NovelToon NovelToon
SOUL POWER MANIFESTASI

SOUL POWER MANIFESTASI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: vheindie

Di dunia kultivasi yang mengandalkan kekuatan jiwa bawaan sebagai penguat teknik beladiri, Vincent sering diremehkan karena hanya memiliki soul tumbuhan, hal itu membuatnya dipandang sebelah mata dan sering dianiaya oleh sesama murid sekte tempatnya tinggal.

Dan potensi kekuatannya mulai terlihat setelah dilatih oleh ratu Lily, seorang ras elf yang tidak sengaja ia temui ketika dalam keadaan terluka parah. Beliau adalah seorang kultivator domain celestial yang terlempar ke domain fana setelah dikeroyok oleh empat kaisar penguasa dunia tersebut.

Ratu Lily yang nota benenya memiliki soul yang sama dengan Vincent dan sudah ahli dalam penguasaannya, tertarik untuk mengajari Vincent mengembangkan potensi soul tumbuhan tipe langka yaitu soul pohon adam yang merupakan rajanya tumbuhan.

Akankah dengan kekuatan Jiwa kayu yang dilatih dibawah bimbingan ratu Lily ia dapat berdiri di puncak dunia kultivasi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vheindie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Dengan Ratu Peri

"Hahaha... Tak kusangka kau punya kebun sebagus ini. Apa karena efek kurang jatah makanan di area pelayan hingga berinisiatif menanannya secara mandiri?" ujar Ah Jun mengejutkan Vincent yang tengah memetik ubi jalar.

"Kau tau, apa yang kau lakukan ini sebuah pelanggaran sekte. Karena telah menanam tanpa izin di wilayah hutan kabut-"

"Apa yang kau inginkan?!" potong Vincent tampak kesal sekaligus terkejut dengan kedatangan tiga anak pengganggu tersebut.

"Haha... Punya nyali juga kau berani membentakku, apa kau sudah bosan hidup? Tapi untuk kali ini aku akan sedikit melunak ,namun sebagai kompensasinya..."

"Kalian berdua! Ambil semua buah dan herbal yang ada disini," perintah Ah Jun pada kedua bawahannya.

"Hentikan!" teriak Vincent dengan penuh amarah. Ia tidak rela tanaman yang telah ia rawat begitu lama dirusak oleh mereka. Vincent menerjang ke arah Ah Jun dengan mengeluarkan cahaya hijau ditangan meski tampak samar, meski ia sadar mereka bukan tandingannya.

"Oh... Kau mulai berani melawan? Bahkan berani memamerkan aura sampahmu di depanku. Kalau begitu akan kuperlihatkan apa itu soul yang sebenarnya," ucap Ah Jun mengeluarkan soul miliknya.

Tentu saja karena perbedaan tingkat kultivasi antar keduanya terlalu jauh membuat Vincent terhempas dalam satu kali pukulan dengan luka berat yang diterimanya.

"Vangsat... Si sampah itu mengotori bajuku," gerutu Ah Jun melihat ada noda darah menempel pada bajunya.

"Tuan muda..."

"Ada apa?"

"Apa tidak akan jadi masalah, jika dia terjatuh ke jurang?"

"Cih. Abaikan saja, lagipula siapa yang akan peduli dan mencari keberadaan seorang murid pelayan rendahan sepertinya. Apalagi kudengar setiap murid area pelayan akan saling bunuh demi sebuah makanan dan sebiji batu jiwa untuk memperkuat kultivasi mereka. Terpenting mulut kalian berdua jangan sampai bocor terutama ke Yu'er."

"Aku tidak ingin dia sampai mengadu ke tetua ketiga, meski tetua ketiga pun tidak peduli pada si sampah itu. Namun kemungkinan ia akan berusaha menuruti apapun permintaan cucu kesayangan," ucap Ah Jun yang acuh dan masih menggerutu karena noda darah yang menempel dilengan bajunya.

"Cepat! Bawa semua bahan herbal dan buah yang ada di tempat ini, kita simpan di gudang rahasia sebelum dibawa ke tengkulak pasar kalangan untuk dijual," lanjutnya.

Saat ketiganya pergi dengan tawa puas karena berhasil mendapat bahan makanan dan tanaman obat secara gratis. Vincent yang terlempar oleh pukulan Ah Jun tengah berjuang mati-matian menahan rasa sakit agar tak terjatuh dari tebing dengan jurang yang kedalamannya pun tidak terlihat dari tempatnya sekarang.

"Sial. Apakah ini akhir dari hidupku yang malang ini? Terserahlah, mungkin memang sudah takdir yang harus kuterima. Seandainya soulku lebih baik, mungkin aku akan sedikit dihargai oleh orang lain." Vincent pasrah ketika dirinya mulai terjun bebas ke dalam jurang yang konon terbentuk oleh sebuah pertarungan antar master beladiri di jaman lampau.

"Apakah aku sudah mati?" Ia membuka kedua kelopak matanya dan perlahan mulai mendarat dihamparan rumput yang terasa begitu lembut dengan langit-langit berwarna hijau muda yang sungguh menenangkan hati.

"apakah tempat ini taman surga atau tempat sebelum berlahir kembali?" Lanjutnya yang masih bingung dimana dia berada. Beberapa detik kemudian muncul sosok gadis kecil dengan empat sayap indah di punggung menghampirinya, sambil berkata: "Oh... Rupanya kau sudah bangun bocah!"

"Malaikat?!" Seru Vincent dengan wajah panik ketika sosok tersebut melangkah mendekatinya.

"Berarti aku benar-benar telah mati, tapi tak apalah dari pada menjalani hidup penuh hinaan dan penganiayaan. Semoga saja dikehidupan yang kedua nanti aku menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya-"

"Bocah kenapa kau terus menggerutu tentang kematian? Apakah kau segitunya ingin mati? Aku ini bukan malaikat. Aku adalah seorang ratu peri yang agung," sela gadis kecil yang jengkel mendengar dialog monolog bocah yang tiba-tiba masuk menembus array ciptaannya.

"Hah. Saya belum mati? Jadi tempat apa dan di mana ini?" Vincent terkejut dengan mata melebar mendengar dirinya masih hidup.

"Ini adalah array pelindung milikku, meski aku menciptakannya dalam keadaan terlemahku. Tapi sudah cukup untuk menahan seratus pukulan dari ahli tahap emperor."

Vincent terkejut mendengar penjelasan ratu peri tersebut.

'Tahap emperor? Bukankah kata ketua sekte kabut level itu hanya dimiliki segelintir orang di negara ini? Karena tahap emperor adalah level terkuat di dunia ini, apalagi yang telah mencapai puncak. Apakah gadis kecil yang ada di hadapanku adalah seorang ahli emperor puncak?' gumamnya dalam hati.

"Terimakasih sudah menolong saya, mungkin jika bukan karena pertolongan ratu saya sudah beneran mati." Ia pun membungkuk penuh hormat, karena merasa telah diselamatkan dari kematian.

"Hmm... Tak perlu dipikirkan, aku menolongmu karena kau terjatuh tepat depan hidungku," timpalnya dengan memalingkan wajah. Padahal saat Vincent masih pingsan, ratu Lily berusaha menyerap aura dari soul yang ada di dalam tubuhnya untuk keuntungan pribadi. Karena kekuatan jiwa mereka yang memiiki kesamaan, namun ratu Lily terkejut saat soul milik Vincent malah yang berkembang dibandingkan miliknya.

'Kau beruntung mempunyai soul tipe raja tumbuhan, kalau tidak. Auramu sudah kuekstrak dari tadi.'' gumamnya dalam hati.

Memang setelah meledakkan diri dihadapan empat kaisar, ternyata ratu Lily belum mati dan hanya terlempar ke domain fana melalui celah dimensi yang tidak sengaja terbuka. Kemudian dalam situasi terluka ia membuat array perlindungan untuk berjaga-jaga supaya keberadaannya tidak terlacak oleh keempat penguasa domain atas dan terus berusaha memperbaiki kultivasinya ke tahap puncak dan kembali ke domain celestial untuk melakukan pembalasan.

"Bocah. Bagaimana kau bisa sampai kemari?" tanya ratu Lily kemudian.

Bukan hanya menjelaskan bagaimana bisa terjatuh ke tempatnya berada, tapi ia pun menceritakan tentang dirinya yang selalu dianiaya karena hanya mempunyai kultivasi rendah dengan soul tumbuhan yang dipandang sebelah mata oleh semua orang.

Mendengar penuturan Vincent tentang jiwa kayu yang dianggap remeh, amarahnya langsung memuncak. Aura membunuh yang menyebar membuat Vincent bergidik ngeri sampai dirinya kembali terduduk lemas akibat tekanan yang begitu kuat.

"Dasar orang-orang bodoh yang tidak tau luasnya langit! Bocah maukah kau mempelajari cara mengembangkan soulmu itu? Dan tunjukan pada manusia dunia bawah ini tentang kekuatan sejati jiwa tumbuhan yang ada pada dirimu itu."

"Tentu saja saya bersedia dan jika ada hal yang bisa meningkatkan kekuatan pada diri ini. Saya bersedia apapun resikonya," timpal Vincent tanpa ragu. Karena ia tidak ingin terus menjadi orang tertindas.

"Bagus. Mulai hari ini, kau akan mewarisi seluruh kemampuan yang kumiliki tentang teknik pengembangan jiwa tumbuhan yang ada pada dirimu. Suatu hari nanti kau akan naik ke domain atas bersamaku dan menantang empat kaisar sombong yang ada di sana," ujar ratu Lily.

"Cepat berdiri dan ikutlah bersamaku ke suatu tempat. Mulai sekarang kau akan menjalani latihan yang belum pernah orang lain alami," lanjutnya dan Vincent pun mengikuti ratu Lily dari belakang tanpa keraguan sedikitpun

Mulai hari itu dirinya berlatih dibawah bimbingan sang ratu peri yang keberadaanya pernah disegani oleh para kultivator domain atas termasuk para kaisar itu sendiri.

Sebenarnya ada alasan tersendiri yang ratu Lily tak diungkapkan pada Vincent. Dimana ia merasa anak yang ada di belakangnya mampu memadukan teknik soul tumbuhan dengan teknik milik kaisar kuno lebih baik dari dirinya dan salah satunya adalah teknik kebangkitan yang suatu saat berguna bagi dirinya.

1
angin kelana
pengunaan istilahnya kek kurang masuk ke dunia kultivasi pakai istilah inggris.
vheindie19: Terimakasih kak untuk masukannya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!