Natasha Bleecker berusia 30 tahun seorang sekretaris CEO tampan bernama Dimas dijodohkan dengan Reza Permadi berusia 26 tahun. Natasha adalah cinta pertama Reza sewaktu kecil dulu. Sedangkan Dimas sangat terobsesi memiliki Natasha membuat jalan perjodohan mereka sedikit rumit. Kerikil kerikil tajam selalu datang dalam hubungan Natasha dan Reza.
Apakah mereka dapat berakhir bahagia seperti cerita pada novel novel romansa lainnya?
Dukung terus Author dengan Like, coment, fav & share. Dengan begitu memberi semangat Author untuk cepat menyelesaikan kisah Natasha dan Reza.
Terimakasih untuk teman teman penyuka noveltoon 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggraini Gita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32 : Maafkan Aku
"Tunggu! apa kita pernah bertemu sebelumnya? sebelum pertemuan kemarin. Wajahmu tidak asing bagiku" Natasha mencoba mengingat ingat.
"Minimarket B, Thorn Limburg" jawab Rozi.
Natasha menutup mulutnya, tak menyangka dapat berjumpa kembali dengannya disini di indonesia.
"Maaf waktu itu aku ada hal yang mendesak dan handphoneku hilang, mungkin terjatuh saat aku berlari menghindari psikopat itu" jelas Natasha.
"Psikopat? siapa?" Rozi jadi tahu kalau Natasha memang tidak sengaja menghindarinya.
"Mantan pacar. Aku kabur darinya. Aku pikir kabur ke Belanda yang cukup jauh dari indonesia, tapi dia tetap saja mencariku" Natasha membuang nafasnya kasar.
"Lalu bagaimana dia sekarang? apa masih mengganggumu?" Rozi bertanya kembali.
"Dia bunuh diri karna tak kunjung menemukanku" Natasha menunduk.
"Benar benar psiko" Rozi tak habis pikir.
"Nona, maaf. Tuan Reza sudah menunggu diparkiran depan" Raya berlari cepat mendekati Natasha. Raya melirik ke arah Rozi.
'siapa dia? kenapa duduk bersama dengan nona muda?' batin Raya.
"jangan melihatku seperti itu nona! seolah kau akan memakanku" kata Rozi pada Raya yang menatapnya lekat tanpa berkedip, pasang wajah dingin.
"Kenapa dia kesini? kenapa harus menghubungimu? handphoneku?" Natasha mencari didalam tas, nihil.
"Handphone nona tertinggal dikantor" Raya memberi tahu.
"Astaghfirullah..pantas saja. Oke, ayok Raya" Natasha menarik lengan Raya lalu berpamitan dengan Rozi.
"Suamiku sudah menunggu. Dan ini, aku kembalikan. Sudah aku cuci. Terimakasih banyak atas semua bantuanmu, dulu dan kemarin" Natasha memberikan sapu tangan yang diberikan oleh Rozi kemarin. Pergi menjauh dan menghilang dari pandangan Rozi.
"Apa kita bisa bertemu kembali?" Rozi berteriak, sedangkan Natasha melambaikan tangannya dari kejauhan dan tersenyum.
"Aku berharap kita bisa bertemu kembali dan kau ada disisiku Nata" kata Rozi lirih.
*****
Raya membukakan pintu mobil untuk Natasha. Reza didalam sudah menunggu, diam tanpa senyuman.
'kenapa diam saja? apa dia marah denganku? tadi kan aku sudah ijin' batin Natasha gelisah. Raya mengikuti dari belakang. Didalam mobil hanya ada Natasha, Reza dan sopir.
"Sayang kenapa diam saja?" tanya Natasha memberanikan diri.
"Aku lelah" jawab Reza sambil memejamkan matanya.
"Oh..Baiklah" Natasha kembali memilih diam, membiarkan suaminya istirahat.
Natasha melihat ke arah luar jendela, merasakan hari ini tidak seperti hari hari sebelumnya. Reza menjadi dingin dan pemarah. Untung saja mereka menggunakan mobil ini, terdapat pembatas antar penumpang dan sopir. Jadi sopir tak dapat melihat ataupun mendengar apa yang sedang terjadi dikursi belakang. Kerenggangan antara tuan muda dan nona mudanya.
*******
Sesampainya dirumah, Reza berjalan mendahului Natasha masuk ke dalam menuju lift. Natasha berjalan cepat mengikuti.
"Selamat malam oma, aunty" Natasha menyapa sekilas dan tetap mengejar suaminya menuju lift.
Oma dan Aunty melihat ada masalah diantara pasangan suami istri itu, membuat mereka bahagia.
tring
lift sampai di lantai 3. Bukannya masuk ke dalam kamar, Reza masuk ke ruang kerjanya dan langsung menutupnya keras. Natasha terkejut dengan sikap Reza.
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi? apa salahku?" gumam Natasha, berjalan perlahan ke kamarnya.
Natasha masuk ke dalam kamar mandi, melepaskan semua pakaiannya. Berdiri dibawah guyuran shower, menangis terisak. Baru kali ini ia diperlakukan acuh oleh suaminya. Satu satunya orang yang dimilikinya saat ini setelah kepergian kedua orangtuanya. Sebatang kara tanpa keluarga ataupun saudara.
*****
Reza POV
Kenapa dia muncul lagi? sepertinya dia mengikuti istriku. Apa tujuannya?
Aku kesal melihat istriku duduk ditaman bersama dengan Rozi, kakak tiriku. Ya kakak tiriku, usia kami terpaut cukup jauh, 10 tahun. Kesalahan Daddy di masa lalu yang sengaja ditutupi dari dunia luar. Hanya orang terdekat yang mengetahuinya.
Daddy menghamili kekasihnya. Opa dan Oma sangat menentang hubungan mereka. Lalu Daddy dijodohkan dengan Mommy. Hingga akhirnya Rozi dan wanita itu datang dan membuat keributan. Wanita itu menginginkan hak Rozi sebagai anak laki laki sekaligus cucu pertama keluarga Permadi, namun ditolak mentah mentah. Saat itu usiaku 10 tahun.
"Hei bocah kecil, asal kau tau, aku akan datang merebut semua yang memang milikku dari awal" kata kata itu yang membuatku geram. mengepalkan kedua tanganku, menatap benci padanya, Rozi.
"Datang saja, akan kubuat hancur kau. Lihat saja nanti" gertakan anak kecil pada kakak tiriku yang sudah berusia 20 tahun.
"Hahahaha..." gelak tawa mengejek keluar dari mulutnya. Benar benar membuatku muak, meremehkanku. lihat saja nanti.
Dan wanita itu ternyata lebih mengerikan dan nekat. Menyewa pembunuh bayaran untuk melukaiku dan mommy. Untung saja kami tidak jadi menaiki mobil yang biasanya kami pakai. Salah sasaran. Sopir Hiro yang tewas ditabrak truk trailer di tol.
Daddy mengasingkan mereka ke Belanda sebagai hukuman, tanpa diberi uang, hanya rumah kecil dipinggiran kota.
******
Ruangan Kerja
tok tok tok
"Masuk"
"Tuan, ini tentang kakak tiri Tuan, Rozi" Bani akan melaporkan sesuatu tentang maksud kedatangan Rozi ke indonesia.
"Cepat katakan!" Reza sudah tidak sabar mendengarnya.
"Dia mencari nona muda, Tuan" Bani berkata dengan hati hati, karna tahu pasti akan membuat tuan mudanya marah.
"Apa?? Bagaimana bisa dia mengenal istriku?" Reza menggebrak meja, kesal.
"Begini tuan, bla bla bla..." Bani menceritakan semua pertemuan Rozi dan Natasha saat di Belanda.
"Sialan!!" Reza meremas kedua tangannya, ternyata Rozi menaruh hati pada Natasha istrinya.
"Lalu bagaimana dengan reaksi istriku?" Reza penasaran.
"Sepertinya nona tidak menaruh hati, hanya terkejut saja" jawab Bani.
"Oke, terus awasi dan jaga istriku. Jangan sampai dia mendekat lagi. ingat itu Bani!!" Reza tegas tak ingin kecolongan lagi.
"Baik, Tuan" Bani membungkukan badan lalu berjalan keluar.
'Aku salah sudah mengacuhkan istriku hari ini, dia pasti sangat sedih' gumam Reza lalu bangkit, jalan menuju kamarnya.
Saat masuk ke dalam kamar, Reza mendengar gemricik air dan suara tangisan Natasha. Ia tahu sudah salah pada istrinya. Tanpa Natasha tahu, Reza sudah masuk ke dalam kamar mandi yang lupa dikuncinya. Memeluknya dari belakang, mengucapkan kata maaf.
Glek
Natasha menelan salivanya, terkejut saat kedua tangan Reza merangkulnya dari belakang.
"Maafkan aku" ucap Reza yang ikut berdiri dibawah guyuran shower.
Natasha ingin membalikkan badannya, namun dicegah Reza.
"Tetap seperti ini, sebentar saja" Reza mengeratkan pelukannya. Mengecup bahu lalu pucuk kepala istrinya berulang.
*****
Tengah malam Natasha terbangun, memegangi dadanya lalu menutup mulutnya, merasa sesak dan mual. Berlari ke kamar mandi.
Huek huek
memuntahkan semua isi perutnya hingga hanya cairan kuning pahit yang tersisa.
Reza terganggu dengan suara dari kamar mandi. Meraba sebelahnya namun istrinya tak ada. Membuka matanya paksa lalu mendengar lagi suara Natasha yang sedang mual muntah.
Brak
Reza membuka paksa pintu kamar mandi. Natasha terkulai lemas dipinggir closet. Reza membopong tubuh istrinya, meletakkan diranjang kembali.
"Sayang..sadarlah. Ada apa denganmu?" Reza menepuk pipi Natasha perlahan.