Di tengah kemegahan Klan Naga Api, Ren hanyalah aib dan sampah masyarakat. Dilahirkan dengan meridian yang tertutup rapat, ia dianggap tidak memiliki bakat sama sekali. Hinaan, pukulan, dan pengkhianatan menjadi makanan sehari-harinya, hingga akhirnya ia diusir dengan kejam dari klannya sendiri, dibiarkan mati di alam liar.
Namun, takdir memiliki rencana lain. Di ambang kematian, darah nenek moyang yang terpendam di dalam tubuhnya akhirnya berdenyut. Meridian yang dianggap cacat itu ternyata adalah Ruang Suci Naga, tempat bersemayamnya kekuatan purba yang telah tertidur ribuan tahun!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16: Warisan Tersembunyi Batu Prasejarah di Dalam Tubuh
Malam telah turun menyelimuti Kota Azure. Di sebuah kamar penginapan sederhana namun nyaman yang mereka sewa dengan uang kemenangan dari arena tadi, suasana terasa tenang namun penuh misteri.
Ren duduk bersila di atas tempat tidur, matanya terpejam rapat. Meskipun baru saja memenangkan pertarungan besar, ia tidak beristirahat. Di dalam tubuhnya, ada sesuatu yang aneh sedang terjadi.
Sejak pukulan terakhirnya menghantam Long Ao, ia merasakan adanya getaran aneh yang berasal dari jauh di dalam tulang punggungnya. Bukan rasa sakit, tapi rasa panas yang menenangkan, seperti jantung kedua yang mulai berdetak.
Dug... Dug... Dug...
"Leluhur... apa yang terjadi?" tanya Ren dalam hati. "Aku merasa ada benda keras dan hangat yang bergerak di dalam dadaku."
Suara Naga Emas bergema, kali ini nadanya sangat serius dan penuh penghormatan, berbeda dari biasanya yang sering bercanda.
Akhirnya... akhirnya ia juga bangkit. Aku sudah menunggu momen ini sejak kau lahir, cucuku.
"Maksud Leluhur? Apa yang bangkit?"
Ingat kau pernah bertanya padaku? Kenapa meridianmu bisa berbeda? Kenapa energi orang lain tidak bisa tinggal di tubuhmu, tapi justru bocor keluar?
"Ingat! Kau bilang itu karena tubuhku adalah wadah raksasa!" jawab Ren cepat.
Itu benar, tapi bukan itu alasannya. Naga Emas berhenti sejenak, seolah sedang mengucapkan kata-kata suci. Alasan utamanya adalah karena di dalam dantianmu, tertanam sebuah benda yang paling misterius di seluruh alam semesta ini.
TRANG!
Pandangan batin Ren berubah lagi. Ia dibawa masuk semakin dalam, melewati otot, melewati tulang, melewati lautan energi merah keemasan.
Sampai akhirnya, di titik paling pusat dari keberadaannya, di mana seharusnya hanya ada ruang kosong...
Ren melihatnya.
Sebuah batu.
Batu itu tidak besar, seukuran kepalan tangan orang dewasa. Bentuknya tidak beraturan, warnanya hitam pekat namun memancarkan cahaya samar yang tak terdeskripsikan. Di permukaannya terdapat garis-garis kuno yang berputar-putar seperti diagram langit dan bumi.
Batu itu melayang diam di tengah kegelapan dantiannya, dan setiap kali ia berdenyut, seluruh energi di tubuh Ren ikut bergetar selaras.
"Ini... ini apa?" Ren terpana, napasnya tercekat. "Sebuah batu? Ada di dalam tubuhku?"
Ini adalah Batu Prasejarah Pencipta Alam. jawab Naga Emas dengan megah. Legenda mengatakan bahwa sebelum langit dan bumi terpisah, sebelum ada kehidupan, benda ini sudah ada. Ia adalah sumber dari segalanya. Ia bisa menampung segalanya, dan ia bisa melahirkan segalanya.
Dahulu kala, leluhur tertinggi klan kita mendapatkan benda ini saat menjelajah reruntuhan zaman kuno. Ia menanamkannya ke dalam tubuh calon penerus yang memiliki bakat terhebat, yaitu ayahmu, dan kemudian turun padamu.
Ren ternganga. "Jadi... selama ini aku berjalan-jalan membawa harta karun terbesar di dunia di dalam perutku?"
Hahaha! Bisa dibilang begitu!
Tapi ingat, benda ini bermata dua. Karena sifatnya yang "menelan segalanya", maka saat kau masih kecil dan lemah, energi yang kau serap akan langsung disedot habis oleh batu ini untuk membesarkan dirinya sendiri. Itulah sebabnya mengapa orang-orang menyangka meridianmu rusak! Karena energinya hilang tak berbekas!
Ren mengerti sekarang! Segala teka-teki terjawab sudah!
"Jadi... selama ini aku tidak cacat. Aku hanya sedang... 'mengisi bensin' ke dalam tangki raksasa ini?"
Tepat! Dan pertarungan tadi, kemenanganmu atas lawan yang kuat, dan emosi cintamu... itu semua adalah pemicu yang membuat Batu Prasejarah ini akhirnya sadar dan aktif sepenuhnya!
Tiba-tiba, batu itu bersinar terang!
BUUUUUMMMM!!!
Arus energi yang tak terhingga meledak keluar dari batu itu! Bukan energi dari luar, tapi energi yang sudah disimpan dan dimurnikan di dalam batu itu selama bertahun-tahun!
Energi itu mengalir deras memenuhi setiap sel tubuh Ren! Tulang-tulangnya bersinar putih keperakan, otot-ototnya menjadi lebih padat dan beralur, kulitnya bersinar halus.
Ren merasa seolah-olah ia baru saja minum air kehidupan! Rasa lelah akibat bertarung hilang dalam sekejap! Level kultivasinya yang tadinya di Puncak Perbaikan Qi... mulai berguncang hebat, siap untuk menerobos ke level berikutnya!
Level Penduduk Bumi!
"Wah... rasanya luar biasa! Aku merasa bisa mengangkat gunung!" Ren berteriak dalam hati kegirangan.
Hati-hati cucuku! Batu ini tidak hanya memberi kekuatan. Ia punya kemampuan lain.
"Apa itu?"
Ia bisa Menganalisis dan Meniru! Segala teknik, segala ilmu, segala jenis energi yang pernah kau lihat atau kena serangannya, batu ini akan merekamnya, memahami kelemahannya, dan membiarkanmu menggunakannya juga! Bahkan bisa ditingkatkan versinya!
Mata Ren terbelalak lebar. "Gila! Jadi kalau aku melihat orang menggunakan teknik pedang, aku bisa langsung menggunakannya juga?!"
Bahkan bisa jadi lebih hebat dari aslinya! Itulah kekuatan Batu Prasejarah! Ia adalah perpustakaan berjalan dan senjata pamungkas terhebat!
"Ren? Ren kau tidak apa-apa?!"
Suara cemas membuyarkan konsentrasi Ren.
Ia membuka mata. Dua sinar cahaya hitam melesat keluar dari pupilnya lalu menghilang. Ruangan kecil itu dipenuhi kabut energi yang padat dan wangi.
Di depannya, Xue Ying berdiri dengan wajah khawatir. Ia melihat tubuh Ren bersinar samar dan suhu ruangan menjadi sangat hangat.
"Xue Ying..." Ren berdiri. Gerakannya terasa jauh lebih ringan dan cepat.
Ia melangkah maju, lalu tanpa sengaja menyentuh tiang kayu penyangga atap di kamar itu.
KRAK! TRRRAAKK!!
Tiang kayu yang tebal itu langsung hancur berkeping-keping hanya karena sentuhan ringan jari telunjuknya!
"Eh?!" Ren kaget sendiri. "Maaf! Aku tidak sengaja!"
Xue Ying menutup mulutnya tak percaya. "Kau... kau apa-apaan sih tadi? Aura kau berubah total! Rasanya... jauh lebih berat dan agung dari tadi siang!"
Ren tersenyum lebar, penuh semangat. Ia menarik tangan Xue Ying, matanya berbinar-binar seperti anak kecil yang menunjukkan mainan baru.
"Xue Ying! Aku tahu rahasia terbesarku sekarang! Aku tahu kenapa aku begini!"
"Apa itu? Cepat ceritakan!"
"Dengar ya... di dalam tubuhku ini," Ren menepuk dadanya keras-keras. "...tidak hanya ada darah Naga. Tapi ada juga Batu Prasejarah Pencipta Alam! Bayangkan! Benda legendaris yang katanya sumber segalanya!"
Ren menceritakan semua yang dilihat dan didengarnya dengan antusias. Mulai dari bagaimana batu itu menyerap energinya dulu, hingga kemampuannya sekarang yang bisa menampung segalanya dan meniru teknik.
Xue Ying mendengarkan dengan mulut terbuka lebar. Semakin mendengar, semakin takjub ia.
"Jadi... kau bukan hanya jenius biasa. Kau adalah... wadah dari keajaiban zaman kuno?" bisik Xue Ying takjub.
"Ya! Dan sekarang batu itu sudah aktif! Lihat ini!"
Ren mengangkat tangannya. Ia berkonsentrasi mengingat teknik pedang milik Xue Ying yang sering ia lihat.
Di telapak tangan Ren, bukan muncul api, melainkan muncul cahaya pedang yang dingin dan tajam, persis seperti gaya Xue Ying, namun warnanya keemasan dan lebih mematikan!
"Wah! Bisa juga kau!" Xue Ying bertepuk tangan riang. "Ini benar-benar keahlian yang menakutkan! Kalau begitu, siapa pun yang melawanmu nanti, mereka sedang melawan seluruh dunia!"
Ren menurunkan tangannya, lalu menatap wajah kekasihnya dengan lembut.
"Semua kekuatan ini... aku tidak tahu untuk apa aku diberi segalanya. Aku tidak tahu apa tujuan besarnya. Tapi ada satu hal yang aku yakin."
Ren menggenggam tangan Xue Ying erat-erat, menatapnya dalam-dalam.
"Dengan Batu ini, dengan Darah ini, aku janji. Tidak ada satu pun orang di dunia ini yang berhak menyakitimu. Aku akan menjadi tembok terkuat, dan aku akan menjadi pedang tajammu. Kita akan menaklukkan dunia ini bersama-sama."
Xue Ying merasa dadanya meledak bahagia. Ia memeluk erat tubuh Ren, merasakan denyutan aneh dan hangat yang berasal dari dalam dada kekasihnya.
"Aku percaya padamu, Ren. Dunia ini memang luas dan berbahaya, tapi selama kau ada di sisiku... aku tidak takut pada apa pun."
Di dalam kegelapan kamar, Batu Prasejarah di dalam tubuh Ren berdenyut pelan, seolah ikut menyetujui sumpah setia itu, bersiap untuk menciptakan legenda terhebat yang pernah ada di dunia.
.🙏🏾🙏🏾🙏🏾 maafkan saya sedikit sok tau🤭