NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Musuh Bebuyutan

Menikah Dengan Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Teen
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Ulfa Apriyani (Ketua OSIS, perfeksionis, anti-kriminal) harus menelan pil pahit saat dijodohkan paksa dengan musuh bebuyutannya, Langit Pradipta (Kapten Basket, bad boy, biang onar).

Masalahnya, Langit sudah punya pacar yang sama populernya: Zara Aprilia (Kapten Cheerleader).

Di sekolah mereka perang dingin, di rumah mereka terpaksa tinggal satu atap.

Awalnya Langit cuek dan kasar karena menjaga hati Zara, tapi perlahan, pesona ketegasan Ulfa mulai meruntuhkan tembok ego Langit.

Saat Langit mulai jatuh cinta, rahasia pernikahan mereka bocor. Badai besar pun dimulai, memaksa Langit harus memilih antara ego masa mudanya atau kehilangan Ulfa selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengacaukan Berkas Osis 20.

Musik indie pop yang mengalun santai lewat speaker gantung di sudut ruangan pun terdengar seperti dengung statis yang mengganggu telinga.

Zara sedang menceritakan sesuatu dengan antusias. Tangannya bergerak-gerak di udara, menunjuk menu barunya, sementara matanya berbinar.

Normalnya, Langit akan tersenyum, mendengarkan dengan saksama pacarnya itu, lalu menanggapi dengan candaan yang membuat Zara tertawa. Normalnya, ini adalah double date yang menyenangkan bersama sahabat Zara dan pacarnya yang duduk di sebelah mereka.

Namun, sore ini tidak ada yang normal bagi Langit. Fokusnya mati total.

Pandangan mata Langit lurus melewati bahu Zara, tertuju pada sebuah meja bundar di dekat jendela besar yang menghadap ke jalan raya. Di sana, duduk dua orang yang sama sekali tidak ada dalam rencana double date ini, Ulfa si istri rahasia Langit dan Elang wakil ketua osis sekolahan nya.

Elang tampak membawa beberapa lembar kertas, mungkin saja berkas osis yang sedang mereka kerjakan.

Tapi bukan kertas-kertas itu yang membuat rahang Langit mengeras.

Melainkan bagaimana cara Elang menatap Ulfa saat gadis itu membenarkan letak kacamatanya, dan bagaimana Ulfa tersenyum tipis—jenis senyuman yang sangat langka yang biasanya hanya keluar kalau dia benar-benar merasa nyaman.

"Terus ya, Sayang, Pak Haris tuh malah nyalahin anak-anak kelas sebelah. Padahal kan—eh, Lang? Kamu denger aku enggak, sih?" Suara Zara memecah lamunan Langit.

Langit mengerjapkan mata, buru-buru menarik kembali fokusnya yang sempat tercecer.

Dia melihat Zara yang kini menopang dagu, menatapnya dengan alis berkerut dan bibir sedikit dikerucutkan. Ada kilat kecewa di mata gadis itu.

"Eh? Iya, Zar. Denger kok. Pak Haris emang sering gitu kan, agak subyektif kalau nilai," jawab Langit, mencoba melempar senyum terbaiknya. Tangannya meraih cangkir iced americano miliknya yang sudah berkeringat, lalu meminumnya sedikit demi menutupi kegugupan.

"Bukan Pak Haris kelas sebelah, Langit. Pak Haris guru sejarah kita," potong Zara helai demi helai, suaranya merendah. "Kamu dari tadi ngelihatin apa sih di belakang aku?"

Zara mulai bergerak untuk memutar tubuhnya, berniat melihat apa yang ada di belakang posisinya.

Kepanikan kecil melanda Langit. Kalau Zara akan menengok apa yang diperhatikan oleh Langit karena ia fokus melihat Ulfa dan Elang, situasinya akan makin rumit.

Zara tahu persis sejarah pertengkaran antara Langit dan Ulfa di sekolah seperti apa.

Langit tidak ingin merusak double date ini dengan drama cemburu yang kekanak-kanakan, tapi di sisi lain, dadanya terasa terbakar melihat kedekatan dua orang di meja seberang sana.

Di meja dekat jendela itu, Elang baru saja tertawa kecil dan mengacak rambut depan Ulfa dengan santai.

Ulfa mendelik, tapi tidak benar-benar menjauh. Sentuhan fisik itu seperti menyiramkan bensin ke dalam kepala Langit.

Emosinya mendidih, melumpuhkan akal sehat nya. Dia harus menghentikan interaksi itu. Sekarang juga.

"Zar, awas!"

Praakk! Pyarr!

Tangan Langit yang sedang memegang cangkir mendadak bergerak canggung.

Dengan sengaja namun dikoreografi seolah-olah itu adalah kecelakaan murni akibat tersenggol sikutnya sendiri, Langit menyapu cangkir iced americano miliknya ke arah luar meja.

Cangkir plastik berukuran besar itu meluncur deras, menghantam tepi meja mereka sendiri, lalu terbang dan mendarat tepat di atas meja bundar tempat Ulfa dan Elang duduk.

Cairan hitam pekat berserta es batu yang separuh mencair langsung membanjiri permukaan meja kayu itu, mengenai kertas-kertas kerja milik Elang dan menciprat hebat ke sweter putih yang dikenakan Ulfa.

Suara benturan dan jeritan kaget Ulfa langsung merebut perhatian seisi kafe yang tadinya tenang.

"Astaga!" Ulfa berdiri dengan terlonjak, menatap syok ke arah sweternya yang kini ternoda flek cokelat besar di bagian perut dan lengan.

Elang juga langsung bangkit, dengan sigap menarik kertas-kertasnya yang mulai basah kuyup oleh kopi. "Eh, sori, sori! Tisu mana tisu?" seru Elang panik, menoleh ke arah konter barista.

Di mejanya, Langit langsung memasang wajah penuh penyesalan yang dibuat-buat, meskipun di dalam hatinya ada rasa puas yang aneh melihat kebersamaan mereka hancur berantakan. Dia buru-buru berdiri.

"Ya ampun, sori banget! Gue bener-bener enggak sengaja. Tangan gue kesenggol tas tadi," ucap Langit dengan suara cukup keras sambil melangkah mendekati meja Ulfa.

Dia mengambil beberapa lembar tisu dari dispenser meja terdekat dan menyodorkannya pada Ulfa.

Zara, yang masih syok di tempat duduknya, ikut berdiri dan menghampiri dengan wajah cemas. "Ya ampun sayang... Ulfa! Elang! Maaf ya, Langit emang kadang ceroboh . Sweter kamu gimana ini?" Zara langsung membantu mengelap cipratan di meja dengan sisa tisu yang ada.

Ulfa mendongak, matanya yang jernih di balik kacamata langsung bertemu dengan mata Langit. Ada rasa kesal pada suaminya itu, egois yang nyata, dia kencan sama pacarnya sedangkan Ulfa sendiri padahal sedang kerja kelompok.

"Enggak apa-apa," kata Ulfa datar, suaranya dingin menembus kebisingan kafe. Dia mengambil tisu dari tangan Zara, mengabaikan uluran tangan Langit sama sekali. "Gue bisa bersihin di toilet."

Elang menatap Langit dengan tatapan menyelidik. Sebagai sesama cowok, Elang bisa merasakan ketegangan dan aura permusuhan yang memancar dari tubuh Langit. "Lain kali hati-hati, Bro. Ini berkas OSIS penting semua," kata Elang, suaranya berat dan penuh penekanan, meskipun dia berusaha tetap sopan di depan Zara.

"Iya, sori ya, Elang," jawab Langit, menekankan nama Elang dengan nada yang sedikit sinis, walau buru-buru dia samarkan dengan anggukan kepala. "Gue ganti deh kopinya. Sekalian laundry sweter lo, Ul."

"Enggak usah. Enggak perlu," potong Ulfa cepat. Dia menatap Zara dengan senyum tipis yang dipaksakan.

Ulfa berbalik dan berjalan cepat menuju toilet di bagian belakang kafe, meninggalkan atmosfer yang mendadak canggung dan berat di area tengah.

Elang menghela napas panjang, mulai mengumpulkan kertas-kertasnya yang rusak dengan wajah gusar, sementara Zara menatap Langit dengan pandangan yang sulit diartikan—campuran antara malu, bingung, dan mulai curiga.

Langit hanya berdiri membeku di sana. Di satu sisi, dia berhasil memisahkan mereka.

Namun di sisi lain, melihat tatapan dingin Ulfa tadi membuat dadanya terasa jauh lebih sesak daripada sebelum dia menumpahkan minuman itu. Dia sadar, tindakan impulsifnya justru mempertegas jarak yang ingin dia hapus.

Tak lama Langit memilih menghindari kafe itu, ia pergi ke tempat lain membawa Zara dan sahabat nya untuk melanjutkan agenda double date malam ini.

......................

...****************...

Tbc,

1
falea sezi
banyak bacot ini tua bangka🤣 cucu lu selingkuh woy goblok
falea sezi
uda jatuh talak. lo. ini
Alex
mampossssss lu ngit
sekarang gimna rasanya jatuh sejatuh"nya🥳🥳
Alex
sukurin maknya jadi cowok itu tegas bertanggung jawab jngn pling plan, gemes deh
Alex
jahat bgts langit Sam zahra itu, pngen geplak
Alex
ya Allah sesakit ini rasanya jahat bgts loe sebagai cowok, karma apa yg akan menantimu
Alex
udahlah Thor, biar ketahuan aja, biar Ulfa bahagia kasihan nyesek terus tiap hari🤭
Rofiwan: done kak😃
total 1 replies
Alex
syedih tapi sweet🥰
Alex
nah bgus tor biar pikirannnya terbuka lebar🤭
Alex
pengen geplak pala langit ,boleh thor
Rofiwan: silahkan, tuh orang emang plin plan hahaha
total 1 replies
Alex
lnjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!