NovelToon NovelToon
FAVORITE DISASTER

FAVORITE DISASTER

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:989
Nilai: 5
Nama Author: Clarice Diane

Serena Roe tahu satu hal tentang cinta:
semua orang yang mendekatinya selalu membawa kehancuran.

Julian datang menawarkan ketulusan.
Damien membuatnya kecanduan.
Dan Axel, perlahan menghancurkan hidupnya tanpa ia sadari.

Tapi di antara mereka, siapa yang benar-benar mencintainya dan siapa yang betulan ingin memilikinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarice Diane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hollywood's Ambivalence

Ruangan itu jatuh sunyi setelah pertanyaan Serena. Salju tidak lagi memenuhi jendela. Di luar mansion Los Angeles milik Damien, lampu kota berkilauan jauh di bawah perbukitan Hollywood. Cahaya emas memenuhi langit malam, samar samar terlihat dari balik kaca besar ruangan lukisan tersebut.

Namun Serena nyaris tidak melihat apa pun selain tatapan Damien.

“Kau terlihat sangat mencintaiku.” Suara Serena terdengar lebih pelan sekarang. Lebih rapuh.

“Lalu mengapa Claire?” lanjutnya lirih. “Kalau kau mencintaiku sebesar ini... mengapa kau tetap memilih perempuan lain?”

Damien tidak langsung menjawab. Pria itu berdiri diam di dekat pintu dengan kedua tangan di saku celana, sementara cahaya hangat ruangan jatuh samar di wajah tampannya. Tatapannya perlahan bergerak kembali ke salah satu lukisan Serena di dinding. Lukisan Serena yang sedang tertawa kecil sambil menoleh ke belakang. Dilukis dengan terlalu indah. Terlalu penuh rasa.

“Karena Claire adalah bagian dari diriku yang tidak pernah selesai,” jawab Damien akhirnya.

Napas Serena langsung tertahan kecil.

Damien berjalan perlahan memasuki ruangan sekarang. Langkahnya tenang di lantai kayu gelap, sampai akhirnya pria itu berdiri tepat di depan salah satu lukisan terbesar di tengah ruangan.

“Aku mengenalnya sejak kecil,” lanjut Damien rendah. “Claire tumbuh di hidupku seperti sesuatu yang selalu ada. Kami bermain, sekolah, bahkan berlatih musik dan seni lainnya.”

Tatapannya tidak lepas dari lukisan itu.

“Dan orang seperti aku,” Damien tersenyum kecil tanpa humor. “Tidak pernah ada dalam kamus hidup Claire. Dia hanya menganggapku sebagai anak tetangga yang dengan suka rela bersedia bersahabat dengannya.” Kalimat itu terasa sangat Damien Knox.

Dingin. Jujur. Dan menyedihkan.

“Lalu aku bagaimana?” tanya Serena lirih.

Kali ini Damien langsung menoleh. Tatapan pria itu jatuh lurus ke wajah Serena, membuat napas perempuan itu terasa sedikit goyah.

“Kau bukan obsesi.” Damien mendekat perlahan. “Kau rumahku.”

Jantung Serena langsung berdetak keras. Karena cara Damien mengatakannya terdengar terlalu tulus untuk dipalsukan.

Pria itu berhenti tepat di depan Serena sekarang. Jemarinya terangkat perlahan lalu menyentuh rahang perempuan tersebut dengan sangat lembut.

“Claire adalah luka lama yang tidak pernah benar benar hilang.” Tatapan Damien turun ke bibir Serena sesaat sebelum kembali ke matanya. “Namun kaulah satu-satunya orang yang pernah membuatku merasa tenang.”

Dan itu justru membuat Serena semakin bingung. Karena tidak ada satu pun dari semua ini yang masuk akal. Tidak masuk akal bagaimana seorang pria bisa melukis ratusan potret dirinya selama bertahun-tahun dengan tatapan seolah dunia dimulai dan berakhir di dirinya, tetapi tetap mencintai perempuan lain.

“Aku tidak mengerti dirimu,” bisik Serena pelan.

Damien tersenyum kecil. “Aku juga tidak.”

Keheningan jatuh beberapa detik di antara mereka. Lalu Damien membungkuk sedikit dan mengecup dahi Serena singkat. Lembut sekali.

“Aku harus memeriksa Julian,” gumamnya rendah. “Kau mandi dan istirahatlah.”

Serena hanya mengangguk pelan. Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, perempuan itu benar benar merasa lelah sampai ke tulang.

Kamar mandi utama mansion Damien jauh lebih besar dibanding mansion Serena. Marmer hitam mengilap memenuhi seluruh ruangan, sementara bathtub besar menghadap langsung ke jendela kaca tinggi yang memperlihatkan lampu lampu Los Angeles di kejauhan.

Serena berendam diam di dalam air hangat tanpa bergerak sejak beberapa menit lalu. Uap tipis memenuhi udara. Namun pikirannya tetap terasa dingin.

Julian. Claire. Damien. Semuanya terasa kacau di kepalanya sekarang. Ia bahkan masih tidak benar benar percaya sudah meninggalkan tanah kelahirannya begitu saja.

Dan bagian paling menakutkan dari semuanya adalah, sebagian dirinya masih merasa Damien benar. Julian memang tidak bahagia. Claire juga mungkin tidak. Bahkan dirinya sendiri sudah terlalu lama hidup seperti seseorang yang terus menunggu sesuatu hancur.

Serena memejamkan mata perlahan sambil menyandarkan kepala ke tepian bathtub. Ia seharusnya merasa takut. Namun yang lebih buruk adalah, ia tetap merasa aman bersama Damien. Padahal pria itu mungkin baru saja menghancurkan hidup banyak orang dalam satu malam.

Ponselnya tiba tiba bergetar pelan di atas meja marmer dekat bathtub. Serena membuka mata perlahan.

Nomor tidak dikenal.

Perempuan itu mengernyit kecil sebelum mengambil ponselnya dengan tangan basah. Dan begitu membaca isi pesannya, seluruh tubuh Serena langsung membeku.

Los Angeles terlihat cocok untuk orang yang suka melarikan diri. Aku penasaran, apa Damien juga melukismu saat kau sedang ketakutan?

— A

Darah Serena langsung terasa dingin. Napasnya tercekat pelan. Mustahil. Tidak mungkin. Tak ada seorang pun yang seharusnya tahu mereka berada di mansion ini.

Jantung Serena mulai berdetak lebih cepat sekarang. Namun beberapa detik kemudian, perempuan itu buru buru mematikan layar ponselnya.

Tidak. Pengirim buket bunga itu tidak mungkin ada di Los Angeles. Mungkin hanya pesan terjadwal. Atau bluff murahan untuk membuatnya takut.

Serena mengembuskan napas panjang sebelum meletakkan ponselnya kembali ke meja marmer. Ia tidak akan mengatakan apa pun pada Damien. Toh, mereka sudah berada ribuan kilometer jauhnya sekarang.

Dan untuk pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir, Serena ingin percaya bahwa dirinya akhirnya aman.

...----------------...

...To be continue...

1
Azizi zahra
semangat nulisnya author 💪
kentos46: lanjut thor💪👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!