NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Kedua Pria Beristri

Menjadi Istri Kedua Pria Beristri

Status: tamat
Genre:Poligami / Ibu Pengganti / Menikah Karena Anak / CEO / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Aruna tahu hidupnya tidak lama lagi. Demi suami dan putri kecil mereka, ia memilih sesuatu yang paling menyakitkan... mencari wanita yang akan menggantikannya.

Alana hadir sebagai babysitter tanpa mengetahui rencana besar itu. Adrian salah paham dan menilai Lana sebagai perusak rumah tangga. Namun, pada akhirnya Aruna memaksa keduanya menikah sebelum ia pergi untuk selamanya.

Setelah Aruna tiada, Adrian larut dalam rasa bersalah dan menjauh dari istri keduanya. Lana tetap bertahan, menjalankan amanah Aruna meski hatinya terus terluka. Situasi semakin rumit saat Karina, adik Aruna berusaha merebut Adrian dan menyingkirkan Lana.

Akankah Adrian berani membuka hati untuk Alana, tanpa mengkhianati kenangan bersama Aruna? Atau justru semuanya berakhir dengan luka yang tak tersembuhkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 32.

Beberapa hari berlalu tanpa satu pun kejadian berarti. Rendi tak lagi berani muncul di perusahaan, apalagi mendekati Alima. Di perusahaan milik Adrian itu, Alima kini menjabat sebagai wakil CEO. Posisi yang ia raih bukan karena nama besar ayahnya, tetapi karena kerja keras dan kecerdasannya sejak ia masuk dua tahun lalu. Mulai dari posisi manajer kecil, perlahan ia membuktikan diri hingga akhirnya diangkat menjadi wakil CEO setahun lalu.

Sore itu saat Alima melangkah keluar dari lobi, suara seorang wanita memanggil namanya.

“Alima…”

Alima menoleh, seorang wanita cantik berdiri tidak jauh darinya. Wajah yang terasa familiar, tapi samar. Alima mengerutkan kening.

“Maaf… siapa?”

Wanita itu tersenyum tipis lalu mendekat. “Ini aku, Tante Karina. Adik kandung ibumu. Tante baru balik dari luar negeri, makanya baru bisa ketemu kamu setelah bertahun-tahun.”

Alima mengerjap, terkejut. “Oh… Tante. Apa kabar? Nenek ikut pulang?”

Karina memeluk Alima, seolah menyimpan kerinduan bertahun-tahun. Setelah melepaskan pelukan, ia mengeluvs rambut Alima lembut. “Tante baik. Tapi… nenekmu sudah meninggal lima tahun lalu. Kamu sendiri bagaimana? Sudah menikah?”

Pertanyaan itu membuat wajah Alima seketika sendu. Ada luka yang belum kering, ada kisah yang masih menyesakkan hanya dengan mengingatnya. Ia ingin sekali mencurahkan semuanya kepada ibu sambungnya—Alana, tetapi ia tak berani karena Asmara adalah putri kandung Alana, sedangkan ia hanyalah anak sambung.

Mata Alima memerah. “A-aku baru putus pertunangan… Tan.”

Karina langsung menangkap perubahan itu dan meraih bahu Alima. “Kok bisa begitu? Siapa yang berani bikin kamu sampai sesedih ini? Cerita sama Tante.”

Tangis Alima pecah. Karina merangkulnya erat, lalu menggiringnya masuk ke mobil untuk membawa Alima ke apartemennya.

Di sana dengan suara bergetar, Alima menceritakan hubungan pertunangannya yang hancur karena Rendi mengkhianatinya dengan Asmara.

Karina mendengarnya dengan raut wajah yang mengeras. “Kurang ajar! Adikmu itu benar-benar nggak tau diri! Dia… persis ibunya! Perebut!”

Alima terdiam, tercengang. “Maksud Tante…?”

Karina melanjutkan dengan nada penuh kebencian, tanpa keraguan sedikit pun. “Dulu, ibumu sakit hati sampai meninggal karena ayahmu berselingkuh dengan Alana. Waktu itu, Alana adalah pengasuhmu. Dia goda Papamu selagi ibumu masih hidup... waktu itu Kak Aruna sudah sakit-sakitan. Kamu masih kecil, jadi kamu nggak bakal inget.”

“Apa?!” Alima menatap Karina dengan tubuh gemetar. “Maksud Tante, Papa sama Bunda Alana—”

“Ya!” Karina memotong dengan suara keras. “Mereka itu berselingkuh! Saat kakakku terbaring sakit, Papamu dan Alana malah asyik bermesraan. Dan belum lama ibumu meninggal... Papamu langsung nikah sama perempuan jalaaang itu!”

Karina terlihat begitu marah, tak ada keraguan seolah seluruh kata-katanya adalah kebenaran mutlak. Namun yang tak disadari Alima, bahwa setiap kalimat Karina adalah racun yang telah ia persiapkan. Kebohongan yang lahir dari dendam lamanya pada Adrian dan Alana.

Alima menggenggam sisi sofa, tubuhnya bergetar hebat. Setiap kata Karina terasa seperti pecahan ka ca yang menembus kulit hatinya.

Selama ini, ia hidup dengan keyakinan bahwa Alana adalah wanita baik. Sosok lembut yang tak pernah meninggikan suara, ibu sambung yang memperlakukannya seperti anak sendiri.

Namun kini…

“Tante… serius?” suara Alima nyaris tak terdengar.

Karina mengusap punggung keponakannya itu menenangkan. “Tante nggak punya alasan untuk bohong. Ibumu... cerita banyak sama Tante sebelum dia meninggal. Dia takut kamu akan dibutakan oleh sikap manis Alana.”

Air mata jatuh dari mata Alima, seluruh dunia yang ia kenal seakan retak.

Karina kembali berkata lebih pelan, tetapi jauh lebih menusuk. “Kamu harus hati-hati, Alima. Alana itu pintar menyembunyikan belang. Kamu pikir kenapa Asmara bisa setega itu sama kamu? Karena dia… mewarisi sifat ibunya.”

Alima menghapus air mata dengan gemetar. “Tapi aku… tidak pernah merasa Bunda Alana jahat. Beliau selalu baik padaku…”

Karina tersenyum, senyum lembut yang justru penuh manipulasi. “Nah, itu dia. Perempuan macam begitu justru paling bahaya. Dari luar kelihatan suci… tapi dalamnya penuh kelicikan.”

Alima terdiam, hatinya berkecamuk. logikanya menolak, tetapi luka batinnya membuat ia rentan.

Rendi mengkhianatinya, Asmara menghancurkan pertunangannya. Dan kini seorang keluarga kandung mengatakan ibu sambungnya selama ini hanya berpura-pura, dan sulit bagi Alima untuk berdiri kokoh.

Karina lalu berdiri, mengambil segelas teh hangat lalu meletakkannya di depan Alima.

“Minum dulu. Kamu kelihatan syok.”

Alima meraih gelas itu dengan tangan bergetar. “Tante… kenapa baru bilang sekarang?”

“Karena Tante baru berani pulang. Waktu ibumu meninggal… Tante terlalu hancur. Saat Tante menginginkan keadilan untuk ibumu, ayahmu malah mengusir Tante.“ Suara Karina bergetar, seperti seseorang yang menyimpan luka sangat dalam.

“Sampai sekarang, Tante tidak bisa memaafkan mereka.”

Alima menunduk, dan tidak melihat betapa tajamnya sorot mata Karina yang menatapnya.

Karina tahu betul bahwa Alima adalah celah paling lemah dalam keluarga Adrian. Dan ia sedang memasukinya, perlahan tapi pasti.

Setelah beberapa menit, Alima mengakhiri tangisnya dan mengumpulkan kekuatan untuk bicara. “Tante… apa yang harus aku lakukan? Aku merasa bingung… tersakiti… aku nggak tau harus percaya sama siapa.”

Karina menggenggam kedua tangan Alima.

“Percaya sama Tante, pada darah yang sama dengan ibumu... sayang. Percaya sama keluarga kandungmu, bukan sama wanita yang merebut Ayahmu dari Ibumu.”

Suara Karina terdengar begitu meyakinkan hingga Alima ingin percaya, meski di dadanya ada suara kecil yang berbisik bahwa ada sesuatu yang janggal.

Sementara itu, di rumah Adrian…

Pria paruh baya namun tetap gagah itu melangkah turun dari mobil dengan wajah lelah setelah seharian bekerja.

Namun langkahnya terhenti ketika melihat sang istri berdiri di depan pintu, menatapnya dengan ekspresi sulit dibaca. Campuran khawatir dan firasat buruk.

“Mas? Aku merasakan firasat buruk..." Ucap Alana. “Aku nggak bisa menghubungi Alima, chat juga nggak dibalas. Biasanya nggak begini, anak itu selalu balas meskipun sibuk dan ngasih kabar padaku.“

Adrian mengerutkan alis, tiba-tiba saja jantungnya berdegup kencang.

1
Rohmi Yatun
makasih Thor udah kasih hiburan yang luar biasa.. ditunggu karya selanjutnya.. 👍
Tiara Bella
ehhh udh tamat aja ini...
Tiara Bella: okey semoga sehat selalu ya thor
total 4 replies
DC
/Good//Good//Good//Good/
Ariany Sudjana
puji Tuhan, happy end, cerita bagus, ga terlalu panjang juga, jadi ga capek bacanya 😄
Rere💫: Makasih kasay udh baca 😍
total 1 replies
Tiara Bella
typo Thor hrsnya Alima ditulisnya asmara....yg alima nunggu satria dirmh sakit
Tiara Bella: sama² kak Rere yg cantikkk 😍
total 2 replies
Akasia Rembulan
cemburu ya
Tiara Bella
Asmara cemburu nh.... Airlangga awas ada macan ngamuk krna cembokur.....
Akasia Rembulan
berat amat ya untuk pasangan pengantin baru.. semoga badai cepat berlalu 💪
Dian Rahmawati
jgn smpe deh Airlangga tergoda sama Alima
Suanti
jangan sampai lama2 airlangga jatuh cinta pula sm alima 🤣🤣
Tiara Bella
takutnya nnti ada apa² ditengah jalan atas pernikahan asmara sm Airlangga
Ariany Sudjana
bagus Airlangga, kamu harus terbuka sama orang tuanya asmara, tentang apa yang sebenarnya terjadi. jangan bertindak bodoh seperti asmara (yang tidak pernah bisa jujur), juga si bodoh alima (yang mau saja dimanipulasi Karina)
Lovita BM
syukurlah ada Airlangga yg teges, menunjukkan posisi asmara 🧐
Suanti
alima terlalu egois penyakit nya dia bikin jadi ancaman 🤣
Dian Rahmawati
good job airlangga
Tiara Bella
good job Airlangga....masa kalah sm Alima....
Dian Rahmawati
kok alima gtu
Agunk Setyawan
masa mau dibikin sama sih dengan cerita ibunya g seru thor KLO kaya gitu
Agunk Setyawan: masa gara"alima sakit asmara ngalah
kan g seru juga
total 2 replies
Tiara Bella
Alima ko km gitu sh....sakit sh tp ko mintanya KY gitu blm tentu kan Airlangga suka sm km...
Rere💫: Banget 🤭
total 6 replies
Tiara Bella
Alima butuh pencerahan ini Thor....kasian dimanfaatin sm Karina....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!