NovelToon NovelToon
Rahasia Permata Jiwa

Rahasia Permata Jiwa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fanfic / Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Reinkarnasi / Chicklit
Popularitas:28k
Nilai: 5
Nama Author: 𝑾𝒆𝒍𝒂𝒔 𝑨𝒔𝒊𝒉

𝐌𝐞𝐠𝐮𝐦𝐢 𝐘𝐮𝐞, 𝐠𝐚𝐝𝐢𝐬 𝐤𝐞𝐜𝐢𝐥 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐭𝐮𝐛𝐮𝐡 𝐤𝐡𝐮𝐬𝐮𝐬 𝐝𝐢𝐛𝐮𝐫𝐮 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐨𝐫𝐠𝐚𝐧𝐢𝐬𝐚𝐬𝐢 𝐡𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐝𝐚𝐦𝐩𝐚𝐫 𝐝𝐢 𝐭𝐞𝐩𝐢 𝐬𝐮𝐧𝐠𝐚𝐢. 𝐊𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐤𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚, 𝐬𝐞𝐥𝐮𝐫𝐮𝐡 𝐝𝐞𝐬𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐜𝐮𝐫 𝐚𝐤𝐢𝐛𝐚𝐭 𝐩𝐞𝐫𝐭𝐚𝐫𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐫𝐮𝐧𝐲𝐚. 𝐓𝐚𝐤𝐝𝐢𝐫 𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐧𝐭𝐮𝐧 𝐗𝐢𝐚𝐨 𝐋𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐦𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐘𝐮𝐞 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐭𝐞𝐫𝐤𝐚𝐩𝐚𝐫. 𝐈𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐰𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐝𝐢 𝐬𝐞𝐤𝐭𝐞 𝐭𝐞𝐫𝐛𝐞𝐬𝐚𝐫 𝐝𝐢 𝐁𝐞𝐧𝐮𝐚 𝐃𝐚𝐭𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐭𝐞𝐩𝐚𝐭𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐏𝐮𝐥𝐚𝐮 𝐄𝐬.

𝐒𝐮𝐚𝐭𝐮 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐦𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐛𝐚𝐭𝐮 𝐩𝐞𝐫𝐦𝐚𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐤𝐞𝐭𝐚𝐡𝐮𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐛𝐚𝐭𝐮 𝐩𝐞𝐫𝐦𝐚𝐭𝐚 𝐣𝐢𝐰𝐚 𝐝𝐞𝐰𝐚. 𝐃𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐫𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐫𝐞𝐢𝐧𝐤𝐚𝐫𝐧𝐚𝐬𝐢 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐃𝐞𝐰𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐧𝐭𝐮𝐧 𝐘𝐮𝐞 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐚𝐫𝐢 𝐤𝐞𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝑾𝒆𝒍𝒂𝒔 𝑨𝒔𝒊𝒉, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

UBK #3 ~Emosi Wei Yan

"Wei'er! Apa kau tahu apa yang sudah kau lakukan?! Kau membuat malu diriku di depan ketua!" sentak Jiang Chi menghempaskan Wei Yan dengan kasar.

Saat Wei Yan tengah berdebat dengan murid lain, Jiang Chi menarik Wei Yan ke gudang Paviliun Burung. Jiang Chi kehabisan kesabaran karena kecerobohan muridnya itu.

"Guru, aku tidak suka ada wanita lain yang memuja Kakak Chen! Tidak bolehkah aku memberinya pelajaran?!" sahut Wei Yan dengan keras.

"Bodoh! Kau bahkan berani berteriak pada gurumu?! Apa kau sudah gila?" teriak Jiang Chi penuh amarah.

"Ya! Aku gila! Aku tergila-gila pada Kakak Chen! Apa maumu?!" Wei Yan tak mau kalah diteriaki Jiang Chi.

Jiang Chi tersentak melihat Wei Yan semakin berani melawannya. Namun sesaat kemudia senyum liciknya mulai mengembang. Wei Yan melihat perubahan ekspresi gurunya. Ia menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangannya. Wei Yan tahu apa yang dipikirkan gurunya itu.

"Benar. Tapi tidak ada gumanya hanya berdebat dan memukulnya. Kita harus memberikan contoh yang dapat mereka ingat untuk selamanya" ujar Jiang Chi dengan nada melembut. "Bagaimana dengan tawaranku saat itu? Kau sudah punya jawaban?" tanya Jiang Chi mendekatkan wajahnya pada Wei Yan.

Wei Yan bergetar ketakutan, ia sudah menduga apa yang akan dikatakan gurunya. Namun tetap saja Wei Yan merasa takut kala membayangkan dirinya tengah membunuh Yue.

"Guru, beri aku waktu" sahut Wei Yan menunduk.

"Cihh!! Dasar tak berguna!" decak Jiang Chi meninggalkan Wei Yan yang terduduk lemas.

Wei Yan memeluk kedua lututnya, ia merenungkan ucapan Jiang Chi. Obsesinya pada Chen Qin terlalu besar, namun masih ada setitik nurani dalam hatinya. Jika membunuh adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan apa yang ia mau, Wei Yan dilanda kebimbangan

Kembali ke arena dimana Fu Yan mulai serius. Fu Yan sudah menarik pedangnya, membuat Dou Li tersenyum kecut. Ia benar-benar merasa dipermainkan.

Fu Yan berlari menyerang Dou Li lebih dulu. Seperti dugaan semua orang, Dou Li tidak akan sanggup menghadapi kekuatan Fu Yan. Murid-murid wanita mulai riuh berteriak dan bertepuk tangan.

"Seharusnya kamu menyerah sejak tadi, maka kita tidak akan membuang begitu banyak waktu" ujar Fu Yan dengan nada dinginnya. Wajah tengil yang sejak tadi ia tunjukkan hilang saat itu juga.

Dou Li meringis menyentuh bahunya yang tergores. Ia sedikit membenarkan ucapan Fu Yan, jika dia menyerah mungkin ia tidak akan terluka. Namun ia akan merasa malu karena tidak mendapatkan perlawanan sedikitpun.

"Bukankah anda yang membuang banyak waktu,senior?" tanya Dou Li tersenyum licik.

"Tidak. Aku memberimu kode untuk menyerah, tapi kau terlalu bodoh" sahut Fu Yan kembali menyerang Dou Li.

Puluhan jurus telah mereka lakukan. Dou Li semakin terengah-engah, nafasnya semakin terasa berat. Karena tenaganya sudah hampir habis saat pertandingan dimulai, kini Dou Li hanya sanggup bertahan dan menghindar.

BOOM!!!

Hantaman pedang Fu Yan berhenti tepat di depan Dou Li, membuatnya terkejut setengah mati. Dou Li tidak menyadari gerakan Fu Yan yang sangat cepat. Ia melihat lantai arena dimana kepulan asap mengelilingi keduanya. Retakan besar menimbulkan lubang cukup dalam.

Dou Li terduduk lemas, andai mereka berada dalam pertempuran sesungguhnya, mungkin kepalanya sudah hancur. Lan Tao melompat ke atas arena.

"Yuhuuuu... Aku menang! Aku menang!" teriak Fu Yan melompat kesana kemari menyela Lan Tao yang baru membuka mulutnya.

Beberapa murid naik ke atas arena memapah Dou Li. Fu Yan melompat menuruni arena meninggalkan Lan Tao yang terpaku pada sikap Fu Yan. Lan Tao bahkan belum mengucapkan sepatah katapun, namun kedua peserta sudah tidak ada di arena.

Gelak tawa terdengar disamping arena, ekspresi Lan Tao yang tersenyum kecut membuat murid-murid wanita terkekeh melihatnya.

"Bahkan Tetua Lan Tao dipermainkan oleh Senior Fu Yan,hahaha..." celetuk seorang gadis di tepi arena.

Lan Tao mengusap wajahnya malu. Ia merasa apa yang dikatakan gadis itu ada benarnya. Tanpa mengurangi wibawanya, Lan Tao mengumumkan pertandingan berikutnya.

"Wei Yan murid Tetua Jiang Chi melawan An Qui murid dari Tetua Akemi dari paviliun Keadilan" seru Lan Tao memanggil kedua murid berikutnya.

Mata Wei Yan yang tampak sembab menimbulkan perbincangan ringan di antara para penonton.

"Apa penyihir itu menangis? Heh, tidak lucu sama sekali."

"Dia sangat arogan dan suka menindas gadis lain. Apa yang membuatnya menangis?"

"Mata jelek itu cocok untuk wanita yang jahat seprti dia!"

Riuh percakapan antar gadis membuat suasana hati Wei Yan semakin memburuk. Lan Tao mengambil alih, menenangkan para penonton yang mulai bergosip.

Suasana riang saat pertandingan Fu Yan dan Dou Li berbanding terbalik dengan suasana Wei Yan yang hendak bertanding. Tak banyak sorak sorai menyemangati Wei Yan, bahkan satu kalimat pun tampak enggan mereka ucapkan.

"Weiwei, sepertinya julukan bidadari sekte sudah hancur ditanganmu. Apa kamu bisa merestui Adik Yue untuk menggantikan posisimu dengan julukan itu?" ujar An Qui semakin memperburuk suasana hati Wei Yan.

"Heh.. Julukan? Aku tidak membutuhkan julukan apapun untuk mendapatkan Kakak Chen!" sahut Wei Yan dengan sinis.

"Hahaha... Jangan naif Weiwei. Lihatlah, bahkan di tengah ujian, Senior Chen masih sempat mengambilkan cemilan untuk adik Wei. Apa kau pernah mendapatkan perhatian yang begitu mencolok seperti ini?" lanjut An Qui dengan senangnya menunjuk Chen Qin yang tengah memberikan beberapa makanan ringan untuk Yue.

Wei Yan semakin kesal ketika melihat Yue tak segan-segan menerima makanan yang diberikan Chen Qin. Bahkan Yue dengan sengaja tersenyum sinis ke arah Wei Yan yang tengah menatapnya.

"Jangan membuang waktuku. Aku tidak punya urusan apapun dengan Megumi!" ketus Wei Yan menarik pedangnya.

"Hahaha... Baru kali ini aku mendengar seseorang memanggil Adik Yue dengan nama depannya. Kecemburuanmu terlihat terlalu jelas...Nona Wei" timpal An Qui merendahkan nada suaranya di akhir kalimat.

Wei Yan mengeratkan giginya, ia tak menggubris ucapan An Qui. Wei Yan melesat dengan cepat, pedang ya sudah bersinar menyerap mana yang disalurkan Wei Yan. An Qui tak tinggal diam, ia menarik pedangnya menerima hantaman pedang Wei Yan dengan kuat.

Benturan dua benda tajam memekikkan telinga siapapun yang mendengarnya. Yue tersenyum kecut melihat Wei Yan mencurahkan emosinya pada pertandingan.

"Senior Chen, anda harus lebih memperhatikan Weiwei. Dia sangat buruk dalam mengontrol emosinya" celetuk Yue tanpa menoleh.

Ekspresi Chen Qin memburuk ketika mendengar ia harus memperhatikan Wei Yan. "Aku tidak peduli, kita hanya berteman karena guru kita sudah berteman sejak dulu." timpal Chen Qin ikut menikmati makanan ringan yang ia bawa.

Yue terkekeh mendengar jawaban Chen Qin. Lain dihati, lain di mulut, pikir Yue.

1
Mother Of Goddess
Authornya ilang lagi? 😱
◄✥≛⃝⃕ᴹᴿ᭄°Knight⁹⁹🦅™
Perlahan tapi pasti jati diri Yue terungkap,makin penasaran
gaspooool pokoke up nya 🤗🤗👍☕😇
Mother Of Goddess
udh 3 hari gk update, authornya kemana nich🧐
Mother Of Goddess: /Facepalm//Facepalm//Determined//Determined/
total 2 replies
◄✥≛⃝⃕ᴹᴿ᭄°Knight⁹⁹🦅™
Musi yang sulit namun bukan berarti tidak bisa,semangat utk Sekte Bunga Lotus
💪💪☕💪💪
An Lin
Yun Yi takut sama Miu /Facepalm/
An Lin
mulai beraksi nih/Determined//Determined/
An Lin
Sabar guru Li 🤣🤣🤣🤣
An Lin
Si bodoh teriak bodoh🤣 kalian sama aja ga sadar dirri🤣🤣
An Lin
kasian juga jun/Whimper/
An Lin
royal juga tu cowok/Chuckle/
An Lin
udah geter-geter mau baper malah ngakak🤣🤣
An Lin
nasib baik Jun dapet bonus dipeluk banci🤣🤣🤣
◄✥≛⃝⃕ᴹᴿ᭄°Knight⁹⁹🦅™
Wah lanjut nich keseruannya ☕☕☕😇
◄✥≛⃝⃕ᴹᴿ᭄°Knight⁹⁹🦅™
Mantap,makin seru dan mendebarkan
◄✥≛⃝⃕ᴹᴿ᭄°Knight⁹⁹🦅™
🤣🤣🤣🤣 keren satu jam
◄✥≛⃝⃕ᴹᴿ᭄°Knight⁹⁹🦅™
Wah kyknya,kode nih dari pangeran kedua utk Yue 😇😇😇
◄✥≛⃝⃕ᴹᴿ᭄°Knight⁹⁹🦅™
🤭🤭🤭 kasian banget Jun,rejeki nomplok dipeluk orgil
Li yang
nah kan /Angry/
Li yang
yahh.. rahasianya ktauan lagi/Facepalm/
Li yang
dasar/Facepalm/ gak jadi tegang dah lagi tempur kek gitu/Curse/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!