NovelToon NovelToon
MAFIA'S OBSESSION

MAFIA'S OBSESSION

Status: tamat
Genre:Obsesi / Mafia / Tamat
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Kisah dewasa (mohon berhati-hati dalam membaca)
Areta dipaksa menjadi budak nafsu oleh mafia kejam dan dingin bernama Vincent untuk melunasi utang ayahnya yang menumpuk. Setelah sempat melarikan diri, Areta kembali tertangkap oleh Vincent, yang kemudian memaksanya menikah. Kehidupan pernikahan Areta jauh dari kata bahagia; ia harus menghadapi berbagai hinaan dan perlakuan buruk dari ibu serta adik Vincent.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Sinar matahari pagi menembus celah gorden kamar rumah sakit, memberikan nuansa hangat yang menenangkan.

Saat Areta perlahan membuka matanya, ia tidak lagi merasakan beban tubuh Vincent di sampingnya. Namun, aroma sedap dari kopi dan roti panggang langsung menyambut indra penciumannya.

Vincent berdiri di dekat jendela, sudah rapi dengan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku.

Di atas meja dorong di samping tempat tidur, telah tertata sarapan mewah layaknya di hotel bintang lima: pancake dengan siraman madu, buah-buahan segar, sereal, dan segelas susu hangat.

Di sudut nampan itu, terselip dua buah paspor dan tiket fisik jet pribadi dengan tujuan Paris.

"Selamat pagi, Sayang," sapa Vincent sambil mendekat begitu melihat Areta mulai terjaga.

Ia mengecup kening istrinya dengan lembut.

"Bagaimana tidurmu? Nyenyak?"

Areta tersenyum lebar melihat tiket itu. "Vin, ini serius? Kita berangkat hari ini?"

"Sangat serius," jawab Vincent sambil membantu Areta duduk bersandar.

Ia mengambil nampan sarapan itu dan meletakkannya di pangkuan Areta.

"Semua sudah siap. Jonas sudah mengurus izin terbangnya. Setelah kamu menghabiskan sarapan ini dan dokter memberikan lampu hijau terakhir, kita langsung menuju bandara."

Areta membelai tiket itu dengan jari gemetar.

"Aku masih tidak percaya kita benar-benar akan pergi."

"Kita akan meninggalkan semua kegilaan ini di belakang," tegas Vincent sambil menyuapkan sepotong buah ke mulut Areta.

"Di Paris nanti, tugasmu hanyalah menjadi bahagia dan sehat sampai putra kita lahir. Aku sudah menyiapkan rumah dengan taman yang luas agar kamu bisa berjalan-jalan tanpa perlu merasa cemas."

Areta tersenyum kecil dan langsung memeluk tubuh suaminya.

Selesai sarapan dokter masuk kedalam ruang perawatan dan memberitahukan bahwa keadaan Areta sudah membaik.

Vincent menganggukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih.

"Sekarang waktunya kita menuju ke bandara," ucap Vincent.

Saat mereka baru saja melangkah keluar dari lobi rumah sakit menuju mobil yang akan membawa mereka ke bandara, tiba-tiba tiga mobil polisi mencegat jalan mereka.

Beberapa petugas turun dengan wajah tegang dan langsung mengepung Vincent.

"Tuan Vincent De Luca, Anda ditahan atas tuduhan penggelapan aset keluarga dan tindakan kekerasan yang dilaporkan oleh Nyonya Helena," ucap salah satu petugas dengan tegas.

Tanpa menunggu penjelasan, mereka langsung menarik tangan Vincent dan memasangkan borgol besi yang dingin di pergelangan tangannya.

Vincent hanya diam, rahangnya mengeras, dan matanya menatap tajam ke arah para polisi itu, ia tahu ini adalah langkah putus asa ibunya.

Namun, Areta tidak tinggal diam. Ia melangkah maju dengan tenang, meskipun wajahnya masih sedikit pucat.

Ia merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah dompet kartu, lalu membukanya tepat di depan wajah pemimpin petugas tersebut.

"Saya Areta, pengacara berlisensi dan anggota firma hukum yang berafiliasi dengan federasi internasional," ucap Areta dengan suara yang dingin dan berwibawa, sangat berbeda dari sosok manja yang dilihat Vincent tadi malam.

Para polisi itu tertegun melihat ID Card resmi yang menunjukkan kredibilitas Areta sebagai pengacara papan atas.

"Tuduhan yang kalian bawa tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan surat perintah ini cacat prosedur. Jika kalian tidak melepaskan suami saya sekarang juga, saya secara pribadi akan menuntut kalian atas pencemaran nama baik, perampasan kemerdekaan, dan penyalahgunaan wewenang," lanjut Areta, matanya berkilat penuh ancaman hukum.

"Karier kalian akan berakhir hari ini jika kalian berani membawanya."

Pemimpin polisi itu mulai berkeringat dingin. Mereka tahu siapa Areta sekarang—seorang ahli hukum yang bisa menghancurkan institusi mereka di pengadilan.

Dengan tangan gemetar, ia segera merogoh kunci dan membuka borgol di tangan Vincent.

"Maafkan kami, Nyonya, Tuan. Kami hanya menjalankan tugas," ucap petugas itu terbata-bata sambil membungkuk.

Areta menatap mereka dengan tatapan merendahkan.

"Sampaikan kepada Nyonya Helena untuk tidak lagi mengganggu keluarga kecilku. Jika dia melakukannya sekali lagi, saya sendiri yang akan memastikan dia menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi."

Vincent menatap istrinya dengan rasa takjub. Ia hampir lupa bahwa sebelum menjadi ratunya, Areta adalah wanita cerdas yang ditakuti di ruang sidang.

Ia mengusap pergelangan tangannya yang memerah, lalu merangkul pinggang Areta dengan bangga.

"Ayo, Sayang. Jet kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi," bisik Vincent dengan senyum kemenangan.

Di dalam jet pribadi yang akan berangkat menuju Paris, suasana menjadi sedikit canggung namun penuh kekaguman.

Vincent tidak bisa melepaskan pandangannya dari Areta yang sedang duduk santai sambil menyesap jus jeruknya.

"Ini tidak mungkin..." gumam Vincent untuk yang kesepuluh kalinya.

Ia menggelengkan kepala, mencoba mencerna kejadian di rumah sakit tadi.

"Jonas bilang kalau kamu hanya karyawan biasa di sebuah firma administratif. Aku memeriksa latar belakangmu, Areta. Dan sekarang ternyata istriku adalah seorang pengacara yang bisa membuat polisi gemetar?"

Areta hanya melirik suaminya dari balik gelas, matanya berkilat jahil.

"Sshhh... Diam, Vin," potong Areta pelan sambil meletakkan jarinya di bibir.

"Aku hanya butuh pekerjaan yang tenang saat itu, jadi aku menyembunyikan lisensiku. Lagipula, kamu tidak pernah bertanya secara detail, kan? Kamu terlalu sibuk menjadi mafia yang menakutkan."

Vincent menyandarkan punggungnya, merasa sedikit tertipu namun juga sangat bangga.

"Aku merasa seperti menikahi seorang mata-mata. Jadi, selama ini aku tinggal dengan seorang wanita yang bisa memenjarakanku kapan saja?"

Areta tertawa kecil dan mendekat, mengalungkan tangannya di leher Vincent.

"Hanya jika kamu nakal, Tuan De Luca."

Namun, ketenangan mereka terusik saat pesawat masih berada di landasan pacu sebelum take-off.

Tiba-tiba, iring-iringan mobil polisi kembali terlihat di kejutan jendela jet, mencoba memblokir jalur keberangkatan.

Rupanya, Helena tidak menyerah dan mengirim unit polisi yang berbeda dengan tuduhan baru yang lebih serius.

Vincent berdiri, wajahnya kembali mendingin.

"Ibuku benar-benar ingin bermain api."

"Biarkan aku yang urus lagi, Vin," ucap Areta sambil berdiri dengan anggun, memperbaiki letak kemejanya.

"Dia pikir dia bisa menggunakan hukum untuk menindas kita? Dia lupa kalau aku adalah ahlinya."

Vincent menahan tangan Areta. "Tidak, kali ini biar Jonas yang turun bersama pengacara pribadiku. Kamu harus duduk dan menjaga bayimu. Aku tidak ingin tekanan ini membuatmu mual lagi."

Vincent sudah berada di batas kesabarannya. Rahangnya mengeras, dan matanya berkilat penuh amarah yang tak terkendali.

Ia mengambil radio komunikasi di dalam kabin jet dengan gerakan kasar.

"Kapten, lepaskan rem sekarang. Ambil jalur taxiway alternatif di sebelah barat. Jika ada mobil polisi yang menghalangi, jangan berhenti. Tabrak saja mereka jika perlu!" perintah Vincent dengan suara dingin yang tak terbantahkan.

Areta yang mendengar perintah suaminya itu langsung mengelus perutnya yang masih rata sambil menggelengkan kepalanya pelan.

Ia menatap Vincent yang sedang berdiri dengan penuh wibawa namun mengerikan.

"Papamu memang sangat gila, Nak," bisik Areta kepada janin di kandungannya.

"Dia lebih memilih menabrak mobil polisi daripada membatalkan semuanya."

Mesin jet pribadi itu mulai menderu keras, menciptakan getaran yang kuat di seluruh kabin.

Pilot yang tahu siapa bosnya, segera membelokkan pesawat ke jalur samping yang tidak dijaga ketat.

Mobil-mobil polisi di bawah sana langsung kocar-kacir menepi saat melihat sayap raksasa pesawat itu melaju ke arah mereka tanpa tanda-tanda akan melambat.

Dari balik jendela jet, Areta bisa melihat sebuah mobil mewah hitam berhenti di pinggir landasan.

Seorang wanita paruh baya turun dengan wajah merah padam dan rambut yang berantakan. Itu adalah Helena.

Helena berteriak histeris sambil mengepalkan tangannya ke langit saat jet itu mulai melaju kencang untuk lepas landas.

"VINCENT! KAMU TIDAK BISA MELAKUKAN INI! UANGKU!! SEMUA ASETKU!!" teriakannya tertutup oleh kebisingan mesin jet, namun gerak bibirnya terlihat jelas.

Ia tampak hancur menyadari bahwa sumber kekayaannya telah benar-benar pergi.

Vincent melihat sekilas ke arah jendela, menatap ibunya untuk terakhir kalinya dengan tatapan tanpa ampun sebelum pesawat itu akhirnya mengangkat hidungnya dan terbang membelah awan.

Begitu pesawat sudah berada di ketinggian yang stabil, Vincent kembali duduk di samping Areta dan menghela napas panjang.

Ia melepaskan ketegangannya dan menggenggam tangan istrinya.

"Sekarang, tidak akan ada lagi teriakan soal uang atau polisi," ucap Vincent lembut.

"Hanya kita, sayang." ucap Vincent sambil tertawa terbahak-bahak.

Areta yang gemas langsung menutup mulut suaminya.

1
Alex
terimakasih Thor, sdah memberikan bacaan yg sangat bagus, menguras air mata dan mengajarkan banyak hal di dalamnya,,
semngat terus Thor, kutunggu karyamu selanjutnya 🙏🙏
my name is pho: terima kasih 🥰🥰🥰
total 1 replies
Mamta Okta Okta
Vincent kamu belum bisa bahagia masih ada satu penghalang lagi ya itu ibumu
putrie_07
. hemmm
putrie_07
cepat Thor cepat cepat cepat cepat😩😩😂💪
nyonya
semangat upnya kak
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
nyonya
lanjooot thor
my name is pho: siap kak
total 1 replies
Ika
Agak aneh pas vincent bilang areta ga sependiam itu jika menyangkut perjalanan jauh, pdhal jelas2 mereka berdua sm sekali belum pernah pergi liburan bareng dengan jarak yg jauh, dan biasanya juga kalo mereka pergi berdua pasti areta nya nangis diam atau malah di bius😭
putrie_07
nanti kW mati berdiri pula nengok lakikmu bunuh org🥵
angel
pengen punya suami kayak vincent😍🥰
angel
semangat up nya thorr
angel
lanjut thorr
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
angel
plis areta coba pikir" lagi jangan ambil tindakan yang bikin rumit donk,plisss kali ini aja yahh nanti kalau kau pergi bakal bagaimana vincent😭😭, SEMANGAT THORRR
putrie_07
cinta gila😆😆😆😆
lanjut Thor💪😘
اختی وحی
ikut gemeter😄
اختی وحی
semangat thor,makin seru
my name is pho: terima kasih 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!