Setelah diselingkuhi, Brisia membuat rencana nekat. Ia merencanakan balas dendam yaitu menjodohkan ibunya yang seorang janda, dengan ayah mantan pacarnya. Dengan kesadaran penuh, ia ingin menjadi saudara tiri untuk mengacaukan hidup Arron.
Semuanya berjalan mulus sampai Zion, kakak kandung Arron muncul dan membuat gadis itu jatuh cinta.
Di antara dendam dan hasrat yang tak seharusnya tumbuh, Brisia terjebak dalam cinta terlarang saat menjalankan misi balas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ken Novia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merasa kesepian
Papa Handi pulang kerja jam lima trus mampir dulu beli buah sama bahan makanan buat stok dikulkas. Beli cemilan juga barangkali Zion sama Arron pengin ngemil, biasanya kulkasnya cuma isi minuman, telur sama lauk keringan bikinan bibi yang sering bersih-bersih dirumah. Kalau pagi sih papa Handi masak nasi kalau lagi sempet.
"Papa habis borong?" Tanya Arron heran papanya pulang bawa belanjaan banyak.
"Buat stok Ar, kasihan kakakmu pulang nggak ada makanan. Tolong ambilin sana dimobil masih ada.
Dengan langkah malas Arron keluar rumah, padahal kan lagi nyantai rebahan didepan TV sambil hapean. Udah mandi bingung mau ngapain nggak ada kegiatan. Sementara Zion di kamarnya.
"Buset papa belanja kaya mau buat syukuran. Udah kaya tamu agung kak Zion, manusia songong begitu ngapain dimanja sih?" Gumam Arron kesal, lebih tepatnya iri.
Padahal Zion kan jarang pulang makanya papa Handi pengin nyediain, kalau Arron kan tiap hari dirumah, papa Handi juga bebasin anak itu mau beli makanan apa aja.
Pas Arron sampai dapur, Papa Handi lagi sibuk masukin belanjaan ke kulkas. Arron meletakkan belanjaan yang dibawanya dimeja makan, lalu duduk setelah mengambil keripik pisang.
Santai ngemil nggak bantuin papanya sama sekali, malah udah kaya mandor yang lagi nontonin bawahannya kerja.
"Emangnya kak Zion nginepnya berapa hari sampai papa belanja begitu banyak?"
"Papa nggak tau, yang penting kan dirumah ada makanan papa jadi tenang kalau kalian mau ngemil apa apa."
"Kalian apa kak Zion doang? Biasanya papa nggak gitu?"
"Ini lagi nggak biasa Ar, dengerin papa! Kakakmu itu jarang pulang, bertahun-tahun hidup sendirian di Jogja. Wajar lah papa beli makanan, ini papa beli buat kamu juga jadi nggak usah iri sama kakakmu."
"Pa, Kak Zion kenapa sih dari dulu sinis terus sama aku? Apa gara-gara kita beda ibu? Lah itu kan bukan salah aku."
Papa Handi langsung diam, banyak hal yang Arron nggak tau tentang masa lalu mamanya dan papa Handi. Ia hanya tau mamanya nikah sama papa Handi yang seorang duda, nggak tau kalau mamanya adalah pelakor.
Sekalipun itu semua bukan salah Arron yang terlahir dari ibu pelakor, tapi bertahun-tahun anak itu salah paham karna sikap Zion. Kalau ia tau semuanya, pasti nggak bakalan iri apa marah sama Zion.
Zion juga nggak pernah bahas, anak itu nggak banyak bicara pas mamanya Arron masih ada, tapi sering menunjukkan ketidaksukaannya pada Arron.
Meskipun mamanya Arron berusaha baik pada Zion, tapi Zion tidak mau menerima keberadaannya, sampai mamanya Arron meninggal, Zion tetap memanggilnya tante.
"Itu semua salah papa. Udah ya Ar jangan dibahas. Papa cuma pengin memperbaiki hubungan dengan kakakmu, kamu juga Ar, Zion tuh aslinya baik." Papa Handi selalu mengatakan itu salahnya, tentu saja biar Arron nggak kebanyakan nanya.
"Baik dari Hongkong!"
"Kamu cuma belum kenal dia lebih dekat."
"Gimana mau dekat, aku aja dijutekin mulu!"
"Kamu yang sabar, lagian papa liat kamu nggak pernah bener-bener deketin kakakmu."
"Kak Zion serem."
Papa Handi tuh sebenernya bingung, pengin anak-anaknya akur tapi nggak tau gimana caranya. Makanya dimulai dengan memperbaiki hubungan dengan Zion dulu, sesuai saran mama Rosa.
"Kamu udah makan Ar? Itu papa tadi siang beli ayam goreng."
"Belum Pa."
"Makan nasi sana, enak loh ayamnya."
Karna penasaran Arron jadi ngambil nasi, trus makan ayam goreng sama kare kentang. Arron tentu hafal, itu masakannya mamanya Brisia. Jadi kangen kan sama mantannya itu.
"Enak kan Ar?"
"Iya Pa." Arron makan dengan lahap, tangannya nyendok sambel trus dibalurin ke ayam.
Papa Handi meninggalkan Arron sendirian, soalnya udah hampir petang jadi mau mandi.
Malamnya Zion beneran pergi, Arron juga pergi, jadilah papa Handi dirumah sendirian.
"Ya ampun sepi banget anak-anak pergi semua."
Papa Handi kaya orang gabut, duduk sendirian diteras lantai dua sambil ngopi. Tiba-tiba jadi kepikiran sama Brisia yang cerewet.
"Malah mikirin anak orang."
Papa Handi mencoba menepiskan pikirannya, jauh didalam hatinya papa Handi sangat kesepian. Tapi seperti sedang menghukum diri sendiri, ia tak berusaha membuka hati untuk orang lain. Takut menyakiti, takut anak-anaknya nggak suka, trus takut nggak bisa jadi suami yang baik.
"Rosa sama Brisia terlalu baik untuk saya yang amburadul. Moga kamu bisa dapet papa yang baik ya Brie."
Papa Handi diam-diam mendo'akan Brisia.
Besoknya papa Handi datang jam sebelasan buat pesen makanan kaya kemarin, udah janjian mau makan siang sama Zion lagi. Gini nih kalau nggak punya nomernya mama Rosa, jadi nggak bisa pesen dulu.
Zion tiba-tiba nelepon, papa Handi belum sempet pesen masih didepan warung.
"Halo Zi!"
"Papa dimana?"
"Lagi beli ayam goreng pesenannya kamu, baru nyampe. Gimana?"
"Pa makan disitu aja ya? Aku nanti ada kerjaan lagi nggak bisa pulang dulu. Ini aku di dekat proyeknya papa, kirain papa masih di sini mau aku jemput."
"Tapi ini belinya di warung Zi bukan restoran. Nggak papa?"
"Nggak papa, shareloc aja Pa! Aku nyusul kesitu."
Papa Handi langsung shareloc warungnya mama Rosa ke Zion, beliau masuk soalnya mau pesen ayam goreng yang masih hangat.
"Mba pesen ayam goreng kaya kemarin dua tapi yang baru goreng ya, dimakan disini nanti anakku datang."
"Anaknya doyan ayam goreng sini Mas?" Tanya mama Rosa antusias.
"Iya suka Mba. Makanya minta beli lagi."
"Ya udah saya gorengin dulu."
Papa Handi mengangguk lalu duduk ditempat biasa sambil nunggu Zion. Kurang lebih lima menit anaknya udah nongol.
"Zi ayamnya masih digoreng, kamu mau minum apa?" Tanya papa Handi pas Zion udah duduk disebelahnya.
"Es jeruk aja Pa."
"Lauknya nambah apa?"
"Kaya kemarin aja Pa."
Mama Rosa muncul soalnya ada orang beli, ayam gorengnya dilanjut sama Mba Rena.
"Bentar ya Zi."
Papa Handi bangun dan mendekat ke etalase makanan. Mama Rosa lagi bungkusin pesenan orang tadi. Papa Handi diam nggak menyela, antri ceritanya.
Zion diam-diam merhatiin, papanya keliatan kalem.
"Mba pesen es jeruknya dua." Kata papa Handi pas orang tadi udah pergi.
"Lauknya nambah apa?"
"Kaya kemarin aja Mba."
Mama Rosa langsung terkekeh, "Belum bosen Mas?"
"Belum, anak saya juga mau makan lauk yang kaya kemarin."
Mama Rosa mengangguk paham, lalu mengambil nasi dua piring beserta lauknya.
"Brie nggak kesini?"
"Saya larang Mas, kemaren kaya capek banget. Oh ya makasih kemarin udah ngasih uang buat jajan, anaknya seneng banget. Hari ini saya suruh main sama temen-temennya."
"Sama-sama Mba. Saya duduk dulu."
Papa Handi ketar ketir, kayaknya Zion denger soal dia ngasih duit ke anak orang.
"Kaya akrab banget Pa?" Tanya Zion pas papanya udah duduk.
"Biasa aja Zi."
"Brie anaknya tante itu? Yang papa kasih duit?"
"Iya, yang suka bantuin jualan disini. Kemarin bantuin bikin pesenan dari habis subuh pas papa beli lauk anaknya ketiduran disitu sambil duduk." Tunjuk Papa Handi pada kursi yang diduduki Zion.
Pembicaraan berhenti karna mama Rosa mendekat bawa makanan.
"Silahkan makanannya."
"Makasih Mba."
"Ini anak sulungnya Mas?" Tanya mama Rosa kepo.
"Iya namanya Zion."
Zion cuma mengangguk pas mama Rosa menatap ke arahnya sembari tersenyum ramah.
"Nak Zion, kalau lauknya mau nambah bilang aja ya! Jangan sungkan."
"Iya Tante."
"Ya udah saya tinggal, silahkan dinikmati makanannya."
Setelah mama Rosa pergi, papa Handi menyeruput es jeruknya. Cuaca panas jadi cocok banget minum es jeruk.
Zion menelisik ke tiap sudut warung, ada foto mama Rosa sama anak perempuan kecil. Zion pikir yang namanya Brie masih SD kelas lima apa enam. Ada beberapa foto lain, yang dipajang disana adalah foto Brie kecil, kebetulan fotonya belum lama dicetak jadi keliatan masih baru. Mama Rosa juga orangnya awet muda.
"Pa." Panggil Zion tiba-tiba.
"Hmm."
"Tante itu janda?" Tanya Zion tiba-tiba, soalnya nggak ada foto bapaknya Brie. Bikin Papa Handi langsung keselek es jeruk.
coba2 dikit biar ntar pas udah nikah udah pro bisa bikin seneng istri /Tongue/
kalo udah nikah ya gak boleh coba2 /Panic/
cuss lah beraksii 🤭😄