NovelToon NovelToon
Dua Wajah Cinta

Dua Wajah Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Poligami / Pelakor
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Lima tahun menikah, Stella merasa hidupnya sempurna bersama Abbas, suami yang penyayang. Kehadiran Annisa—yang diperkenalkan Abbas sebagai adik sepupu yatim piatu—bahkan disambut Stella dengan tangan terbuka layaknya adik kandung sendiri.
​Namun, fatamorgana itu hancur saat Stella menemukan slip reservasi hotel di saku jas Abbas. Bukan sekadar perjalanan bisnis, slip itu mencantumkan paket Honeymoon Suite untuk Mr. Abbas & Mrs. Annisa.
​Kebenaran pahit terungkap: adik sepupu yang datang ternyata adalah istri siri suaminya selama setahun terakhir. Terjebak dalam pengkhianatan di bawah atap yang sama, Stella harus memilih: bertahan demi janji suci yang telah ternoda, atau pergi demi harga diri saat Annisa mulai menuntut pengakuan sah sebagai istri kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

...Pagi yang cerah menyambut kediaman keluarga Permana dengan aroma masakan yang menggoda dari arah dapur. ...

...Sejak fajar menyingsing, Stella sudah sibuk berkutat dengan penggorengan dan kotak makan. ...

...Ia ingin memberikan sesuatu yang spesial sebagai tanda terima kasih atas kesabaran Khan semalam....

...Keesokan paginya, dimana Khan sudah sampai untuk menjemput Stella, suara klakson mobil yang khas terdengar dari depan gerbang. ...

...Khan turun dengan kemeja rapi yang pas di tubuhnya, tampak segar dan siap menghadapi hari, meskipun jadwal operasinya hari ini cukup padat....

...Di dalam rumah, Stella sedang merapikan bekal yang ia buat untuk Khan. ...

...Ia menyiapkan nasi kuning lengkap dengan ayam suwir, perkedel favorit Khan, dan sedikit sambal yang dipisah agar tidak terlalu pedas....

..."Cie... yang sudah jadi calon istri idaman, rajin banget pagi-pagi," suara usil itu memecah konsentrasi Stella....

...Ternyata itu adalah si kembar yang selalu meledek kakaknya. ...

...Kedua adik laki-laki Stella itu berdiri di ambang pintu dapur dengan senyum jahil yang identik di wajah mereka....

..."Lihat tuh, Kak, bekalnya pake hiasan segala. Biar Bang Khan makin cinta ya?" celetuk si kembar yang satu sambil menyomot potongan timun dari meja....

..."Hus! Jangan diganggu, nanti kalau Kak Stella telat, Bang Khan bisa lumutan nunggu di depan," timpal kembarannya sambil tertawa terbahak-bahak....

...Stella hanya bisa memutar bola matanya sambil menahan senyum. ...

..."Kalian berdua mending cepat habiskan sarapannya, atau Kakak potong uang jajan kalian minggu ini!"...

...Ancaman itu sukses membuat si kembar lari tunggang langgang menuju meja makan sambil terus berteriak, "Bang Khan! Kak Stella galak nih, jangan mau dijemput!"...

...Stella menggelengkan kepala, mengambil tas dan kotak bekalnya, lalu melangkah keluar menemui Khan yang sudah bersandar di pintu mobil. ...

...Melihat kehadiran Stella yang cantik dengan senyum malu-malunya, Khan seketika merasa lelahnya hilang bahkan sebelum hari kerjanya dimulai....

..."Selamat pagi, Dokter," sapa Stella lembut....

..."Selamat pagi, calon Nyonya Khan," balas Khan sambil mengambil alih tas Stella, matanya tak lepas dari kotak bekal yang dipegang Stella dengan erat. ...

..."Itu untukku?"...

..."Iya, supaya kamu tidak perlu jajan sembarangan di rumah sakit," jawab Stella sambil masuk ke dalam mobil, meninggalkan tawa usil si kembar yang masih terdengar dari balik jendela rumah....

...Suasana pagi yang cerah di depan teras rumah seketika berubah tegang saat sebuah mobil mewah berhenti tepat di belakang mobil Khan. ...

...Tak lama kemudian, terdengar ketukan pintu dan Rangga sudah ada di depan pintu rumah Stella. ...

...Pria itu berdiri dengan setelan jas abu-abu yang sangat rapi, membawa sebuah keranjang buah premium di tangannya....

...Pintu terbuka lebar, dan Papa Permana menyambut kedatangan Rangga yang tak lain putra sahabatnya. ...

...Wajah Papa Permana tampak berbinar, menunjukkan kehangatan yang mendalam terhadap tamu tak diundang tersebut....

..."Rangga! Wah, sudah lama sekali Papa tidak melihatmu. Kamu persis sekali seperti papamu dulu," ujar Papa Permana sambil menepuk bahu ...

...Rangga dengan akrab....

...Stella terpaku di tempatnya berdiri, tepat di samping mobil Khan. ...

...Jantungnya berdegup kencang, bukan karena pesona Rangga, melainkan karena ia tahu badai kecemburuan akan kembali menerjang. ...

...Secara perlahan, Khan menatap wajah Stella dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara kekecewaan, kemarahan yang tertahan, dan rasa tidak percaya bahwa pria itu berani mendatangi rumah Stella....

...Rangga yang menyadari keberadaan mereka, hanya melempar senyum tipis yang penuh kemenangan ke arah Khan sebelum kembali larut dalam obrolan dengan Papa Permana....

...Di tengah situasi yang membeku itu, si kembar yang membisiki Khan untuk menjaga Stella tiba-tiba muncul di sisi pria itu. ...

...Keduanya berdiri di kanan dan kiri Khan, menatap ke arah Rangga dengan dahi berkerut....

..."Bang Khan, saingannya berat tuh. Kelihatan kaya banget," bisik salah satu si kembar dengan nada serius yang dibuat-buat....

..."Jangan sampai lengah ya, Bang. Jaga Kak Stella baik-baik, jangan kasih celah buat 'Om Ganteng' itu," tambah kembarannya sambil menyenggol lengan Khan....

...Khan tidak menjawab, namun pegangannya pada tas Stella mengerat. ...

...Ia menyadari bahwa tantangan yang ia hadapi kali ini bukan sekadar rekan bisnis biasa, melainkan seseorang yang memiliki akses langsung ke restu orang tua Stella. ...

...Pertarungan yang sebenarnya baru saja dimulai di halaman rumah ini....

...Pagi yang seharusnya tenang itu seketika berubah menjadi medan perang dingin yang tak kasat mata. ...

...Rangga masih berdiri di ambang pintu dengan senyum penuh percaya diri, sementara Khan berdiri mematung di samping mobilnya, mencoba meredam gejolak di dadanya....

...Melihat ada tamu istimewa dan calon menantunya berada di tempat yang sama, Papa Permana merasa ini adalah momen yang tepat untuk berkumpul. ...

..."Ajakan Papa sarapan bersama terlontar begitu saja. Rangga, kebetulan sekali kamu datang, kami baru saja mau mulai. Ayo, ikut makan di dalam!"...

...Stella yang merasakan aura tidak enak dari arah Khan, segera berusaha mencari jalan keluar. ...

..."Papa, sepertinya tidak bisa. Aku sudah berjanji akan ke rumah sakit bersama Khan pagi ini karena dia ada jadwal operasi penting. Kami akan sarapan di jalan saja," ucap Stella dengan nada sehalus mungkin, berharap Papa mengerti isyaratnya....

...Namun, Papa Permana yang sangat menghormati hubungan persahabatannya dengan ayah Rangga tetap bersikeras. ...

..."Stella, sarapan cuma sebentar dan Khan, ayo kita sarapan bersama," ajak Papa sambil menatap Khan dengan pandangan yang tidak bisa ditolak. ...

..."Tidak enak kalau tamu sudah datang tapi kita malah pergi. Khan, kamu pasti belum sarapan, kan? Ayo masuk."...

...Stella menoleh ke arah Khan dengan tatapan penuh permohonan maaf. ...

...Ia tahu betapa tidak nyamannya posisi Khan saat ini—duduk satu meja dengan pria yang secara terang-terangan menunjukkan ketertarikan pada calon istrinya....

...Khan sempat terdiam sejenak, menatap Rangga yang kini memberikan tatapan meremehkan seolah berkata, 'Lihat siapa yang punya kendali di sini.' Namun, sebagai pria yang menjunjung tinggi sopan santun terhadap orang tua, Khan tidak punya pilihan lain....

...Demi menghargai Papa Permana, Khan menganggukkan kepalanya. ...

..."Baik, Pa. Terima kasih tawarannya," jawab Khan dengan suara rendah namun tetap berwibawa....

...Mereka pun melangkah masuk menuju ruang makan. ...

...Si kembar yang melihat situasi ini hanya bisa saling lirik, menyadari bahwa meja makan pagi ini akan terasa jauh lebih panas daripada kopi yang baru saja diseduh. ...

...Stella berjalan di samping Khan, tangannya sesekali menyentuh lengan pria itu untuk memberikan dukungan moral, menyadari bahwa sarapan kali ini mungkin akan menjadi ujian...

... kesabaran terberat bagi calon suaminya....

...Suasana di meja makan terasa begitu kaku, meski aroma nasi kuning buatan Stella memenuhi ruangan. ...

...Papa Permana tampak asyik berbincang dengan Rangga, sementara Khan lebih banyak terdiam, hanya menanggapi seperlunya dengan sopan santun seorang dokter....

...​Di tengah obrolan mengenai bisnis, Rangga tiba-tiba meletakkan sendoknya dan menatap Stella dengan sorot mata yang sulit dibaca. ...

...Rangga mengatakan kalau siang nanti akan mengajak Stella ke Bandung untuk proyek mereka yang baru saja ditandatangani kemarin....

...​"Kita butuh meninjau lokasi pembangunannya secara langsung, Stella. Karena perjalanannya cukup memakan waktu dan banyak detail yang harus dibahas, mungkin menginap satu malam di sana akan lebih efektif," lanjut Rangga dengan nada santai, seolah hal itu adalah prosedur bisnis yang sangat lumrah....

...​Kalimat "menginap" itu seketika menjatuhkan suasana ke titik beku. ...

...Denting sendok si kembar yang sedang lahap makan pun terhenti. Suasana hening yang mencekam menyelimuti ruang makan tersebut....

...​Khan menatap wajah calon istrinya dengan tatapan yang tajam namun penuh luka yang tertahan. ...

...Tangannya yang memegang gelas air putih tampak mengeras hingga buku-buku jarinya memucat. Ia tidak bersuara, namun sorot matanya seolah menuntut jawaban dan kepastian dari Stella di depan semua orang, termasuk di depan ayahnya....

...​Stella merasa dunianya seolah berhenti berputar. Ia bisa merasakan kecemburuan Khan yang meledak-ledak di balik diamnya, sekaligus tekanan dari tatapan Rangga yang seolah menantang otoritas Khan sebagai calon suami....

...​"Bandung?" suara Stella terdengar sedikit bergetar, ia tidak berani membalas tatapan Khan dan lebih memilih menatap piringnya yang masih penuh. ...

..."Apakah tidak bisa diselesaikan dalam satu hari, Rangga?"...

...​Rangga hanya tersenyum tipis, sebuah senyum yang membuat Khan ingin segera membawa Stella pergi dari ruangan itu detik itu juga....

1
Uthie
sebelumnya ada kata Stella mengikat janji di altar atas ucapan salah satu adiknya di Bab sebelum-sebelumnya....
tapi ada nunggu masa iddah juga di sini 🤭🙏
Uthie
bagussss 😏😏
Uthie
Bagus dehhh.. sat-set tikus di rapikan 👍😏
Uthie
Saya baru ngeh niii.... Stella menikah di Altar dengan suaminya..
dan suaminya menikah siri dengan Annisa ?!?? Hmmm..... 🤔🤔🤔
Uthie
semoga semua nya di penjara itu 😡
Uthie
tunggu kehancuran kalian berdua 😡
Uthie
Wahhh... Bibi ikutan jahatin Stella 😡
Uthie
dasar laki gak tau diri 😡
Uthie
dasar Pelakor biasanya emang gak tau diri 😡😡😡
Uthie
tempat kotor emang pantas buat Pelakor yg mainnya juga kan kotor 😝
Uthie
baru mampir 👍
falea sezi
pergi aja Khan batalin. pertunangan Stella ini ttp. bodoh
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir kak👋
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
cinta semu
beruntung Stella punya teman yg cerdas ...😎
cinta semu
smg aja Stella instingnya tajam ...
tiara
wah wah ternyata sudah setahun toh mereka menikah siri,tunggu saja kalau stella tau rasain kalian
tiara
wah ga beres Si Abbas nih, sepertinya, ga tau diri tuh orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!