NovelToon NovelToon
Bukan Wanita Lemah

Bukan Wanita Lemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: na4vR

Maura, seorang gadis yang terpaksa harus menikah dengan seorang pengusaha muda yang ternyata adalah bos tempat dimana dia mencari nafkah.
semua berawal dari minuman, Maura yang saat itu sedang memergoki ke kasihnya sedang berselingkuh dan bercinta dengan sahabatnya sendiri sungguh sangat frustasi dan memutuskan untuk pergi ke club dan meminum alkohol di sana.
tetapi sayangnya itu justru membawa pengaruh buruk untuknya, akibat mabuk dia salah masuk apartemen.
Bukannya melakukan hubungan terlarang, Maura justru menghajar pria tersebut hingga dia berakhir di penjara.
untuk bisa keluar dari sel tahanan tersebut, Jo memberikan syarat, yaitu harus menjadi kekasih sekaligus calon istri penggantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon na4vR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part. 20

Maura hanya mengangguk mengiyakan, "kayaknya sih iya!! Dimana-mana orang mintanya dua sendok atau less sugar kek!! Lah ini apaan 150 butir, kek ada kerjaan ngitung gula!"

"Ngga usah menggerutu kamu!! Saya mau sesuatu yang beda dari yang lain!! Cepat buatkan saya kopi!! Kamu kan yang tadi menawarkan untuk membuatkan kopi!! Awas saja kalau ngga enak dan ngga sesuai dengan yang saya minta." ancam Joe.

Dalam hati Maura mengumpat kesal pada bos nya, berbagai jenis nama binatang sudah ia sebutkan.

Dengan terpaksa Maura berjalan menuju pantry perusahaan sambil menghentakkan kakinya ke lantai, niat hati ingin mengambil hati bosnya malah ia mendapatkan masalah.

"Dia minta tadi berapa ya? 250 butir apa 150 butir? Hmm berarti dua setengah sendok kali ya?"

Mau tidak mau ia pun memasukkan gula tersebut kedalam cangkir, sesuai permintaan bosnya. Tapi ia enggan mengikuti apa yang di minta Joe, untuk menghitung perbutirnya.

Setelah dua cangkir jadi, Maura segera membawanya. Ia sengaja membuat dua cangkir, satu untuk Joe dan satu lagi untuk Frans walau pria tersebut tidak memintanya tapi Maura hanya berinisiatif saja.

"Silahkan di minum kopi nya, Pak."ucap Maura sambil meletakkan dua cangkir kopi, satu di atas meja kerja Joe dan satunya lagi ia berikan pada Frans.

Joe yang sedang menatap fokus pada layar laptopnya, seketika mengadahkan kepala nya sebentar untuk menatap Muara.

"Ini gula nya sesuai yang saya minta kan?"tanya Joe hanya sekedar untuk memastikan saja.

"Iya tadi sudah saya hitung, kok."sahut Maura.

Joe pun gegas mengambil cangkir kopi tersebut, kemudian menyesapnya. Dan baru saja satu kali tegukan, pria itu meletakan nya kembali. Lalu ia menatap orang yang barusan membuatkan ia kopi.

"Ckk.. Kamu bisa kan membuat kopi? Saya tadi minta 100 butir bukan 250 butir gula nya."

Dahi Maura mengkerut dan sangat jelas terlihat.

"Ini terlalu manis dan kamu benar-benar ngga becus membuatkan saya kopi!! Sana pergi.." usir Joe.

Bukannya pergi, Maura justru mengangkat tangannya lalu mencakar-cakar ke udara membuat Joe menaikkan satu alisnya.

"Why? Mau marah?"

"Engga kok Bos!! Selama saya bernapas baru kali ini ketemu Bos yang paling the best.. Saya gak bisa membayangkan kalau Bos jadi suami saya!! Beuh.. Tiap hari saya minum almodipin, obat darah tinggi."

Joe menatap tajam mendengar ucapan Maura.

"Cih!! jangan harap!! Saya juga ngga akan mungkin menikahi wanita gak waras kayak kamu!!" sindir Joe, yang membuat Maura mengumpat habis-habisan bosnya.

Sebenarnya pria di hadapannya ini tahu definisi ngga waras sih? Masa orang ngga waras teriak ngga waras juga.

"Baiklah, aku pamit Bos."

Sebelum Maura benar-benar pergi, Joe sudah menginterupsi lagi. Pria itu berjalan menuju sofa lalu mengambil setumpuk kertas yang ada di atas meja, segera kertas-kertas tersebut diberikan kepada sekretarisnya. Dan Maura di buat melotot melihat di tangannya tumpukkan kertas.

"Kerjakan!! Segera.."perintah Joe tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Sekali lagi Maura dibuat melongo mendengar ucapan bosnya. Ia tidak masalah dengan perintah bosnya tapi yang jadi masalah iya lah tumpukan kertas tersebut, yang di berikan bos nya ngga tanggung-tanggung.

"Ini yakin, semuanya? Pak!! Apa ngga bisa setengah dulu?"

Mendengar protes dari sekretarisnya, Joe malah berjalan santai dan sengaja menyandarkan badannya di meja kerja nya sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saki celana. Lalu ia menelisik penampilan Maura dari ujung rambut sampai ujung heels.

"Kenapa? Kamu ngga mau kerjakan berkas itu? kalau keberatan silahkan buat surat pengunduran diri untuk resign dari perusahaan saya."

Maura yang awalnya berniat protes sontak menelan kembali kata-kata yang sudah ia siapkan sejak tadi. Mau tidak mau ia hanya bisa pasrah dan menerima perintah bosnya.

"Baik , Bos!! Kalau gitu saya permisi.."

Tanpa basa basi lagi Maura memilih segera pergi dari ruangan Joe, ia bersumpah mulai detik ini tidak akan bersikap sok manis di depan bosnya itu.

Sampai di meja kerjanya, Maura meletakkan kertas-kertas tersebut dengan cukup kasar. Ia langsung mengerjakan semua laporan tersebut, karena biar bagaimana pun ia tetap harus profesional.

"Emang benaran kurang 1/4 tuh otaknya si Bos!! Yang benar aja, ngasih kerjaan sampe numpuk gini!! Benaran gak waras dia.."

Dengan cepat Maura mengerjakan tugas nya agar segera selesai.

Melihat sekretarisnya sudah meninggalkan ruangannya, Joe kembali duduk di kursi kebesarannya dengan santai.

Sejenak pria itu memijit keningnya yang berdenyut nyeri, ia masih memikirkan pesan singkat yang dikirim ibunya tadi malam ketika ia sudah sampai di apartemennya.

{Mommy suka sekali dengan calon menantu, kalau bisa secepatnya kita bahas masalah pertunangan kalian.. Mommy benar-benar sudah ngga sabar}

"Andai Luna mau berbaik hati ninggalin pekerjaannya barang sebentar, mungkin hal seperti ini tidak akan pernah terjadi,"gumam Joe yang sedang gelisah.

"Andai ngga ikutin saran Frans mungkin, ngga akan jadi runyam begini," kesal Joe, saat ini ia sangat jengkel dengan asistennya itu. Yang sudah berani-beraninya memberikan ide gila ini, yang lebih anehnya lagi kenapa juga ia harus mengikuti saran tersebut.

Tiba-tiba Joe teringat dengan kekasihnya itu, rasanya ingin sekali berbagi keluh kesah dengan wanita pujaan hatinya. Tapi itu tidak akan mungkin, yang ada masalahnya akan semakin runyam lagi.

Joe mengulurkan tangannya, ia mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja. Kembali ia menghela napas kasar, saat melihat tidak ada satu pesan pun yang di kirim Luna kekasihnya itu.

Jangankan mengucapkan selamat ulang tahun, menanyakan kabarnya pun tidak. Ia tidak mau egois, akhirnya ia sendiri yang menghubungi wanita itu.

"Hallo, sayang.."sapa wanita di seberang sana.

"Kamu ingat ngga kemarin tanggal berapa?"

"Yaa.. Oh astaga! Sayang maaf aku kemarin sangat sibuk dan melupakan hari ulang tahun mu."

Luna terdengar sangat menyesal dan baru menyadari kalau kemarin hari yang sangat spesial untuk kekasihnya.

"Maafkan aku, maaf aku benar-benar bersalah sudah melupakan hari spesial itu."

"Selow saja dan ini bukan kali pertamakan kamu melupakan ulang tahun ku!! karena pekerjaanmu lebih penting dari pada aku kan."sindir Joe.

"Sayang.."rengek Luna.. "jangan gitu dong!!kamu kan tahu bagaimana padatnya jadwal aku."

"Kamu ngga ada kangen sama aku,hemm? Ngga ada niat pulang sebentar aja? Aku tuh cape hubungan seperti ini..kita pacaran tapi seperti tidak ada hubungan apa pun!! Aku ingin juga seperti yang lain.."

"Kamu lebih mentingin karier kamu dari pada aku!! Padahal kalau kamu ngga kerja sekali pun, aku masih mampu memenuhi kebutuhan mu."terang Joe yang mulai protes dengan kekasihnya itu.

"Joe..please, jangan seperti ini."rengek Luna.

"Apa yang di maksud dengan jangan seperti ini? Aku cuma bilang, aku sudah lelah dengan hubungan kita."

"Sayang, jangan marah dulu!! Kita bisa bicarakan ini baik-baik."pinta Luna

"Bicarakan baik-baik? Apa lagi yang harus dibicarakan dengan kata baik-baik? Kamu sadar ngga sih, kalau kamu sudah seenaknya saja sama aku!! Ngga pernah hargai aku? Atau kamu sudah lupa kalau aku ini pacar kamu!!"

"Aku sudah seperti pria bodoh yang selalu mengiyakan apa yang kamu minta!! Aku benaran sudah capek kalau terus menerus seperti ini, kalau memang sudah bosan dengan ku!! Katakan saja."

Setelah berbicara panjang tanpa menunggu lagi jawaban dari Luna. Joe langsung mematikan panggilan telepon secara sepihak. Dirinya benar-benar sangat kecewa dengan kekasihnya, setelah menjadi artis. Sikap dan perilaku Luna sangat berubah 180 derajat.

1
Retno Palupi
paling Luna dah punya pacar lagi
Ig:@Na4vR27: kita tggu cerita berikutnya ya kaa🤗
total 1 replies
Retno Palupi
sayang kuenya 🤭
Ig:@Na4vR27: hahaha iya lagi🙏😍
kaka tx udh mampir😍 smoga suka ia kaa🤗😍
total 1 replies
mama Al
hai aku mampir
Ig:@Na4vR27: tx kaka😍 semoga syukaa😍🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!