ini kisah anak bungsu dari 6 bersaudara dia bernama laras.laras gadis SMA berumur 17 tahun yang periang dan memiliki suara yang indah yang dijodohkan dengan seorang anak pengusaha besar yang kaya raya.dewa adalah anak pengusaha besar dia anak tertua dari 3 bersaudara.cerita ini bermula saat perjanjian yang dilakukan kakek mereka saat muda dulu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santisnt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
beristirahat
laras tertidur dengan memeluk dewa dan dewa juga tertidur pulas
"aaaaaaaaaaaaa,minggir kamu" ucap Laras kaget
"shutt Jagan berisik perjalanan masih jauh" ucap dewa menutup mulut Laras.
"aku sekarang sudah tidak takut lagi,kamu minggir lah sana" ucap Laras mendorong dewa yang terus memeluknya
"sudah ku bilang diam,bisa kah kamu kembali tidur lagi seperti tadi" ucap dewa tersenyum kearah Laras
"baiklah aku akan tidur lagi tapi lepaskan pelukanmu ini aku tidak bisa bernafas" ucap Laras mendorong dewa
"baikalh " dewa melepaskan
Laras terus memandangi wajah dewa yang begitu dekat.
"tidurlah ,Jagan memandang wajahku yang tampan ini terus" ucap dewa tersenyum licik
"aku melihat wajah mu karena wajahmu terlihat lebih jelek kalau sedang tidur" ucap Laras membalikan badannya membelakangi Laras
"apa yang kamu bilang terimalah ini" ucap dewa memeluk Laras dari belakang
"lepaskan aku dasar mesum" ucap Laras namun dewa tidak mendengarkan nya
"kamu ini malah tidur" ucap Laras mendengar dengkuran dewa
Laras pun memberikan dewa memeluknya dengan erat.hingga pesawat tiba di Swiss.
"tuan, nyonya silahkan masuk saya akan membawa anda menuju kehotel penginapan" ucap sekertaris Juan
"terimakasih asisten Devi" ucap Laras karena telah membukakan pintu mobil
dewa Laras dan kedua abadinya akhirnya sampai di hotel mewah
"berikan kunci kamar ku".ucap dewa pada sekertaris Juan
"ini tuan , pelayanan hotel telah membawa barang barang anda di kamar" ucap sekertarisnya
"asisten Devi kalau begitu berikan kunci kamar ku juga,aku mau segera bersiap siap menuju pesta" ucap Laras menadahkan tangan
"maaf nyonya kunci kamar anda telah di tuan dewa" ucap asisten Devi menunduk
"maksud kamu aku sekamar dengan dia" bebicara lantang bergema didalam lift dan menunjuk kearah dewa
"emang kenapa kalau sekamar tidak boleh" ucap dewa melotot kearah Laras
"aku hanya ingin tidur ku leluasa" ucap Laras melotot juga
"Jagan banyak omong kamu,oh ya kalian berdua istirahat lah sebentar dan bersiap siap" ucap dewa menarik Laras keluar dari lift menuju kamarnya
"tingkah mereka sangat lucu" ucap Asisten Devi
"benar sepertinya mereka akan saling mencintai" ucap sekertaris Juan
sekertaris Juan dan asisten Devi bersiap siap dan menuju kamar mereka masing masing.sedangkan dewa dan Laras sampai dikamarnya
"oke aku akan sekamar dengan mu,oh ya aku tidur disini saja" ucap Laras duduk di sofa
"terserah kamu saja,siapkan aku air mandi tapi pijat kepala dan kaki ku dulu".ucap dewa membaringkan badannya di atas kasur
"emangnya kamu saja yang capek" ucap Laras mengumam
"apa kamu bilang" ucap dewa sambil memejamkan matanya
"tidak aku tidak bicara apa apa" ucap Laras menuju kearah dewa dan memijat kakinya
"kalau kamu capek, nanti aku juga memijatmu setelah kamu memijatku".ucap dewa memejamkan matanya
"tidak perlu,aku tidak capek aku hanya sedikit lelah saja" ucap Laras menunduk
"dasar bodoh capek dan lelah itu kesatuan yang sama" ucap dewa kesal
Laras memijat dewa dengan benar hingga dewa tertidur.dan Laras mandi.setelah selesai mandi Laras terkejut dengan pakaian tidur didalam koper sangat tipis dan menerawang
"apa apaan ini,ini pasti kerjaan sih mesum" ucap Laras kesal dan menuju ke arah dewa
"hey bangunlah laki laki mesum,kamu mengganti pakaian tidur ku yang aku bawa dengan pakaian tipis ini" ucap Laras melempar bantal kewajag dewa
"istttt apa apaan in....i"terkejut karena Laras menghampiri dewa menggunakan handuk pyma
"berhentilah melihat ku seperti itu,kami lihat ini dan jelaskan" ucap Laras melemparkan pakaian tipis kearah dewa
"apa , bukannya kamu yang membawa dan mengkemas pakaian mu sendiri.kenapa marah marah kearah ku" ucap dewa terduduk dikasur
"kamu Jagan membantah lagi deh aku jelas jelas memasukan pakaian tidur ku yang biasa aku kenakan.kenapa tiba tiba di koper ku hanya ada baju seperti itu" ucap Laras kesal
"aku benar benar tidak tau,aku mau mandi ganti lah pakaian mu.dan berhenti menggunakan handuk pyama didepan ku" ucap dewa berangkat dari kasur dan mendorong Laras kekasur hingga terduduk
"dasar laki laki mesum" ucap Laras teriak
akhirnya Laras Mengganti pakaian tidurnya dan menggunakan pakaian tidur tipis dan menerawang.
"sial aku jadi harus pakai baju tidur seperti ini."ucap Laras kesal
"oh ya sebaiknya aku cari selimut di lemari pakaian" ucap Laras menuju ruang pakaian
tiba tiba dewa masuk kedalam dan melihat Laras menggunakan pakaian tidur yang sangat seksi itu
"kamu sedang cari apa" ucap dewa
"aaaaaaaaaaaaa kamu berbalik "ucap Laras tersungkur
"kamu mau cari apa biar aku ambilkan,lagian aku tidak akan nafsu melihat badanmu yang tulang semua itu" ucap dewa melihat kearah Laras
"tolong ambilkan selimut diatas situ" ucap Laras menunjuk kearah lemari paling atas
"ini ".ucap dewa memberikan
"oh terimakasih banyak tuan" ucap Lars sambil menyelimuti tubuhnya
"saya keluar dulu".Laras keluar dengan tubuh berselimut selimut
"dasar gadis aneh, menggunakan pakaian seperti itu didepan suaminya saja dia malu.bagaiman kalau aku mengajaknya berhubungan" ucap dewa dalam hati sambil menggaruk kepalanya
dewa mengganti pakaian dengan pakaian tidur.sementara Laras tertidur di sofa sambil menonton tv.dengan selimut menit seluruh badannya hingga tersisa kepalanya
"hey gadis bodoh apa kamu tidak panas" ucap dewa duduk dikasurnya
"tidak lebih baik aku kepanasan dari pada harus keluar dengan pakaian seperti ini" ucap Laras melirik kearah dewa
"kalau seperti itu selamat mati kepanasan" ucap dewa kesal.
"kamu menyumpahi ku agar cepat mati ya" ucap Laras
"nih kamu kenakan ini" ucap dewa sambil membuka pyma tidurnya
"tidak usah aku pakai ini saja,lagian kami bisa masuk angin nanti" ucap Laras
"kamu pakai saja,aku sudah terbiasa tidur telanjang dada,"ucao dewa memberikan pyamanya
"tapi" ucap Laras ragu
"sudah pakai lah,oh ya Jagan tidur disitu kamu tidur dikasur saja lagian kasurnya juga besar" ucap dewa menuju kasurnya
"tidak aku disini saja" ucap Laras mengenakan pyma dewa
"sudah cepatlah". ucap dewa menepuk kasur nya
Laras hanya menuruti dan berbaring dikasurnya membelakangi dewa
"kamu peluk aku seperti ini sampai pagi" ucap dewa menarik Laras hingga Laras berbalik dan berbaring didekat dadanya
"kenapa seperti ini,aku tidak bisa bernafas" ucap Laras membelakangi dewa kembali
"kalau seperti itu biar aku yang memelukmu" ucap dewa memeluk Laras dari belakang
"kamu ini ya" ucap Laras melepaskan tangan dewa
"sudah Jagan banyak protes,Sekar aku tidak menggunakan pyama ku.aku kedinginan makanya aku memelukmu.cepatlah tidur" ucap dewa mencari alasan
Laras hanya menuruti karena dewa telah memberikan pyamanya untuk Laras gunakan.dan mereka akhirnya tertidur pulas