AFI seorang gadis yang berusia 21 tahun ,yang masih menduduki bangku perkuliahan yang harus menikah muda karna perjodohan dengan seorang abimana
salah seorang dokter muda ,sifat nya yang dingin ,cuek, dan muka datar nya namun tidak untuk istri nya ,ketika bersama istri nya Abi selalu bersikap lembut ,bawel, dan yang tentunya selalu menyayangi dan mencintai AFI,,,
jangan lupa mampir ke cerita ku ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aini saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 31
Seorang wanita bertubuh mungil duduk dibangku kantin kampus , makanan yang telah ia pesan hanya ia tatap saja tidak selera untuk memakannya , hingga seseorang mengaget kan nya .
"Melamun Baek mbak ," kata Adiba
Afi tersenyum hambar pada sahabatnya itu," lagi mikirin skripsi" jawab Afi tak sepenuhnya berbohong, Adiba memandang Afi
"Bohong, gue tau loe, kayak nya ini bukan cuman karna masalah skripsi deh" kata Adiba mengintimidasi, gadis itu tau gelagat sahabatnya, ada yang aneh dengan Afi hari ini
"loe nggak bisa bohong sama gue, sekarang ayo cerita" kata Diba yang siap mendengarkan keluh kesah sahabatnya
"Aku nggak apa-apa Dib, masalah rumah tangga, ya wajarlah pernikahan aku masih dini, jadi wajar aja kalo banyak masalahnya"jawab afi
"Gue tau loe cuman nggak mau dianggap istri yang nggak bener karna ceritain Maslah rumah tangga loe sama orang lain , tapi Fi loe juga butuh pendengar nggak harus loe simpan semua nya sendiri siapa tau gue bisa kasih saran gitu" kata Adiba panjang lebar
"Maaf Dib aku belum siap cerita, nanti kalau aku udah emang butuh saran kamu, aku bakalan cerita sama kamu" Afi tersenyum hangat pada sahabat nya
"Ok fine, gue nggak maksa loe buat cerita
tapi loe harus tetap semangat jangan loyo gini" kata Adiba menyemangati
Afi tertawa kecil tidak bisa diragukan Adiba memang menyebalkan tapi kalo soal ngehibur orang tidak bisa diragukan kemampuannya
"Oh ya, ngomong-ngomong Alice sama Adena mana?" tanya Afi
"masih ada kelas itu anak berdua"
"Oh ya gimana kabar bunda?" tanya Afi pada Adiba yang sedang menyantap nasi goreng nya, memang tidak ada akhlak ini anak satu, makan punya orang tapi nggak minta izin, tapi Afi sudah biasa dengan sahabatnya itu
" Bunda baik-baik aja, "
" Kangen sama bunda" kata Afi lirih
Adiba mendonggak kan kepalanya menatap Afi, "kalo kangen ya jenguk lah Afi," kaya Adiba
"Ya aku atau Dib, dan masalah nya aku belum ijin sama mas Abi" kata Afi kesal,
"Tapi ya Fi, Bunda itu baik banget ya, loe pasti dulu bahagia banget kan loe pasti nggak pernah nyesel punya bunda yang super duper baik" kata Adiba dengan tatapan menerawang entah kemana "loe beruntung Fi, dapat bunda sama ayah yang sayang banget sama loe, gue jadi iri" kata Adiba lagi
"Tapi sekarang, kamu jauh lebih beruntung Dib, kamu dapat keluarga suami yang baik sama kamu" kata Afi
"Ye elu mah gitu, gue tau loe lagi punya masalah Fi makanya cerita"
Suara dering ponsel mengarahkan atensi kedua wanita itu, Afi mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang menghubunginya, ternyata mama Adel yang menghubunginya.
"Hallo Ma assalamualaikum"
"Waalaikum salam sayang, mama nelfon mau ngasih tau nanti pulang ngampus langsung pulang ya sayang. Ada kerabat mama yang mau datang" kata Mama Adelia
Afi menggigit bibir bawah nya belum bisa Afi melupakan Oma yang tidak suka pada nya lah ini, kerabat Abi pula bakalan datang bertamu kerumahnya.
"Sayang kamu denger Mama nggak"
Afi tersadar dari lamunan nya" I iya Ma Afi denger kok, selesai ngampus Afi bakalan langsung balik" jawab Afi sopan
"Yaudah kalo gitu, Mama cuma mau nyampein itu doang"
Dan setelah nya Adelia langsung memutus kan sambungan nya setelah mengucapakan salam"mama mertua Fi?" tanya Adiba yang dapat anggukan dari Afi, Afi menghela nafas beratnya dia takut masih banyak kerabat Abi yang tak menyukainya,
"Boleh nggak sih Dib aku ngeluh capek?" tanya Afi tiba-tiba
Adiba melipat kedua tangan nya diatas meja dan menegakkan tubuhnya memperbaiki duduknya dengan benar" dengerin gue Fi, semua orang berhak ngeluh capek kalo loe nggak bisa cerita sama manusia loe bisa ngeluh sama sang pencipta, jangan lupa kalo loe punya tempat berkeluh kesah yang sesungguh nya," kata Adiba panjang lebar
Afi menarik senyum nya"kadang kamu ada benernya juga ya Dib, kalo mode ustazah gini bikin orang pangling sama kata-kata kamu" kata Afi
"Auu, sakit Dib" kata afi mengaduh karna Adiba memukul bahunya
"loe kira gue selama ini nggak ada benar-benarnya apa"
Afi tertawa melihat Adiba yang kesal kepadanya,
"udah ah, ayo main kerumah bunda, nggak usah nungguin dua makhluk yang sedang disibukkan oleh dosen mereka" Adiba menarik tangan Afi, dan AFI yang ditarik pun hanya pasrah saja...
BERSAMBUNG....