Hanya kenyataan yang sangat cepat membuat ku merasakan hidup bersama orang baru yang sama sekali tidak aku kenal terlebih di usiaku yang baru menginjak 18 tahun.
Dan kejadian kejadian yang terjadi seperti proses kehidupan terkhusus untukku.
Angelina Clarzie.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Grace Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Angelina POV
Ugh aku sungguh malu. Tertangkap basah sedang kelaparan di depan Keinard. Sudah begitu terjatuh dari tempat tidur pula.
Sebenarnya aku terjatuh bukan karena tertidur pulas. Tetapi karena bermimpi buruk. Aku bermimpi Xavie mengucapkan perpisahan dengan tersenyum ke arah ku. Tetapi tatapan mata nya peluh luka dan rasa bersalah.
Dalam mimpi aku berlari mengejarnya tetapi dia terus bejalan meninggalkan ku sampai aku terjatuh. Dan ya begitulah mimpi membuatku sampai terjatuh juga di dunia nyata.
Aku masuk kembali ke dalam kamar untuk membereskan penampilanku yang berantakan ini. Aku melihat wajahku di cermin.
"Xavie. Apa kamu baik-baik saja?."Terbesit di hatiku rasa khawatir yang begitu besar terhadap Xavie.
"Cepatlah Angelina."Teriakan Keinard mengangetkanku dari pikiran dan lamunanku akan Xavie.
Semoga kamu baik-baik saja Xavie. Ujarku dalam hati.
Aku keluar dari kamar dengan gerakan cepat. Dari atas aku bisa melihat Keinard sudah menatap tajam ke arahku dengan sebuah kunci di tangannya.
"Cuma beres beres saja tetapi lama sekali."Rutuk Keinard cepat dan datar.
"Maaf."Kataku lagi.
"Ayo."Ucap Keinard lalu berjalan keluar.
Kami menaiki mobil sportnya dan melaju entah kemana. Ahh katanya tadi makan malam.
"Ingin makan apa?."Tanyanya setelah beberapa saat kami hanya terdiam dan menikmati perjalanan kami.
"Ehm apa saja."Jawabku pelan.
Tidak merespon jawabanku, Keinard lalu memutar balikkan mobilnya. Aku hanya melihat dan menatapnya bingung.
Mobil yang kami naiki berhenti di depan sebuah kedai makanan kecil. Bukan restaurant mahal dan tempat makan mewah. Hanya sebuah kedai kecil dengan pemandangan malam hari yang cukup asri di sampingnya. Dan di dalamnya juga lumayan ramai pengunjung nya.
D'Foodfler. Nama Kedai ini.
Keinard turun dari dalam mobil dan berjalan mendahukui ku. Kami mengambik tempat di pojok dengan pemandangan yang langsung tertuju ke arah samping kedai.
"Ingin memesan apa Tuan?."Tanya seorang pelayan yang baru saja tiba.
"Ingin apa Angel?."Tanya Keinard padaku.
"Apa saja Keinard. Samakan dengan punya mu."Ucap ku kikuk. Pelayan itu melihat ku dengan tampang sinisnya. Apa apaan. Dasar pelayan ganjen.
"Dua nasi goreng seafood. Dua jus jeruk dan apa kamu ingin roti bakar Angel?."Tanya Keinard sambil menatap ke arah ku.
Aku hanya menganggukan kepala tanda mengiyakan pertanyaannya.
"Tambahkan seporsi roti bakar rasa cokelat."Ujar Keinard lanjut.
Setelah itu keheningan menyelimuti kami. Keinard masih saja menatap ke arah taman di samping kedai ini. Tatapannya dalam dan sarat akan sesuatu.
"Ehm. Sepertinya tempat ini tempat favorit mu Kein."Ujarku.
Dia berbalik menatapku dengan dahi mengernyit.
"Kein? Kamu memanggilku Kein?."Tanyanya.
"Ii..ya. Apa tidak boleh? Oh maafkan aku. Aku hanya berpikir namamu cukup panjang jika di di panggil semuanya Keinard. Jadi aku menying.."Ucapanku terhenti ketika Keinard menjawab.
"Panggil saja. Dan ya benar tempat ini temoat favorit ku."Ujarnya lagi. Dan aku hanya mengangguk dan tersenyum.
Tak lama kemudian pesanan kami pun datang. Aku langsung saja memakannya setelah menengur Kein. Upps. Keinard sekarang aku akan memanggilnya Kein saja. Kein pun begitu makan dalam diam.
*****
Author POV
Di seberang kedai tersebut terlihat sepasang mata hitam memandang ke arah dua orang yang sedang makan dalam diam.
"Di situ kau Angelina."Ujar pria itu. Adreas.
Ya Adreas mendapat kabar dari anak buah nya yang mengatakan menemukan keberadaan Angelina. Langsung saja mereka mengirimkan titik keberadaan Angelina kepada Adreas.
Dan sekarang Adreas sedang berada di dalam mobilnya dengan pandangan tajam terarah ke dua sosok tersebut. Dia lalu mengambil telepon dan kembali menghubungi anak buahnya.
"Cari tahu siapa yang bersama dengan Angelina calon istri X."Ujar Adreas singkat dan langsung mematikan teleponnya.
Adreas akan menunggu sampai mereka selesai makan malam dan membuntuti mereka. Mencari tahu tempat di mana Angelina menginap.
Di sisi lain, Rumah sakit.
Keadaan Xavie cukup parah. Dan sudah lewat beberapa jam setelah penanganan pun Xavie belum sadarkan diri.
"Dad. Bagaimana ini. Anak kita belum sadarkan diri."Ujar Mommy Xavie panik.
"Tenanglah Mom. Kita hanya perlu menunggu ingat kata dokter."Ujar Daddy Xavie sambil menarik istri nya kedalam pelukan nya.
"Dan di mana calon menantu kita dad. Suruh Adreas mencarinya."
"Sudah pasti sayang. Kamu tenanglah oke? Tunggu sebentar aku akan menghubungi Adreas."Ujar Daddy Xavie yang langsung saja menelpon Adreas.
Tuttt...tutt..
"Hallo dad."Jawab Adreas di seberang sana.
"Bagaimana apa sudah dapat kabar tentang Angelina?."
"Sudah. Sekarang aku lagi di tempatnya. Tapi aku hanya mengawasinya dari jauh."Jawab Adreas.
"Mengapa?."
"Dia bersama seorang pria. Sedang makan malam."
Daddy Xavie terlihat kaget dan mengernyitkan keningnya.
"Awasi terus. Cari tahu tetang orang asing yang bersamanya itu."Panggilan pun di matikan.
"Tenanglah Mom. Sudah dengar sendiri bukan? Adreas sudah menemukannya."Ujar Daddy Xavie kepada istrinya. Ya sedari tadi obrolan antara mereka juga di dengar oleh Mommy Xavie karena panggilannya di loudspeaker.
Setengah jam berlalu dan kedua orang tua itu hanya duduk di sofa sambil menatap sendu ke arah anaknya..
Sampai tiba-tiba..
"Eghh.. Angeli...na.."Sebuah suara lemah dan serak mengema di dalam ruangan tersebut..
*****
Yeyy.. Xavie Sadarr...(Author sendiri pun senang🤗😅)