Awan tidak pernah menyangka kalau gadis yang akan di jodohkan dengannya itu adalah Senja kekasihnya sendiri. Kedua orang tua mereka sudah sepakat dan akan segera menikahkan mereka. Tapi suatu konflik telah terjadi karena kebohongan orang tua Awan yang mengaku kalau dirinya orang kaya. Pak Agung telah mengetahui kalau Awan bukan anak orang kaya seperti yang di harapkan nya.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Akankah hubungan mereka bisa berlanjut ke jenjang pernikahan setelah hal tersebut terjadi?
Mari ikuti ceritanya dalam Pernikahan Tanpa Restu.
👉 Selamat membaca semoga suka 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebaikan Niko
Jingga mendengar dengan jelas kalau Awan masih sangat mencintai Senja oleh karena itu ia berniat untuk menemui Senja dan memberitahu dia agar ia segera memutuskan Awan. Niko baru sadar ada Jingga di ruangan itu ia pun berhenti bercerita.
Awan menjadi serba salah bagaimana caranya menggagalkan rencana Pak Agung. Jujur ia kecewa kenapa dengan mudahnya Pak Agung memutuskan kalau kekasihnya Senja akan di jadohkan dengan Niko temannya sendiri.
"Awan, jujur aku kaget dengan keputusan orang tuaku yang awalnya aku tidak menyangka kalau Senja gadis yang dimaksud orang tuaku itu. Aku gak ada niat merebut Senja dari mu aku minta maaf ya. Tapi, kamu jangan kuatir aku tidak akan setuju dengan perjodohan ini. Aku akan mencari cara bagaimana mengatasi masalah ini.
"Niko, kalau pun kamu mencintai Senja aku iklas kok. Karena kalian memang pantas di jodohkan sama-sama anak orang kaya tidak seperti aku yang miskin ini, wajar saja Pak Agung memilih kamu Nik," ucap Awan beraut sedih.
"Tidak Awan, jangan berkecil hati aku gak akan tega lakukan itu aku akan membantu kamu agar bisa bersatu dengan Senja lagi."
"Yang benar saja, kamu mau bantu? apa kamu sudah menolaknya perjodohan itu?"
"Belum sih, tapi aku punya rencana untuk menggagalkan nya nanti."
"Bagaimana caranya? apa yang akan kamu lakukan?"
Niko berbisik di telinga Awan kalau ia akan berpura-pura pacaran dengan Senja tapi itu cuma strategi untuk mengelabui orang tua mereka yang akan jalan dengan Senja adalah dia sendiri. Besok pagi ia akan pergi bersama Senja menemui Awan untuk membicarakan hal tersebut. Awan pun setuju.
Jingga merasa kesal tidak dapat mendengar pembicaraan mereka karena mereka berbisik. Ia pun mengalihkan perhatian mereka dengan berpura-pura bertanya.
"Wah kalian lagi bicarakan apa sih pake bisik-bisik segala gitu?" ucap Senja tiba-tiba.
"Em gak ada bicarakan apa-apa kok, aku hanya mengatakan kalau kamu cantik dan aku ingin berkenalan dengan mu."
Jingga terdiam mendengar ucapan Niko.
Waduh ini pria udah tampan gemesin lagi. Aku bahagia di bilang nya cantik. Tapi sayang aku tidak tertarik dengannya. Karna di hatiku cuma ada Awan, ucap Jingga membatin.
"Em jangan bercanda aku tau kamu berbohong!" ucap Jingga melayangkan pandangan sinisnya.
"Serius aku gak bohong, tanya saja sama Awan," timpal Niko menyakinkan.
Jingga melirik Awan, Awan pun mengangguk mengiyakan. Jingga tersipu malu wajahnya memerah. Awan tertawa dalam hatinya. Dasar wanita di bilang cantik aja udah bangga, sampai memerah seperti udang rebus. Jingga-Jingga percaya aja sama omongan Niko.
"Niko kamu gak usah kuatir, kalau kalian menikah aku yang akan jadi wali Jingga. Karna dia itu teman kecilku yang sudah ku anggap adik," ucap Awan.
Desiran darah Jingga mengalir ia tidak terima Awan hanya menganggapnya sebagai adik. Karena ia berharap kalau Awan akan jadi suaminya kelak.
Bang Awan gak boleh jadikan aku adik, aku gak mau. Karna aku mau dia jadi suami aku bukan saudara. Bagaimana pun caranya Bang Awan harus jadi milikku.
"Jingga, kenapa bengong apa kamu mau menikah dengan aku? Aku serius ingin menikahi mu apa kamu setuju dengan keputusanku?" ucap Niko sambil tertawa.
"Jangan bercanda kamu! kamu kira menikah hal yang mudah? pacaran aja belum mau menikah aja. Aku tidak sudi!" tolak Jingga memanas.
"Aku tau kamu akan menolak, yah sudah gak apa-apa kalau gak mau. Tapi ingat, aku akan membuat kamu jatuh cinta sama aku Jingga," ucap Niko terus menggoda Jingga hingga ia semakin marah.
"Aku gak bakal jatuh cinta sama kamu, dasar Playboy! baru ketemu aja udah bilang cinta," cetus Jingga.
"Awan bantuin aku yah agar aku bisa jadian sama Jingga."
"Kamu tenang saja, aku akan bantu kok," ujar Awan Jingga pun semakin memanas ia langsung pergi dari ruangan Awan. Awan dan Niko pun tertawa bersama.
"Jurus kamu ampuh juga membuat Jingga pergi dari ruangan ini, akhrinya kita bisa dengan bebas bercerita," ujar Awan masih tertawa.
"Siapa dulu Niko pria tampan sejagat," ucapnya memuji diri sendiri.
"PD banget bilang diri tampan buktinya pacaran selalu putus gak ada gadis yang betah dengan mu," ledek Awan terkekeh.
"Keterlaluan kamu Awan, meledek sahabat sendiri," Niko jadi cemberut.
"Maaf aku kecoplosan Nik,"
Tiba-tiba mama Andin datang dan menyuruh Awan siap-siap. Ia tidak tau kalau di dalam ada Niko.
"Awan apa kamu sudah siap?" ucap Mama Andin, ia kaget melihat ada Niko di situ.
"Tante, apa kabar?" ucap Niko menyapa.
"Baik kamu kapan datang?"
"Pagi tadi Tan."
"Oh untung kamu datang. Hari ini Awan sudah mau pulang," ujar Mama Andin.
"Syukurlah, kenapa gak bilang dari tadi Wan?" tanya Niko.
"Aku lupa," jawab Awan.
"Hem, kebiasaan suka lupa. Berarti aku ganggu dong dari tadi ajak kamu ngobrol mana gak bantuin lagi," ucap nya jadi sungkan.
"Gak perlu kan semua barang udah di kemas Jingga," sahut Awan.
Tiba-tiba Mama Andin teringat Jingga, ia memeriksa di semua tempat tidak melihat Jingga ia pun bertanya pada Awan. Awan menjawab kalau Jingga sudah pergi. Mama Andin bergegas keluar menyusul Jingga.
"Mama mau kemana?" tanya Awan.
"Mau cari Jingga," Mama Andin berlalu.
"Terus aku gimana Ma?" teriak Awan.
"Pulang aja sama Niko," jawab Mama nya sambil berteriak.
"Ya ampun Mama tidak kasian sama anak sendiri malah mementingkan Jingga," ucap Awan kesal.
Awan pun bergegas pergi membawa pakaian nya dan peralatan lainnya. Niko menyusul di belakang
"Bantuin napa Nik, dari pada nganggur tangan mu."
"Hem gak bisa lihat teman enak kamu mah, nyusahin mulu," dengus Niko.
"Maaf deh kali ini aja kok Nik, kaki aku masih sakit nih," ucap Awan sambil meringis biar Niko kasian.
"Iya, iya, sini tas kamu itu. Pulang pakai mobil aku aja."
"Kamu bawa mobil ke sini? wah kenapa gak bilang dari tadi."
"Emang kamu bilang aku terbang ke sini atau naik bajaj?"
"Siapa tau aja naik becak," ucap Awan becanda.
"Gak mungkinlah pria tampan seperti ku naik becak."
Keduanya panjang lebar becanda sampai masuk di mobil mereka masih saling meledek satu sama lain tanpa ada yang mengalah. Seketika itu Awan merasa lega dan sedikit terhibur karna candaan Niko. Niko juga berjanji akan membantu Awan agar bisa bertemu Senja lagi. Serasa beban dalam hidupnya hilang sekejap karna kehadiran Niko.
"Makasih ya Nik, kamu memang sahabat terbaikku ada saat aku butuh dan selalu menolong aku," ucap Awan memuji.
"Iya. Jangan berlebihan gitu, sudah sewajarnya aku membantu kamu kitakan sahabat."
"Iya Niko aku tidak akan melupakan kebaikanmu."
Niko terseyum mendengar ucapan Awan. Niko menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai. Mereka menuju rumah Awan. Awan merasa beruntung punya sahabat baik seperti Niko yang baik hati dan selalu menghibur saat ia bersedih.
.
ijin follow yaa, follback thor
PaMud mampir