NovelToon NovelToon
Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:763
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Arkanendra adalah seorang jaksa penuntut yang berdinas di kejaksaan agung, sepak terjangnya sebagai jaksa yang dingin dan tegas juga sering memenangkan kasus besar dan sulit, membuat Arka menjadi populer di kalangan penjahat. karena profesinya itu Arkanendra menghadapi bahaya yang sangat fatal, dia nyaris saja mati di racun oleh musuh nya.

sebuah pertolongan datang dari underworld, dia bisa tertolong namun dewa Hades memberikan syarat mutlak, Arkanendra harus menghisap energi hidup dari dewi Athena sebelum 40 hari, jika tidak maka dia akan mati dan binasa.

Dewi Athena yang tak pernah tertarik dengan pria, Dewi Athena yang lebih memilih menjadi Perawan seumur hidupnya, lalu apa yang terjadi ketika bagian dari kepingan jiwanya jatuh cinta pada Arkanendra yang notebene adalah kepingan jiwa dari Dewa Hades.

Apa sejarah akan berubah, atau jeratan cinta itu membuat Dewi perawan tak berdaya, cinta memang memiliki keajaiban luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Arka dan Nayyara menikah.

"Di mana aku, bang?" Tanya Henry lemah.

"Aku takut sekali kamu takkan selamat. Berkat Nona Nayyara dan pak Arka kita terbebas dari racun vampir itu," jelas Mark.

Henry menatap Nayyara yang tersenyum ramah di hadapannya. Dia terpesona oleh wajah cantik gadis itu sampai diam terpaku lupa keadaan. "Wah jadi ini cewek yang bang Dimas sukai, cantik banget?"

"Hmm… ehem…" Arka berdehem keras menandakan dia mulai cemburu melihat tatapan Henry yang tak beralih dari wajah Nayyara. "Hei! Jangan menatap kekasihku seperti itu!" Serunya ketus.

Wajah Henry memerah gugup. Mark segera menyikut lengan temannya. "Mereka yang menolong nyawamu, ingat sopan santun!" Bisiknya pelan.

"Benarkah?" Henry menggaruk kepalanya yang gatal karena malu, lalu berusaha berdiri susah payah dan membungkuk dalam‑dalam.

"Terima kasih banyak atas pertolongan anda berdua. Sekali lagi terima kasih," ucapnya tulus.

"Tuan Arka ini bukan manusia biasa, dia punya kekuatan dahsyat Dewa Hades," bisik Mark menjelaskan.

Arka hanya terkekeh pelan lalu menggeleng. "Aku bukan Dewa Hades. Hanya sebagian jiwanya yang bersemayam di tubuhku, hanya sebagian kecil kekuatan dan keabadian yang aku miliki."

"Tetap saja luar biasa hebatnya, dewa Hades tidak pernah terkalahkan" Puji Mark takjub. "Hampir saja kami menyerah kalau saja pak Arka tak menolong." Nayyara tersenyum bangga menatap Arka.

Nayyara kemudian menyiapkan satu kamar tamu di apartemennya untuk Mark dan Henry. Malam itu mereka dianggap tamu istimewa karena nyawa mereka selamat berkat pertolongan Arka. Setelah semuanya beres dan kamar tamu rapi, Nayyara kembali ke kamar utama. Arka baru saja keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambutnya..

"Bagaimana keadaan pasien mu? Sudah sehat?" Tanyanya sambil duduk di tepi kasur lalu memeluk pinggang Nayyara.

"Sudah jauh lebih baik. Aku sendiri tak menyangka pertolongan itu bisa bekerja

secepat tadi," jawab gadis itu.

"Kamu keramas mas? sudah malem kok mandi gini"

"Pake air hangat kok, nggak apa-apa, aku gak betah kalo rambut ku kotor"

Arka menyibak rambut ikal Nayyara, mengusap dahi gadis itu dan memperhatikan tanda putih seperti bentuk bulan sabit yang makin samar, namun belum hilang sepenuhnya.

"Aku baru tahu kalau aku tak cuma bisa memberikan energi pada yang lain tapi juga menyembuhkan luka. Aku jadi penasaran, sebenarnya kekuatan apa saja yang aku miliki mas?" Tanya Nayyara heran.

"Aku juga gak tau, ada yang berbisik padaku tadi seperti menyuruh seperti itu" Arka menggeleng bingung. Dia mencoba menghubungi Pak Denis lewat pikiran.

"Pak Denis, jangan bohongi aku… kenapa tanda putih di dahi Nayyara belum hilang? Apa aku harus tidur dengan nya dulu?" Gerutunya dalam hati.

Namun tak ada jawaban balik. Pak Denis seolah menghilang entah ke mana dan tak bisa dihubungi lagi. Arka mengerutkan kening bingung dan makin penasaran dengan semua rahasia yang belum terungkap.

****

Esoknya tepat hari Sabtu jam sepuluh pagi, Arka dan Nayyara akhirnya sampai pada tahap ini, menikah. Ketika dulu Arka tak pernah berpikir akan menikah secepat ini, ketika dia kecewa pada wanita, juga kecewa pada keadaan, dia cukup lama menghindar dari hubungan dekat dengan lawan jenis, sejak putus dari Maya lima tahun silam Arka tak tertarik menjalin hubungan cinta lagi.

"Mas Arka bagaimana apa sudah siap?" Pak penghulu menegur pada Arka yang sejak tadi melamun, dia mengangguk agak malu karena ketahuan bengong di depan orang banyak, Adrian dan Michael kakaknya yang menjadi saksi di sini, tersenyum geli melihat tingkah gugup Arka.

"Iy...iya pak saya siap" Sahutnya dengan mantap dan jantung deg-degan, pak penghulu yang bertindak sebagai wali hakim sekaligus menjadi wali nikah untuk Nayyara tersenyum lega, dia langsung menjabat tangan Arka begitu pengantin terlihat sudah siap.

Arka yang duduk didepan penghulu, tangannya sampai tremor karena ini situasi paling mendebarkan sepanjang hidupnya.

"Bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan engkau saudàra Eko Arkanendra Widjaya Bin Muchtar Effendi Widjaya dengan saudari Nayyara Syafira binti Abdullah dengan mas kawin uang sebesar 500 juta, dan perlengkapan salat, di bayar tunai!"

"Saya terima nikah dan kawinnya Nayyara Syafira binti Abdullah dengan mas kawin tersebut, tunai!" Jawab Arkanendra dengan mantap dan lantang hingga saksi dan semua yang hadir di sini serempak lega dan mengucapkan kata

"SAAAAHHHH!!!!"

"Alhamdulillah selamat ya mas Arka dan mbak Nayyara, semoga pernikahannya samawa dan langgeng"

"Amin, terima kasih pak...." Pak penghulu menyalami Arka, juga kedua saksi, sekarang saatnya Nayyara keluar ke tempat ini, rumah keluarga Widjaya yang sudah disulap menjadi tempat pernikahan Nayyara dan Arka, saat ini Bu Annastasia, Nataliya, Fanny dan Jesylyn juga turut hadir memberi dukungan pada Arka sebagai keluarga.

Tadi saat ijab Kabul Nayyara masih di dalam kamar bersama mertuanya dan ibu Ningrum ibu angkatnya dari panti asuhan.

Dengan perlahan-lahan Nayyara berjalan keluar, dia mendekati Arka yang tengah berdiri menunggu pengantinnya, begitu mereka berdiri berhadapan Arka tak bisa menahan senyum bahagianya.

"Ayo mbak Nayyara silahkan cium tangan suaminya dulu" Nayyara maju mendekat lalu mencium tangan Arka, wajah cantiknya bersemu, terlihat makin cantik karena di rias dengan ala pengantin Jawa, dengan kebaya putih yang nampak pantas membalut tubuh rampingnya, Arka mengenakan kemeja putih di lapisi jas putih, dengan celana kain hitam yang serasi dengan kebaya pengantin wanitanya.

"Nah sekarang silahkan di berikan mas kawin nya sama istrinya, mas" Arka mengangguk patuh lalu memberikan buket besar yang di hias indah berisi tumpukan uang yang dia siapkan untuk Nayyara, dia tersenyum lalu mencium dahi Nayyara yang memeluknya, dan menggenggam tangannya.

"Nah sudah~, sudah cukup pelukan nya nanti kalian lanjutin di kamar aja, ayo sekarang kalian tukar cincin dulu" pak Muchtar jadi gemas sendiri melihat anak dan menantunya, Bu Anna tertawa melihat ke absurd an anak ketiganya, dia mengusap air matanya yang mengalir deras.

"Arka akhirnya mau menikah setelah berkali-kali menolaknya bahkan saat akan aku jodohkan, Alhamdulillah aku yang paling bahagia, semoga rumah tangga anakku rukun selalu dan bisa langgeng selamanya" Lalu Bu Annastasia maju mendekat pada pengantin untuk memberikan selamat.

"Uwah gue nggak nyangka bang, ini kayak mimpi" Marcus geleng-geleng heran saat dengan antusias mengambil banyak foto pengantin, dia menggandeng tangan Ririn sang pacar yang dia bawa kesini.

"Iya sama, gue juga gak nyangka, malah gue kalah start keduluan dia, asem dah Arka nih" Jaksa Yusuf kesal juga, padahal dia sudah tunangan sejak lama, malah Arka duluan yang menikah.

"Padahal dia paling anti di deketin cewek, eh tau-tau kemarin nyebarin undangan" Gunawan yang juga rekan kerja Arka sampai kaget sekali, dia pikir koleganya itu bercanda bilang akan menikah besok, eh tau-tau itu benar, teman-teman dekat dan rekannya di kejaksaan sampai kaget semua saat dapat undangan pernikahan dadakan dari Arkanendra.

"Namanya juga sudah ketemu jodohnya bang" Kekeh Marcus masih memperhatikan kedua mempelai yang mendapat banyak ucapan selamat. 

1
Ananda Boy
next kak 😍
Vedyta: siap kak😍
total 1 replies
Ananda Boy
ketahuan istri kan 😭🤣
Ananda Boy
weess wes 😭😭
Ananda Boy
lhoo ternyata 🤭😄
Ananda Boy
ketinggalan 🤭
Ananda Boy
knp next
Ananda Boy
ini Henry yg tmen nya Dimas ka?
Vedyta: iya bener ka
total 1 replies
Ananda Boy
lanjut ka 😍
Ananda Boy
keren 👍
Ananda Boy
next kak
Ananda Boy
seru banget 😍
Ananda Boy
seruuu banget 🤭
Ananda Boy
next thor
Ananda Boy
kak kasian Naya🥹
Ananda Boy
lanjut ka author 😘🥰 buku ini bagus banget genre ini aku sukaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!