klan mafia sejak usia enam bulan. Alexa hidup di dalam kemewahan dan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.

Tapi dibalik itu, Alexa tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Hingga suatu hari Alexa mendapatkan misi dari ayah angkatnya, dan misi itu berhasil ia selesaikan dengan mulus. Terlepas dari itu, Alexa mendapatkan sebuah informasi tentang siapa ayah kandungnya.

Berawal dari Informasi yang ia dapatkan, Alexa mendatangi kediaman ayah kandungnya itu.

Apakah ayah kandungnya itu akan menerima dan mengakui Alexa sebagai anak kandungnya? Atau justru ayahnya hanya menjadikannya sebagai pion untuk keuntungan pribadinya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 : Jadi Rebutan Empat Pria Tampan

Hay teman-teman 🤗 🤗

Jumpa lagi dengan author, maaf ya beberapa hari ini author nggak up karena sesuatu hal.

Selamat membaca teman-teman 🤗 🥰

Alexa tersenyum bahagia melihat ketiga kakaknya datang. Leonard berdiri di samping Gideon. Tatapan sinis Gideon tertuju pada Leonard. Leonard yang menyadari itu, menatap heran kepada kedua kakanya itu.

"Kakak, kalian kenapa? Aku kesini mau beri ucapan pada adik. Apa ada yang salah?" Leonard menatap Damian dan Gideon bergantian.

Kedua pria itu masih terdiam dengan tatapan sinis. Alexa tidak menyadari apa sebenarnya yang ada dipikiran Kakak-kakaknya itu. Alexa maju selangkah ke dapan Leonard. Senyum manis kembali terukir di wajah gadis itu.

Leonard tersenyum kepada adik angkatnya itu. "Adik, selamat ya, atas kesuksesan mu sebagai pemimpin Grup Zayn. Semoga adik sukses selalu dan di jauhkan dari orang-orang yang ingin berbuat jahat padamu." Leonard menyerahkan sebuah kotak berwarna merah.

Alexa mengambil kotak itu dengan wajah bahagia. Ia membuka kotak tersebut. Tentu saja isinya adalah jam tangan keluaran terbaru yang produksinya terbatas. Alexa membulatkan matanya.

"Wahhh,,, Kakak. Jam ini sangat mahal loh. Ini edisi terbatas. Terima kasih kakak." Alexa langsung memeluk bahagia Leonard.

Leonard membalas pelukan gadis itu dan tersenyum kepada kedua saudaranya yang masih berdiri diam.

Damian dan Gideon yang melihat itu langsung membulatkan matanya. Tatapan kesal terukir di wajah mereka berdua.

Alexa melepaskan pelukannya. "Kakak, karena kalian semua sudah berkumpul, ayo kita makan bersama." ajak Alexa.

Mereka pun berjalan kembali ke meja untuk makan bersama. Ada banyak jenis makanan ringan mau pun makanan berat yang tersedia di atas meja tersebut. Beberapa botol minuman juga tersedia.

Gideon menuangkan wine ke dalam gelas dan memberikannya kepada Alexa. "Adik, ayo kita minum bersama untuk merayakan kesuksesan mu." Gideon mengangkat gelasnya untuk bersulang bersama.

"Baik!" Alexa dan Leonard pun ikut mengangkat gelasnya.

"Tidak!" Ucap Damian. Ia meraih gelas berisi wine yang dipegang Gideon. "Adik tidak bisa minum. Kalian lihat kan kemarin, satu gelas saja dia sudah mabuk. Biar aku saja yang minum untuknya." Jelas Damian lagi dan hendak meminum wine milik Alexa.

"Eehh,,,, Kakak." Alexa merebut kembali gelas wine yang hendak diminum oleh Damian. "Aku bisa kok kak. Hanya satu gelas saja." Alexa meyakinkan kakaknya.

Mereka pun bersulang bersama. Alexa meminum wine itu dalam satu tegukan. Damian yang melihat Alexa meneguk tanpa henti pun langsung cemas. Yang Damian ketahui, adiknya itu tidak bisa minum.

Alexa meletakkan gelasnya di atas meja. penglihatannya mendadak berputar-putar. Namun, ia berusaha untuk tetap sadar. "Kakak, aku tidak mabuk kok. Aku masih ingat kapan terakhir aku mabuk itu karena kakak Damian yang memberiku susu putih." jelas Alexa dengan tatapan sayu.

Leonard tertawa kecil melihat tingkah Alexa yang begitu lucu saat mabuk. "Adik, kamu mabuk?" tanya Leonard.

"Kakak, aku tidak mabuk. Satu gelas saja mah kecil." Alexa menjentikkan ujung jarinya. Ia sesekali menopang kepalanya.

Damian yang melihat itu menggelengkan kepalanya dan memasang wajah datar. Tatapannya tertuju pada Gideon.

"Gideon, lihat kan. Aku kan sudah bilang, adik tidak bisa minum, tapi kamu malah memaksanya." Ketus Damian.

Alexa berdiri, tangannya menopang di atas meja. Ia melihat ke arah Damian, ke arah Gideon, lalu ke arah Leonard. ia menunjuk satu persatu pria itu. "Wahhh,,,, ada tiga pria tampan. Kali ini, kalian semua harus menemaniku. Nanti, aku suruh kakakku bayar kalian." Alexa tertawa kecil. Ia menatap Damian.

Alexa melangkah ke tempat duduk Damian. Ia menarik dasi pria itu. "Kamu ini, tampan banget. Nanti akan kusuruh kakakku membayar mu." Alexa mengelus lembut wajah Damian. Damian membulatkan matanya. Begitu pun dengan Gideon. Sementara Leonard hanya tertawa kecil.

"Adik, aku ini kakak pertama mu bukan pria bayaran yang seperti kamu bilang tadi." jelas Damian dengan wajah datar. Ia berusaha menyadarkan adiknya itu.

"Tidak! Kamu bukan kakak ku. Kakak pertama ku itu tidak suka senyum, ia selalu cemberut. Wajahnya sangat menakutkan." Jelas Alexa dengan suara menggoda.

"Ahahahah...." Leonard tertawa mendengar Alexa berkata seperti itu. Namun, tawa Leonard terhenti. Damian menatap tajam kepadanya.

"Adik, aku antar kamu pulang saja untuk istirahat." Ucap Gideon, ia tidak kuat melihat Alexa menggoda Damian terus.

Alexa menoleh, ia tersenyum dan melangkah ke arah Gideon. "Pria yang satu ini juga tidak kalah tampan." Alexa membungkukkan badannya di depan Gideon. Jarak wajah mereka berdua sangat dekat. Deruh nafas mereka berdua pun terdengar satu sama lain.

"Tenang saja, kalau kalian menemaniku, aku akan menyuruh kakakku memberikan kalian bayaran yang lebih besar. Kalian semua model pria yang sangat tampan. Sayang untuk di lewatkan begitu saja." jelas Alexa, ia sudah tidak sadarkan diri.

Leonard kembali tertawa. "Kakak, kalian lihat adik. Di mengira kalian berdua itu pria bayaran. Hahahahah....!"

Gideon menatap Leonard yang masih tertawa. "Adik, menganggap kami itu seperti model pria. Dia benar-benar sudah mabuk."

*BRUKK*.

Alexa langsung duduk di pangkuan Gideon. Ia meraba perut pria itu. "Wah,,, ada Abs. Sangat ber otot." puji Alexa.

Gideon tidak ingin melewatkan kesempatan. Ia bertanya kepada Alexa. "Siapa yang paling ganteng di antara kami bertiga?" pernyataan konyol itu Gideon lontarkan begitu saja.

Alexa melihat ketiga pria itu secara bergantian. Tatapannya terhenti pada Gideon. "Ini,,, ini tampan, putih dan punya Abs." Alexa menyentuh hidung Gideon dengan telunjuknya.

Gideon tersenyum. "Damian, Leonard. Lihat kan, adik memilihku. Aku akan bawa adik pulang untuk istirahat." Gideon membantu Alexa untuk berdiri.

"Tunggu!" Damian mencegahnya.

Alexa menoleh. Matanya berbinar, ia berjalan mendekati Damian. "Wah,,, yang ini juga sangat tampan." Alexa mengelus dada Damian. Damian tersenyum.

"Adik, bilang aku tampan. Jadi dia pilih aku. Aku yang akan membawanya ke hotel untuk istirahat." Damian menggendong tubuh wanita itu.

"Tidak! Adik bilang tampan padaku duluan." ucap Gideon.

Leonard mendekat. "Eeh,,,, Kakak. Biar aku saja yang bawa adik pulang." ucap Leonard. Ia sudah pusing mendengar kedua kakanya itu memperebutkan adik angkatnya.

Alexa langsung lompat dari gendongan Damian saat ia melihat Leonard. "Ah,,, ini tampan sekali." Alexa mencubit pipih Leonard dengan gemes.

Leonard tersenyum. Ia membantu Alexa membenarkan posisi berdirinya. Tubuh Alexa masih sempoyongan. "Adik, kami ini kakak-kakak mu, bukan model pria." ucap Leonard. Ketiga pria itu berebut untuk membawa Alexa pulang.

Tapi dari kejauhan, Austin muncul. Ia masuk ke dalam restaurant itu. Ia melihat Alexa diperebutkan oleh tiga pria. Austin mendekat.

"Alexa!" ucap Austin.

Alexa menoleh dan menatap pria yang baru saja datang itu. Damian, Gideon dan Leonard pun menatap tajam pria yang tiba-tiba saja muncul di tengah-tengah mereka.

"Kamu siapa?" ketus Damian dengan wajah datar dan tatapan tajam.

Alexa langsung memeluk Austin. "Sayang, ini tidak seperti yang kamu lihat. Pria-pria bayaran kakakku itu tidak sebanding dengan mu." ucap Alexa yang masih mabuk itu.

Ketiga pria itu membulatkan matanya dan saling menatap satu sama lain dengan wajah penuh tanya.

Sementara di meja sebelah ada Anya yang sedang duduk mengintai Alexa. Ia menutupi setengah wajahnya dengan buku di tangannya.

"Sial, bisa-bisanya gadis sialan itu jadi rebutan empat pria tampan. Lihat saja, aku akan membayar orang untuk melecehkan mu dan akan kubuat ke empat pria itu jijik padamu!" Gumam Alexa dengan tatapan licik.

\*\*\*

1
Elisabeth Ratna Susanti
makin seru 👍iklan 👍
Adi Sudiro
cerita yg kesekian menjijik kan
anak angkat di sayang anak kandung dibenci alur cerita begini udah basi..... aku kira menarik cih...
Elisabeth Ratna Susanti
misinya seru sekali 🥰👍
Elisabeth Ratna Susanti
keren juga ya Alexa berani melawan preman 👍
Virgo♍: mkasih sudah baca ceritaku kakak🥰
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like komen plus subscribe 🥰👍
Virgo♍: Terima kasih kakak🤗
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
membayangkannya ngeri banget ini.......seperti nonton film padahal baca.....keren Thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!