Abram adalah pemuda yang baik hati dan suka membantu, tapi sejak ia mengalami penyakit kulit, semua masyarakat menjauh. Hingga akhirnya ia di usir dari tempat tersebut dan pingsan di pinggir jalan setelah kesandung sebuah batu krikil aneh.
Tapi hari itu, ada seseorang menemukannya dan ia di bawa ke rumah sakit, sayangnya nyawanya tak tergolong lagi.
Tapi batu kerikil itu terkena darah Abram dan menjadikan Abra sehat kembali dan menjadi dia tabib dewa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
Abram terdiam sejenak, matanya melirik lantai. Bagaimana mungkin ia menjelaskan bahwa kemampuan untuk melihat kondisi organ dalam tubuh manusia yang ia tunjukkan tadi dari batu ajaib.
"Saya... tadi itu hanya insting, Dokter," jawabnya dengan nada yang mencoba tampak yakin.
Dokter Rahmat mengangkat alisnya, matanya penuh dengan rasa penasaran.
"Insting? Apa kamu pernah menempuh pendidikan kedokteran, atau mungkin pernah bekerja sebagai tenaga medis di suatu tempat?" tanya Dokter Rahmat sambil menyilangkan tangan di dadanya.
Abram menggeleng perlahan. "Belum sama sekali, Dokter. Saya hanya seorang pekerja harian."
Dokter Rahmat terdiam lagi, matanya menatap Abram seolah-olah mencoba membaca isi pikiran yang ada di dalam kepalanya.
"Ini sungguh sulit untuk dijelaskan. Tanpa latar belakang apapun, kamu bisa mengetahui kondisi pasien dengan tepatnya apakah ini hanya kebetulan?" tanya Dokter Rahmat tak percaya begitu saja.
"Mungkin saja, Dokter. Atau mungkin Tuhan mengirim saya di sini pada saat yang tepat untuk menyelamatkan nyawa Bapak tadi," kata Abram berusaha menyakinkan dokter Rahmat.
Dokter Rahmat mengangguk perlahan. "Ya, bisa jadi begitu. Kami dokter memang bukan makhluk sempurna, terkadang kita pun bisa melakukan kesalahan atau terjebak dalam situasi yang sulit."
Abram mengangguk mengerti. Tapi ia juga tak bisa berlama-lama di rumah sakit ini.
"Kalau tidak ada hal lain, Saya mau pamit dulu, Dokter," kata Abram dengan tergesa-gesa.
Ia merasa tidak nyaman berada di rumah sakit ini terlalu lama, khawatir kemampuannya akan di ketahui lebih banyak lagi. Tanpa menunggu tanggapan lebih lanjut, ia berbalik dan berjalan menuju pintu keluar.
"Baiklah. Terima kasih banyak atas bantuanmu hari ini, Anak muda," ujar Dokter Rahmat dengan senyum.
Meskipun matanya masih menunjukkan rasa penasaran yang mendalam. Tapi mengurus pasien paling penting.
Namun, sebelum Abram benar-benar keluar dari area rawat inap, ia tiba-tiba berpapasan dengan seorang pria berkostum biru muda yang mengenakan sabuk pengaman di pinggangnya.
Saat mereka bertemu, kedua orang itu sama-sama terkejut. Wajah petugas langsung memerah karena kemarahan, sedangkan Abram mengangat alisnya tidak menduga akan bertemu secepat ini.
"Hai! Kamu lagi apa di sini? Mau melukai orang lain ya, seperti yang kamu lakukan padaku?!" teriak petugas keamanan itu dengan suara yang cukup keras, menarik perhatian beberapa orang di sekitarnya.
"Ada apa denganmu?! Jangan sembarangan menuduh orang, Pak! Saya datang ke sini untuk membantu, bukan untuk menyakiti siapa pun!" jawab Abram dengan nada yang menegaskan.
"Bohong! Kamu pasti punya niat jahat! Bukankah kamu juga menyakiti ku beberapa jam yang lalu?!" kata petugas keamanan itu sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah Abram. Tangan kirinya yang diperban dengan kain kasa putih.
Suara keributan mereka akhirnya menarik perhatian Dokter Rahmat, yang segera keluar dari ruangan dan mendekati keduanya.
"Ada apa ini? Kenapa kalian berebut di sini?" tanyanya dengan nada yang tegas namun tetap sopan.
Petugas keamanan itu langsung melangkah maju dan memperlihatkan tangannya yang terluka kepada Dokter Rahmat.
"Ini nih, Dokter. Orang ini yang membuat tangan saya terbakar saat saya memegang tangannya. Lihat saja buktinya!" katanya sambil menunjukkan tangannya.
Dokter Rahmat mengerutkan keningnya. "Maksudmu, saat kamu menyentuh tangannya, tanganmu justru terbakar?" tanyanya bingung.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
di tunggu kelanjutannya