NovelToon NovelToon
Talakmu, Kebebasanku

Talakmu, Kebebasanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Mia menikah muda di usia dua puluh satu tahun dengan Edo, pria yang tiga tahun lebih muda darinya. Awalnya, perbedaan usia bukanlah masalah. Satu tahun pertama pernikahan mereka dipenuhi cinta, tawa, dan mimpi sederhana sebagai pasangan muda.

Namun, setelah tiga tahun, semuanya berubah.

Edo yang pemalas mulai menggantungkan seluruh kebutuhan hidup kepada Mia. Sementara Edo menghabiskan uangnya untuk bersenang-senang.

Yang lebih menyakitkan, Edo merasa dirinya lebih berharga hanya karena lebih muda. Ia tak segan menghina Mia, menyebutnya tua, membandingkannya dengan perempuan lain, bahkan berkali-kali melakukan kekerasan. Keluarga Edo juga selalu membela Edo, menyebut Mia beruntung bersuamikan lelaki yang jauh lebih muda.

Mia terpuruk.

Hingga akhirnya ia sadar dan tak lagi menjadi wanita lemah.

"Aku pernah mencintaimu sampai lupa mencintai diriku sendiri. Tapi sekarang, aku memilih mencintai diriku sendiri!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Beberapa waktu kemudian, suasana kamar itu kembali sunyi. Edo berbaring di sisi ranjang sambil mengatur napas. Salma berada di sampingnya, masih tersenyum puas. Sesekali perempuan itu menatap Edo seolah tidak ingin malam tersebut berakhir. "Makasih, ya, Do. Kamu bikin aku senang malam ini," ujar Salma sambil menyentuh lengan Edo.

Edo tersenyum. "Sama-sama, Teh." Dalam hati, ia justru sedang menghitung keberhasilan rencananya. "Rekaman sudah ada. Tinggal memastikan semuanya tersimpan dengan baik." Edo melirik sekilas ke arah ponselnya yang ia letakkan di tempat tersembunyi. Ia menahan senyum. Satu juta rupiah yang dijanjikan Ohang sudah terbayang di kepalanya.

"Do..." Salma kembali memeluk lengan lelaki itu. "Kamu jangan pulang dulu."

Edo menoleh. "Kenapa, Teh?"

"Temenin aku sampai pagi."

Edo pura-pura berpikir. Padahal sejak awal ia memang sudah berencana pulang malam itu.

"Jangan, deh. Besok aku harus kerja. Kalau aku ketahuan warga menginap di sini, malah panjang urusannya."

Wajah Salma langsung berubah kecewa. "Sebentar saja, Do."

"Maaf, Teh. Lain kali saja."

Salma mengembuskan napas kecewa. "Kamu tega meninggalkan aku secepat ini."

Edo mengusap bahu Salma, berusaha mempertahankan peran sebagai lelaki yang sedang jatuh cinta. "Bukan begitu. Aku juga sebenarnya masih ingin di sini. Tapi kita harus hati-hati. Aku nggak mau hubungan kita malah diketahui orang."

Salma akhirnya mengangguk. "Iya. Kamu benar."

Edo segera bangkit dari ranjang. Ia mengambil pakaiannya, lalu melirik sekali lagi ke arah ponsel yang digunakan untuk merekam. "Aman." Ia menahan senyum puas. "Yes! Berhasil! Uang satu juta akan menjadi milikku!" soraknya masih dalam hati.

Salma masih duduk di tepi ranjang. "Besok kabari aku, ya?"

"Pasti." Edo mendekat dan mengecup kening Salma sekilas. "Jangan khawatir. Aku nggak akan lupa sama Teteh."

Salma memeluk Edo sebentar, "Sekali lagi makasih untuk malam ini."

______

Jam menunjukkan pukul sembilan malam ketika akhirnya pekerjaan Mia selesai. Ia mematikan mesin jahit, merapikan potongan kain yang masih tersisa di atas meja. Tubuhnya terasa pegal setelah seharian bekerja, tetapi ia berusaha tidak mengeluh.

Mia kemudian berjalan keluar dari area produksi ke loker untuk mengambil tasnya. Ia pun keluar bersama Neneng menuju gerbang pabrik.

"Mi, kamu mau pulang naik apa?" tanya Neneng sambil membetulkan tali tas di bahunya.

"Nggak tahu, Teh. Palingan naik angkot, itu pun kalau masih ada."

"Kalau sudah nggak ada?" Neneng menoleh.

Mia terdiam sejenak. "Naik ojek, kali," jawabnya akhirnya. Itu hanya dusta kecil. "Aku kayaknya jalan kaki aja deh sampai seperempat jalan. Mudah-mudahan di jalan besar masih ada angkot. Kalau naik ojek dari sini, uangku pasti nggak bakal cukup sampai minggu depan," batinnya.

"Oh, oke." Neneng mengangguk santai. Baru berdiri dua menitan di depan gerbang, mata wanita berambut ikal itu tiba-tiba berbinar. "Eh, itu suami dan anakku sudah datang menjemput!" Neneng menunjuk ke arah depan. Seorang lelaki yang mengendarai motor matic tampak melaju mendekati gerbang. Di depannya terlihat seorang anak laki-laki kecil berumur sekitar empat tahunan yang duduk dengan tenang. Neneng langsung melambaikan tangan. "Aku duluan, ya, Mi!"

"Iya, Teh." Mia ikut melambaikan tangan sambil tersenyum.

Neneng kemudian menghampiri suami dan anaknya. Tidak lama kemudian, ketiganya pergi meninggalkan kawasan pabrik.

Mia berdiri sendirian di depan gerbang. Ia celingak-celinguk ke kanan dan kiri. Sama seperti beberapa hari lalu ketika lembur membantu line delapan, suasana di sekitar kawasan industri mulai sepi. Beberapa kendaraan masih melintas, tetapi angkot yang biasanya mudah ditemukan sudah tidak terlihat satu pun.

Mia mengembuskan napas panjang.

"Padahal masih jam sembilan, tapi angkot sudah nggak ada." Ia memandang jalan di depannya. "Hah! Selalu saja seperti ini." Ia teringat Edo, tapi tak mungkin suaminya itu mau menjemput. "Bismillah..." Mia mempererat pegangan pada tasnya, kemudian mulai berjalan meninggalkan gerbang.

Baru beberapa langkah, suara klakson motor terdengar dari belakang. Mia spontan menghentikan langkah. Sebuah motor melambat tepat di belakangnya. Lampu depannya menyorot tubuh Mia hingga membuat perempuan itu menyipitkan mata.

Pengendara tersebut kemudian mematikan lampu jauh dan berhenti di sebelah Mia.

Mia mengenali sosok itu. "A Iki?" panggilnya memastikan.

"Teh!" Rifki tersenyum lebar. Ia segera membuka helmnya. "Teteh baru pulang?"

"Iya, A." Mia memperhatikan Rifki sebentar. Lelaki itu tampak masih mengenakan pakaian kerja. "A Iki juga baru pulang?"

"Iya."

"Lho, bukannya shift pagi?"

Rifki tertawa kecil. "Iya, Teh. Tapi tadi ada sedikit masalah di OW. Supervisor minta para leader jangan dulu pulang."

"Ohh..." Mia membulatkan bibir. "Ya, ya."

Rifki tersenyum sebelum kemudian memperhatikan Mia dari atas sampai bawah. "Teteh kok jalan kaki?"

Mia ikut melihat ke arah jalan. "Iya, A. Tadinya aku mau naik angkot. Tapi ternyata sudah nggak ada."

"Terus Teteh mau pulang jalan kaki?"

Mia mengangguk canggung. "Iya."

Rifki mengernyit. "Jalan kaki sampai kontrakan?"

Mia terkekeh kecil. "Ya enggak lah, A. Paling sampai minimarket di depan sana." Ia lagi-lagi terpaksa berdusta, malu kalau harus jujur pada Rifki, bahwa dirinya mau jalan kaki sampai seperempat jalan supaya bayar ongkos ojeknya nanti tidak terlalu mahal.

Rifki hendak menyahuti, tetapi tiba-tiba terdengar suara guntur menggelegar dari kejauhan. Guruhnya cukup keras sampai membuat Mia spontan menengadah. Wajah Rifki langsung berubah serius. "Mending Teteh pulang bareng aku aja, yuk?"

Secepat kilat Mia menggeleng. "Nggak usah, A. Terima kasih."

"Nanti keburu hujan, Teh." Rifki menunjuk langit yang mulai dihiasi kilat. "Ayo!" ajaknya lagi.

Mia terdiam. Beberapa detik kemudian, angin malam berembus lebih kencang. Ujung kerudung Mia bergerak tertiup angin.

Rifki kembali membujuk. "Hayu, Teh!"

Mia menggigit bibir bawahnya. "Tapi aku malu, A. Tadi pagi aku sudah merepotkan Aa dengan ikut nebeng naik motor Aa. Masa sekarang juga nebeng lagi?"

Rifki terkekeh kecil. "Ya Allah... Teh." Geleng-geleng kepala Rifki. "Aku tidak merasa direpotkan kok. Kita kan tetanggaan. Sudah seharusnya saling membantu."

Mia menunduk sesaat. Demi apa pun, ia sungguh merasa tidak enak, tetapi melihat langit yang semakin dipenuhi kilat membuatnya akhirnya mengangguk. "Ya sudah kalau begitu."

Rifki tersenyum lega. "Nah, begitu dong." Ia mengambil helm yang tadi pagi dipakai Mia. Helm berwarna biru muda itu langsung disodorkan kepada Mia. "Ini, Teh. Pakai."

Mia menerima helm tersebut. "Terima kasih, A."

"Sama-sama."

Mia memasang helm di kepalanya, kemudian mengancingkan talinya dengan hati-hati.

Sementara itu, Rifki kembali mengenakan helmnya. Setelah memastikan Mia sudah siap, ia menyalakan mesin motor. "Naik, Teh."

"Iya." Mia naik ke jok belakang dengan menjaga jarak secukupnya.

Rifki menoleh sedikit. "Pegangan, Teh."

"Iya, A." Seperti tadi pagi, Mia memegang ujung jaket Rifki.

Motor pun perlahan bergerak meninggalkan kawasan pabrik.

Tanpa mereka ketahui, sejak tadi, ada seseorang yang melihat adegan itu dengan napas memburu dan gigi yang saling begemeletak. "Kurang ajar!" desisnya. "Katanya tadi nggak sengaja berangkat bareng, tapi sekarang kok malah pulang bareng lagi! Dasar perempuan munafik!"

1
nunik rahyuni
kurang panjaaaaang thor
digsntung pula
nunik rahyuni
lanjuut thor ..pingin liat versi edo setelah diusir ...🤣🤣🤣laki kok ssmpe diusir. itu tandanya lakianya g modal g becus g guna mokondo benalu gpokoknya g ada baik2 nya ...biar tau rasa busuk si otong lumpuh layu 😅😅😅😅
Ama Apr: Pasti kk, nantikan sj
total 1 replies
Dartihuti
Nikmati hasil jerih payahmu Mia bahagia ...laki mokondo ky Eduuu ...tinggal nunggu penyesalannya betulkah dng mudah dpt'i cewek lbh dr mu?krn merasa ganteng,tgl tar blg'i ...makan tu gantengmu
😁😁🤭
Ama Apr: Ganteng doang nggk ada duit dan nggak mau kerja mh buat apa ya. Wajah ganteng tk akan bisa mengenyangkan perut🤣
total 1 replies
Lucy
syukurlah Mia kau bisa menikmati hasil jerih payahmu sendiri tanpa berbagi dgn Edo bayar tagihan motornya🤣🤣
Ama Apr: iya kk🥰
total 1 replies
Ma Em
Mia kamu harus cepat move on lupakan laki mokondo dan selalu bahagia setelah berpisah dgn Edo , semoga dapat pengganti Edo lelaki yg lbh baik yg cinta dan sayang pada Mia , Edo pasti menyesal dan akan dapat karmanya karena sdh jahat pada Mia dan selalu menyiksanya .
Ama Apr: Aaamiin🥰
total 1 replies
nunik rahyuni
kok cuma fikit thor. lanjuuuuy thooor
si setan edo kenapa g di bikin nyungsep aja sih thor ..laju laju membawa kendraan trus nyungsep luka luka hilang lah ketampanan yg di banggakanya👍👍💪
Ama Apr: hehe, iya, nnti lnjut lg
Ah, jng dlu lah, aku mau buat dia pusing 7 keliling dulu🤣
total 1 replies
Lucy
lanjut thor😃Mia ceritakan KDRT yg di lakukan Edo terhadapmu jgn hnya talak 3 yg kau ceritakan, semua kau ceritakan ke org tuamu biar mereka paham👍
Ama Apr: Pasti Kk. Oke
total 1 replies
nunik rahyuni
gpp janda asal bahagia ...bebas dari laki mokondo..👍
Ama Apr: betul tul
total 1 replies
Ma Em
Mia jadi janda bkn aib daripada hdp Mia tersiksa lbh baik berpisah dgn Edo benalu sok kegantengan banget , ganteng kalau kere juga cewe mandi kir dia kali atuh , semoga Mia bahagia setelah bercerai dgn Edo dan dapat pengganti Edo lelaki yg lbh baik cinta dan sayang juga bertanggung jawab pada Mia jgn seperti seperti si Edo .
Ama Apr: Aaamiin🥰
total 1 replies
EmakKece
mending jd janda terhormat, drpada hidup sm manusia jelmaan iblis mia
Ama Apr: Iya bnr, bebas2 make uang sendiri
total 1 replies
Lucy
lebih baik JD janda Mia drpd di pukuli dan diselingkuhi oleh Edo 🤭JD janda LBH bahagia mia🤣🤣🤣
Ama Apr: ahihihi🫰
total 9 replies
EmakKece
Triple Up thor 🤭
Ama Apr: haha nanti2 y kk aku blum nabung bab🤭
total 1 replies
Ma Em
Akhirnya Mia terbebas dari Edo si mokondo benalu yg tdk tau diri maunya cuma porotin uang Mia doang , semoga Mia makin sukses setelah bercerai dari si benalu biar saja pasti Edo yg akan menyesal karena sdh membuang ATM berjalan nya .
Ama Apr: Aamiin, tinggal mia menikmati hidup sekarang
total 1 replies
✨Kayla Rane✨
sudah lega ya Mia, biarin ntar hidupnya si edo blangsak 😆
Ama Apr: Iya lagi, siapa yg byr cicilan motor🤣
total 1 replies
Ma Em
Syukur Alhamdulillah akhirnya Mia sdh lepas dari Edo suami benalu sukanya selingkuh tdk tau diri , semangat Mia semoga Mia bahagia dan sukses setelah berpisah dgn Edo .
Ama Apr: Aamiin, makasih kk🥰
total 1 replies
Nice1808
Akhirnya mia bebas dr Edo bangsat🤣🤣🤣
Ama Apr: iya hehe
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
othoooooorrr...q padamu alapiyu se keboooonnn lap lap lap pokok nya❤️❤️❤️meskipun sabuk hitam🥋 si mia gk dikeluarkan🤣🤣🤣🤣🤣
Ama Apr: Haha iya kk, nyaris hilang nyawa dia. Tp sudah lah ya, edo bebas juga
total 1 replies
✨Kayla Rane✨
Alhamdulillah akhirnya cerai juga😤
Ama Apr: Walau nyaris bbk belur
total 1 replies
EmakKece
gak disini gak di cerita satunya, aku misuh2 mulu perasaaan. emang dasar si othor mah 🤧
Ama Apr: maaf y kk🤭
total 1 replies
EmakKece
laki ky kamu sempurna??? dasar gendeng !!
Ama Apr: biasa NPD🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!