NovelToon NovelToon
Istri Taruhan

Istri Taruhan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Selingkuh / Playboy / Pernikahan Kilat / Obsesi / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: IkeFrenhas

Andre Pratama kalah taruhan dengan teman-temannya. Sebagai hukuman, dia harus melamar seorang wanita yang sangat tidak dia harapkan.

Namun, demi memenuhi janji dengan teman-temannya, dia melakukan lamaran tersebut. Padahal, dia masih menjalin hubungan dengan sang primadona di kampusnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IkeFrenhas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Kabar Apa Ini?

Seperti biasa, Andre bekerja dengan penuh semangat. Baginya, tiada kata malu dalam mencari uang untuk keluarga. Setidaknya, itulah yang dipikirkannya akhir-akhir ini.

Entah sejak kapan, mengingat Dewi membuatnya semakin bersemangat mencari uang yang banyak. Dia sangat ingin membahagiakan wanita yang telah lama menyimpan rasa cinta untuknya itu.

Walaupun bekerja sebagai staff bawahan di perusahan mertuanya sendiri. Andre tidaklah merasa malu apalagi minder dengans statusnya. Justru dirinya merasa bangga, karena sang papa mertua memberikan kesempatan untuknya belajar dari nol besar.

Setiap hari, kantor ini tidak pernah santai. Selalu sibuk dengan segudang tugas dan setumpuk pekerjaan yang menunggu setiap paginya. Bahkan, hingga waktu pulang telah tiba. Tetap saja, pekerjaan itu rasanya tiada pernah ada habisnya.

Namun, setiap karyawan tampaknya telah terbiasa dengan segala hiruk pikuknya. Mereka juga terbiasa mengejar target setiap waktu. Mulai dari laporan penjualan, laporan barang keluar dan barang masuk, serta laporan administrasinya.

Andre bertugas di bagian laporan administrasi. Dia selalu mengecek siapa karyawan yang masuk dan tidak masuk, izin keperluan atau sakit. Bahkan dia juga memeriksa setiap karyawan yang bersantai ria dalam melaksanakan tugas di kantor.

Kata orang, pekerjaannya sangat tidak menyenangkan dan ribet sekali. Sebab, di bagian ini pula yang menjadi salah satu kriteria karyawan mendapatkan bonus atau tidak.

Andre juga selalu mengecek keterlambatan karyawans setiap harinya.

Di akhir bulan , Andre harus mereka laporan yang telah dibuatnya lalu diserahkan kepada bagian keuangan untuk diperiksa total gaji plus tunjangan serta bonus bulanan.

Untuk Andre sendiri, belum mendapatkan bonus bulanan mengingat dirinya baru beberapa bulan saja bergabung di perusahaan ini.

Menjadi menanti sang pemilik perusahaan bukan menjadi alasan Andre menerima gaji secara cuma-cuma. Seperti yang lainnya, dirinya harus bekerja ekstra keras mengatur waktu agar datang tidak terlambat, lalu bekerja dengan sebaik mungkin.

"Ndre, dipanggil Pak Haris di ruangannya," Serua Angga rekan satu devisid dengannya.

Andre mengangguk, lalu segera membereskan pekerjaannya sebelum menghadap sang atas di ruangannya.

Mengetuk pintu dua kali. Setelah mendapat jawaban masuk dari dalam, Andre langsung membuka pintu lalu melangkah masuk.

"Gimana laporan bulanan ini? Udah selesai," tanya Pak Haris tanpa basa-basi.

Andre menyodorkan map yang dia bawa kepada Pak Haris yang duduk di kursinya. Andre kemudian duduk di seberang atasan hang tersekat meja kerja.

Pak Haris dengan tenang memeriksa setiap laporan yang Andre buat. Lantas, tampak senyum semringah terukir di bibir atasnya tersebut.

Andre menelan ludah susah payah, membasahi kerongkongan yang terasa kering.

"Bagus, saya suka cara kerjamu. Beberapa bulan ini kamu tidak pernah mengecewakan saya. Pertahankan itu. Sebab, Pak Bambamg sangat mewanti-wanti kinerja menantunya," ujar Pak Haris panjang lebar.

"Terima kasih, Pak. Mohon Bapak tidak pernah lelah membimbing saya," ucap Andre pelan sebagai balasan perkataan Pak Haris.

Setelah dirasa cukup. Andre pun undur diri meninggalkan ruangan Pak Haris.

Hatinya membuncah bahagia membayangkan sebentar lagi akan gajian. Sesuai janjinya pada diri sendiri, gajian kali ini Andre ingin mengajak Dewi jalan-jalan.

Selama menikah Andre memang belum pernah mengajak Dewi jalan-jalan sekadar ke pantai atau ke tempat wisata terdekat.

Entah ke mana perginya dirinya selama ini? Seolah menjadi pribadi yang baru, Andre bertekad akan memperbaiki hubungan mereka dari awal. Mungkin dimulai dari wisata ke pantai salah satunya.

Membayangkan senyum Dewi yang terkembang lebar, membuat Andre mengulum senyum. Dia pun tiada henti-hentinya senyam-senyum sendirian, tanpa peduli orang sekitar yang melihat tingkah anehnya dengan gelengan kepala.

"Woi! Kesambet ape lu, dari ruangan Pak Haris?" Teguran dari Angga dengan tepukan tangan di pundak membuat Andre berjingkat kaget.

Kontan Andre memasang kuda-kuda bersiap mengajak berkelahi.

"Yaelah, begitu doang langsung ngeluarin juris kera sakti. Enggak jaman, woi," ledek Angga yang sontak membuat Andre melonjak. Kemudian berdiri tegap, kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan, melihat orang-orang yang menertawakan tingkah konyolnya.

Andre meringis membalas cengiran sekitar mereka.

Lantas, Andre menggaruk kepala yang tidak gatal. Entah apa yang akan dia lakukan setelah ini, rasanya tiba-tiba otaknya seakan kosong. Blank tak berisi apapun kecuali bayangan hitam.

"Gua balik ke meja, ya," putus Andre kemudian. Lalu kembali duduk di kursi kerjanya.

Sore akhirnya menjelang, Andre bernapas lega karena hari ini bisa bebas tugas mengerjakan laporan. Jadi tidak perlu dibawa ke rumah. Tidak sia-sia tugasnya yang selalu dicicil sedikit demi sedikit setiap hari, agar tidak menumpuk seperti gunung di laporan akhir bulan.

"Angga, gua duluan," pamit Andre pada Angga yang masih berkutat di depan layar komputer.

Angga tidak berniat menoleh apalagi menjawab ucapan Andre. Lelaki itu hanya melambaikan tangan sebagai isyarat jangan ganggu, atau sebagai isi diterimanya pamitan Andre.

Tampaknya, Andre tidak peduli apapun respons yang diberikan Angga padanya. Yang penting dia ingin cepat sampai rumah dan bertemu wanita yang dia rindukan.

Di parkiran kantor, tanpa sengaja Andre melihat seseorang yang amat dikenalnya. Sosok yang akhir-akhir ini menghilang entah ke mana.

Mendadak, jantung Andre berdetak kencang. Saat menyadari wanita itu mendekat padanya. Terlebih ada yang berbeda dengan wanita tersebut, penampilannya. Ya penampilannya berbeda. Dia tampak tengah berbadan dua.

Benarkah Anggita sedang mengandung.

Andre turun dari motor, lalu mendekat pada Anggita. Tanpa sadar tubuh keduanya saling bergerak mengikis jarak di antara mereka.

Mata Anggita tampak berkaca-kaca, lalu tanpa kata segera memeluk tubuh tinggi itu dengan erat.

Anggita menumpahkan tangis si pelukan Andre. Lelaki yang telah lama dirindukannya. Lelaki yang selalu menyiksa dirinya oleh kerinduan. Lelaki yang sosoknya selalu ditunggu untuk dia temui.

Pada akhirnya, Anggita pun pasrah pada kata hati terdalamnya. Tidak bisa lagi tubuhnya mencegah keinginan hati menemui sang pujaan.

Hingga, di sinilah dirinya. Dengan nekad menemui Andre di tempat lelaki itu bekerja.

Dengan satu harapan bahwa lelaki itu akan percaya pada apa pun yang di katakan.

Anggita memeluk tubuh itu erat, menghidu aroma tubuh Andre dalam-dalam. Telah lama dirinya ingin melakukan ini, dan telah lama pula dirinya menahan diri untuk menjauh dari kehidupan Andre.

Namun, kini tidak akan lagi. Perlakuan Andre yang membalas pelukannya cukup menjadi bukti bahwa lelaki itu memiliki rindu yang sama sepertinya. Memiliki rasa yang masih sama seperti dulu.

"Andre, aku rindu," bisiknya disela tangis haru dalam pelukan sang kekasih.

Andre tidak membalas ucapan Anggit. Otaknya sibuk mengingat-ingat apa yang telah terjadi antara dirinya dengan wanita dalam pelukannya ini.

Tanpa mereka sadari, di sudut tak jauh dari sana. Ada sepasang mata yang menatap mereka nanar.

1
Sarinah Sianturi
Luar biasa
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Satria Devi
thor tolong janan buat dewi menangis terus dong
Nurhayati Nia
othor ah ngasih irisan bawang jadi nangisan para emak reiders 😭😭😭
Ike Frenhas: jangan habiskan tisu di rumah yaa. hihi
total 1 replies
Nurhayati Nia
ntar kamu akan merasakan sakit ny perpisahan ndre
Ike Frenhas: biar tahu rasa dia. huhuhu
total 1 replies
Anonymous
A
Ike Frenhas: B .......
total 1 replies
Arida Susida
Luar biasa
Arida Susida
Lumayan
Reader
oo jd ni mak-bapak David-Adrian...yg masih ada di cerita Suamiku Mencintai Adikku hanya Mama Amika...
Ike Frenhas: iya benar, Kak 😁😁
total 1 replies
Tatik 05
mksh Thor udah ngasih hiburan....🙏
Ike Frenhas: terima kasih kembali, Kak.

terima kasih juga sudah mau mampir yaa 🤗🤗
total 1 replies
Tatik 05
klu menurut q Dewi orangnya lebay sangat...klu ada unek" TDK mau ungkapkan atau bertanya...tp malah menyindir...itu TDK Baek dlm rmh tngga...trs klu skrg dia dpt TLP dr laki" laen dan yg nrina suaminya sndri mau bilang dan alasan apa pun klu suami sampai marah jgn menyalahkannya.,.Dewi hrs intropeksi diri...
Juliani Julita
sangat bagus
miChan
👍👍👍
Sri Wahyuni
s dewi itu hrs nya brjuang memperhn kn rmh tngga nya selesai dngn kpla dingin jngn bsa y mewek dan menghindar
Sri Wahyuni
pling ksel bca novel krakter cwe y kya s dewi ga tegas
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
Ida Damayanti
semangat berkarya ya...💪
Putri marlise Harianja
keren bngt ceritanya,wlaupun terjatuh namun selalu berusaha menggenggam cintanya
Sugi Harti
ya Allah sedih banget , hariku cenat cenut bacanya
Hasna
ahhaaa aku senyum senyum sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!