NovelToon NovelToon
Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dipecat dari pekerjaan kota dan dicampakkan oleh kekasihnya dalam satu hari membuat Aditya Pratama, seorang pemuda yatim piatu, tidak punya pilihan selain pulang ke desa untuk mengolah tanah warisan orang tuanya yang sangat luas. Namun, usaha perkebunan dan peternakannya berujung kegagalan total hingga uang tabungannya ludes tak bersisa. Di tengah rasa putus asa dan kebingungan menghadapi masa depan, sebuah fenomena gaib memberinya pencerahan berupa Sistem Perkebunan dan Peternakan yang mengubah tanah gersangnya menjadi ladang emas serta menarik perhatian wanita-wanita cantik di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Kress!

​Suara pisau tajam memotong tangkai tebal terdengar nyaring di dalam Rumah Kaca Energi Murni.

​Adit mengangkat sebuah buah bundar sempurna seukuran bola basket kecil.

​Kulitnya berwarna kuning keemasan dengan guratan-guratan halus yang menyerupai pola urat nadi bercahaya.

​"Akhirnya selesai juga," gumam Adit sambil menghela nafas panjang.

​Aroma harum yang luar biasa manis langsung memenuhi seluruh ruangan kaca tersebut.

​Bahkan menghirup aromanya saja membuat Adit merasa energi di tubuhnya kembali penuh.

​[Ting!]

[Panen Berhasil: 10 Buah Melon Spiritual Kelas Atas.]

[Kualitas: Sempurna Efek Rumah Kaca Energi Murni.]

[Efek Tambahan: Mengonsumsi buah ini akan memulihkan stamina secara instan dan meningkatkan vitalitas tubuh.]

​Adit meletakkan melon emas itu dengan sangat hati-hati ke dalam peti kayu berlapis kapas tebal.

​Ini bukan sekadar buah, ini adalah senjata pamungkasnya untuk mengguncang Pameran Kuliner Internasional Jakarta besok.

​"Hanya sepuluh buah," ucap Adit sambil menatap peti kayu tersebut.

​"Jumlah yang sangat sedikit, tapi justru kelangkaan inilah yang akan membuat harganya melambung tinggi ke langit."

​Di luar rumah kaca, suara deru mesin diesel terdengar memasuki pekarangan.

​Sebuah truk boks pendingin berukuran sedang dengan logo "Restoran Riana" terparkir rapi.

​Bang Jarwo dan Bang Sopo tampak sibuk mengangkut keranjang-keranjang berisi sayuran segar dan daging ayam dari gudang penyimpanan.

​"Bos! Semua sayuran dan daging sudah masuk ke truk pendingin!" teriak Bang Jarwo sambil mengusap keringat.

​"Suhunya sudah disetel minus dua derajat, dijamin segar sampai tujuan!" tambah Bang Sopo sambil mengacungkan jempol.

​Adit berjalan keluar dari rumah kaca sambil membawa peti kayu berisi melon spiritual tersebut.

​"Kerja bagus, Bang. Tolong jaga kebun selama aku pergi ke Jakarta," pesan Adit sambil menepuk pundak kedua pekerjanya.

​Riana turun dari kursi penumpang depan truk.

​Ia mengenakan kacamata hitam dan jaket kulit ringan, terlihat siap untuk perjalanan jauh.

​"Semua siap, Dit?" tanya Riana sambil melirik peti kayu misterius di tangan Adit.

​"Siap. Senjata rahasia kita sudah aman di dalam sini," jawab Adit sambil menepuk pelan penutup peti kayu tersebut.

​"Bagus. Maya sudah menunggu kita di rest area jalan tol. Kita akan pergi beriringan dari sana," ujar Riana.

​Adit meletakkan peti kayu itu di kursi belakang mobil SUV miliknya dengan sangat hati-hati.

​Setelah berpamitan singkat dengan para pekerjanya, Adit melajukan mobilnya membelah jalanan desa, diikuti oleh truk pendingin di belakangnya.

​Perjalanan dari Desa Sukamaju menuju Jakarta memakan waktu sekitar lima jam via jalan tol.

​Selama perjalanan, pikiran Adit dipenuhi oleh berbagai strategi dan kemungkinan yang akan terjadi di pameran nanti.

​Ia tahu Hendra Wijaya dan Nusantara Group tidak akan tinggal diam.

​Satu jam kemudian, mobil Adit menepi di sebuah rest area besar.

​Sebuah mobil sedan mewah berwarna merah menyala sudah terparkir di sana.

​Maya Saphira melambaikan tangannya dari luar mobil, penampilannya elegan namun tetap terlihat sporty.

​"Tepat waktu, Bos Adit," sapa Maya sambil tersenyum lebar.

​"Aku sudah mendaftarkan nama perusahaanmu di panitia pusat. Kita dapat stan di zona VIP, tepat berhadapan dengan stan utama Nusantara Group."

​Mendengar itu, Riana yang baru turun dari truk pendingin langsung mengerutkan keningnya.

​"Berhadapan langsung? Bukankah itu seperti mengundang masalah, May?" tanya Riana khawatir.

​Maya terkekeh pelan. "Justru itu tujuannya, Na."

​"Jika kita ingin menunjukkan kualitas produk Adit, kita harus membandingkannya langsung dengan produk terbaik milik mereka."

​"Di pameran nanti, media nasional akan meliput secara langsung. Nusantara Group tidak akan berani bermain kotor di depan kamera," jelas Maya percaya diri.

​Adit tersenyum tipis mendengar penjelasan sang jurnalis.

​"Aku suka strategimu, May. Kita serang mereka tepat di jantung pertahanannya," ucap Adit tenang.

​"Baiklah, ayo kita lanjutkan perjalanan. Jakarta sudah menunggu," perintah Adit.

​Ketiga kendaraan itu kembali melaju membelah jalan tol menuju ibukota.

​Sementara itu, di sebuah gedung pencakar langit megah di pusat kota Jakarta.

​Hendra Wijaya berdiri menghadap jendela kaca raksasa di ruangannya.

​Asap cerutu tebal mengepul dari mulutnya.

​"Apakah bocah kampung itu sudah dalam perjalanan?" tanya Hendra tanpa menoleh.

​"Sudah, Pak," jawab seorang pria berjas hitam yang berdiri kaku di belakangnya.

​"Mereka membawa satu truk pendingin dan diperkirakan tiba di lokasi pameran sore ini."

​Hendra tersenyum sinis.

​"Biarkan mereka masuk dan menata stannya. Besok, aku akan membuat mereka menyesal telah menolak tawaranku," gumam Hendra dingin.

​"Hubungi panitia pameran. Pastikan listrik di zona VIP bagian utara mengalami 'gangguan teknis' tepat saat acara lelang dimulai."

​"Baik, Pak. Akan saya laksanakan," jawab pria berjas itu sambil menunduk hormat lalu keluar ruangan.

​Hendra kembali menghisap cerutunya dalam-dalam.

​"Selamat datang di neraka, Aditya Pratama," desisnya tajam.

1
Astiana 💕
cerita mu sungguh keren Thor, walaupun aku lagi sibuk nulis juga, tapi nyempetin banget baca cerita mu yang ini.😁
kiyoe: heheh harus semangat terus pokoknya kak
total 3 replies
adib
saran dikiit...

hasil panen terlalu OP..
harga terlalu enggak bgt.. pace cepet.

sy jadi agak kurang menikmati..
utk nextnya bs dipertimbangkan saran supaya lebih bisa dinikmati
kiyoe: terimakasih kak adib untuk saran nya ☺️🙏
total 1 replies
adib
beneran udah bucin ma riana..ayam grade SS cm dihargai 150rb.. telur jg cm segitu.. hadeehh
kiyoe: heheh iyaa kak soalnya dia yang membantu Adit dari 0 hingga menjadi sangat sukses 😂
total 1 replies
Astiana 💕
mampir Thor,
😁 jadi keinget film sopo Jarwo baca nama nya.
kiyoe: hehehe makasih kak udah mau mampir hehe 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!