NovelToon NovelToon
KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Romantis
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Chinta Maulana

Aldara, wanita yang hatinya baru saja remuk redam ditinggalkan kekasih demi wanita lain, berusaha menyembunyikan kesedihannya di balik senyum tenang agar tidak dikasihani orang lain. Ketika dipanggil oleh kenalannya, Siska, untuk bertemu di kafe langganan, ia tidak menyangka bahwa kunjungannya kali ini akan menjadi titik balik hidupnya. Di sana ia diperkenalkan kepada Aries—seorang pemuda pendiam namun memiliki pesona tersendiri. Pertemuan yang awalnya terasa biasa saja perlahan membuka jalan bagi sebuah kisah baru yang akan menyembuhkan luka lama dan mengajarkan Aldara arti cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 006: Malam yang Penuh Kehangatan

Malam harinya, tepat saat langit mulai berubah menjadi gelap dan lampu-lampu jalan mulai menyala satu per satu, Aries baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Ia segera pulang ke rumah, membersihkan tubuhnya, lalu mengenakan pakaian yang rapi namun tetap terlihat santai. Malam ini ia punya rencana khusus, ingin menjemput dan mengajak Aldara menikmati suasana malam yang tenang, jauh dari hiruk pikuk kesibukan seharian.

Tak butuh waktu lama, motor yang dikendarainya sudah sampai tepat di depan pagar rumah Aldara. Belum sempat tangannya mengangkat untuk mengetuk pintu kayu itu, pintu sudah terbuka lebar terlebih dahulu. Di ambang pintu berdiri Aldara, mengenakan gaun berwarna biru langit yang lembut, dengan rambut yang diatur sederhana namun terlihat sangat menawan. Cahaya lampu teras memancarkan sinar lembut di wajahnya, membuat kecantikannya tampak bersinar.

“Kamu sangat cantik malam ini,” puji Aries tulus, matanya tak lepas memandang wanita di hadapannya.

Mendengar pujian itu, Aldara langsung tersipu malu. Rona merah perlahan menjalar memerah di kedua pipinya hingga ke telinga. Ia menundukkan wajah sambil memainkan ujung bajunya. “Apaan sih, bicara sembarangan. Jadi nggak nih kita jalan-jalannya?” tanyanya berusaha menyembunyikan rasa malunya.

Aries tersenyum melihat reaksi sang kekasih, lalu melangkah mendekat dan membukakan helm untuknya. “Jadi dong, Tuan Putri. Ke mana pun Tuan Putri ingin melangkah malam ini, Pangeran ini akan selalu siap mengantar dan menemanimu,” jawabnya dengan nada lembut sekaligus sedikit menggoda.

“Ya ampun, bicara apa lagi itu,” gumam Aldara sambil menutup separuh wajahnya dengan telapak tangan, rasa malunya makin menjadi-jadi.

“Wah, ternyata kamu juga bisa merasa malu dan salah tingkah ya. Biasanya kan kamu yang paling berani menggoda orang lain,” ledek Aries lagi sambil tertawa kecil, membuat suasana terasa makin akrab.

Setelah keduanya siap, Aries membantu Aldara duduk dengan nyaman di jok belakang, lalu memastikan posisi sabuk pengaman helmnya sudah pas. “Pegang saja erat pinggangku, biar tidak terguncang,” pesannya lembut.

Malam ini Aries membawa Aldara menuju Tepi Pantai Losari, tempat paling indah dan romantis di kota ini saat malam tiba. Perjalanan ditemani angin malam yang berhembus lembut, menerbangkan wangi rambut Aldara yang tercium harum hingga menembus hidung Aries. Detak jantung keduanya terasa berirama lebih cepat, menyimpan perasaan yang mulai terasa makin dalam.

Sesampainya di pantai, suasana terasa sangat damai. Ombak bergulung pelan memukul bibir pantai, sementara cahaya lampu dari kapal-kapal kecil dan bangunan di sepanjang pesisir memantulkan cahaya indah di permukaan air. Mereka berjalan berdampingan menyusuri pasir putih yang lembut, lalu berhenti dan duduk di bangku kayu yang menghadap langsung ke arah laut.

“Kenapa bawa ke sini?” tanya Aldara pelan, matanya tak lepas memandang luasnya lautan.

“Sebab tempat ini tenang. Aku ingin kita bicara tanpa gangguan, dan melihat keindahan ini bersamamu saja. Bagiku, melihatmu tersenyum sambil menikmati pemandangan seperti ini sudah cukup membuat malamku terasa sempurna,” jawab Aries sambil menoleh menatap matanya dalam-dalam.

Ia lalu meraih tangan Aldara, menggenggamnya lembut namun penuh kekuatan. “Sayang, terima kasih sudah membuka hatimu untukku. Aku tahu jalanmu belum mudah, dan luka masa lalumu masih terasa. Tapi percayalah, aku akan berusaha sekuat tenaga agar senyum di wajahmu ini takkan pernah lagi digantikan oleh air mata kesedihan.”

Suasana hening sesaat, hanya terdengar suara deburan ombak. Hati Aldara terasa tergetar, perasaan yang selama ini terkunci perlahan meleleh mendengar janji yang diucapkan dengan begitu tulus itu. Ia menoleh, menatap wajah Aries yang diterangi cahaya remang malam, lalu tersenyum lebar, senyum yang paling tulus yang pernah ia tunjukkan dalam waktu yang sangat lama.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!