NovelToon NovelToon
Biar Aku Yang Pergi

Biar Aku Yang Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Sejak awal, Arini tahu posisinya. Dia bukan pilihan pertama.

Dia hanya "rumah singgah" bagi Rayhan yang hatinya masih tertinggal di masa lalu, di pelukan Sahira.

Bertahun-tahun Arini bertahan, berharap Rayhan akan memilihnya.

Sampai suatu hari Sahira kembali, sakit, dan butuh Rayhan lebih dari siapapun.

Di persimpangan itu Arini dihadapkan dua pilihan: bertarung mempertahankan, atau pergi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Sang ayah hanya bisa tertawa miris dan terluka, dia membayangkan betapa malangnya nasib anak sahabatnya itu menikah dengan anaknya dan dialah orang yang memaksakan pernikahan itu.

Dia sungguh menyesal akan semua ini, dia tahu jika keduanya berpacaran, dia pikir ini langkah awal yang baik karena mereka saling mengenal dan berpacaran, dia tidak pernah menyangka jika Arini akan bernasib seperti ini.

"Bagaimana ayah tahu? ". Cicitnya ketakutan.

"Dan kamu pikir semua ini Arini yang melaporkannya?". Tanyanya dengan penuh emosi.

Matanya berkilat murka kepada anak semata wayangnya ini, dia tidak menyangka anaknya akan sangat kejam dan jahat kepada orang yang selalu berada di sisinya

"Ayah melihat dengan mata kepala ayah sendiri, ayah bahkan mendengar semua yang kamu bicarakan pada Arini saat itu, saat setelah pernikahan itu terjadi". Bentaknya dengan suara menggelegar

Airmatanya menetes tanpa henti, rasa bersalah begitu menghujam jantungnya tanpa ampun seperti dipukul palu ghodam yang tidak ada tandingannya.

"Jangan pernah berharap aku akan menjalankan kewajiban ku sebagai suami Arini, aku tidak pernah mencintai kamu, kamu hanya pelarian untukku saat Sahira pergi jadi jangan lakukan apapun".

"Tapi mas kita sudah menikah, jangan seperti ini.

"Tidak akan, aku tidak akan menyentuhmu, memberimu nafkah atau apapun itu, jangan pernah menuntutnya dariku karena aku tidak akan memberikannya walau kamu mengemis sekalipun".

Saat itu dia ingin mengantarkan pakaian Arini yang masih tertinggal dirumahnya saat dia akan masuk, dia mendengar dengan jelas apa yang dikatakan putranya.

"Ayah mendengar sendiri saat kamu mengatakan hal itu pada Rania setelah hari pernikahan itu, ayah pikir itu hanya ancaman tapi nyatanya kamu benar-benar melakukannya".

Sang ayah bernama Revan itu menggelengkan kepalanya dengan putus asa.

"Maaf". Ucap Rayhan pelan.

Dia tahu dia begitu menyakitkan Arini selama ini, dia baru menyadari segalanya sekarang.

"Tandatangan surat itu Rayhan, kamu akan bercerai dan bisa bersatu dengan orang yang kamu cintai".

Dia hanya bisa menatap nanar sang anak sambil menyimpan bara kekecewaan dalam hatinya.

"Ayah".

Rayhan mengangkat kepalanya menatap ayahnya yang kini menatapnya penuh kecewa dan luka kemudian tatapannya beralih pada ibunya yang juga menatapnya penuh kecewa

"Kamu tahu nak, seburuk apapun perlakuan mu pada Arini dia tidak pernah membalasnya pada kami".

Sang ibu sejak tadi berdiam diri kini mengucapkan kata itu dengan suara begitu lirih dan bergetar hebat

"Wanita yang kamu siksa lahir bathin itu bahkan mencintai kami seperti orangtuanya sendiri, memperlakukan kami begitu hormat dan sayang, tapi justru itu membuat ayah dan ibu semakin kecewa padamu".

Airmatanya jatuh mengingat betapa baiknya wanita yang telah bersama putranya selama 6 tahun itu tapi selalu luka yang dia terima dari anaknya.

"Andai dia orang lain, mungkin dia tidak akan pernah memandang dan memperlakukan kami seperti ini dengan semua sikap yang kamu berikan kepadanya, kurang tulus apalagi dia".

Degh..

Jantung Rayhan seperti diremas perlahan tanpa ampun, mendengar perkataan ibunya yang begitu menyayat hati.

Pandangannya menatap nanar ibunya yang tidak berhenti meneteskan airmatanya .

"Andai itu ibu, ibu akan melepaskan kamu sejak lama, dan membiarkan ayahmu melakukan hal itu tapi dia berbeda, dia melindungi mu sampai batas mampunya, ibu tidak tahu harus bicara apa tentang semua ini, ibu sungguh kecewa dan berat melepas Arini".

"Dia menantu sempurna yang diidamkan semua mertua yang ada didunia ini, tapi kamu menyia-nyiakan dirinya dan karena perbuatanmu kami akan melepasnya, jika nanti kamu menikah jangan pernah bawa perempuan itu kesini, karena bagi ibu hanya Arini menantu ibu".

Degh..

"Ibu". lirihnya parau.

Dia tidak percaya apa yang dikatakan ibunya itu, itu artinya ibunya ikut membuangnya seperti ayahnya.

"Aku minta maaf Bu".

Sang ibu hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, dia terlalu kecewa pada sang anak karena telah menyakiti hati gadis sebaik dan setulus Arini selama ini.

"Kamu tetap anak kami tapi perempuan yang kamu akan nikahi terutama jika itu Sahira, bagi kami hanya orang asing, jangan pernah kamu membawanya kesini".

"Itu sangat keterlaluan ayah, jangan begitu".

Sang ayah hanya menggelengkan kepalanya dengan jawaban mutlak.

"Tandatangan surat itu sekarang karena ayah akan mengurusnya besok dan pergilah, ayah dan ibu akan istirahat ".

Sang ayah menyimpan berkas gugatan perceraian itu dihadapannya beserta dengan pulpen agar dia langsung menandatangani.

"Besok ayah akan mengurus perceraian kalian dan akan ayah kembalikan rumah orangtuanya agar dia bisa pergi dari rumahmu besok, karena ayah akan menelponnya setelah kamu menandatangani surat itu". Ucapnya dengan dingin

Dia menghapus airmatanya dengan kasar dan mengalihkan pandangannya kepada sang istri yang berjalan dengan langkah bergetar hebat menuju kamarnya.

Dia tahu betapa terlukanya istrinya kehilangan menantu kesayangannya karena perbuatan anaknya sendiri, dia merasa gagal menjadi seorang ibu.

Rayhan hanya bisa terpaku, memegang pulpen dan kertas gugatan cerai itu, Arini bahkan tidak meminta apapun dari perceraian itu padahal jika dia ingin dia bisa meminta ganti rugi nafkah dan yang lainnya karena kelalaiannya

"Bacalah dengan matamu sendiri, bahkan Arini tidak menginginkan apapun darimu, dia hanya ingin kalian berpisah, itu saja".

Rayhan hanya mengangguk kosong, dia menandatangani berkas itu dengan dilema besar dalam hatinya.

"Maafkan aku Arini". Cicit nya dalam hati.

Revan langsung mengambil berkas itu kemudian meninggalkan sang anak yang masih terpaku menatap kepergiannya.

Sesampainya di tangga pertama Revan sang ayah ayah berucap lirih.

"Kamu akan menyesali segalanya setelah ini Nak, saat itu terjadi kamu mungkin akan tahu apa yang ayah usahakan itu memang untuk kebaikanmu, maafkan ayah selama ini memaksamu, mulai sekarang jalani hidupmu sendiri, ayah sudah tidak peduli, pastikan jangan pernah bawa Jalang itu kerumah ini, camkan itu!!".

Dia langsung berjalan keatas untuk meninggalkan sang anak yang jatuh terduduk disofa karena begitu terpukul.

"Apakah yang aku lakukan ini salah?". Tanyanya dalam hati.

Sedangkan Arini hanya bisa menghela nafas, dia mendengar semua perbincangan ayah mertuanya dan juga suaminya itu, dia memang sedang berbicara dengan ayah mertuanya tadi, dia yakin ayah mertuanya itu lupa jika mereka masih berbicara saat Rayhan datang hingga kini.

"Aku tidak menyangka jika semuanya akan berakhir seperti ini, tapi mungkin ini lebih baik, aku bisa membuka lembaran hidup baru setelahnya".

Rayhan pulang kerumahnya dengan langkah gontai, dia berjalan kedalam rumah dengan kepala yang terasa sangat berat.

Dia berjalan kekamar Arini dan dia mendapati perempuan itu mengemas semua barangnya yang dia bawa tanpa sisa, dia ingin mengatakan sesuatu tapi dia tidak tahu apa yang hendak dia katakan.

Arini berbalik karena tahu Rayhan ada dibalik pintu, dia bangkit kemudian menatap Rayhan pelan.

"Sampai jumpa dipersidangan, tenang saja aku akan pergi besok pagi".

1
sunaryati jarum
Benar Rin, nafkah saja sampai bercerai tidak diberi tapi malah royal pada Sahira,cari kebaikan kamu sendiri Rin
sunaryati jarum
Astaga berarti selama enam taun itu Rayhan menumpang pada Arini, sungguh pria tidak tahu malu.Maka benar harta orang tua Rayhan sebagian diberikan Arini.
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 awalnya saling mencintai yang laki pengkhianat pernikahan , perempuannya pelakor ,jadi bermusuhan karena beda tujuan
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣 syukurin , kebanyakan pelakor baik di dunia halu atau nyata yg dicari uang dan kemewahan duniawi secara instan.Nikmati penyesalanmu Rayhan
sunaryati jarum
Woww Rayhan masih mengamankan dua apartemen , mobilnya sekalian. Belum satu Minggu Penyesalan sudah datang,serta bisa melihat perangai asli wanita yang kamu agungkan,tak tak tahunya parasit raksasa
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣👋👋 Silahkan lanjutkan pertengkaran kalian di mobil.Rayhan firasat orang tua kok kamu abaikan, bagaimana? Eeenaaak,Ya
Lee Mba Young
lanjuttt
sunaryati jarum
Rayhan Sahira nanti di tempat baru cari mangsa yang lebih kaya darimu, walau jadi simpanan tidak jadi masalah asal bisa hidup mewah.Katma dan Penyedalan penyesalan kamu otw Rayhan.Up lagi Thoor /Pray//Pray/
Lee Mba Young
semoga di Pecat.. krn Kelakuan mereka yg mnjijikan.
semoga bos nya gk pilih kasih walau rayhan Salah ttp hrs di Pecat.
sunaryati jarum
Karena Viral saat kejadian di pengadilan , mempengaruhi citra perusahaan, seharusnya salah satu mengundurkan diri,jika tidak mau ya dipecat
sunaryati jarum
Sudah terlambat Rayhan ,dia mau kamu itu ya karena harta.Ingat pelakor itu hampir sama tujuannya ingin hidup enak secara instan.
Cerita ini bagus tidak bertele-tele ,tapi sayang upnya lama , hingga lupa alurnya.
Ummu Umar: maaf yah, akan di up setiap hari mulai kedepannya🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Sayang cerita bagus upnya tidak rutin
Ummu Umar: sabar yah, aku sedang menyelesaikan satu cerita dulu, aku akan up setiap hsri🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!