menceritakan tentang perasaan aneh seorang pengusaha muda yang dikenal kejam pada lawan bisnisnya terhadap saudara kembarnya sendiri.
perasaan yang tak biasa itu semakin lama semakin membuatnya tidak bisa mengendalikan diri setiap dekat dengan sang adik kembar.
ada unsur adegan ***, yang Tidak nyaman bisa di skip adegan *** nya.
"kak, kita tidak seharusnya seperti ini",
"maafkan aku, tapi jujur aku mencintai mu",
"kak, ini salah, kau tidak boleh mencintaiku, aku adik kembarmu, adik kandungmu",
"aku tahu, tapi...",
sosok tegas, bengis, dengan tatapan dan aura yang begitu tajam itu hanya akan luluh pada sang adik kembar.
apakah cinta Arkana terbalaskan?
ataukan harus kandas ditentang takdir?
yuk ikuti kisah Arkana menaklukkan takdir hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanswii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
"kita pulang saja dulu keel, kita bahas rencana kamu sama Daddy dan mommy",
"tapi aku masih ingin disini kak",
"kenapa?", tanya Arkana penuh selidik,
"gak apa apa, masih pengen jalan jalan", jawab rakeela santai,
"jangan coba coba kamu cari tahu siapa lelaki itu", ucap Arkana Dengan tatapan seriusnya,
"maksud kakak?", tanya rakeela bingung,
"jangan sampai kamu coba coba kamu cari tahu siapa lelaki yang mirip Xeon itu, kamu Tidak tahu dia orang baik atau jahat, jangan sampai karena penasaran kamu di jahatin sama dia", kata arkana syarat akan ancaman,
"enggak kak, aku gak senekat itu", jawab rakeela,
"kakak pegang ucapan kamu, jangan Sampai kamu nekat, di negara ini kamu hanya sendiri, tidak ada yang menjaga dan melindungi kamu, Grace punya kesibukan sendiri, dia tidak bisa selalu ada untuk kamu, kamu harus berhati hati, kakak hari ini harus kembali karena ada pekerjaan yang harus kakak selesaikan", nasihat Arkana,
Dia benar benar tidak tenang meninggalkan rekeela sendiri dia negara itu, apalagi orang itu sudah berani menampakkan diri di depan rakeela yang pasti dia sudah merencanakan sesuatu untuk rakeela.
dia sudah menghubungi sang Daddy agar menambah body guard untuk mengikuti dan melindungi rakeela selama di sana, dan juga arkana sudah menceritakan perihal orang yang mirip dengan Xeon itu.
" aku tidak segila itu kak, lagi pula Xeon sudah meninggal, dia Tidak akan hidup lagi, mungkin benar kata kakak kalau dia hanya orang yang mirip Xeon",
Ucapan rakeela membuat Arkana terdiam, mengamati Lamat Lamat wajah sang adik setelah mengucapkan kata kata itu, benarkah rakeela sudah bisa berdamai dengan semuanya,
"kakak pegang janji kamu, ya sudah kakak harus pulang dan kamu harus selalu hati hati, jangan melakukan hal aneh aneh, kalau ada apa apa langsung telpon kakak, dan segera pulang", peringat Arkana dengan mimik serius,
"iya kak iya, bawel banget sih, tumben", cibir rakeela yang jengah mendengar ucapan sang kakak,
cup...
setelah mencium lama kening rakeela, arkana memeluk erat tubuh ramping rakeela, entah apakah dia akan bisa menahan rasa rindunya pada rakeela atau tidak, dia hanya berharap rakeela akan segera pulang.
"jaga diri dan hati hati",
"iyaaaa, udah sana, maaf aku gak bisa antara ke bandara",
" gak Usah kamu tetap tinggal disini, atau kamu mau sewa apartemen saja buat lebih aman? ",
" kayaknya iya kak, gak mungkin aku lama lama tinggal di hotel",
"kakak akan minta Grace urus semuanya, kamu jangan kemana mana sendirian",
" iyaaaaa, bawel",
Arkana terkekeh melihat muka rakeela yang cemberut, bibirnya mencuat kedepan, sungguh Arkana ingin sekali meraup rakus bibir sexy itu.
sementara itu, dibelahan bumi lain, Zoya dan David sedang berada di apartemen Zoya.
David berkata ingin membicarakan hal penting dengan Zoya, dan Zoya yang awalnya ragu akhirnya setuju.
kenapa dia apartemen Zoya, jawabannya karena Zoya malas keluar rumah, karena di sedang capek, banyak pekerjaan di butik.
"ada apa? ", tanya Zoya,
" gue mau nikah sama Lo",
Bola Mata Zoya rasanya hendak keluar dari tempatnya, melongo, saking kagetnya mendengar ucapan David,
"lo... Lo... pasti bercanda kan vid", ucap Zoya gugup,
" gue serius", jawab mantap David,
"gak lucu",
"gue gak lagi ngelawak",
"Lo kenapa sih, aneh banget",
"gue mau nikah sama Lo, anehnya di mana?", tanya David masih dengan nada datarnya, sumpah, Zoya ingin sekali menabok pemuda itu.
" kenapa, karena malam itu?", tanya Zoya menatap David lekat,
David terdiam, tak langsung menjawab,
"kalau tebakan gue benar, sorry gue gak bisa",
jawaban Zoya membuat David sedikit tercengang, biasanya perempuan akan meminta tanggung jawab setelah ada yang menidurinya, tapi Zoya ini malah menolak.
" kalau Lo merasa bersalah dan harus bertanggung jawab, sorry gue gak bisa terima niat baik Lo, malam itu semua yang terjadi bukan atas kemauan kita, kita sama sama dalam pengaruh obat dan alkohol", jelas Zoya,
"tapi tetap aja gue udah nidurin Lo",
"iya, dan waktu itu gue juga yang godain Lo duluan", Zoya tak mau kalah,
"yang jelas gue akan nikahin Lo, titik",
"kenapa Lo maksa?",
"gue gak mau di cap lelaki tidak bertanggung jawab",
"gak akan yang melabeli Lo dengan kata kata itu",
keduanya saling berdebat, saling kekeh dengan pendapat masing masing, bahkan keduanya sudah saling duduk berhadapan, dengan tatapan sama sama tajam.
" gue mau nikah sama Lo Zoya",
" tapi gue gak mau David",
" harus",
" enggak",
" kasih gue alasan kenapa Lo nolak gue",
" karena gue merasa apa yang terjadi malam itu hanya sebuah kecelakaan, dan gua gak butuh tanggung jawab, lagipula kita sama sama gak saling cinta, gue gak mau menikah karena terpaksa dan tidak ada cinta di dalamnya", ucap Zoya melipat kedua tangannya di depan dada.
"kalau ternyata karena malam itu Lo hamil?",
" gue akan gugurin", jawab Zoya enteng, mata David langsung menatapnya tajam Zoya, seketika David memegang kedua bahu Zoya,
"jangan pernah berani melakukan hal gila itu Zoya", ucap David penuh penekanan, Zoya menelan ludahnya kasar melihat tatapan tajam David,
" Lo... Lo.... tenang aja, gue... Gue gak akan hamil", ucap Zoya gugup sambil melepaskan tangan David dari bahunya.
" kenapa Lo bisa seyakin itu, malam itu kita sama sama gak pakai pengaman?", tanya David memicingkan mata,
" ya pokoknya gue akan hamil, jadi Lo gak Udah punya pikiran mau tanggung jawab", jawab Zoya semakin gugup,
"kenapa Lo gugup gitu?", tanya David lebih selidik,
"hah, eng... Enggak kok, gue gak pa pa", jawab Zoya mengalihkan pandangannya dari tatapan David.
" gue tetap akan nikahin Lo Zoya, Lo gak bisa nolak", ucap David memaksa, Zoya semakin dibuat Tidak paham dengan sikap David,
"kenapa sih maksa banget?", kesal Zoya,
"karena gue cinta sama Lo",
ucapan David kembali membuat Zoya menegang ditempatnya, kenapa David semakin aneh?
" gak lucu vid, Lo gak Usah sampai bikin drama kayak gini", ucap Zoya menyangkal,
" gue gak bercanda, gue serius, gue cinta sama Lo dan gue akan nikah sama Lo".
Zoya masih nge lag di tempatnya, tak bisa lagi berkata kata,
" gue akan siapkan semuanya, dan kita akan nikah secepatnya",
David beranjak setelah mengatakan itu, meninggalkan Zoya yang masih mematung ditempatnya.