NovelToon NovelToon
Anak Yang Tidak Di Akui

Anak Yang Tidak Di Akui

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Pengkhianatan
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elvy Anggreny

Elfa adalah seorang gadis 17 tahun, dia siswi berprestasi di sekolah, Elfa sangat cantik, pintar dan polos. Hanya satu kekurangannya dia bukan anak orang kaya. Dia hidup bersama ibunya yang hanya seorang tukang cuci. Elfa masuk ke sekolah itu melalui jalur beasiswa.
Elfa bukan hanya pintar dan cantik tapi dia adalah kekasih seorang Aditya siswa paling tampan di sekolah dan idola semua siswi.
Elfa terlalu mencintai Aditya, ia akan melakukan apa saja untuk Aditya. Hingga satu malam dengan kata sebagai bukti cinta. Elfa menyerahkan kesuciannya kepada Aditya.
Dari kejadian satu malam itu , Elfa hamil anak Aditya. Ia mengatakan pada Aditya tentang kehamilannya tapi Aditya memaksa Elfa mengugurkan kandungannya.

"Gugurkan kandunganmu, jangan berharap aku akan bertanggung jawab. Kau sadar? Kita ibarat langit dan bumi. tidak akan mungkin bersatu" Ucap Aditya

Seluruh tubuh Elfa bergetar "aku bersumpah ....!!! kau tak akan pernah mendengar suara tangisan bayi dalam hidup mu "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"Maaf paman, aku tidak sengaja..."

Suara anak kecil yang meminta maaf membuat Elfa menoleh, ia berbalik melihat ke belakang.

Deg ....

Ia melihat seorang pria berdiri di sana, dia.....Aditya berdiri terpaku, Elfa membeku, jantungnya berdegup kencang

Elfa yang saat ini berdiri dengan jarak lima meter dari Aditya, Ia berhentikan karena sedang melihat pesan masuk di ponsel, namun begitu matanya menangkap sosok pria yang berdiri menatapnya, wajah Elfa menegang. Seluruh sendi di tubuhnya melemah, namun Elfa berusaha terlihat biasa-biasa saja. ia masih tidak percaya dengan penglihatannya.

"Elfa......"

Mendengar namanya di sebut, ia merasa seperti di hantam palu Godam di dadanya. Aditya menyebut namanya, tatapan Aditya terasa bagaikan ribuan jarum yang menusuk kulitnya.

Dan Suara itu, dulu... panggilan Aditya seperti nada yang sangat indah, memberi debaran yang indah di setiap detak jantungnya. Ia selalu merindukan suara Aditya. Sekarang, Elfa bahkan tidak ingin namanya keluar dari mulut pria yang telah menghancurkan hidupnya.

Elfa tak berkedip sama sekali, tatapan matanya datar, ia juga merasakan hal yang lain, ia puas melihat tatapan Aditya. Tatapan permohonan.

Langkah Aditya yang terasa berat semakin mendekat..

"Hei sayang, ngapain di luar ?" Elfa memejamkan mata, suara Steven menyelamatkannya, Elfa belum siap.Yah.... rasa trauma itu hadir kembali.

"Hei kamu kenapa?" Steven melihat tubuh Elfa bergetar.

"Tolong bawa aku ke dalam Stev...." Dengan tatapan bingung, Steven memeluk tubuh Elfa, namun sebelum ia masuk kedalam butik Steven--- melihat kebelakang, seorang pria berdiri mematung dan wajah itu.

Gavin...? Tidak... Tidak dia bukan Gavin. Steven melotot. ia melihat Elfa, lalu pria itu dan akhirnya Steven sadar. " Aku akan membawamu kedalam sayang, jangan takut. Ada aku...semua baik-baik saja " bisik Steven, tubuh Elfa semangat bergetar.

Sementara Aditya langsung menunduk, secara tidak sadar Aditya meneteskan air matanya, dia berpikir dia bisa berlari menuju Elfa dan bersujud di kaki Elfa lalu mendapatkan maafnya tapi ternyata tidak segampang itu, pikiran dan tubuhnya tidak sejalan.

Kakinya terasa berat melangkah, ia yang berpikir bahwa Elfa bukanlah siapa-siapa tapi... ia yang terpaku, dia yang meneteskan airmata dan dia juga yang merasakan dadanya berdebar, debaran yang sama saat iya pertama kali melihat Elfa, tiga belas tahun lalu.

"Kenapa aku menangis, kenapa debaran ini terasa kembali? Tidak...aku hanya ingin maafnya, debaran ini karena aku gugup saja " batin nya.

Ia melihat Elfa beranjak masuk ke dalam butik. "Elfa, maafkan aku..aku mohon Jangan menghindari aku. Ak...aku mohon maaf mu " Guman Aditya, ia seperti orang yang kehilangan akal,tak perduli dengan tatapan orang yang berlalu lalang di dekatnya.

Elfa melangkahkan kakinya masuk dalam butik, dalam ruangannya, ia duduk di kursi dengan tubuh yang masih bergetar..

"Aku pikir bisa menghadapi dia Stev, ta.. tapi.. Bayangan saat dia menyuruh aku menggugurkan kandungan ku tiba tiba saja muncul " ini hari yang paling ia benci, Ia tahu Aditya mencarinya dan suatu saat Aditya akan menemukan dirinya tapi Elfa benci pertemuan ini.

"Dia berdiri di sana dengan tatapan memohon, dia datang hanya untuk satu pengampunan dariku. Aku benci ini Stev..." Suaranya seperti tercekat di tenggorokan.

"Kamu hanya perlu tenang menghadapi dia, sayang...aku tahu kamu kecewa, sakit hati tapi jangan tunjukkan itu padanya. Kamu harus kuat sayang, hadapi apapun itu. Gavin butuh kamu dan dia selalu ada untukmu." Ucap Steven.

Elfa diam..

"Fa....kamu terlalu kuat, dia hanyalah masalalu. Kalau ingin menyelesaikan semuanya. Hadapi..dan kamu tahu, aku sangat menyayangi kamu" Steven tersenyum.

"Baiklah, tapi aku belum ingin melihatnya sekarang.."

Steven mengangguk "Kamu bisa melakukan itu kapan saja"

____

Aditya masih berdiri di sana, di depan butik. Ia melihat Elfa dalam pelukan seorang pria, ingin mengejar namun tubuhnya seperti menolak, hanya terpaku bingung di tempat dia berdiri.

"Paman......"

"Adit....?"

Aditya membalikkan badan, ia menatap wajah dua orang yang memanggil namanya. Aditya terpaku, Ardian dan Tasya.

"Kakak...." suaranya terdengar lemah

"Paman Adit, apa yang paman lakukan di sini ?"

"Kamu kenapa, kenapa wajah mu pucat, apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Ardian, Ardian melihat mobil Aditya di depan rumah makan.

"Ak..aku...sedang menunggu se.. se..seorang kak "

Kening Ardian berkerut." tapi kenapa berdiri seperti ini di sini? Kamu menunggu seseorang.?" Ardian melihat sekelilingnya, tak ada siapa-siapa. Ia mendekat, ia melihat sekali lagi wajah adiknya seperti baru saja melihat sesuatu yang menakutkan.

Aditya mengabaikan tatapan aneh kakaknya, Aditya terus menatap pintu butik itu. Ia berharap Elfa keluar. Ardian juga melihat ke arah Aditya melihat.

"Gavela Desain" Ucap Ardian lirih.

"Apakah orang yang kamu tunggu ada di dalam sana ?" Tanya Ardian. Tak ada jawaban.

"Lalu, kenapa kamu tidak masuk saja dan menemui orang itu. Kenapa kamu berdiri di sini seperti orang bodoh kayak gini Dit? Suara keras Ardian tak mengembalikan kesadaran Aditya.

Sampai disini Aditya kehilangan keberanian itu, rasa percaya diri itu tiba tiba saja hilang. Rentetan kejadian tiga belas tahun lalu, kembali berputar-putar di kepalanya saat melihat Elfa menatapnya..

"Kak.... apakah aku pantas mendapatkan maaf dari nya" bisik Aditya tiba-tiba

Ardian membeku mendengar ucapan Aditya "Apa ?" Suaranya nyaris tak terdengar.

Ardian akhirnya paham, siapa yang membuat Aditya seperti orang bodoh di sini. Ia hanya tahu, dia tidak melakukan apapun saat itu tapi ada ketakutan di wajahnya saat Aditya mengatakan itu.

"Kak..dia di sini, aku ingin meminta maaf padanya"

Ardian melihat Tasya yang berdiri menatap dia dan Aditya.

"Minta maaf, untuk...apa ?"

"Kak..ak..aku ingin dia mencabut kutukan itu...ak .aku..."

"Sebaiknya kita pulang Aditya, kita bicarakan ini di rumah ayah.." Ardian dengan cepat memotong kata kata Aditya. Ada Tasya. Ardian tidak ingin Tasya bertanya.

Dengan langkah kaki yang ringan, Aditya mengikuti Ardian. Langkahnya tidak berat, Tapi kenapa saat ia ingin berjalan menuju Elfa, kakinya seperti di ikat kuat.

Tidak lama kemudian, mereka tiba di kediaman megah keluarga Suryadi, rumah yang menjulang tinggi. Rumah yang menjadi saksi bagaimana dulu ia mengatakan kebohongan pada ayahnya. Tidak mengakui kandung Elfa. Dan rumah yang menjadi saksi kebahagiaan yang ia impikan bersama Chelsea. Aditya berdiri melihat rumah itu.

"Ayo masuklah ke kamarmu, tenang kan dulu dirimu, Dit.. Jangan membuat Tania dan ibu curiga."

Beberapa saat kemudian, Ardian masuk ke dalam kamar Aditya..

"Kak... apakah aku masih pantas mendapatkan maaf darinya ?"

"Kau hanya terjebak dengan rasa takutmu, Dit, Sebenarnya... yang kau takuti adalah pikiranmu sendiri. Kau berpikir apakah kau akan mendapatkan pengampunan dari nya...?"

Aditya menatap kakaknya, ia diam.. Tidak ...bukan hanya pengampunan yang membuat nya takut, tapi debaran ini juga.

Sepuluh menit yang lalu, seolah-olah ia merasakan dunia nya runtuh. Elfa berdiri di depannya namun ia ragu mendekat.

"Apakah kakak berpikir sesuatu tentang aku ?"

Ardian menatap adiknya...

"Tidak, aku hanya tahu dia adalah masa lalu mu. kamu bisa menemuinya nanti. Sekarang tenang kan diri kamu ".

"Aku harus bicara padanya kak, harus..."

"Tenanglah Dit, kau tahu, tak akan semudah itu dia memaafkan kamu. Walaupun dia tepat berada di depan mata kamu. Kamu akan kehilangan keberanian itu Dit, kau tau apa yang kau lakukan dulu bukan ? berpikir yang tenang "

"A...ak..." Aditya bahkan kehilangan kata katanya.

"Istri mu sedang kemari..."

"A..apa ? Chelsea ke sini...?"

" Tania baru saja menghubunginya, dia mengatakan kamu sakit "

Setelah Ardian keluar dari kamar, Aditya duduk dengan tatapan kosong.

Ia ingat wajah Elfa, ia kembali merasakan seluruh tubuhnya bergetar hebat. Seluruh persendiannya melemah. Selama ini dengan kesombongannya ia berpikir dengan mudahnya dia mendapatkan maaf dari Elfa, semudah dia memenangkan semua proyek milyaran rupiah. Namun sekarang saat dia berdiri begitu dekat dengan wanita yang selama ini ia cari, Aditya justru merasa ketakutan.

"Kamu begitu dekat selama ini Elfa, bahkan kamu baik-baik saja ta.. tapi kenapa aku ...aku... takut ?"

Tiba-tiba saja mata Aditya melotot..

"Anak itu..aku harus menemukannya. Dia pasti bisa menerima alasan apapun dariku. " Guman Aditya.

"Aku harus menemui anak ku.. darah dagingku..ya dia adalah anakku.."

"Anak .....anak siapa Dit ?"

Duaarrr... Seperti suara guntur Aditya mendengar suara chelsea yang berdiri di depan pintu kamarnya.

"Anak siapa yang kamu sebutkan tadi?"

"Tidak ada sayang, aku hanya bisa ngawur saja.."

"Darah dagingku..dia adalah anakku.." Chelsea mengulang kata-kata itu..

Aditya membeku...

.

.

Next....

1
Raine
hah thor gak mau bikin masalahnya cepat selesai kah,, kucing"an ga capek apa , mancing biar ketemu, giliran ketemu kabur lagi, bosan bacanya
Lee Mba Young
lanjut semoga hancur rumah tanggamu Aditya yg sombong.
anakmu tak kan mnerima mu.
apalagi km ingin dia mati dulu.
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
cinta semu
kenapa g sekalian tu burung Pipit ny Aditya di kutuk biar g berfungsi ...g bakalan ada wanita yg mau ... biar jadi jomblo seumur hidup,..q yg baca cerita dah murka lantas gimana dgn Elfa ya🤔
cinta semu
sadis banget tu Aditya ...kasih karma penyesalan seumur hidup buat Aditya Thor ...
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
tia
lanjut thor
Susilowati Jais
ko otak sy mikir kemn" thor, mikir jangan" bpknya Chelsea ni bpk yg ninggalin Elfa😄😄😄tp balik lg nj terserh authornya🤭
Lee Mba Young
Yup selamanya rumah mu akn jd rumah kosong, hartamu tak Ada gunanya.

Chelsea kl km gk cerai dng Aditya mk km selamanya tak akn punya anak.
CPT cerai sebelum terlambat km tambh ngenes. hidup dng laki biadap, tega mmbunuh darah daging nya sendiri.
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
fuadi algifari
lanjut dong kak
tia
lanjut thor
Lee Mba Young
Lebih mentingin usaha Dan kekayaan. lihat saja nnti semua akn musnah. keluarga bejad semua.
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Elpina: Makasih kak..
total 1 replies
Novansyah
bagus tapi update nya lama udah itu cuma 1 bab lagi coba sekali2 kalau lama update buat bab nya agak banyak jangan cuma 1 bab
Elpina: Siap kak 🙏
total 1 replies
tia
lama skli gk update
Elpina: Iya kak.. makasih ya 🙏
total 1 replies
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Susilowati Jais
thor kok blm up....
Elpina: Siap kak ☺️...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!