NovelToon NovelToon
Samsara Sembilan Naga

Samsara Sembilan Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen dulunya adalah jenius nomor satu di Kota Awan Merah. Namun, pada usia 12 tahun, Meridiannya dihancurkan oleh musuh misterius, membuatnya menjadi "Sampah" yang tidak bisa mengumpulkan Qi. Dihina oleh klannya dan tunangannya dibatalkan, Lin Chen jatuh ke titik terendah. Suatu malam, darahnya secara tidak sengaja membangunkan sebuah relik kuno peninggalan ibunya: Sisik Naga Primordial. Relik ini tidak hanya memulihkan meridiannya, tetapi juga memberinya Teknik Kultivasi terlarang: Seni Pemakan Surga Sembilan Naga. Dimulailah perjalanan Lin Chen dari kota kecil yang terpencil menuju puncak semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Menghancurkan Kesombongan dalam Satu Serangan

​Tantangan Lin Chen menggantung di udara bagaikan pedang algojo. Ribuan mata di alun-alun terbelalak, menahan napas dalam ketegangan yang menyesakkan.

​Di atas panggung, wajah Lin Lang berubah dari pucat menjadi merah padam. Rasa terkejutnya dengan cepat digantikan oleh rasa malu dan amarah yang meledak-ledak. Sebagai jenius yang dipuja selama tiga tahun terakhir, ditantang oleh "mantan sampah" di depan seluruh klan adalah penghinaan terbesar baginya.

​"Kau menantangku? Kau pikir hanya karena entah bagaimana kau memulihkan meridianmu dan mencapai Bintang 8, kau bisa menatapku sejajar?!" Lin Lang meraung, melompat ke atas arena pertarungan yang terbuat dari batu granit kokoh.

​Ia memancarkan Qi Bintang 8-nya secara maksimal, menciptakan pusaran debu di sekelilingnya. "Aku dikelilingi sumber daya terbaik, berlatih teknik bela diri tingkat tinggi, dan diajari langsung oleh Tetua Pertama! Kau hanyalah tikus got yang baru merangkak keluar dari lubang! Hari ini, aku akan menghancurkan meridianmu untuk kedua kalinya!"

​Di kursi kehormatan, Tetua Pertama Lin Ye menyipitkan matanya. Meski terkejut dengan pemulihan Lin Chen, ia segera menenangkan diri. "Hmph, anak itu pasti menggunakan ramuan terlarang yang membakar potensi hidupnya untuk menembus Bintang 8 secara paksa. Pondasinya pasti rapuh. Lin Lang akan menghabisinya dalam tiga jurus."

​Kepala Klan Lin Tian duduk tegak, matanya tak berkedip menatap putranya. Ada kekhawatiran di wajahnya, namun saat ia melihat ketenangan di mata Lin Chen, secercah harapan mekar di hatinya.

​Di atas arena, Lin Chen memandang Lin Lang dengan tatapan datar, seolah melihat rumput liar di pinggir jalan.

​"Banyak bicara. Seranglah," ucap Lin Chen singkat.

​Sikap dingin itu membuat urat nadi di dahi Lin Lang menonjol. "Mati kau! Tinju Harimau Putih!"

​Lin Lang melesat maju bak panah yang terlepas dari busurnya. Qi berwarna putih membungkus kepalan tangannya, membentuk siluet kepala harimau yang mengaum ganas. Ini adalah Teknik Bela Diri Tingkat Fana Menengah, salah satu teknik kebanggaan Klan Lin. Angin dari pukulannya cukup tajam untuk mengiris kulit orang biasa dari jarak beberapa meter.

​Murid-murid klan berseru ngeri melihat kekuatan pukulan itu.

​Namun, di mata Lin Chen, gerakan Lin Lang terasa sangat... lambat. Dibandingkan dengan serangan liar dan insting mematikan dari monster-monster di Pegunungan Kabut Darah, teknik Lin Lang hanyalah tarian indah yang penuh celah.

​"Bocah manja yang tidak pernah melihat darah," kekeh Mo Xuan di dalam kepala Lin Chen. "Hancurkan dia, tapi tahan kekuatanmu agar dia tidak langsung mati. Kita tidak ingin berurusan dengan seluruh faksi tetua sekaligus hari ini."

​Saat pukulan raksasa berwujud harimau putih itu berjarak kurang dari satu jengkal dari wajahnya, Lin Chen baru bergerak.

​Ia tidak menghindar, tidak pula menangkis. Ia hanya melangkah satu tindak ke depan dan mendorong telapak tangannya lurus ke arah tinju Lin Lang. Kilatan cahaya biru redup menyambar di telapak tangan Lin Chen, diikuti suara guntur tumpul yang menggetarkan udara.

​Tapak Guntur Pecah!

​BOOOM!

​Dua kekuatan berbenturan di tengah arena. Gelombang kejut menyapu ke segala arah, meretakkan lantai granit arena menjadi jaring laba-laba.

​Siluet harimau putih kebanggaan Lin Lang hancur berkeping-keping dalam sekejap mata saat bersentuhan dengan telapak tangan Lin Chen. Rasa percaya diri di wajah Lin Lang runtuh, digantikan oleh teror murni saat ia merasakan kekuatan brutal yang tak terbendung mengalir dari telapak tangan Lin Chen, menghancurkan pertahanan Qi-nya seperti kertas basah.

​KRAK!

​"AAARGHHH!"

​Suara patah tulang yang mengerikan bergema bersamaan dengan jeritan histeris Lin Lang. Lengan kanannya membengkok ke arah yang tidak wajar. Tulang-tulangnya remuk dari pergelangan hingga bahu.

​Kekuatan sisa dari Tapak Guntur Pecah tidak berhenti di sana. Tubuh Lin Lang terangkat dari tanah dan terlempar ke udara sejauh belasan meter, melewati batas arena, sebelum akhirnya menghantam keras pilar batu di pinggir alun-alun.

​Bruk!

​Lin Lang memuntahkan darah segar beserta serpihan organ dalamnya, lalu merosot ke tanah. Matanya mendelik ke atas, tubuhnya kejang-kejang sebelum akhirnya jatuh pingsan dalam genangan darahnya sendiri.

​Satu jurus.

Sang jenius terhebat generasi muda Klan Lin hancur tak bersisa hanya dengan satu tamparan kasual.

​Kesunyian di alun-alun kali ini jauh lebih mencekam daripada sebelumnya. Tidak ada yang berani mengambil napas tajam. Wajah para murid, pelayan, dan tetua membeku dalam ekspresi horor absolut.

​Angin berhembus pelan, meniup ujung pakaian Lin Chen yang compang-camping. Remaja itu perlahan menarik tangannya kembali ke balik punggung, menatap dingin tubuh Lin Lang yang tak berdaya.

​"Dikelilingi sumber daya terbaik, namun tulangmu serapuh tahu," suara Lin Chen memecah keheningan, tenang dan tanpa emosi. "Jenius? Kau hanyalah katak di dalam sumur."

​"LANG-ER!!!"

​Sebuah auman penuh penderitaan dan amarah meledak dari panggung kehormatan. Tetua Pertama Lin Ye melesat turun dengan kecepatan kilat, matanya merah menyala menatap putranya yang kini telah menjadi cacat. Ia merasakan meridian lengan Lin Lang hancur total, masa depannya di jalan kultivasi telah musnah sepenuhnya.

​"Binatang kecil! Beraninya kau bertindak begitu kejam pada saudara sepupumu sendiri?! Hari ini, aku akan menggantikan ayahmu untuk membersihkan pintu klan dari iblis sepertimu!"

​Aura Ranah Pengumpulan Qi Bintang 3 meledak dari tubuh Lin Ye. Tekanan kuat seketika mencekik seluruh alun-alun, membuat murid-murid berlutut gemetar. Tangannya membentuk cakar, diwarnai aura merah membara, dan ia menerjang langsung ke arah punggung Lin Chen dengan niat membunuh yang nyata.

​Lin Chen merasakan ancaman fatal itu, namun ia tidak gentar. Meridian Naganya bergemuruh, bersiap untuk mengaktifkan seluruh Seni Pemakan Surga Sembilan Naga jika terpaksa.

​Namun, sebelum serangan itu mencapai Lin Chen, sesosok bayangan lain muncul di antara mereka, menghalau cakar berapi Lin Ye dengan sebuah sapuan lengan bajunya yang menghempaskan udara.

​BAM!

​Lin Ye terpaksa mundur tiga langkah, sementara sosok pelindung itu berdiri tak tergoyahkan seperti gunung.

​"Cukup, Lin Ye!" tegur suara yang berat dan penuh wibawa.

​Itu adalah Kepala Klan, Lin Tian. Matanya memancarkan ketegasan yang sudah lama tidak terlihat selama tiga tahun terakhir. Aura Ranah Pengumpulan Qi Bintang 5 miliknya menyapu bersih tekanan milik Lin Ye.

​"Lin Tian! Menyingkir! Anak harammu ini baru saja menghancurkan lengan dan masa depan pewaris terbaik klan! Dia harus membayar nyawa dengan nyawa!" raung Lin Ye, urat-urat menonjol di lehernya.

​"Pewaris terbaik? Di arena Ujian Klan, pedang dan tinju tidak memiliki mata. Lin Lang tidak mengakui kekalahan dan menyerang dengan niat membunuh, wajar jika Chen-er membalas untuk membela diri!" suara Lin Tian bergema nyaring, memastikan setiap orang mendengarnya. "Terlebih lagi, sejak kapan ujian klan mengizinkan campur tangan generasi tua?! Apakah kau ingin menginjak-injak aturan leluhur, Lin Ye?!"

​Lin Ye menggertakkan giginya hingga hampir retak. Ia tahu secara kekuatan ia tidak bisa menang melawan Lin Tian dalam pertarungan langsung. Ditambah lagi, argumen Lin Tian sepenuhnya didukung oleh aturan klan. Pertarungan di arena adalah tanggung jawab masing-masing.

​"Baik... Baik!" Lin Ye menunjuk Lin Chen dengan jari gemetar, matanya dipenuhi racun kebencian. "Kau pikir kau bisa melindunginya selamanya, Lin Tian? Kau pikir bocah liar ini bisa mewakili Klan Lin di Turnamen Kota bulan depan? Tunggu dan lihat saja. Kalian berdua ayah dan anak akan menyesali hari ini!"

​Lin Ye segera mengangkat tubuh Lin Lang yang pingsan, menatap tajam ke sekeliling sebelum melesat pergi meninggalkan alun-alun menuju kediamannya untuk mencoba menyelamatkan nyawa putranya.

​Dengan kepergian Tetua Pertama, alun-alun kembali hening. Kini, semua tatapan yang tertuju pada Lin Chen telah berubah total. Tidak ada lagi ejekan, tidak ada lagi rasa iba. Yang ada hanyalah rasa segan, hormat, dan ketakutan yang mendalam.

​Raja dari generasi muda Klan Lin... telah kembali ke takhtanya.

​Lin Tian berbalik menatap putranya. Ada ribuan pertanyaan di matanya, tentang dari mana kekuatan itu berasal, tentang ke mana Lin Chen pergi selama dua puluh hari. Namun pada akhirnya, ia hanya tersenyum hangat dan menepuk bahu tegap Lin Chen.

​"Kau kembali."

​Lin Chen mengangguk, sorot matanya melembut. "Aku kembali, Ayah. Dan mulai sekarang, tidak ada lagi yang boleh menghina kita."

​Tepat saat ketegangan mereda, seorang penjaga gerbang klan berlari tergopoh-gopoh memasuki alun-alun, napasnya terengah-engah dan wajahnya pucat pasi. Ia langsung berlutut di hadapan Lin Tian.

​"Lapor... Lapor Kepala Klan! Gawat!" teriak penjaga itu dengan suara bergetar. "Utusan dari Sekte Pedang Awan Surgawi... mereka telah tiba di gerbang utama! Mereka datang bersama Tuan Kota!"

1
yos helmi
biasanya cerita ng pernah selesai.. putus di tengah jln.. 🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣👍
yos helmi
🤣🤣👍🤣🤣🤣👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🙏🤣👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄👍👍👍👍😄👍😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍l👍l👍l👍l👍l👍l💪💪💪ĺ
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪1
yos helmi
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏💪💪💪💪
Fiktor
mantap alur cerita nya ngak bertele2👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😄😄😄😄🙏🙏🙏👍👍👍👍💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!