NovelToon NovelToon
Suamiku Autis

Suamiku Autis

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:9.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Defri yantiHermawan17

Takdir hidup memang pilihan, lalu bagaimana kalau takdir itu yang memilihmu?

"Disaat takdir sudah memilih mu, aku sudah siap dengan segala resikonya!"

Bekerja sebagai pengasuh anak berkebutuhan khusus, membuat Mia harus memiliki jiwa penyabar yang amat besar.

Bagaimana reaksi Mia, saat anak yang diasuhnya ternyata pria berusia 25 tahun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SA BAB 7 Mandi

Tatapan Mia tertuju pada satu titik, Sang Pengasuh menelan saliva nya berkali kali, bahkan dengan gemas Mia menggigit handuk yang ada di tangannya, saat melihat Januar- Tuan Muda tampan rupawannya tengah asik bermain air didalam kamar mandi.

Pria bertubuh tinggi tegap itu begitu riang memainkan air sower sembari bertelanjang dada. Mia masih bersyukur Janu mau mendengarkan ucapannya tadi, Mia meminta Sang Tuan Muda untuk memakai boxer- tidak sampai telajang bulat.

"Janu? udah ya main air nya, nanti kalau kelamaan Janu bisa masuk angin. Ayo Mia mandiin, nanti ganti baju terus bobo," bujuk rayu maut penuh perjuangan seorang Almia Puspa Dewi.

Anak asuhnya yang tampan rupawan ini agak sedikit, merepotkan. Mia yang nota bene wanita normal, sangat terganggu dengan tubuh setengah telanjang milik Janu. Rasanya Mia ingin membungkus tubuh sempurna Sang Tuan Muda, dan tidak akan pernah lagi membukanya.

"Tapi Janu masih mau main, Mia," lirihnya.

Mia kembali menghela napasnya, ini sudah kesekian kalinya Mia membujuk Janu. Mia khawatir kalau pria itu akan sakit karena terlalu lama bermain air.

"Mia main sama Janu ya, ayo!" ajaknya.

Mia menggelengkan kepalanya, sembari mengibaskan kedua tangannya di depan dada. Mia menolak mentah mentah ajakan Januar, tidak mungkin dia harus bermain air didalam sana- kemungkinan besar dirinya bisa flue besok.

"Enggak, Mia enggak mau. Nanti Mia bisa sakit, kalau Mia sakit Janu main sama siapa? hayoloh main sama siapa? iya kan," Mia meringis saat mengatakannya, dia takut kalau Janu merengek atau menangis bahkan mungkin memaksanya.

Gadis berkulit putih itu menghembuskan napas lega, saat melihat Januar menganggukkan kepalanya. Mia bersyukur anak asuhnya yang tampan rupawan itu menurut.

"Janu juga enggak mau sakit. Nanti kalau Janu sakit Eyang sedih, terus Janu di suntik sama dokter. Janu enggak mau, Janu mau main sama Mia aja di sini!"

Mia melebarkan senyumannya, dengan cepat gadis itu mendekat pada Januar. Mia terlihat bersemangat sekarang, satu tangannya meraih sower dari tangan Januar. Dengan lembut dan telaten, Mia menyiram tubuh kekar milik Januar.

Mia membasahi rambut hitam tebal anak asuhnya, memberikan sampo, menggosoknya perlahan. Januar bahkan sampai terkikik geli, kala Mia menyabuni tubuhnya.

Lain dengan Mia, gadis itu mati matian menahan napas kala memandikan Januar. Baru pertama kalinya Mia memandikan seorang pria, terlebih pria ini sudah berusia 25 tahun- walaupun sifatnya masih seperti anak anak. Tapi bentuk tubuh dan onderdil dalamnya tidak mungkin seperti anak beusia 8 tahun.

"Janu?" panggilnya lembut.

"Emm- Mia mata Janu pedih. Ayo siram kepalanya!"

Mia tersentak, gadis itu buru buru menyiramkan air ke kepala Januar. Mia menelan salivanya susah payah, kala melihat Januar memejamkan kedua matanya- jakunnya naik turun seakan tengan menikmati guyuran air yang menimpa tubuhnya.

Bahkan saat ini Mia harus naik ke atas kursi kecil, untuk menyeimbangkan tingginya dengan Januar.

Tanpa sadar kedua sudut bibir Mia terangkat, tangannya yang bebas terulur untuk mengusap kepala Januar- membuat pria itu membuka kedua matanya. Mia sempat tersentak kala melihat Januar tersenyum tipis padanya, senyuman yang mampu membuat jiwa wanita tulennya meleleh.

"Janu kedinginan Mia," lirihnya.

"Ma-maaf, Mia kelamaan nyiramnya. Ya udah ayo Janu pakai handuknya, terus buka celananya!"

Mia yang terlihat sedikit panik segera membelitkan handuk yang ada di bahunya pada pinggang Januar. Wajahnya semakin memerah saat kedua matanya berhadapan langsung dengan perut rata berotot Januar. Mia ingin sekali memukul kepalanya saat ini, Januar benar benar tidak ramah untuk mata serta otaknya.

"Tapi Janu enggak bisa buka celananya, Mia bukain ya,"

Ucapan Januar berhasil membuat Mia semakin menjerit histeris didalam hatinya. Mia berharap, saat dia membuka celana boxer yang di pakai Januar, tidak ada hal yang bisa membuatnya pingsan untuk kedua kali.

'Tuhaaaann, ini cobaan atau apa?!'

**UTU UTU CINI AKU BUKAAIN CELANANYA DEDE JANU 😘😘😘😘

HOLLA MET PAGI EPRIBADEH

JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

SEE YOU NEXT PART MUUUUAAAACCHH**

1
Mini Amora
curiga dehhh

apa Janu tuh sebenernya normal yaaa
Bunga Raudhatul Jannah
baru kali gua nemuin ceritanya seru ini
محمد فاطر
Lumayan
Pa Muhsid
baru inget ini dita 😄
Pa Muhsid
rizki mu besar sekali mia pertama bertemu langsung lihat sesuatu loh yang orang lain belum tentu dapat
Lilik Juhariah
aku ngakak mama bilang Julian kayak orang sawan
Lilik Juhariah
melamar di kamar mandi dlm keadaan telanjang wkkw💪
Lilik Juhariah
autis tapi onderdil nya gak autis Mia tuh liat langsung gercep mau dimandiin
Lilik Juhariah
🤣🤣🤣🤣
Lilik Juhariah
🤣🤣🤣mianmia
Lilik Juhariah
ha ha ha kenapa aku jadi ngakak ya , pasti si tuan muda kecil , kecil apanya mia🤣
Lilik Juhariah
ha ha kayaknya seru ini, kok gkmliat umur coba🤣
Hera sasuwe
👍
mama yogi
lucu,,,suka ga banyak komplik 🤠🤠🫰🫰🫰🫰⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Kharisma Nasruddin
baguss bangettt🤍
Axell Saimima
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Lies Atikah
mesti nya mereka bersukur ada yang dengan tulus mencintai si Janu hari gini ada gitu yang mau nikah sama orang cacat seganteng sekaya apapun mia mencintai janu apa adanya bukan ada apanya laen dengan si April mungkin janu hanya di jadikan keset
Lies Atikah
kalau autis bisa sembuh gak
Lies Atikah
mampir thor lanjt
Greiche Dian
😅😆😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!