NovelToon NovelToon
Madu Untuk Amira

Madu Untuk Amira

Status: tamat
Genre:Poligami / Tamat
Popularitas:609.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aina syifa

Setelah usia lima belas tahun pernikahan, Farhan suami Amira berpaling ke lain hati. Dia berniat untuk menikah lagi.

Amira tak ada pilihan lain selain mengizinkan suaminya menikah lagi. Dia yakin kalau suaminya akan berlaku adil pada ke dua istrinya.

Namun poligami tak seindah apa yang Amira bayangkan. Setelah menikah dengan gadis itu, Farhan berubah. Dia lebih mengutamakan istri ke duanya itu. Apakah Amira sanggup menjalani kehidupan rumah tangganya yang sekarang. Atau dia lebih memilih hidup sendiri dengan membawa anaknya pergi dari kehidupan suaminya.

.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aina syifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekecewaan ibu mertua

"Kamu dari rumah Zia kan?" ucap Bu Rahayu menatap Farhan nanar. Hatinya sudah menahan geram sejak tadi dengan sikap menantunya itu.

Farhan mengangguk.

"Iya Bu," jawab Farhan singkat.

"Untuk apa kamu ke sana? dasar lelaki tidak bertanggung jawab. Istri masih sakit seperti itu kamu tinggal pergi. Kamu enak-enak bersama istri baru kamu, dan kamu biarkan anak kamu dan adik ipar kamu yang kerepotan di sini ngurusin Amira. Seharusnya Amira itu tanggung jawab kamu. Bukan Novi. Karena kamu suaminya," cerocos Bu Rahayu.

"Maaf Bu, tapi aku sudah janji sama Zia kalau aku mau ke sana setelah Amira pulang dari rumah sakit."

"Amira itu masih sangat membutuhkan kamu Farhan. Seharusnya kamu jangan tinggalin dia. Kalau kamu mau tinggal-tinggal dia seperti itu, mending kamu ceraikan saja Amira. Dan kamu pergi dari sini. Karena rumah ini rumah Amira. Biarkan Amira kami saja yang ngurus," ucap Bu Rahayu menegaskan.

Sebenarnya Bu Rahayu tidak terima anaknya disakiti. Dia menginginkan perceraian di antara Farhan dan Amira.

Bu Rahayu ingin membujuk Amira agar dia mau bercerai dengan Farhan. Namun Bu Rahayu masih menunggu waktu yang tepat karena Amira saat ini masih sakit.

"Duh Bu, jangan begitu dong Bu. Saya minta maaf Bu, saya janji saya tidak akan meninggalkan Amira lagi. Saya janji," ucap Farhan.

"Janji, janji, saya sudah tidak percaya lagi Farhan sama kamu. Dulu kamu juga sudah berjanji, kalau kamu mau menjadikan Amira istri satu-satunya. Tapi nyatanya kamu ingkari janji kamu sendiri."

Farhan diam. Dia tidak berani lagi untuk bicara. Karena dia tahu, ibu mertuanya itu sangat cerewet dan tidak pernah mau kalah dalam hal debat.

"Saya dan suami saya menjodohkan kamu dengan anak saya, karena saya fikir kamu itu lelaki yang paham ilmu agama karena sama-sama lulusan pesantren seperti Amira. Saya fikir kamu bisa menjadi imam yang baik untuk Amira dan kalian akan menjadi pasangan soleh-soleha, dan berjodoh dunia akhirat," ucap Bu Rahayu panjang lebar

"Tapi nyatanya saya sudah salah menilai kamu selama ini. Kamu sama saja seperti lelaki buaya darat lainnya, yang tidak bisa lihat cewek kinclong sedikit" lanjut Bu Rahayu.

Sebenarnya Bu Rahayu sudah sangat emosi saat ini. Namun dia masih bisa bicara datar saat bicara dengan Farhan. Karena Bu Rahayu sudah lelah ngomel-ngomel sejak tadi pagi ke Novi dan Laila.

Bu Rahayu pergi meninggalkan ruang makan untuk ke kamar Amira. Bu Rahayu membuka pintu kamar Amira. Tampak Amira masih berbaring di ranjangnya.

"Amira," ucap Bu Rahayu mendekati Amira anaknya.

"Bu, Laila nggak sekolah bu? ini udah jam tujuh. Kenapa dia belum mandi?" tanya Amira menatap lekat ke arah Bu Rahayu.

"Kamu sakit seperti ini, seharusnya Farhan yang ngurusin anaknya. Farhannya aja baru pulang. Siapa yang mau ngantar Laila sekolah."

"Laila biasa mandi sendiri, makan sendiri, dan berangkat naik sepeda sendiri kok Bu."

"Yah, tapi beda lah. Kalau ini kan nggak ada yang bangunin dia. Jadi dia kesiangan terus. Anak kamu dan tantenya itu sama saja. Lelet banget bangunnya. Kalau nggak dibangunin juga nggak bisa bangun sendiri."

"Ibu ke sini, bawa makanan untuk kami?"

"Iya. Ibu yakin, setelah kamu sakit seperti ini, pasti kamu nggak akan ada yang ngurusin. Benarkan, setelah kamu sakit seperti ini, Farhan lebih memilih untuk ke rumah istri ke duanya. Karena kamu itu sudah tidak dibutuhkan lagi oleh Farhan. Kamu itu sekarang cacat dan nggak bisa melayani Farhan lagi."

Deg.

Hati Amira begitu terpukul saat mendengar ucapan ibunya.

"Apa itu, yang dinamakan keadilan dalam berpoligami dengan membiarkan istri pertamanya sengsara?" Bu Rahayu masih tidak berhenti bicara. Karena sejak tadi dia masih emosi. Tahu kalau menantunya semalam nginap di rumah istri barunya.

Hiks...hiks ..hiks...

Arumi tiba-tiba saja menangis mendengar ucapan ibunya. Yang dikatakan ibunya memang nyata. Farhan sama sekali tidak perduli dengan Amira lagi. Apalagi jika Zia hamil, mungkin Farhan akan lebih banyak bersama wanita itu.

"Arumi, kalau Farhan seperti ini terus dan tidak mau berubah, ceraikan saja dia Arumi. Untuk apa kamu bertahan dengan lelaki seperti dia. Kelihatannya aja dia alim. Tapi sama aja dia seperti lelaki lainnya."

*

Setelah ibu mertuanya pergi ke kamar Amira, Farhan duduk di dekat Laila yang saat ini masih makan di ruang makan.

Sementara Novi, setelah selesai sarapan langsung pulang ke rumahnya. Dia akan siap-siap untuk pergi ke kampus. Karena baju-bajunya masih ada di rumah Bu Rahayu.

"La, kapan nenek kamu datang?" tanya Farhan pada anaknya.

"Baru aja Bi. Dia ngasih makanan ini untuk kami," ucap Laila di sela-sela kunyahannya.

"Oh, maafin Abi ya, karena Abi kesiangan. Seharusnya Abi sudah pulang dari subuh," ucap Farhan.

"Nggak apa-apa Bi. Aku juga kesiangan. Ini aku baru makan. Dan belum mandi."

"Kamu bangun jam berapa?"

"Jam setengah tujuh waktu nenek ke sini Bi."

"Oh." Farhan manggut-manggut.

"Abi mau makan? nanti aku ambilkan piring ya?"

"Nggak usah La. Abi udah kenyang."

"Abi udah sarapan ya?"

"Iya, tadi di rumah Zia."

Laila diam. Dia kembali menyuapkan nasi ke dalam mulutnya. Sebenarnya Laila juga kesal sama ayahnya.

Tapi Laila harus berbuat apa sekarang. Dia tidak mungkin ngomelin ayahnya karena ayahnya jauh lebih tua darinya. Walau bagaimanapun juga, seorang ayah itu harus tetap dihormati apapun kesalahannya.

"Ibu kamu udah makan belum?" tanya Farhan.

Laila menggeleng. "Belum."

"Abi mau berangkat kerja kan? kenapa nggak siap-siap?" tanya Laila.

"Abi sepertinya nggak mau kerja dulu. Abi capek banget La. Ini juga udah jam tujuh lebih. Kamu juga nggak mau ke sekolah La?"

Laila menggeleng.

"Nggak. Udah siang. Bangun aja udah jam setengah tujuh, mau sampai jam berapa nanti sampai sekolah. Malah kena hukuman nanti kalau telat masuk."

"Iya. Abi juga setelah ini, mau mandiin Umi kamu. Dia kan sejak di rumah sakit belum mandi. Abi juga mau nyuapin Umi kamu, dan mau ngajak Umi kamu berjemur. Kamu mau kan bantuin Abi untuk merawat Umi kamu? Biar Umi kamu bisa cepat sembuh."

"Iya Abi. Aku mau kok bantu Abi merawat Umi sampai dia sembuh. Umi kan tanggung jawab kita."

"Iya Laila."

Ring ring ring...

Deringan ponsel Farhan mengejutkan Farhan.

Pasti Zia nih. Kenapa dia harus nelpon sih, saat ibu mertuaku ada di sini. Bisa dimarahin lagi aku.

Laila menatap ayah lekat.

"Abi, itu hapenya bunyi. Kok di diamin aja. Di angkat dong."

"Iya La."

"Abi ke belakang dulu ya. Mau angkat telpon dulu."

Farhan kemudian melangkah untuk ke halaman yang ada di belakang rumah. Dia tidak mau Laila dan Bu Rahayu mendengar pembicaraannya dengan Zia.

***

1
falea sezi
hmm uda lah amira lu aja jg gatel cari suami. yg tua dikit. lu itu uda punya anak perawan woy
falea sezi
gatel jg ne bocah q kira apa an larang emaknya nikah ma gus ehh tau nya
falea sezi
mending ma Galih sih agak sangsi ma gus gus itu tp gmna layla emakmu uda gatel pengen yg muda an/Curse/
Evy
penghasilan tidak mencukupi....tapi berpoligami... gimana ini ustadz...
Evy
wah...Mas Galih.. walaupun sudah cerai tapi kan masih ada anak yang jadi tanggung jawabnya...masa setengah gaji dikasih sama ipar..jatah anak kandung mu lho juga harus...
Evy
Zia kok jadi serakah... pingin miliki suami bersama sendirian..
YUANLU
Luar biasa
Linda Yohana
thoor ceritanya udah tamat belum
masih nunggu karena ceritanya gantung
semangat ya thoor
Qilla
terlalu naif
Qilla
balasan madunya semanis kurma ,ada istri kehilngan suami dan anak kehilangan ayah balasanya tak sebading
Widi Widurai
wkakak ealaa eala anake naksir to. makane ga boleh 😅
Widi Widurai
iyaalah pas mreka terpuruk, galih ada buat laila.
Widi Widurai
najong syekali
Widi Widurai
soalny lagi apes. coba aja toko dia ga bangkrut, anaknya ga mati, zianya ga gila. mana inget dosa dia. malah mungkin mau nambah lowongan cewe yg mau di"bantu"
Widi Widurai
sok sok an. tp ga liat dompet. slama ini dah bsa nyenengin istrinya belum, so so an nambaj
Dewi Shalomytha
Hidup masih kere aza so poligami,, berkedok ustad cm nyalurin hasrat adohhh mlh darah tinggi bacanya ini 😂
Imas Siti Rokayah
lanjut thor...
up...up
Xzip_92
LANGSUNG MASUK KAMAR AJA JANDA KALO MEMEKNYA UDAH TERLANJUR GATAL
Xzip_92
HAUS BELAIAN SI JALANG LANCAR BANGET NGOMONG LUPAIN BERONDONG TERCINTA
Xzip_92
PREEET. NGOMONG APA SI TANTE GIRANG HAUS BELAIAN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!