Sabrina Anastsya Nugroho seorang gadis muda yang diumurnya yang muda, ia harus melewati banyak ujian di masa SMAnya ia harus kehilangan kedua orang tuanya yang meninggal akbiat kecelakan tak berselah lama kepergian orang tuanya sabrinapun harus menghadapi adiknya kecelakaan dan koma bertahun-tanun.
Dari kejadian itu semua ia bertemu dengan sahabat lama kedua orang tuanya. Dan dijodohkan dengan anak laki-laki sahabat kedua orang tuanya.
Menghantarkannya untuk jatuh cinta pertama kalinya, diselama pernikahan mereka banyak badai yang menerpa mereka.
Seberapa besar kah? Cinta keduanya. Apakah mereka akan bertahan, dengan banyaknya badai yang akan memisahkan mereka?
Selamat Membaca💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momo30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32.
"Bagaimana keadaan anak laki-laki itu kak Marisha ?." Tanya seorang laki-laki yang berjalan masuk kearah rumah mewah yang mereka tempati.
Wanita yang diajak bicara itupun melihat kearah suara yang sedang bertanya kepadanya. "Darimana saja kau Nino Nugroho !?."
"Bukan urusanmu kak !." Ucap datar Nino Nugroho.
Mendengar ucap sang adik Marisha hanya tersenyum sinis, yang memang sudah sangat hafal dengan sikap adiknya yang satu ini, yang memang licik dan selalu memasang bermuka dua.
Dia bisa bersikap baik didepan seorang Tama Nugroho sehingga, seluruh harta seorang Tama jatuh ketangannya sebelum usia kedua anak Tama menginjak 21 tahun.
Tapi, kejadian beberapa hari yang lalu membuat dirinya lupa bahwa Putri pertama seorang Tama sudah berusia 21 tahun dan anak laki-laki seorang Tama bulan depan akan berusia 20 tahun.
Dan itu semua membuat dirinya resah, sesuatu yang sudah ia raih takut akan lenyap diambil oleh kedua anak dari sang adiknya itu.
*Flasback On
Pada siang hari itu Sabrina berjalan dengan santai memasuki loby perusahan Grub N dan menghampiri meja Resepsionis.
"Selamat Siang ada yang bisa saya bantu mba ?." Sapa wanita cantik di meja resepsionis tersebut.
Dibalas senyum yang begitu manis oleh Sabrina. "Selamat siang mba, saya kesini ingin bertemu Bapak Nino Nugroho." Ucapnya.
"Sudah membuat janji sebelumnya mba ?." Tanya lagi resepsionis tersebut.
"Bilang saja mba kepada sekertarisnya Bapak Nino Nugroho untuk menyampaikan kepada beliau, bahwa saya Sabrina Anastsya Nugroho ingin bertemu kepada Bapak Nino Nugroho." Ucap Sabrina dengan tegas.
Mendengar apa yang diucapkan oleh Sabrina wanita itu langsung saja menelpon sekertaris atasnya tersebut karena memdengar nama Sabrina yang dibelakangnya ada nama 'Nugroho' membuat wanita itu berpikir bahwa gadis yang didepannya ini pastilah termasuk keluarga Nugroho.
Tok....Tok...Tok...
"Masuk !." Ucap laki-laki yang berkuasa diperusahan tersebut.
Seoarang laki-laki yang mengetuk pintu tadi pun masuk dan membisikkan sesuatu kepada atasanya tersebut dan sontak membuat seorang Nino terkejut bukan main.
"Apa !!! Suruh dia masuk kesini !." Pirntah Nino dengan suara meninggi.
Sabrinapun masuk kedalam lift yang sudah diarahkan oleh seorang resepsionis tadi dan tak berapa lama kemudian pintu lift terbuka dan terlihat ruangan pimpin perusahan tersebut. Sabrina berjalan kearah pintu masuk ruangan itu dan didepannya sudah ada sekertaris pemimpin itu yang membukakan pintu untuknya.
Sabrina berjalan dengan tenang memasuki ruangam tersebut dan menyapa om kesanyangannya dulu, iya dulu di sangat menyayangi omnya itu karena begitu sangat baik kepadanya dan keluarganya.
"Selamat siang om Nino, apa Sab menganggu om Nino sekarang ?." Tanya Sabrina.
"Mau apa kau kesini ?!."
"Bertemu dengan om kesayangan Sab !." Ucap Sabrina dengan dingin.
"Cih !. Apa yang kau inginkan Sabrina !."
"Apa yang diinginkan Sabrina ?. Sabrina hanya ingin mengetahui kabar om Sabrina saja." Ucap Sabrina dengan santai.
"Untuk apa kau menyakan kabar ku hah ?!. Seperti yang kau lihat dengan mata kepala mu sekarang Sabrina bahwa om mu ini baik baik saja." Ucap Nino.
"Syukurlah kalo om Nino baik baik saja. Dan Sabrina kesini ingin memberitahu om Nino sesuatu yang menarik." Ucap Sabrina dengan senyum sinisnya.
"Apa yang kau ingin beritahukan kepada ku ?!."
"Sabrina hanya ingin memberitahu kepada Om Nino yang terhormat bahwa HARI INI seorang SABRINA ANASTSYA NUGROHO tepat berusia 21 tahun dan bulan depan SYRAN ARDIANSYAH NUGROHO akan berusia 20 tahun !. Om tau maksud Sabrina sekarang apa kan ?! Sabrina rasa om Nino bukan orang yang bodoh bukan ?! Untuk mengetahui maksud Sabrina. Kalo begitu permisi Bapak Nino Nugroho !."
...----------------...
Setalah mengucapkan itu semua dengan lantang dan tegas Sabrina berjalan kearah pintu belum sempat ia memegang kenopi pintu sudah terhenti dengan ucapan Nino.
"Kau pikir kau bisa mengambil apa yang harus kau miliki Sabrina Anastsya ?! Jangan bermimpi !." Ucap Nino yang sudah menahan semua emosinya dan berdiri dari tempat duduknya.
Mendengar apa yang diucapkan oleh omnya itu Sabrina membalas ucapan sang om tanpa membaliklan badannya sama sekali. "Kita lihat saja nanti om Nino !." Ucap Sabrina lalu keluar dari ruangan itu dan menutup pintu dengan keras.
Sebelum ia ke perusahan ayahnya itu ia sudah berkunjung kekediaman keluarga besar sang ayah untuk memberi tahu bahwa apa yang ia katakan kepada omnya tadi, dan reaksi keluarga besar itu kaget bukan main dan heboh seketika.
*Flasback Off
"Jadi bagaimana keadaan anak laki-laki itu kak ?." Tanya Nino.
"Kau kenapa Nino kau seperti bukan dirimu saja !. Anak itu selamat dari mautnya !." Sahut Marisha.
Mendengar ucapan kakak perempuannya Nino langsung berdiri dan meninggalkan kedemiaman keluarga mereka.
"Sial !!! Bisa-bisanya anak itu lolos dari maut !!!. Kupastikan kedua anak itu mati ditangan ku !!!." Monolog Nino.
Rizky masih berdiri didepan kamar perawatan Syran, nampak Roy dan Rita tergesa-gesa menghamparinya.
"Bagaimana keadaan adik iparmu Rizky ?." Tanya Rita.
"Dia sudah membaik mah, sebelumnya jantungnya sempat berhenti namun sekarang sudah tidak lagi." Jelas Rizky.
Mendengar apa yang dikatakan anaknya Rita sangat terkejut membulatkan matanya dan menutup mulutnya dan mengkhawatirkan kondisi menantunya.
"Bagaimana dengan Sabrina ?."
"Dia sedikit shock mah dan masih menangis di dalam."
Ritapun masuk kedalam ruang perawatan untuk melihat kondisi Syran dan Sabrina, yang disusuli oleh Roy yang dibelakang namun ditahan oleh Rizky dengan memegang lengan sang ayah sontak Roy pun melihat anaknya yang sudah memperlihatkan wajah yang serius.
"Ada yang ingin Rizky bicarakan dengan papah." Ucapnya.
"Baiklah kita cari tempat untuk bicara." Sahut Roy.
Tak berselang lama datang segerombolan laki-laki yang menggunakan baju serba hitam, menghadap kepada Rizky dan Roy.
"Selamat malam tuan besar dan tuan muda." Ucap laki-laki berwajah datar.
"Malam, tolong perketat penjagaan ruangan ini kecuali dokter dan perawat yang masuk kesini ! Dan jaga mamah dan istri saya didalam sebelum saya dan papah saya kembali !." Pirntah Rizky.
"Baik tuan muda." Jawab serempak segerombolan laki-laki itu.
Setelah berjalan keluar rumah sakit Rizky dan Roy masuk kedalam mobil dan melajukan mobil tersebut ke salah satu tempat yang dimana Andra sudah menunggu mereka. Diselama perjalan Roy coba mencari tau apa yang ingin di bicarakan oleh anaknya ini.
"Apa yang ingin kamu bicarakan Rizky ?."
"Bukannya Grub N itu dulu dipimpin oleh mertua Rizky pah ?."
"Hhmmiya betul, dulu Tama yang mengambil alih perusahan ayahnya itu ketika dalam keadaan pailit dan dia yang membereskan itu semua dan mengembangkan lebih besar dengan menggabungkan perusahan yang dirikan sendiri sehingga menajadi Grub N tersebut. "Jelas Roy, sambil memperhatikan kaca sepion dimobil putranya tersebut.
mampir juga yuk ke karya aku, kita sama2 suport rating &like ❤