NovelToon NovelToon
CINTA TAK TERDUGA DARI BERONDONG MANIS

CINTA TAK TERDUGA DARI BERONDONG MANIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Berondong
Popularitas:668
Nilai: 5
Nama Author: intan_fa

Ranaya Aurora harus rela mengakhiri hubungan asmaranya dengan sang kekasih karena perselingkuhan. akibat dari itu, Naya tidak lagi percaya cinta dan pria sehingga memutuskan untuk tidak akan pernah menikah.
akan tetapi, tuntutan keluarga membuatnya harus menikah. Aero Mahendra menjadi pilihan Naya, lelaki asing dengan usia empat tahun di bawahnya. Walaupun pernikahan itu di tentang keluarga hanya karena perbedaan status sosial, Naya kekeh memilih Mahen atau tidak menikah sama sekali.
Bagaimana Naya menjalani pernikahan dan hidup bersama Mahen?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intan_fa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Holiday

"Naya?" Kemudian Mahen menjadi salah tingkah apalagi dirinya hendak masuk ke dalam mobil mewahnya itu.

"Kau disini juga?" tanyanya heran.

"Mas Mahen pakai mobil mahal, penampilannya juga kayak ada yang berbeda," bisik Rossi pada Naya.

Mahen berpikir untuk memberikan alasan yang logis agar Naya tidak menaruh curiga padanya. Akan tetapi, Andro datang dengan tiba-tiba.

"Tuan ... saya sudah memberikannya pada Nyonya besar," celetuknya tanpa melihat ada siapa disana. Itu membuat Mahen memelototkan matanya menatap Andro dengan kesal.

"Ada apa, Tuan?" tanyanya polos.

"Tuan?" cetus Naya semakin heran.

Kemudian Andro menyadari keberadaan Naya. Menatapnya dengan tersenyum kikuk dan perasaan bersalah.

"Maksudnya Tuan Mahen?" timpal Rossi yang tidak kalah penasaran.

Mahen merangkul Andro dengan erat. "Heheee ... D–dia ini senang bercanda, dia temenku emang kita suka manggil satu sama lain random gitu. Gak tau kenapa barusan dia tiba-tiba manggil Tuan," jelas Mahen dengan diiringi tawa cemas.

Ia sedikit mencubit lengan Andro untuk sedikit berakting menimpali omongan ngawurnya itu yang terdengar tidak masuk akal.

"Hahaa ... Benar itu ... Tuan Mahen, Tuan Andro ..." timpal Andro.

Naya dan Rossi saling melihat merasa kedua orang ini begitu aneh.

"Kau sedang apa disini?" tanya Naya.

"I–ini ... Bisnis sampingan sama Tuan Andro ..." jawab Mahen.

"Iya, saya minta Tuan Mahen untuk jadi sopir menggantikan saya karena—" Andro tidak bisa berpikir lagi kemudian Mahen mencubit lengannya lebih keras lagi.

"Karena ... Tangan saya sedang cidera. Jadi Tuan Mahen menggantikan saya nyetir mengantar bos kesini," sambungnya asal.

"Oh gitu ..." respon Naya.

"Apa jangan-jangan ini semua gara-gara ajakan menikah kemarin sehingga dia harus mengumpulkan banyak uang mengambil kerja sampingan?" batin Naya bermonolog.

"Kamu ada kerjaan di kota ini?" tanya Mahen mengalihkan pembicaraan.

"Eh iya. Sekalian melihat villa yang baru saja saya beli," jawab Naya.

"Aghh kebetulan yang luar biasa. Curiga kita jodoh beneran ..." celetuk Mahen.

"Hahaa hanya kebetulan. Yasudah, saya kembali mau pergi ada urusan bertemu client," ujar Naya. "Kamu lanjut kerja aja," sambungnya.

"Oh oke. Kamu berapa hari disini?" tanya Mahen.

"Tiga hari mungkin."

"Oke. Nanti aku hubungi kamu, ya. Kalau bos ku sudah gak diantar kemana-mana lagi, aku ke villa mu," ujar Mahen.

"Diihhh bucin!" gumam Andro.

"Oke." Naya masuk ke dalam mobilnya dan di susul oleh Rossi.

Akhirnya Mahen bisa bernafas dengan lega setelah kepergian Naya.

"T–tuan ... Tolong bisa lepaskan tangan anda?" rintih Andro.

Mahen menyadari tangannya masih merangkul Andro dengan erat lalu melepaskannya. "Kau ini, ya. Hampir saja ketahuan!"

"S–saya tidak tahu kalau ada Nona Naya," jawab Andro.

"Di area sini villa-villa dalam naungan Hugo grup, kan?" tanya Mahen.

"Iya, tuan. Sepertinya Nona Naya membeli villa dari kita," jawab Andro.

"Hmmm bagus juga seleranya itu. Aku tidak sabar untuk menemuinya nanti," gumamnya semringah.

"Cie cieee ..." goda Andro.

"Apa? kita gak jadi pulang sekarang, kita menginap tiga hari disini. Cari tahu dimana villa Naya lalu setelah itu kita menginap di villa yang tidak jauh dari villa Naya!" titah Mahen.

"Siap Tuan."

Rencana untuk kembali ke kota ia tunda, menghabiskan waktu berlibur bersama Naya itu tidak bisa di sia-siakan.

Sementara itu, Naya dan Rossi pergi ke perkebunan kapas untuk mengecek bahan baku. Client juga sudah menunggu mereka. Berkeliling perkebunan kapas yang cukup luas, lalu pergi ke pabrik pengolahannya.

"Semoga kerja sama ini berjalan dengan lancar dan saling menguntungkan," ujar Naya seraya mengulurkan tangannya tanda kesepakatan kembali.

"Semoga bu ... Saya sangat senang bisa bekerja sama dengan perusahaan anda ..." ujarnya.

Setelah urusan selesai, Naya dan Rossi kembali ke villa pada pukul delapan malam dan makan malam sudah tersaji di meja makan. Istri pak Ibrahim sendiri yang menyiapkan semua makanan itu sehingga Naya tidak perlu repot mencari makanan keluar.

"Wahhh ini enak-enak banget, bu. Hmmm ..." Rossi begitu menikmatinya.

"Makanlah yang banyak."

"Eh bu, besok dan lusa kita kemana nih? Masa diem di villa aja," tanya Rossi.

"Enaknya kemana? aku tidak tahu tempat bagus disini ..." jawab Naya.

"Apa nona-nona sedang memikirkan rencana jalan-jalan?" tiba-tiba pak Ibrahim menghampiri seraya membawakan teh hangat karena udara cukup dingin.

"Bapak tau tempat yang bagus?" tanya Naya.

"Banyak non."

"Bisa rekomendasikan yang deket dari sini?"

"Ada tempat kemping, ada wisata penangkaran rusa, ada juga waterboom, ada danau. Disana bisa naik perahu juga apalagi pemandangan pohon pinusnya indah sekali," tutur pak Ibrahim.

"Wah pasti seru tuh, bu," timpal Rossi.

"Boleh deh besok kita jajal tempat-tempat itu," ujar Naya dan itu membuat Rossi semakin semringah.

"Ada juga off-road, non ..." tambah pak Ibrahim.

"Wah seru parah sih itu," ujar Rossi.

"Bayar sendiri, ya?" goda Naya.

"Aghhh gak sekalian bayarin? Gajian masih lama loh, bu. Saya juga bekel uang sedikit doang ..." bujuk Rossi memelas.

"Hahaa ... Gak mau ..." Naya semakin menggodanya.

"Bu Nayaaaaa tega banget deh pada saya ..." rengek Rossi.

"Kau ini, memangnya kapan sih kalau pergi-pergi aku gak bayarin?" cetus Naya.

"Heheee ..." Rossi tertawa tanpa merasa dosa.

"Gitu aja pake nanya!"

Rossi sudah bekerja bersama Naya lebih dari lima tahun sehingga antara mereka tidak ada rasa canggung apalagi Naya selalu bersikap baik walaupun dalam bekerja ia selalu tegas, tapi diluar itu Rossi selalu di perlakukan seperti adik sendiri.

Tringgg ....

Naya mendapat pesan dari Mahen yang menanyakan dimana villa Naya dan tentu Naya memberitahukannya.

Tidak sampai lima menit, Mahen sudah sampai di depan pintu.

"Nona, ada temannya mencari ..." lapor pak Ibrahim.

"Siapa?"

"Cowok ganteng, Non," jawabnya.

"Pasti mas Mahen," cetus Rossi.

"Kok cepet banget ya?" Naya bangkit dari duduknya dan menghampiri Mahen yang sudah menunggu.

Dengan postur tubuhnya yang keren di balut gaya casual, terlihat tampan dan menarik. Apalagi dengan bouqet bunga mawar merah di tangannya yang ia persembahkan pada Naya diiringi senyuman merekah.

"Kau cepat sekali? Terbang?" tanya Naya spontan.

"Hahahaa ... Ya enggaklah. Kebetulan bos yang aku supiri di villa sebelah," jawab Mahen berbohong.

"Oh ... Menginap?" tanya Naya.

"Iya." angguk Mahen.

"Kamu tidak mau menerima bunga dariku ini? Tolong ambillah," ucap Mahen penuh harap.

Kemudian Naya mengambil bunga itu dan ada perasaan hangat di hatinya. Hal yang tidak pernah Miko lakukan sebelumnya.

"Hmmm ... Terima kasih ..." ucap Naya dengan tersenyum.

"Aku juga punya sesuatu yang manis." Mahen memberikan paperbag yang berisi penuh degan cokelat.

"Kau mau aku jadi gendut, ya?" cetus Naya menatap Mahen.

"Tidak masalah ... Pasti akan sangat lucu ..." cetus Mahen diiringi tawa kecil.

Lagi, hal yang selalu Miko minta adalah menjaga berat badan dan bentuk badan harus tetap ideal. Mahen mematahkan itu ....

1
Kaira
sejauh ini sih seru
Kaira
Harus jodoh Naya sama Mahen dong
Aruna
Naya cocoklah sama Mahen
Intan Diamond: penasaran, kan???
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!