NovelToon NovelToon
Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Pelakor jahat
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Jihan Fahira memergoki suaminya selingkuh dengan sahabatnya. saat dia kembali dari rumah sakit. Saat itu suami dan sahabatnya sedang melakukan hubungan yang tidak pantas di dalam sebuah villa.

Saat itu Jihan tewas di tangan suami dan sahabatnya sendiri. Namun keajaiban muncul dalam hidupnya. Dia di beri kesempatan kedua. Jihan kembali hidup ke enam tahun yang lalu.

Kesempatan kedua untuk membalas dendam dan mengubah kembali takdir tragis yang akan terjadi di masa depan.

Mampukah Jihan membalas dendam dan mengubah takdir tragis yang akan menimpanya ?

Follow Ig: Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Saat itu Hendrick mengantar Regina pulang ke kontrakannya. Akhirnya mereka sampai di depan pintu kontrakan.

"Makasih ya kak, sudah mengantar aku pulang..." ujar Regina sambil melepas sabuk pengaman, wajahnya terlihat manis dan tersenyum menggoda.

"Iya Regina, maaf ya atas sikap Jihan tadi sama kamu... Kamu jangan masukkan ke dalam hati..." ujar Hendrick meminta maaf, suaranya terdengar lembut. Meminta maaf mewakili Jihan.

"Iya kak! Oh iya kak... Kak Hendrick nggak mau mampir sebentar...? Nanti aku buatin kopi hangat untuk kakak..." ujar Regina, menatap wajah Hendrick, berharap agar Hendrick mau menerima ajakan dirinya.

Hendrick terdiam sejenak, merasa ada sesuatu yang berbeda dari tatapan Regina.

"Kenapa dengannya...? Apa mungkin dia tertarik dengan ku... Tidak, mungkin ini hanya perasaanku saja..." gumamnya dalam hati, jantungnya tiba-tiba berdebar sedikit lebih kencang.

"Kak...! Kak Hendrick....!" panggil Regina sedikit membentak, menyadarkan Hendrick yang sedang melamun saat itu di dalam mobilnya.

"I-iya..." jawab Hendrick terkejut, wajahnya sedikit memerah karena ketahuan melamun.

"Kak Hendrick mau masuk ke dalam nggak...?" tanya Regina lagi, dia sangat berharap Hendrick mau menerima ajakannya masuk.

Hendrick yang melihat wajah cantik Regina yang saat itu terlihat sangat menggoda, Hendrick akhirnya luluh dan memutuskan untuk mampir sebentar di kontrakan Regina.

"Baiklah Regina... Kalau kamu memaksa, aku akan mampir sebentar..." ujar Hendrick menerima ajakan itu.

"Sudah kuduga, kak Hendrick tidak mungkin menolak ajakan ku..." ujar Regina dalam hati, tersenyum puas seakan sudah menebak bahwa Hendrick saat itu tidak akan bisa menolaknya.

"Ayo kak... Masuk dulu...!"

Hendrick kemudian turun dari mobil dan menyusul Regina masuk ke dalam kontrakannya.

Mereka masuk ke dalam, saat itu Regina menyuruh Hendrick duduk di sofa sambil menunggu dia membuatkan kopi.

"Duduk dulu kak... Aku mau membuatkan kopi dulu... Kakak tunggu sebentar ya...!" ujar Regina dengan ceria.

Regina kemudian berjalan menuju dapur dan membuat secangkir kopi panas untuk Hendrick.

Sementara itu Hendrick duduk menunggu sambil melihat sekeliling ruangan. Tak lama kemudian Regina kembali membawa secangkir kopi yang mengepulkan asap.

"Ini kak, kopinya... Silahkan diminum dulu..." ujar Regina sambil meletakkan cangkir di atas meja dengan lembut.

Hendrick mengambil kopi itu lalu meminumnya.

"Terima kasih Regina...!" ujarnya setelah itu meletakkan kembali cangkir tersebut di atas meja.

Regina duduk di sofa tepat di hadapan Hendrick. Kemudian ia menguraikan rambutnya ke belakang telinga, seakan sengaja memperlihatkan leher dan wajah cantiknya agar Hendrick semakin tertarik.

Hendrick kembali meminum kopinya. Saat itu Regina bertanya sesuatu yang membuatnya langsung tersedak.

"Kak... Aku mau tanya sesuatu sama kakak...!" ujar Regina dengan nada yang manis.

"Mau tanya apa...?" jawab Hendrick santai, tangannya kembali mengambil cangkir kopi.

"Menurut kakak, aku cantik nggak...?" tanya Regina dengan suara yang lembut dan wajah yang memerah menahan malu.

"Kamu cantik kok... Kenapa...?" jawab Hendrick sambil bertanya balik.

"Kalau aku cantik... Emmm... Apa kakak suka sama aku...!" ujar Regina terus terang, matanya menatap tajam ke arah Hendrick.

Ehekkk!

Hendrick tersedak kopi mendengar pertanyaan itu. Hidung dan tenggorokannya terasa perih dan panas, ia terbatuk-batuk hebat.

"Kak Hendrick...! Kakak nggak apa-apa...?!" tanya Regina panik.

Dia segera mengambil tisu di dalam tasnya lalu memberikannya kepada Hendrick. Wajahnya terlihat sangat khawatir dan cemas melihat keadaan Hendrick.

Hendrick langsung mengambil tisu itu lalu mengelap mulut dan hidungnya yang basah.

"Nggak apa-apa...!" jawabnya dengan suara serak.

Pertanyaan Regina yang sangat tiba-tiba dan tidak terduga itulah yang membuatnya syok dan tersedak.

"Regina... Kenapa kamu bertanya seperti itu...?" tanya Hendrick, matanya menatap tajam ingin tahu maksud sebenarnya.

"Nggak apa-apa kak! Aku cuma bersyukur Jihan bisa mendapatkan kakak..." ujar Regina mengalihkan pembicaraan dengan senyum tipis.

"Regina, kamu sangat cantik, pasti kamu akan bertemu dengan laki-laki yang sangat mencintaimu" jawab Hendrick mencoba bersikap wajar.

"Iya kak... Semoga saja, aku bertemu dengan laki-laki seperti kakak..." ucap Regina, suaranya terdengar penuh harapan dan makna tersembunyi yang tersirat.

⛈️ Jedar...! ⛈️

Malam itu tiba-tiba turun hujan deras disertai petir yang sangat menyambar, membuat mereka berdua terkejut.

"HAAA...!" teriak Regina kaget saat mendengar suara petir yang menggelegar.

Regina yang terkejut dan tampak ketakutan langsung memeluk tubuh Hendrick saat itu juga. Wajahnya terlihat pucat dan penuh ketakutan yang luar biasa.

Hendrick yang tiba-tiba dipeluk oleh Regina, wajahnya langsung memerah padam dan jantungnya berdetak sangat kencang.

"Regina... K-kamu kenapa...?" tanya Hendrick dengan suara yang terbata-bata, tubuhnya menjadi kaku saat Regina memeluk dirinya.

"Kak Hendrick... Aku sangat takut dengan petir...!" ujar Regina, memeluk Hendrick semakin erat. Tubuhnya menggigil ketakutan, membuatnya terlihat seperti benar-benar ketakutan.

Hendrick yang melihat Regina yang saat itu ketakutan akhirnya membalas pelukan Regina sambil mencoba menenangkannya.

"Sudah... Nggak apa-apa...! Ada aku di sini..." ujar Hendrick lembut sambil mengelus-elus rambut panjang Regina yang terurai indah.

"Kak! Aku sangat takut... Tolong temani aku ya malam ini... Aku nggak berani sendirian....!" ujar Regina memohon dengan suara yang gemetar.

"A-apa... Kamu -" ujar Hendrick terkejut.

"Kak! Aku takut banget..." potong Regina cepat, semakin mengeratkan pelukannya.

"Baiklah... Kamu tenang dulu, aku akan menemanimu malam ini..." ujar Hendrick akhirnya luluh dan setuju.

Saat itu Regina tersenyum tipis dengan penuh kemenangan, senyum yang tidak dilihat oleh Hendrick.

"Kak Hendrick... Aku jamin kamu akan segera menjadi milikku sepenuhnya...!" ucap Regina dalam hati dengan penuh percaya diri.

Malam itu Hendrick tidur di sofa, sedang Regina berada di dalam kamarnya. Wajahnya tampak kesal ternyata Hendrick malah tidur di sofa.

"kak Hendrick... Kenapa dia tidur di sofa sih... Aku kira dia bakalan kesini..." ucap Regina, merasa kecewa saat itu.

Wajahnya yang tadi penuh dengan harapan, akhirnya kecewa di saat yang bersamaan. Namun Regina, tidak berhenti sampai di situ.

Regina beranjak dari tempat tidur nya, lalu membawa selimut, kemudian keluar dari kamarnya.

Saat Regina keluar dari kamarnya, dan berjalan menghampiri Hendrick. Saat itu dia melihat Hendrick yang sudah tertidur pulas di atas sofa.

"kak Hendrick... Kamu sangat tampan..." ucap Regina pelan, melihat Hendrick yang sedang tertidur pulas.

Regina kemudian berjalan dan dia tidur di samping Hendrick. Di atas sofa yang sempit Regina memeluk Hendrick. Dia menyelimuti badan mereka berdua dengan selimut yang dia bawa lalu tertidur di samping Hendrick.

𝐵ℯ𝓇𝓈𝒶𝓂𝒷𝓊𝓃ℊ...ღ

1
Sandrina
cocok, emang munafik banget, sahabat macam apa itu 🤬🤬🤬
Sandrina
greget banget sama sahabat nya ini, playing fictim
Sandrina
astaghfirullah, baru baca udah di suguhin yg kayak gini 😭
Nana✨
Tabiat sahabatmu yang sangat kau percaya, Jihan🥺
Rahma
ini lagi
Rahma
astaga 😭 baru baru baca, udah di kasih yg becekbecek😭
Tina
Kopi untukmu Thor 🤗
Tina
Bisa²nya pembukaan aku langsung reflek istighfar 😭
Sishrye
ohhhhh......
Nana✨
Belahan jiwa maksudnya belahan suami apa gimana, jir!
한스Hans: , emm, makasih udah mampir kak🙏, pantai terus ya ceritanya, nanti ada
total 1 replies
Nana✨
Astaghfirullah😭😭
pojok_kulon
Jangan sampai Regina yang menjadi madunya 🤭🤭
한스Hans: 🤣 Kaka bisa aja🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!