NovelToon NovelToon
PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Sistem
Popularitas:163.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Enam tahun lalu, Alisha Husnah melangkah keluar dari kediaman mewah keluarga Raffasyah dengan hati hancur. Sebuah skandal menjijikkan yang dirancang rapi memaksanya percaya bahwa suaminya, Fardan, telah berkhianat. Alisha pergi, membawa rahasia besar tentang janin yang dikandungnya.

Kini, takdir membawa mereka bertemu dalam sebuah proyek besar. Fardan, sang CEO dingin yang menyimpan dendam atas kepergian istrinya, memberikan ultimatum kejam: kembali padanya atau kehilangan hak asuh atas putra mereka, Ghifari.

Namun, baik Fardan maupun keluarga besar Raffasyah tidak menyadari satu hal. Ghifari bukan sekadar bocah biasa. Dibalik wajah imutnya, tersimpan kecerdasan genius yang ia warisi dari ayahnya. Sementara orang tuanya terjebak dalam perang dingin dan sisa-sisa cinta yang luka, Ghifari mulai bergerak dibalik layar.

Dia bukan hanya ingin menyatukan Ayah dan Ibunya saja. Tapi misinya ingin membongkar topeng busuk para penghuni "istana" yang memisahkan keluarganya. Si kecil siap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERANGKAP DI RUANG VIP

Semburat jingga mulai menghiasi langit Jakarta saat Alisha merapikan berkas di meja kerjanya. Sebelum melangkah keluar, ia menyempatkan diri menghubungi Fardan. Ia menjelaskan bahwa sore ini ada pertemuan krusial dengan calon mitra besar untuk Henry Corp. Fardan, dengan sifat protektifnya, langsung menawarkan diri untuk mengawal, namun Alisha menolak dengan halus.

"Fardan, aku ingin mereka menghargai kemampuanku sebagai pemimpin Henry Corp, bukan karena aku istri dari CEO Raffansyah Group. Percayalah padaku, aku akan baik-baik saja," ucap Alisha meyakinkan.

Di seberang telepon, Fardan menghela napas berat. "Baiklah, Sayang. Tapi janji padaku, segera hubungi aku jika pertemuan sudah selesai. Hati-hati, perasaanku sedikit tidak tenang."

Alisha tersenyum kecil sebelum menutup telepon. Ia segera mengajak Intan, asisten pribadinya, menuju sebuah hotel bintang lima yang menjadi lokasi pertemuan. Seorang pelayan dengan seragam rapi menyambut mereka dan mengantar menuju ruang VIP yang letaknya cukup terisolasi di sudut restoran.

Begitu pintu jati itu terbuka, aroma kayu cendana bercampur parfum mahal menyeruak. Di sana telah menunggu tiga orang pria. Sebastian, pria berwajah blasteran dengan sorot mata tajam, berdiri menyambut. Di sampingnya ada Guntur, pria lokal paruh baya yang tampak licin, serta seorang asisten yang berdiri tegak di belakang mereka.

Sebastian mengulurkan tangan, namun Alisha hanya mengatupkan kedua tangannya di depan dada dengan sopan. "Mohon maaf, Pak Sebastian. Agama saya tidak mengizinkan saya bersentuhan dengan yang bukan mahram."

Sebastian menarik kembali tangannya dan tersenyum maklum, meski Guntur di sebelahnya tampak mendengus kesal. "Sombong sekali," gumam Guntur sangat pelan hingga hampir tak terdengar.

"Silakan duduk, Bu Alisha. Saya sangat menghormati prinsip Anda," ujar Sebastian dengan nada yang terdengar sangat ramah.

Alisha segera membuka pembicaraan. "Terima kasih. Saya sudah membawa draf desain untuk proyek pengembangan kawasan pusat bisnis yang Anda inginkan. Intan, tolong berikan failnya."

Namun, Guntur segera memotong. "Sabar dulu, Bu Alisha. Bisnis itu seperti seni, tidak bisa terburu-buru. Mari kita nikmati hidangan pembuka dulu agar suasananya lebih cair."

Demi menjaga etika profesional, Alisha terpaksa menuruti. Selama makan malam, Sebastian bercerita bahwa ia pernah melihat Alisha saat berada di London. Ia mengaku sudah lama mengagumi hasil kerja Alisha dan merasa kehilangan saat tahu Alisha tidak lagi bekerja di kantor pusat Henry Corp.

"Itu alasan saya menyusul ke Indonesia. Saya hanya ingin bekerja sama dengan Anda," kata Sebastian dengan tatapan yang membuat Alisha merasa risih.

"Saya tersanjung, Pak Sebastian. Tapi perlu saya tegaskan, saya sudah memiliki suami dan seorang putra. Keberadaan saya di sini murni untuk urusan profesional," tegas Alisha.

Sebastian melirik Guntur dengan kode rahasia. Guntur mengangguk kecil lalu pamit keluar ruangan sejenak. Tak lama kemudian, seorang pelayan masuk membawa dua gelas jus jeruk segar dan meletakkannya di depan Alisha serta Intan.

"Minumlah, Alisha. Ini jus terbaik di hotel ini. Sambil Anda minum, saya akan mempelajari desain Anda dengan serius," ujar Sebastian tanpa mengalihkan pandangan dari berkas di meja.

Tanpa rasa curiga, Alisha dan Intan meminum jus tersebut. Rasa segar menjalar di tenggorokan, namun hanya berselang beberapa menit, Alisha merasa dunianya mulai berputar. Pandangannya mengabur, dan ia melihat tubuh Intan sudah terkulai di atas meja.

"Pak Sebastian... apa yang..." suara Alisha tercekat. Ia sempat melihat senyum miring di wajah Sebastian sebelum kegelapan merenggut kesadarannya.

"Kerja bagus, Guntur," ucap Sebastian dingin saat pria tua itu masuk kembali ke ruangan. "Bawa Alisha ke kamar presidensialku di lantai atas. Intan? Itu bagianmu, Guntur. Kau bisa membawanya ke kamar sebelah sebagai upahmu."

Guntur tersenyum penuh kemenangan. "Terima kasih, Pak Sebastian. Ini akan menjadi malam yang sangat panjang."

Di sisi lain kota, Fardan sedang terjebak kemacetan di dalam mobilnya. Ia terus mengoceh tak karuan karena merasa kesal istrinya tidak mau ditemani. Dewa yang menyetir hanya bisa diam, sudah terbiasa dengan sifat manja bosnya jika menyangkut Alisha.

"Kenapa dia harus keras kepala sekali? Harusnya aku memaksa ikut tadi!" gerutu Fardan.

Tiba-tiba, suara statis terdengar dari pengeras suara mobil, diikuti oleh suara dingin yang sangat akrab. "Ayah, berhentilah berkicau seperti burung beo yang sedang stres. Jika Ayah tidak segera memutar arah ke Hotel Grand Kencana dalam sepuluh menit, Ayah akan kehilangan Bunda selamanya."

Fardan tersentak. "Ghifari? Apa maksudmu? Bunda sedang meeting!"

"Bunda sedang dijebak, Ayah," sahut Ghifari dari seberang sistem. "Aku baru saja meretas cctv restoran hotel. Bunda dan asistennya diberi obat bius dalam minuman mereka. Saat ini, pria bernama Sebastian sedang membawa Bunda ke kamar 1201. Ayah, bergeraklah sekarang!"

Wajah Fardan seketika memucat, berganti dengan kemarahan yang meluap-luap. "Dewa! Putar balik! Tabrak pembatas jalan jika perlu! Kita ke Grand Kencana sekarang juga!"

"Baik, Bos!" Dewa segera membanting setir, memanfaatkan celah di pembatas jalan dan memacu mobil dengan kecepatan tinggi.

Fardan mengepalkan tangannya hingga bergetar. "Ghifari, tetap awasi posisi mereka melalui sistem hotel. Jangan biarkan pintu kamar itu terkunci secara permanen!"

"Aku sudah mengambil alih kendali sistem kunci elektronik seluruh lantai dua belas, Ayah. Aku akan menahan pintunya agar tidak terkunci secara otomatis sampai Ayah sampai di sana. Tapi Ayah harus cepat, sistem keamanan mereka mulai mendeteksi keberadaanku," lapor Ghifari dengan nada yang sangat tenang meski situasinya genting.

Fardan tidak peduli lagi dengan aturan lalu lintas. Di dalam benaknya, hanya ada satu hal: menyelamatkan Alisha dari tangan bajingan yang berani menyentuhnya. Ia bersumpah, siapapun yang berani merencanakan hal ini, mereka tidak akan pernah melihat matahari esok hari dengan mata yang utuh.

"Bertahanlah, Alisha. Aku datang," bisik Fardan dengan sorot mata yang mengerikan.

Ketegangan memuncak saat mobil Dewa mulai memasuki area lobi hotel. Fardan langsung melompat keluar bahkan sebelum mobil benar-benar berhenti sempurna. Ia berlari menuju lift, sementara di kamarnya, Sebastian mulai mendekati tubuh Alisha yang tak berdaya dengan senyum penuh nafsu. Ia tidak tahu bahwa maut sedang meluncur naik menuju lantai dua belas.

1
Eliermswati
lnjut lg y thor up nya😍😍😍smngt thor up nya
Aghitsna Agis
fajar peetanyaannya untuk gifari kurang tepat, kenapa pertanyaannya tudak dimulai dengan mengatakan apa menyayangi ayah dulu
Umi Maryam
thor gimana kabar kehamilan nya alisha udah berapa bulan ? sibuk ngurusin fahmi sampe lupa kalau alisha lagi uamil jadi ga hamil nya?? 🤣🤣🤣🤣
Umi Maryam
kalau bukan di novel nya ramanda mana ada anak kaya gifari ,apalagi di dunia nyata , kalau ada sih mau thor punya cucu kaya gifari 🤭🤭
Umi Maryam
Akhir nya bujang lapuk ketemu jodoh .
Umi Maryam
alhamdulillah tofcer kembar yah tar anak nya.
Umi Maryam
masya allah fardan dan alisha KK amu anak2 yg baik ,bagi fardan sejahat apapun ibu mu surgamu ada pada ibu mu ,semiga ibu ratna husnul khotimah ya thor .
Umi Maryam
selamat mendapat hukuman kaluan tidur di luar 😂😂😂😂
Umi Maryam
cihuy semoga kecebong nya tofcer langsung jadi dua 🤣🤣🤣💪
Umi Maryam
hih aku benci deh kalau udah ada jebakan laknat ,mampus luh bastian and guntur ,hajar tuh cowo cabul....
Umi Maryam
musuh konglomerat mah ga ada abiis nya yah , semoga alysa cepet hamil dan anak nya kembar ,sayang harta nya kalau punya anak satu aja....
Umi Maryam
Thor masa alysa manggil suami dan anak sama nama doang ,aturan panggilan nya beda dong ,baca nya ga enak ...
Umi Maryam
bagus ghifari emang harus di kasih pelajaran ayah mu yg sombong dan songong , sekalian tuh nene lampur si ratna biar mati berdiri jadi musik n.
Aghitsna Agis
aduh gifari kemana ya
Naufal hanifah
bagus ceritanya
yelmi
mampir di karya barumu tor... awal yg menarik
semangat nulis y tor👍🫰
Aghitsna Agis
lagi pula jackson nga ounya hak mau nguras harta henry kecuali kalau perusahaan itu lpunya margaretha baru ingin kuasai dan itu juga kalau yg dioegang perusahhanya punya keluarga besar baru nuntut hak kalau margretha mendirikanya uang sendiri jakcin nga punya hak juga
endang
makin seru ceritanya Thor
Julidarwati
kyknya mo end the ya Krn semua UD happy
Rita Susanti
apa sih thor anu anu😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!