NovelToon NovelToon
Terlambat Mengerti

Terlambat Mengerti

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kurnia Setiyani

Terlambat Mengerti 1
Arini gadis berusia 19 tahun, mahasiswi semester 2 sebuah perguruan tinggi negeri. Diusianya yang sangat belia dia harus menyandang status ibu dari seoarang bayi perempuan hasil pengkhianatan sahabat dengan tunanganya. Keputusan apa yang akan diambil Arini selanjutnya, apa dia akan membuang bayi itu atau menitipkanya di panti asuhan ataukah merawatnya sendiri dengan segala resiko yang harus dihadapi.
Penasaran ceritanya ? yuk ikuti kelanjutanya..

Terlambat Mengerti season 2

Bagaimana nasib cinta Cila dan Agam ketika mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa hubungan mereka terhalang tembok kebencian yang tertanam kokoh dihati Agam karena kisah masa lalunya. Akankan Cinta mampu mengalahkan kebencian tersebut, ataukan justru Cinta baru yang akan hadir menghapus luka...

____________________________________

Cover by pexels

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kurnia Setiyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Seminggu telah berlalu, Arini sedikit lebih tenang karena Bu Marta tidak lagi menemuinya atau melakukan hal yang buruk terhadapnya atau Cila. Semoga saja wanita itu memang sudah insyaf.

Hari ini Arini menyempatkan mampir ke resto Doni setelah pulang kerja. Seperti biasanya Arini mulai mengerjakan tugasnya, namun Doni tidak memperbolehkannya. Doni malah menyuruhnya duduk menikmati hidangan yang disediakan oleh pelayan lain yang adalah teman kerjanya.

"Mas Doni apaan si, aku jadi nggak enak sama yang lain," ujar Arini yang merasa kurang nyaman dengan perlakuan Doni.

"Sekarang kamu adalah wanitaku, bukan pegawaiku lagi,' ucap Doni dengan datar.

"Hutangku ke kamu masih banyak Mas," ucap Arini mengingatkan.

"Kita akan segera menikah, tidak ada istilah hutang pada pasangannya."

"Tapi Mas," ucapan Arini terhenti saat saat jari telunjuk Doni menutupi bibirnya.

"Hussst, jangan dibahas lagi."

Arini pun terdiam, dia menuruti perintah Doni menikmati hidangan yang telah ada di hadapannya.

"Selama kita saling kenal, sampai sekarang baru kali ini kita bisa makan berdua seperti ini," ucap Doni dengan perasaan bahagia.

"Maaf Mas, waktuku banyak tersita untuk hal lainnya," jawab Arini.

"Setelah kita menikah nanti, kamu cukup di rumah mengurusku dan anak-anak kita." Doni tidak sabar menunggu saat-saat itu.

"Semoga diberi kemudahan," jawab Arini singkat.

Setelah selesai, Doni beranjak keluar mengantarkan Arini ke rumahnya. Namun persis di pintu keluar mereka berpapasan dengan Bu Leni ibunda Juna.

"Arini...," Bu Leni langsung memeluk erat Arini.

"Ibu, senang bertemu dengan Ibu," balas Arini.

"Kita ngobrol sebentar ya, Ibu kangen banget sama kamu," paksa Bu Leni.

"Don, kamu ikut juga ya. Ada yang ingin Tante bicarakan," Bu Leni menatap penuh harap pada Doni.

Akhirnya mereka duduk bertiga, Bu Leni memang sengaja datang untuk mencari Arini.

" Ku dengar kalian akan segera menikah?" tanya Bu Leni.

"Iya Tante, aku akan segera menikahi Arini," ucap Doni tegas sambil memegang erat tangan Arini. Sementara Arini hanya diam mengiyakan.

"Arini sudah ku anggap anakku sendiri, tolong jaga dia, bahagiakanlah dia."

"Pasti Tante, aku akan selalu menjaganya." Doni sebenarnya tidak suka dengan kedatangan ibunda Juna tersebut.

"Baguslah, aku merasa lega sekarang," ucap Bu Leni.

"Oya Arini, kalau besok-besok Ibu ingin ketemu kamu lagi bisa kan," sambung Bu Leni pada Arini.

"Iya Bu," Arini tersenyum mengangguk.

Bu Leni pun segera berpamitan tanpa memesan makanan atau minuman apapun. Sebenarnya dalam hatinya masih menginginkan Arini bisa menjadi menantunya.

Doni sungguh merasa cemburu dengan kedekatan Arini dengan Ibunda Juna. Suatu hal yang belum bisa dia berikan pada Arini, karena selama ini ibunya belum juga memberikan restu.

Beberapa hari berikutnya, Arini membawa Cila pergi menemui Ranti. Mereka sudah sepakat ingin mengajak Cila liburan. Setelah lelah mengikuti Cila yang berlarian ke sana kemari mereka pun memilih istirahat di sebuah cafe yang nampak begitu nyaman. Cila yang kelelahan pun tertidur setelah menyantap es krim kesukaannya.

"Ibunya Iren beberapa hari lalu menemuiku, memintaku memberikan Cila padanya," ucap Arini mencurahkan perasaannya.

"Wanita tua itu benar-benar tidak tau diri," ucap Ranti geram.

"Dia juga mengancamku akan mengambil paksa jika aku tetap tidak mau memberikan Cila."

"Segera ceritakan pada Doni tentang semuanya, mungkin Doni bisa membantumu melindungi Cila dari perempuan sialan itu," tegas Ranti.

Arini berpikir sejenak, "baik aku akan melakukannya, aku tidak rela jika mereka mengambil Cila dariku." Arini yakin dengan keputusannya.

"Bagus kalau seperti itu, kamu tidak bisa menanggungnya sendiri."

Setelah perbincangan tersebut mereka segera menghabiskan makanan yang telah mereka pesan. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang intens mengawasi setiap gerak-gerik mereka.

Setelah selesai mereka pun segera keluar. Ranti tidak bisa mengantar Arini pulang saat itu, karena ada kepentingan. Akhirnya mereka berpisah di halaman Cafe tersebut.

Baru beberapa langkah dari tempat mereka berpisah tiba-tiba ada seseorang yang menyerobot Cila dari gendongan Arini. Arini berteriak lalu mengejarnya. Cila pun sontak terbangun dari tidurnya, menangis meronta-ronta.

"Tolooooong," teriak Arini sambil mengejar penculik tersebut.

Beberapa orang yang mendengar segera berlari membantu Arini. Namun naas saat Arini berhasil mengambil Cila, penculik itu menusuknya dengan sebilah pisau lalu membawa lari Cila.

Beberapa orang berkerumun menolong Arini, Ranti yang belum jauh dari lokasi kejadian segera keluar dari mobilnya ketika mendengar suara teriakan. Namun terlambat, Arini sudah bersimbah darah tak sadarkan diri. Ranti segera meminta bantuan pada orang yang berada di sekitarnya untuk membawanya ke rumah sakit. Sementara beberapa orang lainnya mengejar mobil penculik dengan sepeda motor mereka.

Akhirnya mobil yang membawa Arini tiba di sebuah rumah sakit, Arini segera ditangani oleh tenaga medis. Ranti dengan panik segera menghubungi Doni.

"Maaf, Pak Doni harus segera ke rumah sakit sekarang. Arini sedang dirawat," ucap Ranti sambil menahan isak tangisnya.

"Apa? Arini di rumah sakit? Di rumah sakit mana aku akan menyusulnya." Doni tidak kalah paniknya dari Ranti.

Doni segera menuju rumah sakit setelah mendapatkan kabar dari Ranti.

"Apa yang terjadi? Dimana Arini?" tanya Doni dengan panik setibanya dia di rumah sakit saat melihat Ranti.

"Arini masih di ruang operasi, maafkan aku yang tidak bisa menolong Arini," jawab Ranti tertunduk menangis.

"Apa sebenarnya yang terjadi," bentak Doni.

"Arini mengalami luka tusuk oleh orang yang menculik Cila." jawab Ranti masih sesenggukan.

"Lalu bagaimana dengan Cila sekarang?" tanya Doni lemas.

"Oh Tuhan, cobaan apalagi yang Kau timpakan pada kami," teriak Doni yang tidak mampu menahan emosinya.

"Tenanglah, kita berdoa saja semoga tidak ada hal buruk yang menimpa Arini."

Doni terdiam, air matanya mengalir begitu saja menangisi kekasihnya.

"Aku akan menjemput Tante Mira?" pamit Ranti.

Doni hanya mengangguk tanpa melihat lawan bicaranya. Tatapannya kosong, namun hatinya selalu berdoa untuk kesembuhan kekasinnya tersebut.

Ranti kembali ke rumah sakit membawa Bu Mira. Bu Mira pun tidak kalah hancurnya, beliau menangis sejadi-jadinya mengetahui putri satu-satunya itu mengalami nasib senaas ini.

Saat itu Juna sedang menemui Iren untuk urusan pekerjaan, Iren yang sedang asyik dengan aplikasi medsodnya tiba-tiba terkejut saat melihat unggahan video tentang seorang perempuan Yeng terkena luka tusuk oleh penculik.

" Arini...?" ucapnya terkejut saat melihat korban tersebut mirip sekali dengan Arini.

"Aku yakin ini Arini, kita harus segera ke rumah sakit Mas?" Iren nampak panik.

"Kenapa dengan Arini?" tanya Juna terkejut.

Iren menyodorkan ponselnya, memperlihatkan video yang dia lihat tadi. Juna yang nampak sangat panik segera mengambil kunci mobilnya, menuju rumah sakit yang terdekat dari lokasi kejadian.

Setibanya di rumah sakit, mereka langsung menanyakan perihal pasien yang mengalami luka tusuk pada Resepsionis. Setelah mendapatkan informasi yang akurat, mereka segera menuju ruang operasi dimana Arini sedang ditangani.

Langkah mereka terhenti saat melihat beberapa orang sudah berkumpul menunggu Arini. Semua menengok ke arah Juna dan Iren, tidak terkecuali Bu Mira yang menatap keduanya dengan sorot mata yang cukup membuat merinding.

"Manusia macam apa kalian? Setelah meninggalkan buah perselingkuhan kalian pada Arini, kini kalian mau mengambilnya begitu saja haaa? Apa belum puas kalian membuat Arini menderita?" ucap Bu Mira dengan ya tangisannya sambil mendorong keduanya.

Juna terkejut mendengar pernyataan Bu Mira.

"Apa maksudnya ini haa?" teriak Juna pada Iren.

*****

Happy reading

1
Yani Cuhayanih
Aku juga pernah punya sahabat pembohong seperti itu yg akhirnya menghancurkan pertemanan kami karena menggoda pacarku dgn segala tipu daya nya.oh maaf aku berbeda jd bisa mengetahui kebusukan seseorang melalui indera ke enam ku.....wadaw bercanda...peace...
Yani Cuhayanih
Baru mulai dah nangis bombay....hah
Hap£!π
baguss ka sulit ditebak endingnya
🥰Dewimitohamasreka🥰
Kecewa
Sri Wahyuni
s arini knp ga bsa jjur az cpa s cila
Sri Wahyuni
kacau deh s juna dtang k jogya
Sri Wahyuni
klau s arini sampe mau blikan lgi sm s juna itu nma y s arini cwe bodoh
Sri Wahyuni
knp ya d cerita novel kbanyakn s cewe susah move on kya cwo d dunia ini udah habis az s arini knp ga terima s doni az
Sri Wahyuni
awal yg baik crita nya smoga d bab k dpan nya ga bikin ribet dn ga cpet jenuh bca y..good luck thor
Riyanti Riri
org2 yg aneh...emgnya mereka melihat Arini hamil sampai2 menuduh Arini punya anak di luar nikah.. dasar BODOH...
Arnie Cupin
gak suka ma sikapny doni
watini fitrah
cila terima anngga biar agam dpt duit.
krisan
lanjut
Yen Margaret Purba
andin ga jd sama angga yah...?
Yen Margaret Purba
kok ngeselin yah cerita cila,
pacaran menjauh menderita
sampe lika liku laki2 SAH ttp aja gt, lgsg baca end aja deh
Yen Margaret Purba
andra ponakan sita kan,
cila itu anak tiri tantemu loh
Yen Margaret Purba
ssh amat sih thor bt damar ke sinta,
cila ke agam
Yen Margaret Purba
damar kok ga ditemani sinta
Yen Margaret Purba
yah bagaimana pun sering bersama pasti ada cinta lha,
utk cinta sejati akan tau balik ke t4 nya..
yo wes lah obati agam aja lha
Yen Margaret Purba
kl liat jalan cerita bagusnya cila ama damar sih ya,
penyelamat jika ada apa pun.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!