Menikah bukan berarti kehadiran orang ketiga tidak ada. Kisah ini bermula dari bangku kuliah, Sherly mahasiswi kedokteran tingkat akhir jatuh cinta kepada seniornya yang sudah menjalani koas dokter Timo. Sherly tidak mengetahui sahabatnya Leni memiliki perasaan yang sama dengannya. Bagaimana kisah cinta segi tiga ini???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kharisma Noah
Sherly diusia empat puluh lima tahun, dia mendapat kesempatan bekerja di kementrian kesehatan. Sedangkan Timo suaminya kembali bekerja di rumah sakit tempat dia bekerja dulu, sebelum berangkat sekolah bersama istrinya ke Korea. Timo tidak perna kekurangan soal materi, dia adalah anak pewaris, sebagai anak tunggal keluarga Johanes orangtuanya mempunyai usaha banyak.
Meskipun jabatan Sherly sudah tinggi, namun kodratnya sebagai istri tetap dia jalankan. Awalnya Timo minder dengan jabatan istrinya namun Sherly selalu menjalankan tugas istrinya dengan baik, tetap melayani dan menghormati suaminya.
"Bro, kamu ngak cemburu sama jabatan istrimu?"
"Ngapain cemburu sama jabatannya, di kantornya dia boleh pejabat, di rumah dia bini gue."
"Banyak yang omongin kamu?"
"Terserah mereka. gue mendukung karier istri gue."
"Kalau ketemu dengan kerabat laki - laki, cemburu ngak?"
"Jelas gue cemburu. Apalagi kalau dia ngak ngomong. Tetapi biasanya Sherly akan ngomong dia mau ketemu siapa. Jadi saya tahu. Kamu tahu kan istriku itu gimana?"
"Iya sih, kamu beruntung punya istri Sherly Isabel Carlos."
"Gue tahu bro, dari waktu kuliah kamu ada hatikan sama dia? Makanya waktu dia koas gua tanam benih ku."
"Bajingan kamu." Timo tertawa, Jefry baru tahu alasan kenapa dia menghamili Sherly, karena takut Jefry menyatakan cinta kepada Sherly.
"Ngomong apa kalian berdua?"
"Rahasia suami - suami."
"Awas macam - macam gue laporin Sherly. Cewek kamu akan di hajar."
"Ge, Kamu kira istriku akan mempermalukan dirinya dengan buat ribut?"
"Iya Sherly bertindak kamu nangis bombay." Jefry dan Grace tertawa Timo teman mereka.
"Gimana Ara??? Noah sudah mau selesai kuliah."
"Jangan cari - cari Ara!!!!" Timo kebingungan dia melihat ke arah Jefry. Grace sudah pergi dari kantin, karena ada mau rapat dengan direktur rumah sakit.
"Kenapa??"
"Noah semenjak kuliah tidak bisa di hubungi, Ara stres dan sekarang ada di Kalimatan dengan papinya."
"Kenapa kalian ngak bisa beri pengertian kepada Ara??"
"Ara sudah terlalu terikat dan cinta sama Noah. Saya tahu Noah ngak perna ada niatan untuk menyakiti Ara."
"Kasihan???"
"Jadi dia ngak kuliah?"
"Kuliah di sana sambil mengurus usaha papinya."
"Dia sudah akrab sama mama sambungnya?"
"Berantem setiap hari, mantan Grace setiap hati hubungi kasih tahu kelakuan Ara."
"Noah sudah punya pacar??"
"Setahu saya tidak ada, dia itu ngak bisa bohongi maminya. Saya takut istrinya tidak bisa mengerti bisa berantem sama maminya sendiri. Maminya nomor satu."
Dokter Noah David Johanes Spesialis penyakit dalam diusia dua puluh tiga tahun. Dia di Korea tinggal sendiri, di apartemen yang papinya beli waktu mereka sekeluarga pertama kali ke Korea. Sedangkan adiknya baru kelas delapan di sekolah internasional. Noah dan Nora berjarak sepuluh tahun. Setelah urusan di korea selesai Noah menyempatkan diri untuk berlibur ke Jakarta. Kedatangannya karena opanya meninggal. Wisuda strata dua masih sebulan lagi.
Kami berduka atas kepergian papa. Penyakit papa tidak bisa tertolong, selain jantungnya, papa juga menderita sakit kanker sama seperti Noah kecil namun papa kanker usus. Papa tahu sakitnya, namun dia sembunyikan sampai di stadium akhir baru keluarga tahu. Noah sampai di Jakarta menangis, waktu tahu penyakit opanya.
"Opa ngak mau Noah repot. Opa bilang sudah tua." Omanya sedang menghibur cucunya. Noah hanya berada disamping peti opanya. Jefry bersama keluarga juga datang melayat. Andara Christian juga hadir bersama dengan Yusuf Christian kakaknya. Sedangkan adek mereka Christian Joseph juga ada.
Pertemuan setelah tujuh tahun antara Noah dan Andara. Ara kaget, karena tidak menyangka Noah sudah ada di Jakarta, dia sengaja hari ini datang pas tahu opanya Noah meninggal karena berpikir Noah besok atau lusa baru tiba di Jakarta. Namun Ara tidak tahu bahwa pada waktu opanya sekarat, Noah sudah berangkat.
Noah berubah, tambah ganteng dan berwibawa. Selama ini Ara hanya mengikuti perkembangan berita Noah dari aplikasi - aplikasi, hanya melihat storinya. Noah kaget karena Ara datang melayat. Sementara Ara, masih sakit hati ada dendam didalam dirinya atas tingkah Noah, padahal Ara sudah berterus terang tentang perasaannya.
"Hai Ara!!!Gimana kabar???" Ara tersenyum, namun di paksakan. Jefry dan Grace melihat ke arah Ara, begitu juga dengan Timo yang sudah tahu apa yang di alami oleh Ara. Dia tidak sempat bercerita kepada istrinya karena di sibukan dengan penyakit papanya yang baru mereka tahu pada saat papa sudah koma.
"Baik !!!"
"Terima kasih ya Ra, sudah datang. Silahkan duduk, saya mau menyapa temanku dulu." Noah menyapa teman - teman dokter yang kemarin juga tidak sengaja balik ke Indoensia bersamaan dengan Noah. Salah satunya dokter Natalia Isabel Matias yang datang bersama tiga orang lainnya. Ara yang melihat langsung mukanya muran, karena di applikasi Noah selalu bersama dengan cewek itu yang adalah dokter Natalia.
"Turut berdukacita ya Noah"
"Terima kasih Lia." Noah langsung mengenalkan keempat temannya kepada Mami dan papi, juga oma.
"Ma, kenalkan ini teman - teman Noah, kita sama - sama kuliah di Seoul univeristy. Ini Dokter Andrian, Amat dan Nur spesialis bedah jantung dan pembulu seperti mami dan papi. Kalau inii dokter Natalia Isabel spesialis Neurologi. "
"Terima kasih sudah datang disini."
"Sama - sama tante, om."
"Mami, pacarnya kaka ya?"
"Husssssstttt, teman dokter."
"Cantik mami yang dokter Lia."
Ara tambah minder, melihat Noah mengenalkan teman - temannya kepada orangtua, apalagi melihat respon si kecil Nora. Tak terasa air mata Ara mengalir keluar.
"abang antar ade pulang."
"Ngak sopan Ara, kan mami dan papi masih ngobrol."
"Ara ngak betah." Jefry melihat reaksi anak sambungnya, langsung memberi kode kepada kakaknya untuk mengantarnya pulang.
"Loh kok sudah mau pulang aja Ara. Eh.. Kenalan dulu sama temanku. Kenalkan ini Andara Christian teman sekolahku." Noah memeluk Ara, lalu mengacak rambutnya. "Paling manja, waktu sekolah. Anaknya sahabat papi dan mamiki." Sementara Ara hanya tersenyum terpaksa. Noah mengantar Ara kedepan.
"Sombong amat, tujuh tahun loh baru ketemu."
"Kamu kan sama teman - teman kamu dari korea, sama - sama dokter. Lah ... Gue apa???"
"Ara....." Yusuf kakaknya menegur dengan lembut.
"Sudah mas, Ara kelelahan mungkin. Hati - hati ya."
"Ayo dek mas pulang dulu ya Si manja lagi ngambek. " Noah hanya tersenyum dia mengacak rambut Ara lagi.
Jenasah opanya Noah dan Nora tidak terlalu lama di tahan hanya dua hari, karena cucu kesayangannya sudah datang dari Korea. Ketika semua keperluan pemakaman opa Markus Johanes sudah siap, hari ini semua keluarga istri, anak, menantu dan kedua cucu pergi mengantar Jenasah Opa ketempat peristirahatan terakhir. Pemakaman mewah yang disiapkan oleh keluarga. Dengan baju berwarna putih mereka pergi mengantar orang yang mereka cintai. Noah yang bertugas menjaga mami dan adeknya sangat ganteng dengan kemeja putih celana jins dan kacamata hitam. Pesona Noah pada saat pemakaman opanya menarik perhatian para pelayat.