JANGAN DIBACA!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kisah Nyata 32
STOP PLAGIAT, HARGAI KERJA KERAS SAYA JUGA KELUARGA SAYA SEBAGAI PEMILIK KISAH.
"Mas, gimana kalau akhir pekan ini kita ajak Auli liburan? engga usah jauh jauh kita dekat sini aja ke taman safari atau kemana gitu. Gimana?" tanya Rena dengan menyuapi Dimas.
"Boleh," jawab Dimas tersenyum sambil mengunyah makanan.
"Terima kasih, Mas. Aku sayang Kamu," seru Rena yang langsung memeluk leher Dimas bahagia dan mencium pipi kiri suaminya.
"Yang satu iri," goda Dimas menyodorkan pipo sebelah kanan yang langsung di cium juga oleh Rena.
"Kok kamu yang seneng sih sayang? liburan buat Auli apa kamu nih?" goda Dimas karena melihat tingkah Rena yang kegirangan melebihi Aulia yang hanya di balas Rena dengan cengengesan malu.
Seusai makan Dimas langsung menghubungi Tyo sedangkan Rena membuatkan secangkir teh untuk suami yang tadi marah terhadapnya. Mata Rena yang sembab namun terlihat bahagia membuat bi Ijah dan bi Lastri menatap heran dengan majikannya, namun tak berani menegur untuk bertanya.
"Oke. Aku ke depan dulu ya bi antar minum buat mas Dimas," seru Rena yang tengah siap dengan secangkir teh hangat yang ia letakkan di atas nampan.
"Iya, Bu." Jawab bi Ijah dan bi Lastri bersama.
Dengan senyum yang terus terhias di wajah cantik. Rambut setengah basah yang juga menghiasi di sekitar wajah cantiknya memberikan kesan segar yang terbalut kebahagiaan.
"Mas, tehnya." Ucap Rena meletakkan secangkir teh di ruang tamu tepat di mana Dimas duduk dengan memainkan ponsel nya.
"Terima kasih sayang," jawab Dimas singkat.
"Auli gimana, Mas?" tanya Rena sembari mengambil posisi duduk di sofa sebelah Dimas.
"Auli masih belum mau pulang masih mau sama om tantenya," jelas Dimas lalu mengambil secangkir teh di hadapannya lalu meminum sedikit.
"Anak itu kalau ada buat heboh rumah, tapi kalau engga ada sepi ya, Mas." Seru Rena dengan menatap ke arah depan merindukan Auli.
"Makanya kita tambah anak yang banyak biar kalau Auli sama om tante nya kita engga kesepian gini," goda Dimas tersenyum genit.
"Aamiin, semoga ya, Mas." Jawab Rena mengamini keinginan suami nya.
"Ren, aku engga mau kamu dekat sama cowok lain, aku engga mau kita bertengkar lagi. Sakit sayang harus bertengkar sama kamu gara gara cowok," tekan Dimas dengan perkataan nya dan tatapan tajam ke arah Rena.
"Iya mas, aku minta maaf. Lain kali kalau memang engga ada kendaraan aku akan telfon pak Adi atau Mas," jawab Rena menggenggam tangan suami nya.
Dimas menarik tangan Rena yang menggenggam nya lalu membimbingnya ke pangkuannya agar Rena duduk disana saja. Karena Dimas ingin mulai manja sebelum Aulia pulang dan merebut Rena lagi.
"Mas, Aku berat. Lagian juga malu kalau ketahuan Bibi" protes Rena.
"Engga kok, lagian mumpung Auli belum pulang. Entar kalau dia pulang Kamu nya di ambil dia," jawab Dimas sembari menenggelamkan kepalanya manja di dada Rena.
Rena hanya membiarkan Dimas bermanja padanya, meski sedikit merasa risih dengan tubuh besar suami bersikap manja layaknya seorang anak kecil serta bulu bulu halus di wajah yang di biarkan tumbuh dari ujung pipi ke dagunya tipis membuat Rena merasa sangat geli dan sedikit sakit ketika suami manjanya itu mulai menggoyang goyangkan kepala seperti seekor kucing terhadap majikannya.
Namun Rena juga merasa bahagia karena suami yang selalu bersikap manja sudah kembali dan semakin lebih lagi, Meski menyesali pertengkaran yang seharusnya tak ada, namun Mereka juga bersyukur karena pertengkaran itu membuat jarak diantara mereka menjadi hilang. Rena yang kemarin masih malu malu kini lebih bisa menunjukkan kasih sayangnya pada Dimas meski dengan perasaan aneh dan sedikit canggung.
Msh puyeng dg Ceritanya dan tingkah Mc nya
Yg ada makan ATI.. Ujung2nya anakmu yg jd korban..
Baper bngt aq thor