NovelToon NovelToon
Pusaka Pedang Tabut

Pusaka Pedang Tabut

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Timur
Popularitas:52.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zakaria Faizz

Sebuah senjata pusaka yg sempat menggegerkan dunia persilatan karena kehebatan nya, menjadi incaran banyak tokoh-tokoh pendekar yg berkeinginan untuk memiliki nya di saat senjata itu menghilang.

Dan bagi siapa saja yg akan berjodoh dengan pedang tersebut tentu akan menjadi tokoh dunia persilatan kelas wahid bahkan kemungkinan menjadi tokoh nomor satu tidak akan terbantahkan bila berhasil menggenggam senjata tersebut.

Baik dari kalangan putih maupun hitam saling berlomba guna mendapatkan pedang pusaka tersebut.

Nantikan kisah nya dalam cerita Pusaka Pedang Tabut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakaria Faizz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#2 Batu Mustika merah delima.

Diwandaka lalu membuka kotak batu itu dan.

Nampak lah sebuah batu merah delima yg bersinar begitu terang , apalagi terkena pantulan cahya mentari, membuat benda itu berkilauan, Putri ayu Tri Andhini sampai menutupi mata nya karena merasa silau dengan cahaya yg di keluarkan oleh benda yg ada dalam gengaman Diwandaka ini.

Tidak terlalu lama pemuda itu pun mencelupkan nya ke dalam ramuan obat yg ada dalam bumbung bambu itu.

Sekejap kemudian batu Mustika Merah Delima ini di angkat lagi dan langsung di masukkan kembali ke dalam kotak nya dan di simpan ke balik baju Diwandaka.

" Cobalah !, mudah-mudahan mampu mengobati penyakit mu itu , Adi Andhini " kata Diwandaka.sambil menyerahkan bumbung bambu tersebut kepasa Putri ayu Tri Andhini.

" Terima kasih !" sahut Pùtri ayu Tri Andhini.

Ia pun meraih bumbung bambu itu dan langsung meminum nya, gadis cantik putri Prabhu Aria Agra Semantik ini memang sudah sangat ingin sembuh dari penyakit nya itu.

Air ramuan obat yg ada di dalam bumbung bambu itu pun telah di minum nya.

Rasa segar segera di rasakan oleh putri bungsu Prabhu Aria Agra Semantik ini.

Perlahan namun pasti , tubuh gadis muda ini merasakan ada sesuatu yg menjalar di dalam.tubuh nya ini.

Rasa dingin masuk mengganti rasa panas yg datang bersamaan muncul nya penyakit itu.

Tidak terlalu lama putri ayu Tri Andhini pun menemukan keajaiban yg lain.

Tubuh nya yg banyak bekas benjolan dan mengeluarkan nanah yg berbau busuk itu pun secara tiba-tiba mengjilang, dengan menutup nya bekas lobang-lobang kecil itu.

Seluruh bekas dari penyakit itu sempurna menghilang nya tanpa meninggalkan bekas sedikit pun bahkan kini , kulit nya dan kulit.wajah nya pun terasa ketat dan seolah memancarkan aura.

Bagi siapa saja yg melihat nya pasti akan mengatakan,..

" Duh !,..cantik nya !?"

Itu lah yg keluar dari mulut Diwandaka yg berada tidak jauh dari Putri ayu Tri andhini ini.

Sungguh pemuda itu melihat Putri Ayu Tri Andhini laksana bagaikan dewi dari kayangan.

Sedangkan Sang putri sendiri yg masih sibuk memeriksa sekujur tubuh nya dengan meraba nya, menjadi kegirangan karena penyakit nya telah sembuh.

" Aku sudah sembuh !".

" Aku sudah sembuh !"

" Aku sudah sembuh !"

Seru nya sambil melonjak-lonjak kegirangan.

Bahkan tanpa sadar nya ia pun menubruk tubuh Diwandaka yg masih saja tetap terbengong-bengong menyaksikan kejadian yg ada di depana mata nya ini.

Ia memang melihat bahwa gadis itu memang memiliki wajah cantik tetapi dengan penyakit yg di derita nya itu tentu saja hilang lah kecantikan dari.putri ayu Tri Andhini ini.

Namun sekarang begitu ia telah sembuh, dan mungkin lagi di tambah dengan khasiat dari batu Mustika Merah Delima itu, wajah gadis itu seperti cahaya purnama di malam hari.

Amat bersinar, kulit wajah nya yg putih kemerahan menampilkan aura yg kuat sekali.

Bahkan kini tubuh gadis itu beraroma wangi sekali , ini dapat di rasakan oleh Diwandaka yg masih saja di peluk oleh Putri ayu Tri Andhini.

" Aku berterima kasih kepada mu ,kang !"

Bisik gadis itu di telinga Diwandaka.

" Hu-uh,..ya,.ya,..terapi lepaskan dahulu pelukan mu ini " jawab Diwandaka.

Pemuda itu merasa kelabakan dengan pelukan yg telah di lakukan oleh seorang gadis cantik seperti Putri ayu Tri Andhini ini.

Tentu saja ia tidak ingin hanyut dengan perasaan aneh yg datang menyergap di dalam relung hati nya.

Buru-buru ia berusaha melepaskan pelukan dari Putri ayu Tri Andhini ini.

Dan sang Putri pun menuruti nya ia pun melepaskan pelukan nya namun tetap memegangi kedua lengan pemuda itu.

" Terima kasihku pada mu kakang Andaka, sesuai janji ku tadi, kau boleh meminta apa pun dari ku, karena telah berhasil menyembuhkan ku " ucap nya sambil menggenggam kedua tangan Diwandaka.

" Ya , sudah lah adi Andhini , jangan terlalu di risaukan , sekarang aku akan melanjutkan lagi perjalanan " kata Diwandaka.

Namun telinga kedua orang muda-mudi ini segera mendengar ada derap langkah kaki kuda yg menuju ke tempat mereka itu.

" Siapa mereka itu ?" tanya Diwandaka.

" Mungkin para prajurit Mudragha yg menjaga kami !" jawab Putri ayu Tri Andhini.

Kedua nya segera mengintip nya dari balik rerimbunan semak belukar yg ada di tempat itu.

Setelah tidak terlalu lama , tampak lah lima ekor kuda yg sedang berlari kencang menuju ke arah barat.

" Senopati Rakryan Demung Agung Adhibara dan empat orang pengawal nya " sebut Putri ayu Tri Andhini.

" Hendak kemana mereka itu adi Andhini ?" tanya Diwandaka.

" Mungkin mereka hendak ke kotaraja !" sahut Putri Ayu Tri Andhini.

" Apa perlu nya mereka ke kotaraja ?" tanya Diwandaka.

" Entah lah, mungkin mereka akan melaporkan mengenai hilang nya diri ku dari desa Pingat ini, sebab yg paling bertanggung jawab disini adalah Rakryan Demung Agung Adhibara itu ,kakang ah,..sudah lah , ada yg lebih penting dari mereka itu, apakah kakang Andaka mau menolong ku sekali lagi?" tanya nya kepada Diwandaka.

Gadis ini masih memegangi lengan pemuda itu dan meminta nya penuh harap.

" Menolong apa , adi Andhini ?" tanya Diwandaka.

Kemudian secara singkat putri ayu Tri Andhini menceritakan apa yg telah terjadi di kotaraja Mudragha itu.

Bahwa sebahagian penghuni nya terkena penyakit menular termasuk mereka yg ada di desa Pingat itu.

" Jadi aku berharap kakang Andaka mau menolong mereka, bila kakang melihat nya tentu hati kakang Andaka akan tersentuh , marilah kang " ajak Putri ayu Tri Andhini.

Seolah ada magnet yg sangat kuat menarik tubuh pemuda asal Desa semenyih ini.

Ia mengikut saja dengan ajakan dari Sang Putri.

Kedua nya berjalan dengan sambil bergandengan tangan.

Entah apa yg ada di hati kedua muda-mudi ini, seolah ada rasa yg sama diantara mereka , kedua nya berjalan sambil saling bercerita seolah sudah sangat kenal dalam waktu yg cukup lama.

Setiba nya di desa Pingat , dimana kebanyakan penghuni nya adalah penderita penyakit menular itu.

Dan begitu mereka melihat siapa yg datang , hampir semua menjadi sangat keheranan.

Mereka hampir tidak mengenali lagi siapa gadis cantik ini yg datang bersama dengan seorsng pemuda tampan.

" Sungguh sangat serasi mereka itu, yg lelaki sangat tampan dan yg perempuan sangat cantik, bagaikan Kamajaya dan Dewi Ratih yg turun dari kayangan !" seru salah seorang perempuan paruh baya yg dahulu nya adalah seorang emban.

" Apakhlah aku tidak salah melihat , siang-siang begini aku melihat sepasang dewa dewi turun ke bumi " seru yg lain nya.

Mereka belum menyadari siapa sebenar nya yg datang ini dan ketika putri ayu Tri Andhini barulah mereka sadar dari lamunan nya.

" Bi emban, segera kumpulkan semua penghuni desa ini yg berasal dari kotaraja , aku ingin bertemu dengan mereka " ujar Putri ayu Tri Andhini.

" Eh, iya ,..siapa kah den Putri ini ..?" tanya emban itu keheranan.

" Apakah bibi tidak mengenaliku lagi, aku ini adalah Tri Adnhini ,bi !" jelas Putri ayu Tri Andhini kemudian.

" Den putri Andhini, ah,..apakah mungkin mata ku ini yg sudah tua ini salah melihat nya , ini kah den putri Tri Andhini , mengapa sangat berubah , tidak seperti yg lalu " kata bibi emban itu.

" Ah, sudah lah bi, sekarang kumpulkan semua emban dan dayang yg berasal.dari kotaraja itu, nanti akan kuceritakan " ujar Putri ayu Tri Andhini kemudian.

Emban itu pun tidak menunggu lama , ia pun menuruti perintah dari sang Putri.

Dalam sekejap saja penghuni kotaraja yg diungsikan itu segera berkumpul di situ.

Lalu putri ayu Tri Andhini mengisahkan mengenai diri nya yg dapat kesembuhan berkat dari obat yg telah di berikan oleh pemuda di sebelah nya ini.

Ia pun meminta kepada mereka untuk melakukan seperti yg telah di lakukan nya.

Karena jumlah nya cukup banyak, maka Diwandaka meminta sebuah wadah yg lebih besar lagi dari bumbung bambu itu.

Tersedia lah sebuah kendi yg lumayan besar.

Ia pun kembali mengeluarkan batu Mustika Merah Delima dan merendamkan nya ke dalam wadah kendi itu bersama racikan yg ada di dalam bumbung bambu tersebut.

Baru sedudah nya ia meminta kepada mereka untuk mengambil nya dan meminum nya.

Para dayang dan emban yg merasa yakin segera saling berebutan mengambil air yg ada di dalam wadah kendi itu.

Sampai pada orang yg terakhir , maka keajaiban pun kembali terjadi, mereka yg selama ini menderita penyakit yg menjijikan itu sembuh secara total tanpa meninggalkan bekas sama sekali.

Kegembiraan terjadi di tempat itu, di desa Pingat, dimana penduduk yg di ungsikan dari kotaraja Mudragha itu sembuh semua nya tanpa ada yg tersisa.

Mereka berucap syukur dan terima kasih nya kepada Diwandaka.

Seolah seorang pangeran di dalam sarang Dewi , pemuda itu menjadi kebingungan menghadapi mereka.

Beruntung Putri ayu Tri Andhini dengan sigap nya segera melarang mereka untuk memeluk dan menciumi pemuda itu.Karena rasa senang nya atas kesembuhan mereka.

" Sudah,.sudah , sekarang kumpulkan barang-barang kalian, kita segera pulang ke kotaraja " seru Putri ayu Tri Andhini mengingatkan

1
rajes salam lubis
gasalah
rajes salam lubis
mantap
rajes salam lubis
gasss
rajes salam lubis
lanjut
rajes salam lubis
lanjut lanjut
rajes salam lubis
lanjut
rajes salam lubis
ok jugaa
rajes salam lubis
ok juga
rajes salam lubis
helleh
rajes salam lubis
lanjutan
rajes salam lubis
lanjut
rajes salam lubis
lebih gagah madurasa
rajes salam lubis
lanjut
rajes salam lubis
ok
rajes salam lubis
lanjut
rajes salam lubis
ok
rajes salam lubis
lanjut
rajes salam lubis
gass
rajes salam lubis
welleh
rajes salam lubis
tapi masih remaja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!