NovelToon NovelToon
KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Dua saudara berstatus kakak beradik tinggal bersama sejak usia remaja tanpa kedua orang tua. Karena kedua orang tuanya sudah bercerai dan memilih tinggal bersama keluarga baru masing-masing.

Hal itu membuat mereka harus berjuang untuk bertahan hidup, dan takdir mereka berubah ketika dewasa.

Namun, suatu ketika kedua orang tuanya memperebutkan anak kedua , di situlah kakak membela adiknya tidak membiarkan mereka mengambil adiknya.

Lalu, bagaimana mereka melalui masa-masa sulit?


Ikuti terus kisahnya dan dukung karya author,
Terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5.

Hafsah memberi informasi lowongan pekerjaan kepada Salindra di sebuah perusahaan elit di kota besar. Salindra merasa minder mendengar penjelasan dari Hafsah, ia berpikir menimbang tawaran pekerjaan tersebut.

"Sudahlah tidak usah berpikir terlalu lama lebih baik kamu datang dan serahkan CV kamu ke sana, aku yakin kamu langsung diterima kerja soalnya kamu sudah memenuhi syarat," kata Hafsah melihat Salindra dari atas sampai bawah.

"Tapi aku kok takut ya, memangnya tidak ada tempat lain, kamu kan tahu kalau aku orangnya minder," Salindri merasa tidak layak bekerja di sana.

Salindra teringat perkataan beberapa orang mengenai pekerjaan kantoran harus punya bakat dan otak cerdas, sedangkan dirinya orangnya minder. Hafsah tahu apa yang dipikirkan Salindra memberi semangat dan nasehat agar Salindra tidak merasa minder atau dijauhi teman kerja.

"Baiklah, aku akan mencobanya, terimakasih atas tawaran kerjaannya, tapi kenapa kamu tidak bekerja di sana?" Salindra baru menyadari kalau Hafsah tidak bekerja di sana justru bekerja serabutan yang gajinya tidak tentu.

"Aku tidak sepandai dirimu, aku hanya ingin membantumu agar kamu tidak direndahkan oleh keluargamu, dan mengenai ibumu aku sudah tahu kalau saat ini sudah berkeluarga dan hidup enak," kata Hafsah.

"Bagaimana kamu tahu kalau ibuku hidup enak?" Salindra mengernyitkan dahi mendengar perkataan Hafsah tentang ibunya.

"Apa kamu tidak tahu jika selama ini ibu kamu sudah menikah dan punya keluarga yang bahagia?" Hafsah merasa heran melihat Salindra terkejut.

Salindra menggeleng dan memang tidak tahu menahu dimana ibunya tinggal dan bagaimana kehidupan ibunya sekarang. Beberapa hari yang lalu ibunya datang ke rumah. Salindra seperti dipermainkan oleh keadaan, apakah Hafsah mengarang cerita atau memang benar demikian. Ia ingin mencari tahu dan membuktikan sendiri dimana ibunya tinggal saat ini.

”Apakah kamu tahu dimana ibuku tinggal?" tanya Salindra.

"Aku tahu ibumu tinggal di kota sebelah kalau tidak salah rumahnya jauh dari perkampungan," jawabnya sambil mengingat lokasi tempat tinggal ibunya Salindra.

"Terimakasih atas informasinya dan terimakasih kamu sudah membantuku mencari pekerjaan juga informasi tempat tinggal ibuku, " ucap Salindra.

"Iya sama-sama, aku juga terimakasih karena kamu sudah membantuku mengatasi masalahku kemarin, kalau tidak ada kamu aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan adikku," sahut Hafsah meneteskan airmata.

”Bagaimana kondisi adikmu sekarang?" tanya Salindra ingin tahu.

"Sudah lebih baik, hanya saja kadang masih trauma, kami sekeluarga memutuskan sementara pindah ke pesantren," jawab Hafsah mengusap airmata.

"Semoga di sana adikmu tertolong dan sembuh dari rasa trauma," Salindra memberi semangat.

”Aku harus kembali bekerja, aku doakan semoga kamu langsung diterima, kalau sudah diterima jangan lupa kabari aku, " kata Hafsah dengan senyum senang.

"Pasti, " balas Salindra.

Setelah Hafsah pergi, Salindra Hendak beranjak dari tempat duduk tapi matanya melihat dari arah pintu masuk seorang pria paruh baya menggandeng seorang perempuan cantik masuk ke dalam kafe dengan begitu mesra.

Salindra ingin mendekati mereka dan membuat malu di depan semua orang, setelah dipikir-pikir Ia memilih keluar dan mengabaikan pasangan yang sedang bersenang-senang. “Dasar tua makin menjadi, tanganku gatal rasanya seperti ingin memukul sesuatu," gumamnya berjalan menuju motornya dan menyalakan kemudian meninggalkan tempat tersebut.

...----------------...

"Bagaimana dengan kedua anakmu... Apakah kamu sudah mentransfer uang ke mereka?" tanya Maira istri kedua Yuda.

"Sudah, tapi sepertinya mereka tidak akan menerima lagi uang dariku," kata Yuda meneguk minumannya.

"Kenapa?" tanya Maira ingin tahu.

"Mereka sudah besar dan sudah bekerja jadi, mereka mempunyai uang dari hasil jerih payah mereka," jawab Yuda mencium tangan Maira

“Baguslah kalau begitu jadi uang kamu tidak terbuang banyak buat mereka," kata Maira senyum senang.

“Oh iya, apakah kamu sering bertemu dengan mantan istrimu?" tanya Maira menyelidik.

"Tidak pernah, buat apa ketemuan kami sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi," jawab Yuda kesal.

"Aku tidak mau kalau istrimu minta balikan sama kamu, sampai kapanpun kamu tetap menjadi suamiku, se o rang," Maira dengan cemberut.

"Iya, kamu tenang saja, mantan istriku sudah menikah jadi dia tidak pernah berharap kembali padaku. Lagi pula aku tidak membutuhkannya lagi sejak dia mengabaikan ku," sahut Yuda.

"Aku pegang kata-katamu, awas saja sampai kalian bertemu diam-diam menjalin hubungan lagi, aku tidak akan pernah memaafkan mu," ketua Maira dengan nada mengancam.

"Kamu tidak usah khawatir berlebihan, nanti penyakitmu kumat lagi, aku tidak ada yang menemani," kata Yuda dengan wajah sedih.

"Aku tidak sakit justru kamu yang sakit, karena sudah tua," kata Maira dengan nada bercanda.

“Tapi kamu suka, kan!" kata Yuda mencubit hidung Maira gemas.

"Suka banget, Mas Yuda, Sayang," jawab Maira bergelayut manja.

...----------------...

Salindra sampai di rumah menjelang petang karena ia mampir ke toko membeli kebutuhannya yang sudah hampir habis. Saat masuk ke dalam ia melihat Kakaknya sedang berbicara dengan seorang pria di ruang tamu. Mereka melihat ke arah pintu dengan sungkan menyambut kedatangannya.

“Darimana saja jam segini baru pulang?" tanya Jayanti matanya melihat tas belanja di tangan Salindra.

"Tadi aku mampir ke toko membeli kebutuhan pribadi, soalnya ada yang sudah habis," jawab Salindra dengan senyum tipis lalu berjalan ke kamar.

"Jayanti, apakah kamu mau hubungan kita berlanjut sampai ke pernikahan?" tanya Hezel seorang pria asing yang bekerja di perusahaan tempatnya bekerja.

“Zel, apakah kamu tidak malu menjalin hubungan denganku. Kamu sudah melihat sendiri keadaanku seperti apa, ayah dan ibuku bercerai dan hubungan kami tidak begitu baik," kata Jayanti menunduk malu.

Hezel duduk di sebelah Jayanti memegang tangannya dan menatapnya lekat. "Kamu meragukanku, lihat aku dan rasakan kalau aku ada di setiap waktumu. Selama ini kita sudah sering melakukan banyak hal, apakah kamu masih tidak percaya denganku?"

Jayanti mengangkat wajahnya menatap wajah tampan pria asing, jujur ia merasa minder dengan pria di depannya karena latar belakangnya bagus dan terjamin masa depannya, sedangkan dirinya sangatlah jauh berbeda. Ia takut gagal seperti kedua orangtuanya.

"Zel, apakah kamu yakin dengan hatimu dan apa nanti kata kedua orangtuamu saat melihat keadaanku yang berantakan, pikirkan matang-matang jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari," kata Jayanti benar-benar merasa tidak nyaman di situasi saat ini.

“Aku sudah memikirkan semuanya dan aku sudah membicarakan hal ini dengan kedua orangtuaku, kita akan menikah di sini dan setelah menikah aku akan membawamu ke negara asal tempat kelahiranku, apa kamu setuju?" tanya Hezel meyakinkan Jayanti.

Jayanti menarik napas berat sambil berpikir keras, saat ini ia dilanda dilema hubungannya dengan Hezel. Awalnya ia hanya ingin mengenal saja dengan pria asing tapi justru ditanggapi dengan serius, dan sekarang dengan terang-terangan ingin menikahinya. Jayanti takut sesuatu hal terjadi padanya saat menjadi istri Hezel. Karena Hezel berasal dari negara lain jadi butuh pemikiran matang.

Hezel sudah pernah mengenalkannya kepada kedua orang tuanya saat pertama kali mengenal Jayanti dan tidak tanggung-tanggung memperkenalkan juga kepada saudara lainnya, hal itulah yang membuat Jayanti malu sekali.

“Kita bahas nanti, karena aku masih punya keluarga yaitu Salindra adikku. Aku tidak mau membuatnya khawatir dan takut jika tinggal sendirian di sini," jawab Jayanti sambil berpikir.

1
Rain Aricia
Ga usah dipaksa. Ga semua orang itu mau nikah, lo aja yg dh nikah ga tentram tuh rumah tangga
Rain Aricia
Ayahnya perlu dicuci otaknya
Rain Aricia
Mau gebrek rumah orang? Ga sopan Cit
Rain Aricia
Citra ga usah cari gara2 deh, ntar hidupnya susah lho
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
maksud konsepnya gimana 🤷
Anyue: Muna dia-nya
total 1 replies
Protocetus
Thor saya minta maaf kalau ada salah Thor 🥹
Anyue: Sama-sama, aku juga minta maaf.

jadi, terharu hiks....
total 1 replies
Alia Chans
suk😣🌹
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good boy 🫰
Anyue: setuju
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good 🫰
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ih oon, harusnya klw laki² serius mah ya dia yg biayain dasar otak lu Jayanti di taroh dimana. nggak mungkin nyangkut di kepala author mah wk.
Anyue: Jadi pengen tertawa
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
bagus
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya biayain sama kamu atuh. nggak mungkin kan di sebut mokondo mah nggak terima malu atuh punya mobil tapi pelit.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Gw masih baca Hazel, 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
alah siah 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
kepo
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
eh nggak semua masalah pribadi org tuh bisa di ceritain yah.
Anyue: Benar sekali
total 1 replies
Rain Aricia
Ishh ada aja org yg iri
Anyue: Dimanapun selalu saja ada orang seperti ini
total 1 replies
Rain Aricia
Berarti kemampuan Salindra ga main2
Rain Aricia
Kalau ini sih yg paling deg2annya diwawancara
Anyue: sport jantung
total 1 replies
Rain Aricia
Negara eropa?
Anyue: belum di kasih tahu 🤔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!