Elfa adalah seorang gadis 17 tahun, dia siswi berprestasi di sekolah, Elfa sangat cantik, pintar dan polos. Hanya satu kekurangannya dia bukan anak orang kaya. Dia hidup bersama ibunya yang hanya seorang tukang cuci. Elfa masuk ke sekolah itu melalui jalur beasiswa.
Elfa bukan hanya pintar dan cantik tapi dia adalah kekasih seorang Aditya siswa paling tampan di sekolah dan idola semua siswi.
Elfa terlalu mencintai Aditya, ia akan melakukan apa saja untuk Aditya. Hingga satu malam dengan kata sebagai bukti cinta. Elfa menyerahkan kesuciannya kepada Aditya.
Dari kejadian satu malam itu , Elfa hamil anak Aditya. Ia mengatakan pada Aditya tentang kehamilannya tapi Aditya memaksa Elfa mengugurkan kandungannya.
"Gugurkan kandunganmu, jangan berharap aku akan bertanggung jawab. Kau sadar? Kita ibarat langit dan bumi. tidak akan mungkin bersatu" Ucap Aditya
Seluruh tubuh Elfa bergetar "aku bersumpah ....!!! kau tak akan pernah mendengar suara tangisan bayi dalam hidup mu "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
"Ini urusan pekerjaan sayang, aku harus melakukan sesuatu kalau tidak, kita akan kehilangan segalanya"
Chelsea terpaku, kata kata Aditya dengan alasan pekerjaan terus terngiang di telinganya. Dia tahu sebenarnya masalah proyek itu hanya cerita bohong Aditya saja.
Chelsea masih menatap foto Aditya yang rela berjalan kaki ke tempat pernikahan itu.. Chelsea penasaran, pernikahan siapa yang membuat Aditya harus berjalan sejauh ini, berdiri di antara kerumunan orang orang.., hal yang tidak pernah Aditya lakukan di tempat biasa seperti ini..? Orang suruhannya belum mengirimkan foto kedua mempelai.
Chelsea membuka kembali, gambar yang di kirim kan Tania saat Aditya berdiri di depan gerbang sekolah Tasya, lalu video Aditya di depan butik dan sekarang gambar dan video Aditya di sebuah kampung yang entah di mana.
Chelsea tidak tahu sejak kapan, Aditya ke sana..
"Aku harus mencari tahu..dia menyembunyikan banyak hal dari ku" Chelsea mendekatkan ponsel ke telinga.
"Hallo Bu, ibu apa kabar ?"
" Ibu baik baik saja... gimana keadaan kamu sayang? "
" Aku baik bu, Kapan ayah dan ibu pulang...? Beberapa hari yang lalu, aku kerumah. Aku ketemu ayah saja, apakah ibu masih lama liburan di Bali ? "
"Tidak sayang, bulan depan ibu pulang. Tasya ulang tahun.."
"Ohhh.... Baiklah Bu .."
"Apakah semua baik-baik saja, nak ?"
"Iya Bu, aku hanya ingin bertanya.. Apakah kita punya keluarga di pedesaan Bu..." Chelsea menyebabkan nama desa itu.
"Tidak sayang, Kampung halaman ayah bukan di sana dan ibu bukan penduduk asli di kota ini. Orang tua ibu dulu pendatang, Kenapa nak...?"
"Oh tidak Bu, aku ingin ke tempat itu.. Aku pikir kita mungkin punya saudara atau seseorang yang di kenal. Kata temanku desanya sangat sejuk...aku ingin ke sana"
"Kalau kamu ingin ke sana, ajaklah Aditya...dia pasti akan menemani kamu, sayang...."
"Baik Bu, aku akan mengajak Aditya.."
"Kemana suami mu itu?"
"Aditya sedang bekerja bu..melihat proyek yang di desa.."
"Bekerja..? Di hari minggu"
"Iya bu..."
"Ibu akan menelpon nya, dia bekerja tidak kenal waktu. Untuk apa..?"
"Bu..tidak usah menelpon Aditya, dia mungkin sedang sibuk sekarang...Sudah dulu ya Bu, sampai jumpa bulan depan Bu.."
Chelsea memutuskan panggilan, lalu melakukan panggilan lagi.
"Hi kak .. temani aku belanja ya, aku ingin melihat beberapa gaun di butik langganan ibu "
"Gavela ?" Jawab Tania
"Ya kak.. gimana..?"
"Baiklah, jemput aku di sini, Ardian sedang tidur."
"Baik kak, ajak Tasya juga.. "
"Oke..."
Chelsea menatap dirinya di cermin, lalu melihat gambar Aditya di depan butik itu. Chelsea tersenyum tipis..
_____
Suara hentakan sepatu Chelsea membuat semua karyawan butik yang sedang duduk melihat ke arah pintu.
"Selamat datang di Gavela Desain, ada yang bisa kami bantu.."
Sapa salah satu karyawan butik itu...
Chelsea dan Tania, Tasya masuk " kami ingin melihat beberapa gaun..." Jawab Chelsea. Chelsea dan Tania sedang melihat lihat gaun.
"Mami... Pemilik butik ini adalah ibu dari teman Tasya.."
"Oh ya...?"
"Iya Bu, tapi sekarang dia tidak ada, karena hari ini dia menikah.."
Chelsea berbalik mendengar kata menikah, kembali menyibukkan diri dengan melihat gaun.
"Mami tahu tidak, ibu guru yang masih jomblo patah hati semua.. karena pak Steven menikah.."
"Pasti pak guru kamu itu tampan sekali, Sampai ibu guru patah hati"
"Iya Bu, mereka kaget.. Ternyata pak Steven menikah sama ibunya Gavin. Itu loh Mi.. teman Tasya yang pernah Tasya ceritain wajah nya mirip paman.."
Tangan Chelsea yang hendak mengambil salah satu gaun, berhenti di udara
Tania membeku, dia melirik Chelsea, Tasya lupa kalau dia pernah melarang Tasya untuk bicara tentang anak yang mirip Aditya.
"Emang ada ya sayang teman kamu wajah mirip kayak paman Aditya ?" Tanya Chelsea
Tasya melihat ibunya menggelengkan kepalanya. Tapi, terlambat... Chelsea sudah bertanya
Tasya bicara pelan, tapi cukup terdengar jelas
"Iya tante.... wajahnya mirip paman.."
"Humm....kamu punya fotonya? Tante penasaran juga."
Tasya menggeleng cepat, Chelsea hanya tersenyum.
"Cowok, dia tampan sekali. Paman tau, wajahnya mirip banget sama foto paman waktu masih SMA " Tiba tiba Chelsea teringat dengan kata kata Tasya saat makan malam di rumah orang tuanya.
"Siapa nama teman kamyi itu sayang ?"
"Gavin....anak kelas 7c" Jawab Tasya.
Chelsea tersenyum menatap Tasya...
Setelah selesai membeli beberapa gaun, makan bersama Tania dan Tasya, Chelsea kembali ke rumah, tujuannya saat ini, ruang kerja Aditya.
Tak ada siapa-siapa dalam rumah megah itu, hanya terdengar suara hentakan sepatu dan tiupan angin yang berhembus masuk ke dalam rumah itu.
Chelsea membuka pintu ruangan itu, berjalan menuju meja dan membuka laci meja, ia mengambil kotak kecil itu, foto itu masih di sana.
"Dia bukan siapa-siapa tapi foto ini masih tersimpan dalam kotak ini, bahkan kertas kertas usang ini juga masih tersimpan.." Batin Chelsea, ia menatap nanar foto yang mulai menguning di setiap pinggiran foto itu.
"Aku akan mencari tahu, siapa kamu.. entah ada rahasia apa antara kamu dan Aditya..".Guman Chelsea pelan.
Dengan ponselnya ia mengambil gambar foto usang itu " kita lihat saja ada apa dengan gambar ini..."
Setelah meletakkan kembali foto itu di tempatnya semula, Chelsea keluar dari dalam kamar. ia duduk menunggu informasi dari orang suruhannya.
Setelah menunggu beberapa menit, Chelsea menghubungi orang suruhan nya..
"Tunggu sebentar lagi, nyonya...pesta pernikahan ini terlalu ramai dengan tamu undangan. Ini seperti orang yang datang menonton konser di lapangan.. "
Jawaban orang suruhannya membuat Chelsea menarik nafas dalam-dalam.
Dia duduk di balkon, menatap jalanan yang ramai dengan kendaraan. Chelsea mengingat kehamilannya yang gagal. Dia membuka galeri foto, di sana masih ada foto dirinya dengan perut yang sudah terlihat sedikit membesar.
Chelsea melihat foto itu, matanya berembun. Ia tidak tahu, dosa apa yang telah ia lakukan sehingga cobaan ini berulang kali datang.
Dia mengingat mimpinya tentang seorang wanita, banyak hal yang ia alami, kehilangan bayi dan mimpi mimpi yang lagi-lagi membuatnya terus bertanya-tanya.
Chelsea masih duduk di atas balkon, ia melirik ponselnya ada satu panggilan masuk.
"Hallo nyonya...aku baru saja selesai mengambil foto kedua mempelai dan tuan Aditya juga terlihat di sana...dia...hei.. Hati hati kalau jalan..ahh.. maaf..."
Tut...
Suara orang suruhannya tiba tiba hilang, saat Chelsea menelpon kembali. Suara operator yang terdengar. Nomor orang suruhannya nya tidak aktif lagi
Berkali kali Chelsea menelpon, nomor itu tidak aktif lagi, kemudian Chelsea kembali duduk menghabis waktu.
Langit sudah benar benar tenggelam dalam gelap ketika Chelsea melihat sebuah mobil sedan hitam berbelok masuk kedalam rumah mewah yang megah, mobil hitam itu melewati halaman yang luas. Suara mesin merendah saat berhenti. Tak lama kemudian, suara langkah kaki berjalan di ikuti bunyi pintu terbuka.
Lampu ruang tamu menyoroti tubuh yang tinggi tegap menampakkan bayangan hitam panjang di lantai keramik rumah mewah itu.
Begitu langkah kaki pemilik tubuh tinggi itu naik keatas tangga, aroma lembut kayu manis bercampur wangi bunga segar menyambut.
Salah satu pelayan dalam rumah itu, muncul tergopoh menyambut tuannya dengan mengambil tas kerja milik Aditya.
"Selamat malam,tuan " Sapanya
Aditya mengangguk singkat " Di mana istriku?" tanyanya, nadanya cepat, seolah-olah ia tidak ingin berbasa basi lagi.
"Ibu di atas, sejak sore ibu duduk di atas.." jawab pelayanan itu, dia terkejut melihat majikannya dengan tampilan yang berantakan.
Aditya hanya melihat ke arah pintu menuju balkon di mana Chelsea duduk tanpa bergerak sedikit.
Aditya yakin Chelsea melihatnya. " ini lebih baik, setidaknya dia tidak akan bertanya tanya" Batin Aditya
"Apakah hari ini, ibu tidak melakukan apa-apa?"
"Tadi, ibu sempat keluar tuan. Dan setelah itu. Ibu diam di atas, wajahnya murung..."
Aditya diam sesaat, kata murung itu kemudian menancap di hatinya, dia mulai berpikir, ada apa lagi ?
Ia menanggalkan jaket dan menyerahkan pada pelayanan tadi..ia melanjutkan langkahnya di atas lantai tangga.
Aditya melihat Chelsea, dia tidak mendekati Chelsea. saat ini pikiran nya kalut. Aditya ingin teriak sekencang kencangnya atas kejadian hari ini.
Sementara Chelsea yang tidak merasakan langkah kaki Aditya yang mendekatinya. berbalik melihat Aditya, Keningnya berkerut...ada apa ? Dia mencoba menghubungi orang suruhannya tapi nomor itu tidak aktif.
"Kenapa dia sepertinya tidak punya tenaga sama sekali, dia terlihat kusut ?" Batin Chelsea.
Ia berdiri , membawa langkah kakinya menuju kamar.
"Apa aku harus melakukan itu ? Aku rasa itu terlalu lama untuk mendapatkan pengakuan nya...? Kamu lihat bagaimana dia menatapku. Seolah-olah aku adalah barang yang sangat menjijikan "
Chelsea terpaku, dia diam mendengar Aditya yang sedang berbincang dengan Asistennya
"Aku rasa aku harus melakukan tes tes DNA...itu juga satu-satunya jalan keluarnya..."
Deg......
"Aa...apa...?"
.
.
.
Next....
Chelsea kl km ingin anak cerai lah ma Aditya 🤣😁. tp km kn bucin pingin anak biar jd pewaris semua harta.
tp kn orang kaya hrse bisa dong cerai dng Aditya 🤣🤭.